Seluruh tubuh Duke Remy saat ini telah diselimuti oleh batang-batang pohon berwarna hitam yang muncul di bawah tempatnya berpijak. Batang-batang pohon itu nyelimuti tubuh Duke Remy hingga mbuat Duke Remy seperti ngenakan sebuah armor yang nutupi seluruh tubuhnya. Armor yang dikenakan Duke Remy saat ini sama seperti dengan armor yang dikenakannya sebelumnya, yaitu armor kayu berwarna hitam. Tetapi, armor yang dikenakannya saat ini terlihat berbeda dengan yang dikenakannya sebelumnya. Armor kayu yang nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy saat ini terlihat ngeluarkan sebuah aura berwarna hitam yang sangat pekat. Aura berwarna hitam itu bergerak ngelilingi seluruh tubuh Duke Remy yang diselimuti oleh armor kayu itu. Ratu Kayana, nona Karina dan nona Violetta yang saat ini sedang lihat ke arah Duke Remy terlihat sangat terkejut.
"Yang benar saja ?! Aku tidak tahu apakah dia ngenakan armor yang baru atau mulihkan armor yang sebelumnya, tetapi bagaimana dia bisa lakukan itu ?! Untuk nembus dan rusak armor yang sebelumnya saja itu tidaklah mudah. Dan ketika armor itu sudah rusak, dia bisa mulihkan armor itu kembali ?!," ucap Ratu Kayana.
"Tidak hanya mulihkan armor yang rusak itu saja, beliau juga mperkuat armor itu. Armor yang dikenakan oleh beliau saat ini, entah kenapa terasa sangat berbeda dengan sebelumnya. Saya rasakan perasaan yang tidak enak ketika lihat ke armor itu," ucap nona Karina.
"Tidak hanya armornya saja, saya yakin orang itu juga telah mulihkan bagian tubuhnya yang sebelumnya telah leleh dan terkena racun," ucap nona Violetta.
Setelah seluruh tubuhnya sudah diselimuti oleh batang-batang pohon yang muncul di bawah tempatnya berpijak, batang-batang pohon itu pun langsung berhenti nyelimuti tubuh Duke Remy dan bergerak kembali ke bawah tempat Duke Remy berpijak. Setelah itu, Duke Remy secara perlahan mulai berjalan ke arah nona Karina dan Ratu Kayana yang saat ini sedang berada di dekat Charles dan Chloe yang masih diselimuti oleh batang pohon yang berasal dari sihir nona Karina.
"Selama aku masih miliki suntikan yang berisi darah iblis, aku bisa terus mulihkan tubuhku yang terluka sekaligus mperkuat kekuatanku agar aku semakin njadi iblis sejati. 2 buah suntikan yang sebelumnya ku pakai bukanlah suntikan yang terakhir karena aku masih miliki beberapa suntikan lagi," ucap Duke Remy.
"Suntikan yang berisi darah iblis ya, jadi anda rubah orang-orang njadi iblis dengan nggunakan suntikan itu," ucap nona Karina.
"Iya, itu benar," ucap Duke Remy.
"Darimana anda ndapatkan darah iblis itu sehingga anda mampu rubah orang-orang dengan nggunakan darah iblis itu ?," tanya nona Karina.
"Apa nurut anda aku akan mberitahunya ?," tanya Duke Remy.
"Tentu saja anda tidak akan mberitahunya langsung. Kalau begitu, kami hanya harus ngalahkan anda dan setelah itu kami bisa ngorek informasi dari anda. Anda bilang kalau anda bisa terus mulihkan diri dengan nyuntikkan darah Iblis itu ke tubuh anda apabila anda terluka. Kalau begitu, kami hanya harus terus nyerang anda sampai anda terluka terus-nerus dan mbuat anda nghabiskan suntikan yang berisi darah iblis yang anda punya. Setelah suntikan itu habis, anda tidak akan bisa mulihkan diri anda lagi," ucap nona Karina.
"Apa nurut anda, anda mampu untuk nyerang dan lukaiku saat ini ? Sebelumnya aku sudah bilang kalau darah iblis itu tidak hanya mulihkan tubuhku, tetapi jika mperkuat kekuatanku. Karena sebelumnya aku sudah nyuntikkan 2 buah suntikkan yang berisi darah iblis, kekuatanku saat ini lebih kuat daripada sebelumnya, kepala akademi," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy tiba-tiba manjangkan tangan kanannya ke arah nona Karina. Tangan kanan itu lesat dengan cepat ke arah nona Karina.
"Aku sebenarnya tidak ingin mbunuh anda karena anda bukan rupakan target yang ingin aku bunuh, tetapi apabila anda ngganggu rencanaku, maka aku terpaksa harus mbunuh anda juga," ucap Duke Remy.
Tangan kanan Duke Remy yang manjang itu pun kini sudah berada dalam jarak yang dekat untuk bisa nyerang nona Karina. Tetapi sebelum tangan kanan Duke Remy nyerang nona Karina, nona Violetta tiba-tiba lesat dan langsung nebas tangan kanan Duke Remy dengan pedangnya. Tangan kanan Duke Remy pun langsung terhempas dan berbelok arah setelah ditebas oleh nona Violetta. Duke Remy terlihat biasa saja saat serangan tangan kanannya itu berhasil ditahan oleh nona Violetta. Sentara itu, nona Violetta yang baru saja nahan serangan kanan Duke Remy kini telah berdiri di depan nona Karina dan Ratu Kayana. Nona Violetta berdiri sambil gang dan mperhatikan pedang miliknya.
"Aku pikir tebasan yang aku lakukan tadi dapat dengan mudah motong tangan itu, tetapi tangan itu hanya terhempas setelah terkena tebasanku. Itu berarti tangan itu atau lebih tepatnya armor yang nyelimuti tangan dan seluruh tubuh orang itu saat ini lebih keras dan tebal daripada sebelumnya," pikir nona Violetta.
Setelah mikirkan itu, nona Violetta lalu noleh ke belakang, tepatnya ke nona Karina dan Ratu Kayana.
"Yang Mulia Ratu, nona Karina, bisakah kalian berdua nyerahkan orang itu kepada saya ? Seperti yang kalian tahu, saya dan orang itu miliki hubungan. Jadi saya ingin berhadapan dengan orang itu sekaligus ngakhiri hubungan saya dengan orang itu untuk selamanya. Saya juga miliki janji untuk nghentikan orang itu," ucap nona Violetta.
"Apa kamu bisa nghadapi orang itu sendirian, Violetta ?," tanya nona Karina.
"Entahlah, tetapi saya miliki janji dengan ibunda saya untuk segera nghentikan orang itu. Apapun yang terjadi saya harus nepati janji itu. Saya harus nghentikan orang itu....dengan mbunuhnya," ucap nona Violetta.
Nona Karina pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Violetta. Disaat nona Karina terdiam, Ratu Kayana pun mulai berbicara.
"Baiklah, Violetta. Kamu boleh nghadapi tuan Remy sendirian," ucap Ratu Kayana.
"Yang Mulia Ratu ?!," ucap nona Karina yang terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.
"Terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.
"Sama-sama," ucap Ratu Kayana.
"Apa anda serius ngizinkan Violetta untuk nghadapi tuan Remy sendirian, Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Karina.
"Iya, lagipula Violetta dan tuan Remy miliki hubungan. Mungkin ada yg ingin Violetta bicarakan dengan tuan Remy maka dari itu dia minta untuk nghadapi tuan Remy sendirian. Untuk sekarang, lebih baik kita serahkan tuan Remy kepada Violetta, kita fokus untuk rawat dan nyembuhkan orang-orang yang tergeletak di tempat ini saja, Karina," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.
"Kami serahkan kepadamu, Violetta," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.
"Kami mang nyerahkan tuan Remy kepadamu agar kamu bisa nghadapinya seorang diri. Tetapi apabila kami lihat kamu sudah kesulitan dan sudah ngalami cukup banyak luka ketika berhadapan dengannya, kami berdua akan langsung turun tangan untuk mbantumu," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.
"Bagus, sekarang pergilah," ucap Ratu Kayana.
"Siap, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.
Setelah itu, nona Violetta pun noleh ke depannya lagi, tepatnya ke arah Duke Remy. Kemudian, nona Violetta pun mulai berjalan perlahan untuk nghampiri Duke Remy sambil gang pedang miliknya. Duke Remy yang sedang lihat ke arah nona Violetta yang sedang nghampirinya pun langsung mberikan tanggapan.
"lihat kamu yang sedang berjalan nghampiriku sentara kepala akademi dan Yang Mulia Ratu hanya diam saja di belakangmu, sepertinya kamu berniat untuk nghadapiku seorang diri ya, mantan putriku yang tidak berguna ?," tanya Duke Remy.
Nona Violetta terlihat hanya diam saja tanpa mberikan tanggapan terhadap pertanyaan Duke Remy. Nona Violetta terus berjalan secara perlahan ke arah Duke Remy. Tidak lama kemudian, nona Violetta pun mulai berbicara.
"Jadi kamu yang telah nyebabkan semua ini, ayahanda. Aku bersyukur karena telah keluar dari keluarga ini tetapi aku tidak nyangka kalau kamu telah lakukan sesuatu kepada ibunda dan juga adikku. Kamu telah mbuat reka berdua njadi iblis. Aku benar-benar tidak akan maafkanmu. Aku akan mbunuhmu!," ucap nona Violetta yang terlihat marah.
Setelah itu, nona Violetta nghentakkan kaki kanannya ke tanah.
~Flower Magic : Garden of Flowers~
Bunga-bunga dalam jumlah yang banyak pun bermunculan di sekitar tempat nona Violetta dan juga Duke Remy. Duke Remy terlihat biasa saja ketika lihat adanya bunga-bunga yang tiba-tiba muncul di sekitarnya. Setelah itu, nona Violetta tiba-tiba langsung lesat dengan cepat ke arah Duke Remy. lihat nona Violetta yang lesat ke arahnya, Duke Remy pun dengan cepat langsung manjangkan tangannya untuk ngambil pedang miliknya yang tergeletak di lantai. Pedang miliknya pun berhasil diambil dan setelah itu, Duke Remy nggunakan pedang miliknya itu untuk nyerang nona Violetta. Karena reka berdua saling nyerang dengan nggunakan pedang reka, kedua pedang reka pun saling beradu dan nimbulkan efek benturan yang cukup dahsyat.
-
Kembali ke tempat Rid berada.
Semua iblis yang nyerang tempat itu terlihat sudah dikalahkan oleh semua orang yang ada di tempat itu. Setelah semua iblis itu telah dikalahkan, aku kembali nyembuhkan orang-orang yang ada di tempat itu dengan sihir penyembuhanku.
~Blessing of Full Healing~
Butiran-butiran berwarna putih kembali muncul dari kedua tanganku dan butiran itu langsung bergerak nuju orang-orang yang ada di tempat itu. Butiran-butiran itu pun ngenai tubuh orang-orang itu dan setelah itu luka di tubuh reka pun langsung nghilang.
Setelah luka pada tubuh orang-orang itu telah hilang, orang-orang itu pun langsung berterima kasih kepadaku.
"Terima kasih karena telah nyembuhkanku, Rid,"
"Itu benar, terima kasih, Rid," ucap orang-orang itu.
"Sama-sama," ucapku.
Setelah orang-orang itu ngucapkan terima kasih kepadaku, Irene datang nghampiriku.
"Kerja bagus karena telah ngalahkan para iblis itu, Irene," ucapku.
"Kamu juga, Rid. Kerja bagus karena telah ngalahkan para iblis itu dan nyembuhkan orang-orang di tempat ini," ucap Irene.
Setelah Irene nghampiriku, kali ini teman-temanku pun datang untuk nghampiriku dan juga berterima kasih kepadaku.
"Rid, terima kasih karena telah nyembuhkanku barusan dan juga sebelumnya," ucap Noa.
Tidak hanya Noa saja, Kotaro, Lillian, Julie, Leandra dan Lily pun juga ngucapkan terima kasih.
"Sama-sama. Aku bersyukur karena aku bisa tiba tepat waktu untuk nyembuhkan kalian," ucapku.
Setelah itu, aku pun ngobrol dengan Noa dan yang lainnya. Ketika aku sedang ngobrol, Duke Louis dan Duchess Arlet pun datang nghampiriku. Aku pun langsung noleh ke arah reka berdua ketika ngetahui kalau reka sedang nghampiriku.
"Rid, terima kasih karena telah nyembuhkanku," ucap Duchess Arlet.
"Terima kasih, Rid," ucap Duke Louis.
"Sama-sama, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.
"Kamu sudah 2 kali nyelamatkanku, Rid. Sepertinya kamu harus diberi hadiah kembali, Rid. Kamu setuju kan, sayang ?," tanya Duchess Arlet.
"Tentu saja aku setuju, Rid juga telah nyembuhkan luka pada tubuhku. Sudah sepantasnya Rid nerima hadiah," ucap Duke Louis.
"Aku sebelumnya sudah nerima banyak hadiah, jadi sepertinya untuk kali ini tidak usah," ucapku.
"Tidak boleh, Rid. Pokoknya kamu harus tetap ndapatkan hadiah dan kamu pun juga harus tetap nerimanya," ucap Duchess Arlet.
"Sepertinya aku tidak bisa nolaknya ya," ucapku.
"Tentu saja kamu tidak boleh nolaknya. Daripada itu, Rid, apa kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan ini ?," tanya Duchess Arlet.
Tiba-tiba nada pembicaraan Duchess Arlet berubah njadi serius.
"Yakin dengan apa, bibi Arlet ?," tanyaku.
"Sihir penyembuhanmu, aku ndapatkan informasi dari Yang Mulia Ratu kalau sihir penyembuhanmu yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ belum tersebar secara umum, hanya beberapa orang saja yang ngetahui tentang itu. Tetapi saat ini, kamu telah nyembuhkan semua orang di tempat ini yang terluka akibat terkena serangan ~Dark Magic~ dengan sihir penyembuhanmu itu. Bukankah dengan begitu, informasi tentang sihir penyembuhanmu yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ jadi diketahui oleh banyak orang dan informasi itu dapat tersebar ke publik ? Apa kamu yakin tentang itu ? Tidakkah itu akan cukup berbahaya bagimu apabila ada banyak orang yang ngetahui tentang informasi itu ? Kamu bisa saja diincar oleh banyak orang yang ingin manfaatkan kekuatan sihir penyembuhanmu itu," ucap Duchess Arlet.
"Mana mungkin aku diam saja ketika lihat ada banyak orang yang terluka karena terkena serangan ~Dark Magic~ yang berasal dari para iblis yang nyerang akademi ini, bibi Arlet. Oleh karena itu aku mutuskan untuk nyembuhkan reka semua dengan sihir penyembuhanku. Soal sihir penyembuhanku itu yang akan tersebar ke publik, aku akan mikirkannya nanti," ucapku.
"Begitu ya. Ya sudah jika itu adalah keputusanmu," ucap Duchess Arlet.
"Ngomong-ngomong, bibi Arlet, sebelumnya aku lihat kalau bibi terluka cukup parah sehingga bibi harus terbaring tidak sadarkan diri di tempat ini. Paman Louis pun juga terluka cukup parah. Kenapa kalian berdua bisa terluka seperti itu ?," tanyaku.
Duke Louis dan Duchess Arlet pun terdiam setelah ndengar perkataanku. reka kemudian saling mandang satu sama lain. Tidak lama kemudian, bibi Arlet pun mulai kembali berbicara.
"Kami berdua bisa terluka sebelumnya karena kami habis bertarung dengan tuan Remy. Orang yang rencanakan penyerangan terhadap akademi ini dan juga seluruh wilayah kerajaan San Fulgen dengan nggunakan orang-orang yang telah berubah njadi iblis adalah tuan Remy. Selain itu, tuan Remy juga rupakan dalang utama yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga kami, yaitu seluruh keluarga San Lucia," ucap Duchess Arlet.
Irene terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. Tidak hanya Irene, Noa dan yang lainnya serta orang-orang yang berada di sekitar tempat kami berada yang ndengar perkataan Duchess Arlet pun juga terkejut. reka seolah tidak nyangka kalau ternyata yang lakukan semua hal itu adalah Duke Remy. ski Irene terlihat terkejut, tetapi dia hanya terkejut sebentar saja. Setelah itu raut wajahnya terlihat seperti baru saja ndapatkan sebuah jawaban.
"Jadi begitu ya, sekarang semua ini njadi masuk akal. Pantas saja putri Alia bisa berubah njadi iblis, jadi ayahandanya sendiri yang telah rubahnya njadi iblis," ucap Irene.
ski yang lainnya terkejut, aku tidak terkejut sama sekali karena sebelumnya aku juga sudah nduganya.
"Begitu ya, jadi mang tuan Duke Remy yang telah lakukan semua hal ini. Ini masuk akal karena orang-orang yang miliki hubungan dengan tuan Duke Remy seperti nona Duchess Arnett, komandan Dayne, senior Vyn dan putri Alia telah berubah njadi iblis," ucapku.
Duchess Arlet terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Jadi nona Arnett telah berubah njadi iblis ? Ini masuk akal, karena sifat dan sikapnya sangat berbeda dibanding dengan nona Arnett yang aku tahu. Aku tidak nyangka kalau tuan Remy sampai tega rubah istri dan anaknya sendiri njadi iblis," ucap Duchess Arlet yang terlihat marah.
"Iya, aku juga tidak nyangkanya, bibi. Terima kasih atas informasinya, bibi. Dengan informasi itu, aku jadi ngetahui kalau mang tuan Duke Remy lah dalang dari semua ini. Kalau begitu, karena para iblis yang ada di tempat ini sudah dikalahkan dan aku juga sudah nyembuhkan semua orang di tempat ini, aku harus segera pergi," ucapku.
"Kamu mau pergi kemana, Rid ?," tanya Duchess Arlet.
"Aku mau pergi ke tempat tuan Duke Remy berada yaitu di gedung tengah," ucapku.
Duke Louis dan Duchess Arnett terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Kamu mau pergi ke tempat tuan Remy berada ?," tanya Duchess Arlet.
"Apa kamu mau pergi untuk lawannya ?," tanya Duke Louis.
"Iya, aku ingin pergi untuk lawannya," ucapku.
"Jangan, Rid. Saat ini tuan Remy sudah berubah njadi iblis yang berbahaya. Kami berdua saja dapat dengan mudah dikalahkannya. Kami berhasil selamat saat berhadapan dengannya karena Yang Mulia Ratu dan tuan Oliver datang untuk nyelamatkan kami. Saat ini, tuan Oliver dan Yang Mulia Ratu sedang berhadapan dengan tuan Remy. Jadi kamu tidak perlu untuk pergi kesana, Rid. Biar Yang Mulia Ratu dan tuan Oliver saja yang ngurus tuan Remy," ucap Duke Louis.
"Maaf, paman Louis. Tetapi aku akan tetap pergi ke tempat tuan Duke Remy. Aku harus segera nyusul Charles dan Chloe yang telah lebih dulu pergi ke tempat tuan Duke Remy," ucapku.
Duke Louis dan Duchess Arlet kembali terkejut setelah ndengar perkataanku. Kali ini tidak hanya reka berdua saja, orang-orang yang berada di sekitar kami pun juga terkejut.
"Pangeran Charles dan putri Chloe telah pergi ke tempat tuan Remy ?!," tanya Duchess Arlet.
"Iya, bibi. Sebelumnya aku berhasil ngalahkan Raja Albert yang telah berubah njadi iblis. Disaat yang sama ketika aku baru saja ngalahkan Raja Albert, Charles dan Chloe pun datang ke tempatku. reka berdua awalnya salah paham ketika lihatku yang sudah mbunuh Raja Albert yang rupakan ayah reka. Tetapi setelah aku jelaskan, reka berdua pun jadi ngerti situasinya. Raja Albert yang baru saja aku kalahkan itu telah berubah njadi iblis. Lalu orang yang telah rubah Raja Albert njadi iblis kemungkinan adalah tuan Duke Remy. Itu yang aku jelaskan kepada reka,"
"Setelah ndengar penjelasanku, reka berdua pun langsung bergegas pergi ke tempat tuan Duke Remy berada. Aku pun mutuskan untuk ikut dengan reka. Tetapi saat di tengah jalan, ada beberapa gangguan yang mbuatku minta Charles dan Chloe untuk pergi lebih dulu ke tempat tuan Duke Remy. Setelah gangguan itu berhasil ditangani, aku berjanji untuk segera nyusul reka,"
"Dan karena sekarang sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan di tempat ini, aku harus segera nyusul reka ke tempat Duke Remy berada. Maaf, paman Louis, bibi Arlet, aku tahu kalau kalian larangku demi kebaikanku, tetapi aku harus tetap pergi," ucapku.
Setelah itu, aku pun langsung bersiap pergi untuk ninggalkan tempat itu. Duke Louis dan Duchess Arlet hanya diam saja setelah aku ngatakan itu. Lalu ketika aku sedang bersiap untuk pergi, tiba-tiba Irene nghampiriku dan nghentikanku.
"Tunggu, Rid," ucap Irene.
Aku pun langsung berhenti dan tidak jadi pergi setelah Irene nghentikanku.
"Ada apa, Irene ?," tanyaku.
"Aku akan pergi bersamamu untuk pergi nuju tempat tuan Duke Remy," ucap Irene.
Aku sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Irene, sentara Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataan Irene.
"Kamu ingin pergi bersama Rid nuju tempat tuan Duke Remy ? Jangan, Irene. Kamu tidak boleh pergi ke tempat itu," ucap Duchess Arlet.
"Apa yang dikatakan oleh ibundamu itu benar, Irene. Tempat itu sangat berbahaya karena tuan Remy saat ini telah berubah njadi iblis yang berbahaya. Aku dan ibundamu rupakan korban dari serangan tuan Remy, beruntung kami berdua masih selamat. Jika kamu ikut pergi ke tempat tuan Remy, entah apa yang akan terjadi kepadamu nantinya," ucap Duke Louis.
"Tetapi ayahanda, ibunda-," ucap Irene.
Tetapi sebelum Irene nyelesaikan perkataannya, aku lebih dulu motong perkataannya itu.
"Apa yang dikatakan oleh paman Louis dan bibi Arlet itu benar, Irene. Tempat tuan Duke Remy berada saat ini sangatlah berbahaya untukmu. Maaf, Irene, tetapi aku tidak bisa mbawamu untuk pergi bersamaku nuju tempat itu," ucapku.
Irene terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Rid, bahkan kamu....," ucap Irene.
"Aku minta maaf Irene. Aku mungkin bisa nyembuhkan lukamu apabila kamu terluka saat berada di tempat itu. Namun, aku tidak mau lihat kamu terluka saat berada di tempat itu. Ini juga berlaku untuk yang lainnya. Aku tidak mau orang yang ikut bersamaku njadi terluka. Oleh karena itu, aku mutuskan untuk pergi ke tempat itu seorang diri. Aku harap kamu ngerti, Irene," ucapku.
Irene pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Namun tidak lama kemudian, Irene pun kembali berbicara.
"Baiklah, Rid. Jika kamu bilang begitu, maka aku tidak jadi untuk ikut bersamamu untuk pergi nuju tempat tuan Duke Remy. Tetapi tolong berjanjilah kepadaku, Rid. Berjanjilah agar jangan sampai mati jika nanti kamu berhadapan dengan tuan Duke Remy," ucap Irene.
Aku pun tersenyum setelah ndengar perkataan Irene. Setelah itu, aku dengan cepat langsung nanggapi perkataannya.
"Tenang saja, aku tidak akan mati, Irene. Aku tidak akan mati sampai aku wujudkan impianku yang waktu itu aku beritahu kepadamu," ucapku.
Irene pun juga tersenyum tipis setelah ndengar perkataanku.
"Kalau begitu aku bisa tenang. Sekarang lebih baik kamu segera pergi ke tempat tuan Duke Remy untuk nyusul pangeran Charles dan Chloe, Rid," ucap Irene.
"Iya. Sebelum itu, Irene, daripada kamu hanya berdiam diri saja disini, lebih baik kamu kembali nyusuri labirin ini, sepertinya masih ada beberapa iblis di suatu tempat di labirin ini. Mungkin juga di suatu tempat di labirin ini ada beberapa orang yang harus segera diselamatkan. Oleh karena itu, lebih baik kamu kembali nyusuri labirin ini. Kamu juga bisa minta orang-orang yang ada di tempat ini untuk mbantu nyusuri labirin ini dan nemukan orang-orang lainnya atau ngalahkan para iblis yang tersisa," ucapku.
"Baiklah, aku akan lakukan itu," ucap Irene.
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai nanti, Irene," ucapku.
"Iya sampai nanti, Rid. Jangan lupa untuk berhati-hati," ucap Irene.
"Iya, kamu tidak perlu khawatir, Irene. Paman Louis dan bibi Arlet juga, sampai nanti," ucapku.
"Iya, sampai nanti, Rid," ucap Duke Louis.
"Sampai nanti," ucap Duchess Arlet.
Setelah itu, aku pun langsung lesat dengan cepat ke arah jalan yang sebelumnya aku dan Irene lalui. Aku lesat lalui jalan itu untuk nuju tempat Duke Remy berada yaitu di gedung tengah.
Sentara itu, setelah Rid ninggalkan tempat itu, Duke Louis dan Duchess Arlet pun nghampiri Irene.
"Aku ingin sekali larang Rid pergi ke tempat tuan Remy, tetapi Rid sangat bersikeras untuk pergi ke tempat itu," ucap Duchess Arlet.
"iya, aku juga ingin larangnya. Aku khawatir kalau dia sampai kenapa-kenapa ketika berhadapan dengan tuan Remy," ucap Duke Louis.
"Ayahanda dan ibunda tidak perlu khawatir. Aku yakin Rid tidak akan kenapa-kenapa. Aku juga yakin kalau Rid dapat ngalahkan tuan Duke Remy," ucap Irene.
Setelah Irene ngatakan itu, tiba-tiba Irene rasakan ada sesuatu yang berbeda di tempat itu. Tidak hanya Irene saja, Duke Louis, Duchess Arlet dan semua orang yang ada di tempat itu juga rasakannya. Sesuatu yang berbeda di tempat itu adalah udara yang tiba-tiba berubah njadi lebih berat daripada sebelumnya. Udara yang berubah njadi lebih berat itu mbuat beberapa orang yang ada di tempat itu kesulitan bernafas.
"Tekanan ini mirip seperti yang biasanya dilakukan oleh Yang Mulia Ratu. Tetapi tekanan ini terasa berbeda, tekanan ini lebih kuat daripada yang biasanya dilakukan Yang Mulia Ratu!," ucap Duke Louis yang terkejut.
"Tekanan ini, jangan bilang...," ucap Irene yang terkejut.
-
Sentara itu, aku saat ini terus nyusuri jalan yang sedang kulalui untuk segera sampai ke tempat Duke Remy.
"Aku sebelumnya hanya nduga kalau orang yang lakukan semua ini adalah tuan Duke Remy. Nona Karina dan nona Violetta pun juga masih nduga-duga. Tetapi setelah ndengar perkataan paman Louis dan bibi Arlet, ternyata mang tuan Duke Remy lah yang telah lakukan semua ini. Beliau telah lakukan penyerang ke akademi ini dengan libatkan banyak iblis dan mbuat orang-orang di akademi ini terluka. Sebagai ketua Elevrad di akademi ini, aku tidak mungkin hanya mbiarkannya saja. Aku harus nghentikannya,"
"Lalu, tuan Duke Remy mungkin mang adalah orang yang lakukan semua ini, tetapi aku harus mastikan sesuatu kepadanya. Aku harus mastikan apakah beliau lah yang telah nghancurkan desa Aston dan mbunuh para penduduknya atau tidak. Jika mang beliau lah yang telah nghancurkan desa Aston dan mbunuh para penduduknya, maka sudah saatnya bagiku untuk nepati janjiku dengan reka,"
"Jika mang benar anda adalah pelakunya, aku akan mbunuh anda dengan tanganku sendiri, tuan Duke Remy," ucapku.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)