Font Size
15px

Duke Remy yang terkena serangan dari kedua orang yang ada di hadapannya pun terhempas hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya. Dinding itu pun langsung hancur setelah dihantam oleh Duke Remy. Puing-puing dari dinding yang hancur itu pun langsung berjatuhan nimpa Duke Remy yang telah lebih dulu jatuh ke lantai setelah nghantam dinding itu. Sekitar tempat itu pun langsung diselimuti oleh debu asap yang cukup pekat.

Sentara itu, Ratu Kayana yang sedang terbaring lemas terlihat sedang lihat ke arah dua orang yang baru saja nyelamatkannya dari cekikan Duke Remy.

"Karina.....Violetta," ucap Ratu Kayana.

2 orang yang nyelamatkan Ratu Kayana dan juga telah nyerang Duke Remy ternyata adalah nona Karina dan juga nona Violetta. Setelah nghempaskan Duke Remy, nona Karina dan nona Violetta lalu nghampiri Ratu Kayana yang terbaring.

"Ka- Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.

"Yang Mulia Ratu, anda baik-baik saja ?," tanya nona Violetta.

"Ya, aku baik-baik.....saja. Terima kasih karena.....telah nyelamatkanku," ucap Ratu Kayana.

"Dari cara bicara anda, anda tidak terlihat baik-baik saja. Tubuh anda pun juga sudah dipenuhi oleh banyak luka. Saya akan segera nyembuhkan anda, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.

Nona Karina kemudian ngarahkan tangan kanannya ke Ratu Kayana.

~Plant Magic : Healing Tree Trunk~

Sebuah batang pohon tiba-tiba muncul dari bawah lantai dan langsung nyelimuti tubuh Ratu Kayana. Batang pohon itu nyelimuti tubuh Ratu Kayana selama 1 nit, setelah itu batang-batang pohon itu tidak lagi nyelimuti tubuh Ratu Kayana dan bergerak kembali masuk ke lantai. Setelah tubuh Ratu Kayana diselimuti oleh batang pohon itu, terlihat beberapa luka yang ada pada tubuh Ratu Kayana telah nghilang. Kondisi Ratu Kayana pun sudah tidak terlihat lemas seperti sebelumnya.

"Saya berhasil nyembuhkan beberapa luka pada tubuh anda, Yang Mulia Ratu. Tetapi ada beberapa luka yang tidak dapat saya sembuhkan, salah satunya luka tusukan di bagian tengah dada anda. Sepertinya luka-luka yang tidak bisa saya sembuhkan itu adalah luka yang berasal dari ~Dark Magic~. Luka-luka itu untuk saat ini sudah saya tutup dengan nggunakan sihir saya agar darah tidak terus ngalir keluar dari luka itu. Lalu untuk nyembuhkan luka itu, sepertinya kita harus nunggu Rid datang kesini," ucap nona Karina.

"Rid akan datang kesini ?," tanya Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu. Dia saat ini sedang pergi untuk nyelamatkan dan nyembuhkan teman-temannya. Setelah nyembuhkan teman-temannya, dia akan segera datang kesini," ucap nona Karina.

"Begitu ya," ucap Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu. Untuk sekarang lebih baik anda beristirahat dulu sampai Rid datang kesini," ucap nona Karina.

"Baiklah. Lalu Karina, karena kamu sudah nyembuhkan beberapa lukaku, selanjutnya aku minta tolong untuk nyembuhkan Charles dan Chloe. Begitupun juga dengan tuan Oliver dan beberapa orang yang ada di tempat ini. Aku tahu kalau permintaanku ini sangat repotkan, tetapi aku minta tolong padamu," ucap Ratu Kayana.

Nona Karina terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Yang Mulia Ratu, anda baru saja manggil saya dengan nggunakan ’Karina’ ?," tanya nona Karina.

"Iya. mangnya kenapa ? apa ada masalah ? Nama kamu kan mang Karina," ucap Ratu Kayana.

"Tidak, tidak ada apa-apa. Dalam situasi seperti ini, sepertinya kita tidak perlu mpermasalahkan sesuatu seperti ini. Daripada itu, anda tenang saja, Yang Mulia Ratu. Tanpa anda minta pun, saya mang berniat untuk nyembuhkan Charles, Chloe dan semua orang yang ada di tempat ini setelah nyembuhkan anda," ucap nona Karina.

"Begitu ya. Kalau begitu, terima kasih, Karina," ucap Ratu Kayana.

"Sama-sama, kakak," ucap nona Karina dengan suara yang pelan.

Apa yang baru saja dikatakan oleh nona Karina tidak dapat didengar oleh nona Violetta karena suara itu sangatlah pelan, tetapi suara itu dapat didengar oleh Ratu Kayana. Ratu Kayana pun tersenyum setelah ndengar perkataan nona Karina. Setelah itu, nona Karina noleh ke nona Violetta.

"Violetta, kamu tetaplah disini sambil njaga Ratu Kayana. Aku akan nghampiri Charles dan Chloe untuk nyembuhkan reka," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona," ucap nona Violetta.

"Tidak perlu," ucap Ratu Kayana yang secara perlahan mulai berdiri kembali setelah sebelumnya terbaring.

"Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Karina.

"Aku akan ikut denganmu untuk nghampiri Charles dan Chloe," ucap Ratu Kayana.

"Ikut dengan saya ? Apa anda sudah baik-baik saja, Yang Mulia Ratu ? Anda tidak perlu maksakan diri," ucap nona Karina.

"Aku sudah lebih baik setelah kamu sembuhkan tadi, jadi kamu tidak perlu khawatir," ucap Ratu Kayana.

"Begitu ya. Baiklah, kalau begitu anda boleh ikut bersama saya. Violetta, kamu tetap disini untuk mantau sekitar tempat ini," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

Setelah itu, nona Karina dan nona Violetta pun berjalan untuk nghampiri Charles dan Chloe. Tidak lama kemudian, reka berdua pun sampai di tempat Charles dan Chloe. Terlihat Charles dan Chloe masih terbaring dengan kondisi tubuh yang dipenuhi oleh banyak luka. ski begitu, Charles dan Chloe masih dalam keadaan sadar dan reka berdua saat ini sedang lihat ke arah Ratu Kayana dan nona Karina.

"Ibunda.....nona Karina," ucap Charles.

"Kalian bertahanlah, aku akan segera nyembuhkan kalian berdua," ucap nona Karina.

~Plant Magic : Healing Tree Trunk~

Batang-batang pohon tiba-tiba muncul di dekat Charles dan Chloe. Batang-batang pohon itu langsung nyelimuti seluruh tubuh reka berdua.

Disaat nona Karina sedang nyembuhkan Charles dan Chloe dengan nyelimuti seluruh tubuh reka dengan batang pohon, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah tempat Duke Remy yang sebelumnya nghantam dinding. Suara itu seperti suara benturan dan suara puing-puing yang hancur. Nona Karina, Ratu Kayana dan nona Violetta yang ndengar suara itu pun langsung noleh ke arah asal suara itu. Ketika reka noleh, reka lihat ada banyak puing-puing berukuran kecil yang berterbangan ke segala arah dari tempat Duke Remy nghantam dinding. Tempat Duke Remy nghantam dinding terlihat masih diselimuti oleh debu asap yang cukup pekat.. Setelah puing-puing berukuran kecil itu berterbangan, terdengar suara seseorang dari dalam debu asap yang nyelimuti tempat itu. Suara itu adalah suara Duke Remy.

"Pengganggu terus saja berdatangan sejak tadi. Kali ini kalian berdua yang datang ya, kepala akademi dan mantan putriku yang tidak berguna," ucap Duke Remy.

Setelah Duke Remy ngatakan itu, Duke Remy pun secara perlahan mulai berjalan keluar dari kepulan asap yang nyelimuti tempat itu. Ketika Duke Remy sudah keluar dari kepulan asap itu, terlihat penampilan Duke Remy yang sangat ngejutkan. Bagian kiri armor yang nyelimuti badan Duke Remy terlihat sudah leleh. Armor yang telah leleh itu mbuat bagian tubuh yang diselimuti oleh armor itu njadi terlihat. Bagian tubuh yang terlihat itu pun secara perlahan juga mulai leleh setelah armor yang nyelimuti bagian tubuh itu sudah leleh sepenuhnya.

Sentara di bagian kanan armor yang nyelimuti badan Duke Remy, terlihat armor itu telah berubah warna dari yang awalnya hitam pekat njadi berwarna hijau pekat. Perubahan warna dari warna hitam ke warna hijau pada armor itu terus nyebar. Tidak hanya pada bagian kanan armor itu saja, lainkan hingga ke seluruh bagian armor. Selain itu, pada bagian armor yang telah berubah warna njadi hijau pekat itu, muncul beberapa bunga berwarna pink. Penampilan Duke Remy yang ngejutkan itu akibat dari dirinya yang terkena serangan dari nona Karina dan nona Violetta sebelumnya.

"Kalian berdua telah rusak armor yang aku kenakan ini dengan sangat parah. Kalian langsung nggunakan serangan pamungkas milik kalian untuk nyerangku. Serangan korosi dan serangan beracun ya, sepertinya armor yang kukenakan saat ini tidak mampu untuk nahan serangan seperti itu," ucap Duke Remy.

Sentara itu, nona Karina terlihat sedikit terkejut saat lihat Duke Remy.

"Suara itu....tidak salah lagi kalau anda adalah tuan Duke Remy. Saya tidak nyangka kalau anda lah dalang dari semua ini. Saat insiden penyerangan iblis di gedung pengadilan, anda juga pasti dalang dari kejadian itu. Anda ngubah beberapa orang yang ada di dalam gedung pengadilan njadi iblis, termasuk dengan tuan Darwin dan tuan Jas. Setelah itu, anda berpura-pura untuk lawan para iblis yang anda ciptakan itu agar anda tidak dicurigai. Saya benar-benar tidak nyangkanya," ucap nona Karina.

"Apa anda terkejut begitu ngetahui kalau dalangnya adalah aku, kepala akademi ? Tidak hanya dalang dari insiden penyerangan iblis di gedung pengadilan saja, sebagian besar insiden yang terjadi di kerajaan ini rupakan ulahku," ucap Duke Remy.

"Tidak sama sekali, saya tidak terkejut saat ngetahui kalau anda lah dalangnya, tuan Duke Remy. Sebelumnya saya sudah rasa kalau anda itu adalah orang yang sedikit ncurigakan. Namun saya tidak miliki bukti untuk mperkuat perasaan saya itu. Saya rasa hanya tinggal nunggu waktu saja sampai semua yang saya rasakan terbukti dan ternyata itu benar," ucap nona Karina.

Duke Remy pun tertawa setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Ahahaha begitu ya. Aku dengar kalau anda bisa mbaca pikiran orang lain, kepala akademi. Sepertinya keputusanku sudah tepat untuk selalu mbawa artifak sihir yang mbuat pikiranku tidak bisa dibaca oleh orang yang bisa mbaca pikiran orang lain," ucap Duke Remy.

"Tertawalah sepuas anda, tuan Duke Remy. Karena nasib anda akan segera berakhir disini," ucap nona Karina.

"Tidak, aku masih belum berakhir, kepala akademi," ucap Duke Remy.

"Apa yang anda katakan ? Dengan armor yang sudah hancur seperti itu, ditambah dengan beberapa bagian tubuh yang sudah leleh dan terkena racun, nasib anda sebentar lagi akan berakhir," ucap nona Karina.

"Tidak, karena aku masih punya ini," ucap Duke Remy sambil ngambil sesuatu di saku pakaiannya yang ada di balik armor miliknya yang sudah hancur.

Setelah ngambil sesuatu dari saku pakaiannya itu, Duke Remy lalu mperlihatkan sesuatu yang baru diambilnya itu. Sesuatu itu adalah 2 buah suntikan yang berisi cairan berwarna rah. Ratu Kayana yang lihat itu terlihat sangat terkejut.

"Suntikan itu ?!?! Karina, Violetta, serang dia dan jangan biarkan dia nyuntikkan benda itu," ucap Ratu Kayana kepada nona Karina dan nona Violetta.

"Baik," ucap nona Karina dan nona Violetta.

Ratu Kayana lalu nembakkan sihir gravitasi dari tongkat sihirnya ke arah Duke Remy. Nona Karina dan nona Violetta pun lancarkan serangan ke arah Duke Remy dengan tebasan reka. Tetapi ketika serangan-serangan itu hampir ngenai Duke Remy, dari bawah lantai sekitar Duke Remy tiba-tiba muncul beberapa batang pohon berwarna hitam yang berukuran besar dan tebal. Batang-batang pohon itu pun nahan semua serangan yang ngarah ke Duke Remy. Serangan-serangan itu pun gagal ngenai Duke Remy.

"Sial," ucap Ratu Kayana yang terlihat kesal.

Disaat yang sama dengan serangan-serangan itu yang berhasil ditahan oleh batang-batang pohon itu, Duke Remy langsung nyuntikkan 2 buah suntikan itu ke lehernya. Tidak lama kemudian, Duke Remy pun telah selesai nyuntikkan semua cairan yang ada pada 2 suntikan itu. Setelah selesai nyuntikkannya, Duke Remy pun langsung mbuang 2 buah suntikan itu. Setelah itu, Duke Remy pun tertawa.

"Ahahahhaha, semua ini masih belum berakhir sampai aku berhasil ndapatkan kerajaan ini!," ucap Duke Remy.

Kemudian, beberapa batang pohon berwarna hitam muncul di bawah kaki Duke Remy. Batang-batang pohon itu lalu mulai nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy. Tidak lama kemudian, seluruh tubuh Duke Remy pun telah diselimuti oleh batang-batang pohon berwarna hitam itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 385 : Masih Belum Berakhir on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.