Font Size
15px

Langkah reka berpacu dengan waktu. Gerbang yang nghubungkan dunia ingatan dan kenyataan semakin ngecil, serpihan kegelapan beterbangan di udara, siap nelan segalanya. Kaelen nggenggam lengan Darius, mbantu kakaknya berdiri skipun tubuhnya masih lemah. Serina berlari di samping reka, sesekali noleh ke belakang, mastikan tidak ada bahaya yang ngejar.

Pria bertudung berlari lebih dahulu nuju gerbang. "Cepat! Begitu gerbang ini tertutup, kita akan terjebak selamanya!"

Darius terhuyung. "Kaelen... aku tidak bisa..."

"Kau bisa!" Kaelen bersikeras, narik kakaknya maju. "Aku tidak akan kehilanganmu lagi!"

Tiba-tiba, dari celah di langit, sesuatu turun. Sosok hitam raksasa dengan sayap berselimut kabut gelap mbentangkan tubuhnya di atas reka. Matanya bersinar rah, suaranya nggema seperti bisikan seribu jiwa yang tersiksa.

"Kalian pikir bisa pergi begitu saja?"

Serina ncabut pedangnya, bersiap bertarung. "Apa lagi sekarang?!"

Pria bertudung nyipitkan mata. "Itu adalah Penjaga Kegelapan. Jika kita tidak bisa lewatinya, kita tidak akan pernah keluar dari sini."

Kaelen nghunus pedangnya, tetapi Darius nahan tangannya. "Tidak... ini tugasku. Aku yang mbuka jalan bagi kegelapan ini, dan aku yang harus nutupnya."

Kaelen natap Darius dengan gelisah. "Apa maksudmu?"

Darius narik napas dalam. "Aku masih miliki sebagian dari kekuatan kegelapan di dalam diriku. Jika aku nggunakannya dengan benar... aku bisa nghancurkan Penjaga itu."

Serina nggeleng. "Tidak, Darius. Tubuhmu baru saja terbebas dari pengaruhnya. Jika kau ncoba nggunakannya lagi, kau bisa kembali terjebak."

Darius tersenyum lemah. "Mungkin begitu. Tapi aku tidak bisa mbiarkan kalian mati di sini."

Kaelen ngepalkan tinjunya. "Tidak. Kita akan ncari cara lain."

Namun, Penjaga Kegelapan sudah mulai bergerak. Dengan kepakan sayapnya, ia ngeluarkan pusaran bayangan yang nyapu dan perang. Serina dan pria bertudung terlempar ke belakang, sentara Kaelen dan Darius berusaha tetap berdiri.

Darius natap Kaelen dengan kesedihan di matanya. "Maaf, adikku. Aku harus lakukan ini."

Sebelum Kaelen sempat nghentikannya, Darius langkah maju, ngangkat kedua tangannya. Energi hitam berputar di sekelilingnya, tetapi kali ini, ada percikan cahaya di dalamnya—sebuah keseimbangan antara kegelapan dan terang.

Penjaga Kegelapan lengking marah. "Kau berani lawanku dengan kekuatan yang sama?!"

Darius tersenyum tipis. "Aku tidak akan lawanmu. Aku akan ngakhirimu."

Dengan satu gerakan, Darius lepaskan seluruh energi yang tersisa dalam dirinya. Ledakan cahaya dan kegelapan nyatu, nghantam tubuh Penjaga Kegelapan dengan kekuatan yang cukup untuk ngguncang seluruh dunia ini.

Kaelen natap dengan horor saat tubuh kakaknya mulai nghilang dalam cahaya itu.

"DARIUS!"

Darius noleh padanya, senyum damai di wajahnya. "Kaelen... jalani hidupmu. Jangan biarkan kegelapan nguasaimu lagi..."

Saat cahaya semakin terang, Kaelen lihat sesuatu yang aneh—sesaat sebelum Darius benar-benar lenyap, ada bayangan lain yang muncul di dalam cahaya itu. Sosok samar yang seakan nunggu, tetapi sebelum Kaelen bisa ngenali siapa atau apa itu, semuanya ledak.

Kaelen tersadar dengan napas mburu. Ia, Serina, dan pria bertudung kini berdiri di tanah yang kokoh—dunia nyata. Gerbang di belakang reka telah lenyap, seakan tak pernah ada.

Tetapi Darius tidak ada di sana.

Kaelen jatuh berlutut, jari-jarinya ncengkeram tanah. "Tidak..."

Serina naruh tangannya di pundak Kaelen, matanya sendu. "Dia nyelamatkan kita semua."

Pria bertudung nghela napas. "Dan mungkin... suatu hari nanti, kita bisa nyelamatkannya juga."

Kaelen ngangkat kepalanya, natap langit yang kini kembali biru. Lalu, suara samar bergema di kepalanya—sebuah bisikan yang nyaris tak terdengar.

"Jangan lupakan aku, Kaelen..."

Matanya lebar, tetapi ketika ia noleh ke belakang, tidak ada siapa pun di sana.

Kaelen narik napas panjang, ngepalkan tinjunya. Ini belum berakhir. Ia akan nemukan jawaban, akan ncari jalan untuk mbawa kakaknya kembali. Karena satu hal yang pasti—Darius belum benar-benar hilang darinya.

You are reading The Shattered Light Chapter 99: – Nafas di Ambang Kehancuran on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Warlock Apprentice cover
Similar genre

Warlock Apprentice

牧狐 ·Fantasy

Thestatusofawizardistranscendentinallcontinentsandintheuniversalplane. Mysterious,wise,cruelandbloodthirstyaresynonymouswithwizards.Butwhatdoesarea...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.