Tekanan udara yang tiba-tiba berubah njadi berat tidak hanya dirasakan di tempat Irene, Duke Louis dan Duchess Arlet berada saja, lainkan hingga ke seluruh wilayah akademi.
-
Di bagian labirin yang berada di dekat gedung tempat tinggal staf, pengajar dan tamu akademi.
Terlihat tuan Alan, nona Nora dan beberapa murid serta staf akademi sedang berhadapan dengan para iblis yang ada di tempat itu. Tetapi begitu reka rasakan kalau tekanan udara di tempat reka sudah berubah njadi lebih berat, reka pun langsung terdiam dan terkejut. Beberapa dari reka terlihat sedang gangi leher reka karena reka tengah kesulitan untuk bernafas.
"Udara yang tiba-tiba berubah njadi berat ini dan mbuat beberapa orang kesulitan untuk bernafas. Tidak salah lagi, ini adalah efek dari tekanan aura yang dikeluarkan oleh seseorang, ketua," ucap nona Nora.
"Iya, aku tahu. Sebelumnya aku pernah rasakan tekanan aura seperti ini. Tekanan aura itu berasal dari Yang Mulia Ratu yang marah ketika lihat Chloe dan putri Caroline yang terluka saat insiden penyerangan kelompok yang terdiri dari beberapa Demi-Human dan manusia yang terjadi ketika festival akademi sedang berlangsung 3 tahun lalu. Tekanan aura yang dikeluarkan Yang Mulia Ratu saat itu hanya sebentar, tetapi efek dari tekanan aura itu lumayan besar karena beberapa orang ngalami kesulitan bernafas saat tekanan aura itu berlangsung. Aku masih ngingat dengan jelas efek dan sensasi dari tekanan aura yang dikeluarkan Yang Mulia Ratu. Tetapi....," ucap tuan Alan.
Setelah ngatakan itu, tuan Alan mulai gangi lehernya. Tidak hanya tuan Alan, nona Nora pun juga ikut gangi lehernya.
".....Tekanan aura yang dikeluarkan Yang Mulia Ratu saat itu, lebih lemah dibandingkan dengan tekanan aura yang kurasakan saat ini. Apa-apaan tekanan aura yang besar ini ?! Tidak hanya orang-orang di tempat ini saja yang terdiam saat rasakan tekanan aura yang besar ini, bahkan para iblis juga ikutbterdiam saat rasakan tekanan aura ini," ucap tuan Alan.
Apa yang dikatakan oleh tuan Alan adalah benar. Saat ini, di tempat reka berada, para iblis yang sedang reka hadapi di tempat itu tiba-tiba langsung terdiam begitu rasakan tekanan aura yang besar yang tiba-tiba muncul di tempat itu. Berbeda dengan beberapa orang yang terdiam sambil gangi leher reka saat rasakan tekanan aura yang tiba-tiba muncul di tempat itu, para iblis itu hanya terdiam tanpa gangi bagian tubuh apapun. reka terdiam sambil lihat ke arah orang-orang di tempat itu yang juga ikut terdiam.
"Sepertinya.....tekanan aura ini.....bukan berasal dari Yang Mulia Ratu. Kalau begitu.....sebenarnya siapa.....yang ngeluarkan tekanan aura.....sebesar ini ?!," ucap tuan Alan.
Tuan Alan ngatakan itu dengan terbata-bata karena tekanan aura yang dia rasakan itu semakin mbuatnya kesulitan untuk bernafas.
-
Di lantai 1 gedung tengah akademi.
Terlihat Charles dan Chloe yang sebelumnya terbaring kini telah bangkit kembali setelah disembuhkan oleh nona Karina dengan nggunakan batang pohon yang berasal dari sihirnya. Tetapi sihir penyembuhan dari nona Karina tidak nyembuhkan seluruh luka pada tubuh Charles dan Chloe, sihir itu hanya nyembuhkan luka-luka yang bukan berasal dari serangan ~Dark Magic~. Luka-luka yang berasal dari serangan ~Dark Magic~ pada tubuh Charles dan Chloe masih ada, tetapi nona Karina nggunakan sihir miliknya untuk nutupi luka itu agar darah tidak terus ngalir keluar dari luka itu.
Saat ini, Charles dan Chloe beserta Ratu Kayana dan nona Karina sedang mbantu nona Violetta dalam nghadapi Duke Remy. Nona Violetta awalnya berhadapan dengan Duke Remy seorang diri. Tetapi nona Violetta tidak mampu untuk lawan Duke Remy seorang diri. Serangan yang nona Violetta lancarkan sama sekali tidak berpengaruh kepada Duke Remy. Sebaliknya, serangan yang dilancarkan oleh Duke Remy berpengaruh terhadap nona Violetta. Serangan dari Duke Remy mbuat tubuh nona Violetta saat ini sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka. Sesuai perjanjian sebelumnya, apabila nona Violetta kesulitan dan terluka saat nghadapi Duke Remy seorang diri, Ratu Kayana dan nona Karina akan langsung turun tangan untuk mbantunya.
reka yang saat ini sedang nghadapi Duke Remy terlihat sudah ngalami luka di tubuh reka, sentara Duke Remy terlihat belum ndapatkan satu luka pun. Armor yang dikenakannya saat ini pun juga belum tergores sama sekali. Armor itu masih ngeluarkan aura berwarna hitam yang sangat pekat.
Namun, ski reka semua sedang bertarung dengan Duke Remy, reka saat ini sedang dalam keadaan terdiam. reka terdiam karena reka juga rasakan adanya tekanan aura yang kuat yang tiba-tiba muncul.
"Apa-apaan tekanan aura ini ?! Tekanan aura ini kuat sekali," ucap Ratu Kayana.
"Ekspresi yang anda perlihatkan itu sama seperti dengan ekspresi orang-orang ketika rasakan tekanan aura yang anda keluarkan, Yang Mulia Ratu,"
"Sesuai perkataan, tekanan aura ini kuat sekali. Tekanan aura ini tentu bukan berasal dari anda karena anda pun juga rasakan tekanan aura ini. Tekanan aura ini lebih kuat dari milik anda, Yang Mulia Ratu. Saya sebelumnya pernah rasakan tekanan aura yang sama dengan tekanan aura yang kuat ini. Tekanan aura yang kuat ini, kelihatannya ini berasal dari Rid," ucap nona Karina.
Ratu Kayana terlihat terkejut setelah ndengar perkataan nona Karina. Tidak hanya Ratu Kayana saja, Charles, Chloe dan nona Violetta pun juga ikut terkejut.
"Tekanan aura sekuat ini berasal dari Rid ?! Kamu tidak bercanda kan ?!, tanya Ratu Kayana.
"Tidak, Yang Mulia Ratu. Seperti yang saya bilang barusan, saya pernah rasakan tekanan aura yang sama seperti ini sebelumnya. Waktu itu, saat saya nemani Rid untuk pergi ke kampung halamannya yang telah hancur yaitu Desa Aston, Rid tiba-tiba ngeluarkan tekanan aura yang besarnya seperti yang kita rasakan saat ini. Tekanan aura yang Rid keluarkan itu mbuat kami semua kesulitan bernafas. Bahkan tekanan aura itu mbuat beberapa prajurit yang sedang berjaga di desa itu njadi tidak sadarkan diri akibat kesulitan bernafas yang terus-terusan reka alami,"
"Tekanan aura yang dia keluarkan itu berlangsung cukup lama. Tetapi pada akhirnya tekanan aura itu berhasil dihentikan berkat Irene. Jika tekanan aura itu terus dia keluarkan, mungkin saya juga akan ikut tidak sadarkan diri seperti para prajurit yang telah tidak sadarkan diri lebih dulu," ucap nona Karina.
"Aku tidak percaya Rid bisa ngeluarkan tekanan aura sekuat itu. Lalu apa yang terjadi setelah Rid nghentikan tekanan aura itu ?," tanya Ratu Kayana.
"Setelah Rid nghentikan tekanan aura itu, saya mutuskan untuk bertanya kepadanya tentang tekanan aura itu. Tetapi Rid bilang kalau dia tidak lakukan apa-apa. Dia tidak ngeluarkan tekanan aura yang kuat itu,"
"ski dia berkata kalau dia tidak ngeluarkan tekanan aura yang kuat itu, tekanan aura yang kuat itu jelas berasal dari Rid. Jadi saya nyimpulkan kalau Rid ngeluarkan tekanan aura itu tanpa sadar. Dia tidak nyadari kalau dia telah ngeluarkan tekanan aura itu," ucap nona Karina.
"Jadi dia belum nyadari kalau dia bisa ngeluarkan tekanan aura sekuat itu," ucap Ratu Kayana.
"Iya, Yang Mulia Ratu. Rid mungkin tidak nyadari kalau dia bisa ngeluarkan tekanan aura itu, tetapi saya yakin kalau ada suatu pemicu bagi Rid yang mbuatnya ngeluarkan tekanan aura itu tanpa sadar. Pemicu itu sepertinya berkaitan dengan kemarahan Rid karena saat dia ngeluarkan tekanan aura itu ketika berada di desa Aston, dia ngeluarkan tekanan aura itu saat lihat makam orang-orang yang tinggal di desa Aston. Ketika lihat makam orang-orang yang tinggal di desa Aston, Rid sepertinya sangat marah karena dia tahu kalau orang-orang yang telah dimakamkan itu telah tewas karena diserang," ucap nona Karina.
"Begitu ya, itu masuk akal. Terkadang kemarahan dapat mbuat kekuatan sihir beberapa orang njadi bertambah kuat, Rid mungkin adalah salah satunya," ucap Ratu Kayana.
"Itu benar, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.
"Lalu, jika tekanan aura yang kita rasakan ini juga berasal dari Rid, maka pemicunya sudah pasti berasal dari kemarahannya," ucap Ratu Kayana.
"Itu benar, Yang Mulia Ratu. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di tempat yang sedang dituju Rid saat ini. Sesuatu yang terjadi itu yang telah mbuat dia marah dan ngeluarkan tekanan aura tanpa sadar," ucap nona Karina.
Setelah nona Karina ngatakan itu, nona Karina mulai gang lehernya. Tidak hanya nona Karina saja, Ratu Kayana, nona Violetta, Charles dan Chloa juga mulai gang leher reka masing-masing.
"Tekanan auranya semakin bertambah kuat. Kelihatannya Rid sedang dalam perjalanan nuju kesini dan jarak dia dengan tempat ini udah semakin dekat. Jika alasan dia marah bukan karena sesuatu yang terjadi di tempat yang dia tuju, maka dia pasti marah karena hal lain. Mungkin alasan dia marah ada hubungannya dengan tuan Duke Remy, maka dari itu dia bergegas untuk datang kesini sambil ngeluarkan tekanan aura yang tidak dia sadari itu," ucap nona Karina.
"Jadi bagaimana ini, Karina ? Jika Rid semakin ndekat ke tempat ini sambil ngeluarkan tekanan aura yang kuat seperti ini, kita semua akan semakin kesulitan untuk bernafas. Jika kita kesulitan untuk bernafas, kita akan semakin sulit untuk bergerak dan nghadapi tuan Remy. Bukan tidak mungkin kalau kita semua akan tidak sadarkan diri jika terus nerus kesulitan bernafas," ucap Ratu Kayana.
"Apa anda tidak bisa nahan tekanan aura ini dengan sihir gravitasi anda, Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Karina.
"Tekanan aura bukanlah sesuatu yang bisa ditahan dengan nggunakan sihir. Tekanan aura hanya bisa ditahan dengan nggunakan aura atau Mana. Untuk nahan tekanan aura, Mana harus dialiri ke seluruh tubuh. Mana yang dialiri ke seluruh tubuh akan mbuat tubuh seperti ngenakan armor yang tidak terlihat. Mana yang nyelimuti seluruh tubuh itu akan mbuat tubuh terlindungi dari efek tekanan aura. Tetapi, untuk dapat lindungi dari efek tekanan aura, Mana yang dimiliki harus lebih kuat dari tekanan aura yang dikeluarkan seseorang. Jika Mana yang dimiliki lebih lemah dari tekanan aura yang dikeluarkan, maka Mana yang nyelimuti seluruh tubuh itu, tetap tidak akan bisa lindungi dari efek tekanan aura. Sama seperti yang aku lakukan saat ini,"
"Aku saat ini sudah nyelimuti seluruh tubuhku dengan Mana, tetapi aku tetap terkena efek dari tekanan aura ini dan mbuatku kesulitan bernafas. Tekanan aura ini benar-benar sangat kuat sampai aku pun tidak bisa nahan tekanan aura ini dengan Manaku," ucap Ratu Kayana.
"Jadi kita tidak bisa lakukan apa-apa dan hanya bisa diam sambil nerima efek dari tekanan aura ini," ucap nona Karina.
"Iya, ini benar-benar kerugian bagi kita karena kita njadi sulit bergerak akibat tekanan aura ini," ucap Ratu Kayana.
"Tidak hanya bagi kita. Tuan Duke Remy sepertinya juga ngalami kerugian akibat tekanan aura ini," ucap nona Karina sambil lihat ke arah Duke Remy.
Duke Remy terlihat hanya diam saja. Sama seperti Ratu Kayana, nona Karina dan yang lainnya, Duke Remy juga terdiam sambil gangi lehernya.
"Apa-apaan tekanan aura ini ?! Aku sudah pernah rasakan tekanan aura yang dikeluarkan oleh Yang Mulia Ratu beberapa kali, tetapi tekanan aura ini lebih kuat daripada yang pernah dikeluarkan Yang Mulia Ratu. Yang Mulia Ratu sepertinya bukanlah orang yang ngeluarkan tekanan aura yang kuat ini, lalu siapa yang ngeluarkan tekanan aura ini ?!," pikir Duke Remy.
Saat Duke Remy sedang terdiam sambil mikirkan hal itu, nona Karina tiba-tiba ngajak Duke Remy berbicara.
"Kelihatannya anda sedang kesulitan bergerak, tuan Remy. Bahkan seluruh tubuh anda terlihat getar," ucap nona Karina.
Duke Remy langsung lihat dan mperhatikan seluruh tubuhnya setelah ndengar perkataan nona Karina. Duke Remy pun terkejut saat mperhatikan seluruh tubuhnya itu karena apa yang dikatakan oleh nona Karina adalah benar. Seluruh tubuhnya saat ini sedang getar.
"Bahkan tubuhku juga getar karena tekanan aura ini ?!," pikir Duke Remy.
Setelah mikirkan itu sambil mperhatikan seluruh tubuhnya, Duke Remy lalu noleh ke arah nona Karina.
"Anda sendiri pun juga terlihat kesulitan untuk bergerak, kepala akademi. Bukan hanya anda saja, Yang Mulia Ratu yang lainnya pun juga kesulitan bergerak karena tekanan aura yang tiba-tiba muncul ini," ucap Duke Remy.
"Iya, kami semua juga kesulitan untuk bergerak karena tekanan aura ini. Karena itu, kami sepertinya akan sedikit sulit untuk nghadapi anda saat ini dengan adanya tekanan aura ini. Anda pun juga begitu, kan ? Anda juga kesulitan untuk nghadapi kami dengan adanya tekanan aura ini," ucap nona Karina.
"Hmmm entahlah. skipun aku kesulitan untuk bergerak, aku sangat yakin kalau aku dapat nghabisi kalian semua saat ini. Aku bisa munculkan batang-batang pohon dengan sihirku dan mbuat batang-batang pohon itu nyerang kalian," ucap Duke Remy.
"Jika anda lakukan itu, sepertinya itu akan berbahaya bagi kami semua yang saat ini sedang kesulitan bergerak. Jika itu terjadi, sepertinya kami harus nunggu bantuan dari ’orang itu’," ucap nona Karina.
"Bantuan dari ’orang itu’ ? Siapa yang anda maksud ?," tanya Duke Remy.
"Orang yang saya maksud adalah orang yang telah ngeluarkan tekanan aura yang kuat ini. ’Orang itu’ akan segera datang ke tempat ini," ucap nona Karina.
"Jadi anda ngenal siapa orang yang telah ngeluarkan tekanan aura yang kuat ini ?," tanya Duke Remy.
"Iya, saya sangat ngenalnya," ucap nona Karina.
-
Disaat yang sama, di tempat Rid berada.
Aku saat ini terus nyusuri jalan yang sedang aku lalui untuk nuju gedung tengah akademi. Beberapa saat kemudian, di depanku ada sejumlah iblis dalam jumlah banyak yang kelihatannya ingin nghalangiku. lihat itu, aku langsung gang pedang milikku dan bersiap untuk nyerang reka semua.
"nyingkirlah dari hadapanku!," ucapku.
~Lightning Sword Art - Lightning Speed Slash~
Aku lesat dengan cepat ke arah para iblis itu dan langsung nebas reka sampai reka tewas.
-
Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
Nona Karina terlihat masih berbicara dengan Duke Remy.
"Sebaiknya anda bersiap, tuan Duke Remy. ’Orang itu’ mungkin saja dapat ngalahkan dan mbunuh anda," ucap nona Karina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)