Font Size
15px

"Senior Rid ?!?!," ucap Elaina yang terkejut.

"Iya, ini aku. Aku datang kesini untuk nyelamatkan kamu dan semua orang yang ada disini," ucapku.

Sentara itu, disaat yang sama dengan Rid yang sedang nolong Elaina, Irene juga telah datang ke tempat ini dan dia sedang lawan para iblis yang sedang ngepung Duke Louis. Irene nyerang para iblis itu dengan nggunakan rapier miliknya dan juga 6 buah rapier yang ngelilinginya

~Spetuplets Advanced Glacier Strike~

Irene lancarkan serangan tebasan yang sangat kuat ke arah para iblis itu dengan nggunakan rapier miliknya dan 6 buah rapier yang ngelilinginya. Para iblis itu pun terhempas dengan beberapa bagian tubuh yang hancur setelah terkena serangan itu. Para iblis itu pun telah berhasil dikalahkan. Setelah ngalahkan para iblis itu, Irene lalu berbalik dan noleh ke arah Duke Louis yang rupakan ayahnya.

"Ayahanda tidak apa-apa ?," tanya Irene.

"Irene ?! Iya, aku tidak apa-apa. Terima kasih karena telah nolongku, Irene," ucap Duke Louis.

"Sama-sama, ayah," ucap Irene.

-

Kembali ke sisi Rid dan Elaina.

Elaina terlihat terkejut saat lihatku. Aku pun mutuskan bertanya kepada Elaina yang terkejut.

"Ada apa, Elaina ? Kenapa kamu terlihat terkejut ?," tanyaku.

"Teknik yang tadi kamu gunakan, bukannya itu adalah teknik ayahandaku ? Kenapa kamu bisa nggunakan teknik milik ayahandaku, senior ?," tanya Elaina.

"Ah soal itu, aku bisa nggunakan teknik milik ayahmu karena aku mpelajarinya," ucapku.

"mpelajarinya ? Apa ayahandaku yang telah ngajarimu, senior ?," tanya Elaina.

"Tidak, aku mpelajarinya sendiri. Aku mpelajarinya sendiri ketika lihat ayahmu yang bertarung lawan para iblis saat kejadian penyerangan iblis di gedung pengadilan 2 tahun lalu,’ ucapku.

"Kamu mpelajarinya sendiri hanya dengan lihatnya ?!," tanya Elaina yang terkejut.

"Iya," ucapku.

Ketika aku sedang berbicara dengan Elaina, para iblis yang berada di sekitar kami mulai kembali nyerang kami. Tidak hanya kami saja, para iblis itu kembali mulai nyerang orang-orang yang ada di tempat ini.

"Maaf, Elaina. Kita tidak bisa lanjutkan pembicaraan ini karena situasi di tempat ini tidak mungkinkan untuk lanjutkan pembicaraan. Kita harus segera ngalahkan para iblis itu. Dan aku juga harus segera nyembuhkan reka yang terluka," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku lalu noleh ke arah Irene yang sedang berada di dekat Duke Louis. Setelah noleh ke arahnya, aku lalu ngatakan sesuatu kepadanya.

"Irene, apa kamu bisa nahan para iblis itu sebentar. Aku akan mulai nyembuhkan orang-orang yang terluka di tempat ini," ucapku.

"Baiklah, Rid. Tetapi apa kamu serius bilang kalau aku hanya harus nahan reka sebentar saja ? Bukankah ada banyak orang yang terluka di tempat ini ? nyembuhkan reka pastinya akan mbutuhkan waktu yang lama," ucap Irene.

"nyembuhkan reka akan mbutuhkan waktu yang lama jika aku nyembuhkan reka secara satu per satu. Jika aku nyembuhkan reka sekaligus, nyembuhkan reka hanya sebentar saja," ucapku.

"nyembuhkan reka sekaligus ?!," ucap Irene yang terlihat sedikit terkejut.

Setelah ngatakan itu, aku lihat para iblis itu sudah berada dekat untuk nyerang kami.

"reka datang, Irene. Sesuai yang aku katakan, tolong tahan reka sebentar," ucapku.

"Baiklah," ucap Irene.

Setelah itu, Irene langsung nyerang para iblis yang ndekat untuk nyerang kami. Tidak hanya Irene saja, beberapa orang yang masih bertahan juga ikut untuk nyerang para iblis itu. Disaat yang sama dengan reka yang sedang lawan para iblis itu, aku mulai ngangkat kedua tanganku ke atas. Ketika kedua tanganku sudah terangkat ke atas, aku lalu jamkan kedua mataku. Aku hanya jamkan kedua mataku sebentar, tidak lama kemudian aku mulai mbuka kedua mataku lagi.

~Blessing of Full Healing~

Setelah itu sebuah butiran-butiran berwarna putih seperti salju keluar dari kedua tanganku yang sedang diangkat ke atas. Butiran-butiran berwarna putih itu keluar dari tanganku dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah butiran itu keluar, butiran itu lalu lesat ke arah orang-orang yang ada di tempat itu. Orang-orang yang ada di tempat itu terlihat bingung dengan butiran-butiran kecil yang muncul dari kedua tanganku.

"Butiran apa itu ?,"

"Entahlah, tapi butiran itu mirip seperti butiran salju yang turun dari hujan salju,"

"Butiran-butiran itu ngarah ke kita, apakah itu tidak berbahaya ?," ucap orang-orang itu.

Kemudian, butiran-butiran itu pun ngenai tubuh orang-orang yang dihampirinya. Setelah tubuh orang-orang yang ada di tempat itu dikenai oleh butiran-butiran itu, tubuh orang yang dikenai itu tiba-tiba langsung pulih dari luka yang reka alami. Tidak hanya orang yang ngalami luka ringan saja, orang yang ngalami luka berat dan cukup parah yang mbuat reka terbaring pun juga langsung pulih setelah terkena oleh butiran-butiran berwarna putih itu. Orang-orang yang ada di tempat itu pun terlihat sangat terkejut begitu ngetahui kalau luka yang dialami reka atau luka yang dialami orang lain di dekat reka telah pulih seutuhnya.

"Apa ini ? luka pada tubuhku tiba-tiba langsung pulih,"

"Aku juga,"

"Tidak mungkin, apa ini sihir penyembuhan skala area ?," ucap orang-orang itu.

Lalu orang-orang yang terbaring tidak sadarkan diri karena terluka cukup parah pun mulai terbangun setelah tubuh reka telah pulih. Orang-orang yang telah terbangun itu di antaranya adalah Noa, Kotaro, Julie, Lillian dan juga Duchess Arlet.

"Ada apa ini ? Apa sebelumnya aku tidak sadarkan diri ?," tanya Noa yang baru saja terbangun.

"Dimana ini ? Seingatku, sebelumnya aku bukan berada di tempat ini," ucap Julie yang juga baru terbangun.

"Akhirnya kalian bangun juga. Apakah kalian tidak ingat ? Sebelumnya kalian nghadapi para iblis dalam jumlah banyak. Para iblis itu mbuat kalian terluka cukup parah hingga tidak sadarkan diri," ucap Leandra.

Lily pun ngangguk pertanda setuju dengan perkataan Leandra. Leandra dan Lily terlihat juga sudah pulih. Luka di tubuh reka telah sepenuhnya hilang.

"Ah aku ingat. Ya, sebelumnya aku sedang lawan beberapa iblis dalam jumlah banyak. Aku pun terluka saat nghadapi reka. Tetapi aku tidak nyangka kalau aku sampai tidak sadarkan diri," ucap Noa.

"Aku juga tidak nyangkanya," ucap Kotaro.

Setelah itu, Noa, Kotaro, Julie dan Lillian lihat dan mperhatikan seluruh tubuh reka. reka terlihat bingung dan terkejut begitu ngetahui kalau tubuh reka sudah tidak terluka lagi.

"Seluruh tubuhku sudah tidak terluka lagi. Apa ada orang yang nyembuhkanku saat aku tidak sadarkan diri ?," tanya Noa.

"Ada, Noa. Orang yang telah nyembuhkan kalian adalah, Rid. Dia baru saja datang ke tempat ini dan langsung nyembuhkan semua orang yang terluka di tempat ini. Aku dan Julie yang terluka pun juga baru saja disembuhkan olehnya," ucap Leandra.

"Orang yang telah nyembuhkan kami adalah Rid ?! Dimana dia ?," tanya Noa.

"Itu disana, di dekat Elaina," ucap Leandra sambil nunjuk ke arah Rid yang sedang bersama Elaina.

Nona, Kotaro, Julie dan Lillian pun langsung noleh ke arah Rid.

"Ternyata benar, ada Rid disini," ucap Noa.

-

Sentara itu, di sisi Duchess Arlet.

Para prajurit yang berada di dekat Duchess Arlet terlihat terkejut begitu lihat Duchess Arlet telah sadar kembali.

"Sepertinya aku baru saja tidak sadarkan diri ya," ucap Duchess Arlet yang baru saja terbangun.

"Nona Arlet, anda tidak apa-apa ?," tanya salah satu prajurit.

"Iya, aku rasa kalau tubuhku sudah pulih kembali. Apa ada orang yang telah nyembuhkanku ?," tanya Duchess Arlet.

"Ada, nona. Orang yang telah nyembuhkan anda adalah Rid Archie. Itu orangnya ada disana," ucap prajurit itu sambil nunjuk ke arah Rid.

"Jadi Rid yang telah nyembuhkanku ya. Aku telah diselamatkan dua kali olehnya," ucap Duchess Arlet.

Saat Duchess Arlet sedang lihat ke arah Rid, Duchess Arlet rasakan kalau ada seseorang yang sedang nghampirinya dengan terburu-buru.

"Sayang, kamu sudah bangun ?," tanya orang itu.

Duchess Arlet lalu noleh ke arah orang yang ngatakan itu. Orang itu ternyata adalah Duke Louis. Duke Louis kini telah berada di samping Duchess Arlet.

"Sudah, sayang. Aku minta maaf kalau aku telah mbuatmu repot disaat aku sedang tidak sadarkan diri," ucap Duchess Arlet.

"Tidak apa-apa, sayang. Aku lega karena sekarang kamu sudah baik-baik saja. Ini semua berkat, Rid," ucap Duke Louis.

"Iya, sayang," ucap Duchess Arlet.

-

Kembali ke sisi Rid dan Elaina.

Setelah nyembuhkan semua orang yang ada di tempat ini, aku pun nurunkan kedua tanganku kembali. Setelah itu, aku gang pedangku kembali yang sebelumnya aku taruh di pinggangku. Setelah aku gang pedangku, aku ndengar Elaina berbicara di sampingku.

"Tidak hanya bisa mpelajari teknik ayahandaku hanya dengan lihatnya, kamu pun juga bisa nggunakan sihir penyembuhan skala area untuk nyembuhkan semua orang yang ada di tempat ini. Senior Rid, sebenarnya kamu itu siapa ?," tanya Elaina.

Luka yang sebelumnya ada pada tubuh Elaina terluhat sudah tidak ada lagi. Elaina telah pulih sepenuhnya.

Setelah Elaina ngatakan itu, aku pun noleh ke arah Elaina yang berada di sampingku.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Elaina ? Bukankah itu sudah jelas ? Aku ini adalah seorang murid tahun keempat San Fulgen Akademiya dan juga ketua Elevrad akademi ini," ucapku.

Elaina terdiam setelah ndengar perkataanku. Sepertinya jawaban yang kuberikan kepadanya tidak mbuatnya puas. Setelah ngatakan itu, aku lalu noleh ke arah Irene yang masih bertarung lawan para iblis dalam jumlah yang banyak.

"Karena aku sudah nyembuhkan semua orang yang ada di tempat ini, aku harus segera mbantu Irene," ucapku.

Setelah itu, aku pun langsung lesat dengan cepat ke arah Irene.

"Irene, terima kasih karena telah nahan reka," ucapku.

"Rid," ucap Irene yang masih sedang bertarung lawan para iblis itu.

"Aku akan mbantumu," ucapku.

Setelah itu, aku ngangkat pedangku dengan tangan kananku. Lalu, aku ngaliri pedangku itu dengan sebuah sihir yang mirip dengan sihir listrik.

~Lightning Sword Art - Consecutive Lightning Speed Slash~

Kemudian aku lesat dengan cepat ke arah beberapa iblis yang ada dihadapanku dan langsung nebas reka. Para iblis itu pun langsung tewas dengan beberapa bagian tubuh yang sudah hancur dan terpotong setelah terkena serangan itu. Setelah ngalahkan para iblis itu, aku lesat lagi ke arah beberapa iblis yang ada di sisi lainnya dan ngalahkannya lagi. Aku terus lakukan itu secara berulang-ulang.

Sentara itu, Elaina terlihat terdiam ketika lihat Rid yang sedang ngalahkan para iblis itu.

"Senior Rid benar-benar bisa nggunakan teknik milik ayahanda," pikir Elaina.

Tidak hanya Elaina saja yang sedang terdiam sambil lihat ke arah Rid. Semua orang yang ada di tempat itu pun juga terdiam sambil lihat ke arah Rid. reka masih tidak nyangka kalau Rid telah nyembuhkan reka semua yang terluka sekaligus. Setelah nyembuhkan reka, Rid bahkan masih bisa bertarung kembali untuk lawan para iblis yang nyerang tempat itu.

Disaat semua orang itu sedang terdiam, tiba-tiba Duke Louis ngatakan sesuatu dengan suara yang cukup keras.

"Apa yang kalian lakukan ? Kenapa kalian hanya diam saja saat lihat ada 2 orang yang sedang bertarung lawan para iblis yang nyerang tempat ini. Aku tidak mpermasalahkan apabila kalian sedang terluka, tetapi kalian semua baru saja telah disembuhkan kan ? Lalu kenapa kalian hanya diam ? Angkat senjata kalian dan terus bertarunglah lawan para iblis yang nyerang tempat ini," ucap Duke Louis.

Setelah ngatakan itu, Duke Louis lalu pergi lesat ke arah kerumunan para iblis yang nyerang tempat itu. Tidak hanya Duke Louis saja, Duchess Arlet dan beberapa prajurit yang sebelumnya njaga Duchess Arlet pun juga ikut lawan para iblis itu.

lihat Duke Louis dan Duchess Arlet pergi untuk lawan para iblis itu, orang-orang yang ada di tempat itu pun akhirnya ikut bergerak untuk lawan para iblis itu.

-

Sentara itu di lantai 1 gedung tengah.

Terlihat Charles dan Chloe telah terbaring di lantai dengan kondisi tubuh yang sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka. Luka tusukan yang ada pada dada Chloe juga terlihat sudah terbuka kembali. Di samping Charles dan Chloe saat ini, ada beberapa batang pohon berwarna hitam yang sedang liuk-liuk.

Sentara itu, tidak jauh dari tempat Charles dan Chloe yang sedang terbaring, terlihat Ratu Kayana yang sedang dicekik oleh tangan kanan Duke Remy yang telah manjang. Charles dan Chloe yang sedang terbaring pun saat ini sedang lihat ke arah Ratu Kayana yang sedang dicekik.

"Ibunda....," ucap Charles.

Charles berusaha bergerak untuk nyelamatkan Ratu Kayana, namun dia tidak bisa. Begitupun juga dengan Chloe.

"Lepaskan....aku, tuan Remy," ucap Ratu Kayana yang sedang dicekik.

Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, Ratu Kayana lalu ngarahkan tangan kanannya ke arah Duke Remy. Ratu Kayana awalnya mbuka telapak tangan kanannya ketika diarahkan ke Duke Remy. Namun secara perlahan, telapak kanannya itu mulai nutup. Disaat telapak kanannya itu mulai nutup, terlihat ada retakan pada armor yang dikenakan Duke Remy. Retakan itu secara perlahan semakin mbesar. Duke Remy yang lihat armor miliknya mulai retak pun mulai tersenyum.

"Sepertinya anda berusaha untuk nghancurkan armor saya dengan tekanan dari segala arah yang berasal dari sihir gravitasi milik anda. Tetapi sebelum anda bisa nghancurkan armor milik saya dengan sihir gravitasi milik anda, anda dulu lah yang akan mati, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

Duke Remy lalu nguatkan cekikannya pada leher Ratu Kayana. Ratu Kayana yang rasa cekikan di lehernya semakin kuat pun berusaha lepaskan diri dengan nggunakan tangan kirinya, tetapi cekikan itu tetap tidak bisa terlepas dari lehernya. Cekikan itu terus semakin kuat sehingga mbuat Ratu Kayana semakin kesulitan untuk bernafas. Ratu Kayana pun sudah tidak miliki tenaga untuk terus nghancurkan armor milik Duke Remy dengan nggunakan sihir gravitasinya. Ratu Kayana terlihat mulai kehilangan kesadarannya karena kedua matanya secara perlahan mulai terpejam. lihat Ratu Kayana yang sudah mulai kehilangan kesadarannya, Duke Remy berniat untuk ningkatkan kekuatan cekikannya lagi agar bisa langsung mbunuhnya.

"Inilah akhirnya, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

Namun sebelum Duke Remy ningkatkan kekuatan cekikannya itu, dari bawah lantai tempat Ratu Kayana berada tiba-tiba muncul batang pohon yang berbentuk seperti sebuah pedang. Batang pohon itu lalu bergerak dan langsung nebas tangan kanan Duke Remy yang sedang ncekik leher Ratu Kayana hingga terputus. Setelah tangan kanan Duke Remy terputus, Ratu Kayana pun berhasil terlepas dari cekikan tangan kanan Duke Remy. Ratu Kayana lalu terjatuh dan terbaring di lantai setelah terbebas dari cekikan itu.

Sentara itu, Duke Remy terlihat sedikit terkejut dengan munculnya batang pohon berbentuk pohon itu. Namun saat Duke Remy sedang terkejut, tiba-tiba ada 2 orang yang lesat dengan cepat ke arahnya. Duke Remy pun kembali terkejut saat lihat ke arah dua orang itu.

"Kalian berdua ?!," ucap Duke Remy yang terkejut.

Disaat Duke Remy sedang terkejut ketika lihat 2 orang yang sedang lesat ke arahnya, 2 orang itu dengan cepat langsung nyerang Duke Remy.

~Plant Sword Art Secret Technique : Manchineel Death Slash~

~Flower Sword Art Secret Technique : Oleander Blossom - Death Slash~

Duke Remy tidak sempat bereaksi terhadap serangan itu karena dia masih terkejut dengan munculnya 2 orang itu. Duke Remy pun terkena serangan dari kedua orang itu dengan telak.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 384 : Blessing of Full Healing on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.