Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
Puing-puing lantai yang hancur akibat terkena serangan Charles masih terus berjatuhan ke bawah, tepatnya ke perpustakaan akademi. Sentara itu, Charles yang baru saja nghancurkan lantai dengan pedang besarnya itu langsung lepas pedang besarnya itu. Kemudian, dia pergi nghampiri Chloe yang terbaring dengan bersimbah darah akibat tertusuk oleh tangan kiri Duke Remy tepat di tengah dadanya.
"Chloe!!!," teriak Charles sambil nghampiri Chloe.
Chloe yang ndengar teriakan Charles pun langsung noleh secara perlahan sambil terbaring.
"Kakak...," ucap Chloe.
Setelah Chloe ngatakan itu, tiba-tiba Chloe langsung batuk-batuk.
*Uhuk *Uhuk *Uhuk
Chloe batuk-batuk sambil ngeluarkan darah dari mulutnya. Darah itu masih ngalir keluar dari mulut Chloe skipun tidak terlalu banyak. Selain darah yang keluar dari mulut Chloe, darah juga masih keluar dari luka tusukan yang ada di dadanya. Lalu, Charles pun kini telah tiba dan dia sudah berada di samping Chloe.
"Bertahanlah, Chloe!," ucap Charles.
Charles berusaha lakukan sesuatu terhadap luka tusukan di dada Chloe. Namun dia terlihat bingung untuk lakukan apa karena dia tidak bisa nggunakan sihir penyembuhan untuk nyembuhkan luka Chloe.
"Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak bisa nggunakan sihir penyembuhan untuk nyembuhkan Chloe. Jika Chloe tidak segera disembuhkan, darah yang keluar dari luka tusukan itu akan semakin banyak. Chloe akan dalam bahaya jika darahnya terus keluar dari luka tusukan itu. Jika aku tidak bisa nyembuhkannya, setidaknya aku harus nutupi lukanya terlebih dahulu," pikir Charles.
Kemudian, Charles ngarahkan tangan kanannya ke luka tusukan yang ada di dada Chloe.
"Mungkin ini akan sedikit sakit, tetapi tahanlah ini, Chloe," ucap Charles.
Charles lalu ngaliri tangan kanannya itu dengan sihir air miliknya. Charles nggunakan sihir air miliknya itu untuk nutupi luka tusukan yang ada di dada Chloe. Chloe terlihat sedang ringis kesakitan saat Charles sedang nutupi luka tusukan di dadanya dengan sihir air. Tidak lama kemudian, air yang berasal dari sihir Charles terlihat nggumpal di luka tusukan pada dada Chloe, baik itu di depan maupun di belakang. Gumpalan air itu mbuat darah yang sebelumnya terus keluar dari luka tusukan itu njadi berhenti keluar. Chloe pun kini telah aman karena darah dari luka tusukannya itu sudah tidak keluar lagi.
"Setidaknya sekarang kamu sudah aman, Chloe. Darah telah berhenti keluar dari luka tusukanmu itu," ucap Charles.
"Terima kasih....kakak," ucap Chloe yang masih terbaring.
"Tuan Remy sudah aku hempaskan ke bawah. Aku tidak yakin kalau beliau sudah kalah hanya karena terkena seranganku tadi. Tetapi karena tuan Remy saat ini masih dibawah, lebih baik kita segera pergi ninggalkan tempat ini. Kita harus segera nyembuhkan lukamu, Chloe. Kita juga harus nyembuhkan luka ibunda," ucap Charles.
"Baik.....,kakak," ucap Chloe.
Kemudian, Charles pun langsung ngangkat Chloe dan nggendongnya di depan.
"Apa kamu rasa tidak enak dengan posisi ini, Chloe ?," tanya Charles.
"Tidak...,kakak," ucap Chloe.
"Baiklah. Kalau begitu sekarang kita pergi untuk nghampiri ibunda terlebih dahulu," ucap Charles.
Charles bersiap untuk berbalik dan langkah ke tempat Ratu Kayana. Namun saat dia bersiap untuk berbalik, tiba-tiba dia ndengar suara langkah kaki yang berasal dari belakangnya yang rupakan arah tujuannya mbalikkan badan. Charles dengan cepat langsung noleh untuk lihat siapa yang langkahkan kaki itu. Setelah Charles noleh, ternyata orang yang langkahkan kaki itu adalah Ratu Kayana.
"Ibunda ?," ucap Charles yang terkejut.
Ratu Kayana sedang berjalan secara perlahan untuk nghampiri Charles dan Chloe. Ratu Kayana berjalan sambil gangi dadanya yang terluka akibat ditusuk oleh pedang Duke Remy sebelumnya.
"Bagaimana keadaan.....Chloe ?," tanya Ratu Kayana.
"Ibunda, kamu jangan maksakan diri untuk berjalan nghampiri kami. Luka pada tubuhmu itu sangat lah banyak, apalagi ada luka tusukan di dada mu itu. Aku akan nutup lukamu itu," ucap Charles.
Charles lalu nutup luka tusukan yang ada di dada Ratu Kayana sama seperti yang dia lakukan sebelumnya kepada Chloe.
"Terima kasih....., Charles. Jadi bagaimana... keadaan Chloe ?," tanya Ratu Kayana dengan suara yang terbata-bata
"Aku sudah nutupi luka tusukan yang ada di dadanya. ski begitu, Chloe harus segera disembuhkan karena kondisinya mulai lemas," ucap Charles.
"Begitu ya....," ucap Ratu Kayana.
"Aku tidak...apa-apa, ibunda. Ibunda.....tidak perlu ngkhawatirkanku," ucap Chloe yang juga dengan suara yang terbata-bata.
"Aku minta.....maaf ya, Chloe. Padahal aku rupakan penyihir terkuat.....di kerajaan ini, tetapi aku tidak bisa lindungimu...dan malah mbuatmu terkena serangan," ucap Ratu Kayana.
"Ibunda tidak perlu minta maaf. Saat ini kondisi ibunda cukup buruk karena tubuh ibunda telah dipenuhi oleh banyak luka. Jadi wajar kalau ibunda tidak bisa lindungi Chloe dengan kondisi ibunda yang seperti itu. Justru aku lah yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa lindungi Chloe. Kondisi tubuhku masih fit dan belum ngalami banyak luka, tetapi aku tidak bisa lindungi Chloe," ucap Charles.
"Kakak dan ibunda.....tidak perlu minta....maaf. Aku terluka karena....kesalahanku sendiri. Apabila aku.....lebih kuat....., aku tidak akan terluka dan.....repotkan kalian berdua," ucap Chloe.
"Chloe.....," ucap Charles.
Setelah itu, suasana pun njadi sepi. Tidak ada satupun dari reka yang berbicara. Namun tidak lama kemudian, Ratu Kayana pun mulai berbicara kembali.
"Charles, sekarang....kamu cepat pergi untuk...nyembuhkan, Chloe. Jika luka tusukan.....pada dada Chloe diakibatkan oleh serangan ~Dark Magic~ maka.....sihir penyembuhan biasa tidak akan bisa nyembuhkannya. Jika kamu.....ingin nyembuhkan Chloe, kamu harus...pergi ke gereja Sancta Lux. Tetapi di akademi ini, ada...seseorang yang bisa nyembuhkan...luka yang diakibatkan oleh serangan ~Dark Magic~. Orang itu.....adalah Rid, teman kalian," ucap Ratu Kayana.
"Rid bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh serangan ~Dark Magic~ ?," tanya Charles.
"Iya. Kamu tidak perlu...nanyakan tentang kenapa Rid bisa nyembuhkan...luka itu atau tentang kenapa aku ngetahui.....tentang Rid yang bisa nyembuhkan luka itu. Lebih baik.....kamu sekarang segera pergi untuk...ncari dan nemukan Rid dan minta dia untuk...nyembuhkan Chloe," ucap Ratu Kayana.
"Aku dan Chloe sempat bertemu dengan Rid sebelum tiba di tempat ini. Kami awalnya berniat untuk datang ke tempat ini bersama-sama, tetapi komandan Dayne, senior Vyn dan nona Arnett tiba-tiba datang nyerang kami," ucap Charles.
Ratu Kayana terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Charles.
"Nona Arnett...nyerang kalian ?!," tanya Ratu Kayana.
"Iya, ibunda. Saat nyerang kami, nona Arnett, senior Vyn dan komandan Dayne terlihat sudah berubah njadi iblis," ucap Charles.
"Apa ?!?! Nona Arnett.....telah berubah njadi iblis ?! Benar-benar.....keterlaluan, dia bahkan ngubah istrinya.....sendiri njadi iblis!," ucap Ratu Kayana yang terlihat marah.
Charles terlihat terdiam setelah ndengar perkataan Ratu Kayana yang marah.
"Ya sudah, sekarang kamu.....cepat pergi untuk ncari dan.....nemukan Rid, Charles," ucap Ratu Kayana.
"Baik, ibunda. Sebelumnya, Rid mutuskan untuk lawan reka bertiga sendiri dan nyuruh kami untuk pergi lebih dulu. Jika kami pergi ke tempat dia lawan reka bertiga, mungkin kami dapat dengan cepat nemukannya," ucap Charles.
"Bagus kalau kamu bisa...segera nemukannya. Sekarang cepatlah....pergi, Charles," ucap Ratu Kayana.
"Baik, ibunda. Tetapi bagaimana dengan ibunda sendiri ? Tubuh ibunda saat ini sedang dipenuhi oleh banyak luka. Ibunda juga harus segera diobati, jadi ibunda juga harus ikut bersama kami untuk bertemu dengan Rid," ucap Charles.
"Tidak, aku akan.....tetap disini. Tuan Remy sepertinya tidak akan mbiarkan.....kalian berdua untuk pergi ninggalkan.....tempat ini, jadi aku akan nahan dia agar kalian.....berdua bisa pergi," ucap Ratu Kayana.
Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, tiba-tiba terdengar suara Duke Remy yang berasal dari bawah lantai yang hancur akibat terkena serangan Charles.
"Itu benar, aku tidak akan mbiarkan kalian berdua pergi," ucap Duke Remy.
Charles, Chloe dan Ratu Kayana pun terkejut setelah ndengar suara Duke Remy. Setelah suara itu terdengar, Duke Remy pun lesat ke atas dari lantai yang hancur di tempat itu. Duke Remy kini sedang layang di atas Charles, Chloe dan Ratu Kayana. Charles terlihat sangat terkejut saat lihat penampilan Duke Remy yang sedang layang di atasnya.
"Aku mang sudah tahu kalau aku tidak mungkin bisa ngalahkannya hanya dengan serangan tadi. Tetapi aku tidak nyangka kalau dia bahkan tidak terluka setelah terkena serangan tadi. Armor yang dikenakannya pun juga tidak rusak ataupun tergores setelah terkena serangan tadi," ucap Charles.
"Aku sudah bilang.....kepadamu sebelumnya kalau orang itu adalah.....orang yang sangat berbahaya. Sekarang.....cepatlah pergi untuk nyembuhkan Chloe, Charles," ucap Ratu Kayana.
Charles tanpa ragu langsung ngiyakan perkataan Ratu Kayana.
"Baik, ibunda," ucap Charles.
Kemudian, Charles langsung berlari untuk ninggalkan tempat itu sambil nggendong Chloe. Duke Remy yang lihat Charles pergi terlihat bersiap untuk lakukan sesuatu.
"Aku tidak akan mbiarkan kalian berdua pergi dari tempat ini," ucap Duke Remy.
Batang-batang pohon berwarna hitam tiba-tiba muncul di bawah tempat Charles berpijak dan langsung nyerangnya. Namun, Charles berhasil nghindari serangan batang-batang pohon itu. ski begitu, batang-batang pohon itu terus bermunculan dan langsung nyerang Charles. Tidak hanya batang-batang pohon yang bermunculan itu saja, Duke Remy juga manjangkan kedua tangannya dan nggerakkan batang-batang pohon yang tumbuh di belakang badannya untuk nyerang Charles. Duke Remy benar-benar berniat untuk ncegah Charles dan Chloe yang ingin ninggalkan tempat itu.
-
Di tempat Elaina berada.
Saat ini satu per satu orang-orang di tempat itu yang sedang lawan para iblis yang nyerang tempat itu mulai tumbang. reka tumbang karena telah terluka dan juga kelelahan akibat lawan para iblis yang nyerang tempat itu. ski begitu, beberapa dari reka terlihat belum tumbang dan terus lawan para iblis yang nyerang tempat itu. Salah satu orang yang masih terus lawan para iblis itu adalah Elaina. Elaina terus nyerang para iblis itu dengan nggunakan pedangnya skipun saat ini tubuhnya sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka.
~Sword Dance Technique : Rhythm of the Destruction Sword~
Elaina terus nebas para iblis yang nyerang itu dengan tebasan dari pedang miliknya.
"reka ada banyak sekali. Ini tidak ada habisnya," ucap Elaina.
ski Elaina terlihat ngeluh, dia masih terus nyerang para iblis itu. Beberapa saat kemudian, disaat Elaina terus lawan para iblis itu, Elaina tidak nyadari kalau saat ini dia sedang dikepung oleh para iblis itu. Beberapa iblis yang ada di belakang Elaina lalu nyerang Elaina dengan nggunakan senjata reka. Elaina yang tidak nyadari reka karena tengah fokus lawan para iblis yang ada dihadapannya pun terkena serangan itu dengan telak. Elaina langsung terjatuh dan terbaring di tanah setelah terkena serangan dari beberapa iblis yang nyerangnya dari belakang. Duke Louis terlihat terkejut begitu lihat Elaina sedang terbaring karena terkena serangan.
"Elaina!!," ucap Duke Louis.
Duke Louis dan beberapa orang yang lihat Elaina telah terbaring berusaha untuk nolongnya. Namun reka tidak bisa karena reka saat ini juga tengah dikepung oleh para iblis yang nyerang tempat itu.
"Sial, aku harus segera nyelamatkan Elaina. Jika terjadi apa-apa dengannya, ke depannya aku akan rasa malu apabila berhadapan dengan tuan Oliver," pikir Duke Louis.
Duke Louis berniat untuk nerobos para Iblis yang ngepungnya. Tetapi skipun dia sudah berusaha keras untuk nerobos para iblis itu, Duke Louis tetap tidak bisa nerobosnya.
"Sial!!!," ucap Duke Louis.
Sentara itu, Elaina yang sedang terbaring terlihat mulai bangkit dan berdiri kembali. Saat Elaina sedang mulai bangkit, tatapannya sedang lihat ke depan. Di depannya ada beberapa iblis yang sedang ngayunkan senjata reka ke arahnya. Elaina tidak bisa lakukan apa-apa terhadap para iblis yang sedang nyerangnya itu. Elaina hanya terdiam saja. Serangan para iblis itu pastinya akan ngenai dan lukai Elaina. Tetapi....
~Lightning Sword Art : Lightning Speed Slash~
Beberapa iblis yang ada di depan Elaina tiba-tiba langsung tertebas oleh suatu serangan yang dilancarkan oleh seseorang. Orang yang lakukan serangan itu kini telah berada di depan Elaina. Elaina lalu langsung lihat ke orang yang ada di depannya.
"Ayahanda ?," tanya Elaina.
Elaina bertanya seperti itu karena serangan yang dilancarkan barusan itu rupakan serangan yang mirip dengan yang dimiliki oleh ayahnya, komandan Oliver. Tetapi orang yang lakukan serangan itu bukanlah komandan Oliver.
"Sayang sekali, aku bukanlah komandan Oliver, Elaina," ucap orang yang ada di depan Elaina.
Setelah ndengar perkataan orang itu, Elaina kembali lihat dan mperhatikan orang yang ada di depannya dengan lebih teliti. Setelah dilihat, ternyata orang yang ada di depannya itu mang bukanlah komandan Oliver. Elaina terlihat terkejut saat ngetahui siapa orang yang ada di depannya.
"Senior Rid ?!?!," ucap Elaina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)