Peace Hunter Chapter 382 : Aqua Judgement

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.

"CHLOEEE!!," teriak Charles yang terkejut ketika lihat Chloe yang baru saja ditusuk oleh tangan kiri Duke Remy yang manjang.

Tangan kiri Duke Remy yang manjang kini telah nyusut kembali. Setelah tangan kiri itu nyusut, Chloe yang dada bagian tengahnya baru saja ditusuk hingga nembus ke belakang dadanya pun langsung terjatuh dan terbaring di lantai.

"CHLOEEEE!!!," Charles berteriak kembali.

Charles berteriak kembali sambil berusaha lepaskan diri dari cekikan tangan kanan Duke Remy.

"Keparat kau, tuan Remy. Beraninya kau nyakiti dan lukai, Chloe. Aku tidak akan maafkanmu!, aku benar-benar akan mbunuhmu!," ucap Charles yang terlihat sangat marah.

Duke Remy pun tertawa setelah ndengar perkataan Charles.

"Ahahaha, sejak tadi anda selalu bilang kalau anda akan mbunuh saya, tetapi anda tetap tidak bisa lakukannya, pangeran. Sekarang bagaimana caranya anda bisa mbunuh saya sedangkan anda saja tidak bisa lepaskan cekikan yang saya lakukan kepada anda," ucap Duke Remy.

Setelah itu, cekikan yang dilakukan oleh Duke Remy kepada Charles semakin kuat. Charles terus berusaha untuk lepaskan cekikan di lehernya itu dengan nggunakan kedua tangannya. Namun Charles tetap tidak bisa lepaskan cekikan itu. ski begitu, Charles terlihat tidak putus asa. Tidak lama kemudian, Charles pun nggumamkan sesuatu.

~San Fulgen Art - Water Technique : Rain Swords~

Di sekeliling Charles, tiba-tiba muncul beberapa pedang yang terbuat dari sihir air. Pedang-pedang air itu kini sedang layang di sekeliling Charles. Setelah pedang-pedang air itu bermunculan, pedang-pedang air itu kemudian langsung nghujam tangan kanan Duke Remy yang sedang ncekik Charles. Tangan kanan Duke Remy pun terkena serangan pedang-pedang air itu dan mbuat tangannya langsung terpotong. Setelah tangan kanan Duke Remy terpotong, Charles pun bisa terbebas dari cekikan Duke Remy.

Duke Remy yang tangan kanannya baru saja terpotong kembali nyusutkan tangan kanannya itu setelah sebelumnya manjang. Setelah tangan kanan itu nyusut kembali seperti semula, tangan kanannya itu pun langsung pulih kembali seperti sebelum dipotong. Sentara itu, disaat Duke Remy baru saja mulihkan tangan kanannya, Charles terlihat sedang ngangkat pedangnya ke atas dengan nggunakan kedua tangannya. Ketika pedang milik Charles sedang diangkat ke atas, pedang-pedang air yang ngelilinginya langsung bergerak ndekati pedang miliknya itu.

~San Fulgen Art - Water Technique : Giant Water Sword~

Pedang-pedang air itu kemudian langsung nyatu dengan pedang milik Charles yang sedang diangkat ke atas. nyatunya pedang-pedang air itu ke pedang milik Charles mbuat pedang milik Charles secara perlahan mulai berubah njadi besar. Pedang miliknya pun kini juga telah diselimuti oleh sihir air. Sentara Duke Remy terlihat hanya diam saja ketika lihat Charles yang sedang gang pedang milik yang mulai mbesar.

"Apa dia berniat untuk nyerangku dengan nggunakan pedang besar itu ? Jika aku terkena serangan pedang itu, sepertinya akan cukup gawat juga," pikir Duke Remy.

Duke Remy berniat untuk pergi dari tempat dia berpijak saat ini. Namun belum diketahui Duke Remy akan pergi untuk nyerang Charles yang sedang ngangkat pedangnya atau pergi untuk njauh dari Charles, karena saat Duke Remy mau pergi, Duke Remy tiba-tiba rasa kalau tubuhnya tidak bisa digerakkan.

"Aku tidak bisa nggerakkan tubuhku ?," pikir Duke Remy.

Duke Remy sedikit terkejut begitu ngetahui itu. Dia terus berusaha untuk nggerakan tubuhnya, tetapi tidak bisa.

"Apa yang sebenarnya terjadi ?," pikir Duke Remy.

Duke Remy lalu lihat ke sekelilingnya untuk ncari tahu apa penyebab dia tidak bisa bergerak. Duke Remy lihat ke sekelilingnya tapi belum nemukan apa penyebab dia tidak bisa bergerak. Sampai akhirnya Duke Remy lihat ke arah Ratu Kayana yang sedang terbaring. Ratu Kayana mang sedang terbaring, tetapi dia terlihat sedang ngarahkan tangan kanannya ke arah Duke Remy. Ratu Kayana tidak ngatakan apapun saat ngarahkan tangan kanannya ke Duke Remy. Tetapi Ratu Kayana terlihat sedang tersenyum.

"Jadi Yang Mulia Ratu lah yang telah mbuatku tidak bisa bergerak. Dia mbuatku tidak bisa bergerak dengan nggunakan sihir gravitasinya. Ini benar-benar gawat," pikir Duke Remy.

Disaat Duke Remy sedang mikirkan itu, Charles sudah selesai nyatukan pedang-pedang air yang ngelilinginya ke pedang miliknya. Pedang miliknya saat ini berukuran sangat besar, bahkan ujung pedang miliknya itu hampir ngenai langit-langit yang berada di atasnya. Duke Remy yang sedang lihat ke arah pedang besar itu pun terlihat sedikit terkejut.

"Kelihatannya ini mang benar-benar gawat," pikir Duke Remy.

Setelah itu, Charles terlihat mulai nggerakkan pedang besarnya itu.

"Aku akan nebasmu dengan pedang milikku ini, tuan Remy," ucap Charles.

Kemudian, Charles ngayunkan pedangnya ke bawah secara vertikal ke arah Duke Remy. Pedang yang besar itu lalu lesat turun untuk nimpa Duke Remy yang ada di bawahnya.

~Aqua Judgent~

Pedang besar yang diayunkan Charles secara vertikal ke bawah itu pun ngenai Duke Remy. Duke Remy terkena serangan itu dengan telak karena dia tidak bisa nghindari serangan itu akibat terkena sihir gravitasi Ratu Kayana. Pedang besar itu lalu nghantam Duke Remy hingga mbuat lantai tempat dia berpijak hancur. Duke Remy pun langsung terhempas ke bawah tepatnya ke perpustakaan akademi setelah dihantam oleh pedang besar itu. Hantaman pedang besar itu tidak hanya nghancurkan lantai tempat berpijak Duke Remy saja, lainkan juga dengan lantai-lantai di sekitarnya dan juga lantai yang dikenai oleh hantaman pedang besar itu. Lantai-lantai itu langsung hancur dan puing-puing lantai yang hancur itu pun berjatuhan ke perpustakaan akademi yang ada di bawah. Puing-puing lantai yang hancur itu kini mulai nimpa Duke Remy yang telah lebih dulu terjatuh ke perpustakaan akademi.

-

Di tempat Rid, Irene, nona Violetta dan nona Karina berada.

Aku terkejut setelah ndengar kalau Noa dan yang lainnya saat ini sedang terluka parah.

"Ayo kita segera pergi untuk nyembuhkan reka, Rid," ucap Irene.

Aku terdiam setelah mikirkan perkataan Irene. Aku terdiam sambil mikirkan beberapa hal.

"Aku ingin nyembuhkan Noa dan yang lainnya tapi di sisi lain aku harus segera pergi nyusul Charles dan Chloe. Jika reka berdua saat ini sedang lawan tuan Duke Remy, reka mungkin akan kesulitan. Aku harus segera mbantu reka," pikirku.

Irene terlihat bingung saat lihat Rid yang terdiam setelah ndengar perkataannya.

"Rid ?," ucap Irene.

Rid tetap tidak nanggapi perkataan Irene.

Beberapa detik kemudian, disaat aku masih mikirkan tentang beberapa hal itu, tiba-tiba pundakku dipegang oleh seseorang. Aku yang sebelumnya sedang terdiam pun langsung noleh untuk lihat siapa yang sedang gang pundakku. Ternyata yang gang pundakku adalah nona Violetta.

"Nona Violetta ?," tanyaku.

"Sepertinya kamu sedang bimbang ya, Rid. Kamu ingin nyembuhkan teman-temanmu yang lain, tetapi di sisi lain, kamu juga ingin segera nyusul ke tempat pangeran Charles dan putri Chloe yang rupakan temanmu juga," ucap nona Violetta.

Nona Violetta ngetahui tentang apa yang aku pikirkan. ski begitu, aku tidak terkejut setelah ndengar perkataan nona Violetta yang ngetahui apa yang aku pikirkan.

"Anda benar, nona. Aku sedang bimbang karena sedang mikirkan hal itu," ucapku.

"Jadi benar ya. Kalau begitu aku punya saran untukmu agar kamu tidak bimbang," ucap nona Violetta.

"Saran apa itu, nona ?," tanyaku.

"Kamu pergi saja untuk nyembuhkan teman-temanmu. Sentara aku yang akan pergi untuk nyusul ke tempat pangeran Charles dan putri Chloe," ucap nona Violetta.

"Apa tidak apa-apa jika nona pergi kesana sendiri ?," tanyaku.

"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu khawatir, kamu pergi saja untuk nyembuhkan teman-temanmu," ucap nona Violetta.

Aku lalu terdiam setelah ndengar perkataan nona Violetta. Disaat aku terdiam, tidak lama kemudian, nona Karina tiba-tiba nanyakan sesuatu.

"mangnya kenapa kamu perlu untuk nyusul Charles dan juga Chloe, Rid ? Apa ada sesuatu yang terjadi ?," tanya nona Karina.

Aku yang sedang terdiam langsung nanggapi perkataan nona Karina.

"Charles dan Chloe sebelumnya sudah pergi lebih dulu untuk nuju ke gedung tengah, tempat tuan Duke Remy berada, nona. Sebelumnya, setelah ngalahkan dan mbunuh Raja Albert yang telah berubah njadi iblis, Charles dan Chloe tiba-tiba datang ke tempatku. Aku lalu njelaskan kepada reka tentang ayah reka yang telah berubah njadi iblis. Aku bilang kepada reka kalau kemungkinan orang yang telah rubah ayah reka njadi iblis adalah tuan Duke Remy. Anda sebelumnya juga nduga hal tersebut kan, nona ?," tanyaku kepada nona Karina.

"Iya. Jadi begitu ya, Charles dan Chloe langsung bergegas pergi ke gedung tengah setelah ngetahui kalau kemungkinan orang yang telah rubah ayah reka adalah tuan Remy," ucap nona Karina.

"Iya, nona. Aku ingin segera nyusul reka karena aku khawatir akan adanya hal-hal yang tidak diinginkan yang nimpa reka," ucapku.

"Hmmm begitu ya," ucap nona Karina.

Nona Karina lalu terdiam, tidak lama kemudian dia pun mulai berbicara kembali.

"Kalau begitu, aku akan pergi dengan Violetta untuk nyusul Charles dan Chloe," ucap nona Karina.

Aku sedikit terkejut setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Anda yang akan pergi, nona ? Apa tidak apa-apa jika anda yang pergi ?," tanyaku.

"Tidak apa-apa. Lagipula lukaku saat ini sudah pulih total setelah kamu sembuhkan. Kamu tidak perlu khawatir, Rid. Dan kamu juga tenang saja, aku tidak akan mbiarkan Charles dan Chloe ngalami hal yang tidak diinginkan," ucap nona Karina.

"Jika nona Karina juga ikut denganku, seharusnya kamu tidak perlu khawatir, Rid. Kita berdua sudah lebih dari cukup untuk bisa lindungi pangeran Charles dan putri Chloe apabila terjadi sesuatu kepada reka," ucap nona Violetta.

"Ya, anda benar, nona. Kalau begitu, aku serahkan kepada kalian berdua untuk segera nyusul Charles dan Chloe. Sedangkan, aku dan Irene akan pergi untuk nyembuhkan teman-temanku," ucapku.

"Iya, serahkan saja kepada kami," ucap nona Karina.

Setelah itu, kami bersiap untuk pergi ke tempat tujuan kami masing-masing. Namun sebelum kami pergi, aku nyampaikan sesuatu terlebih dahulu kepada nona Karina dan nona Violetta.

"Nona Violetta, nona Karina, jika di tempat Charles dan Chloe berada saat ini ada tuan Duke Remy dan ternyata mang beliau lah dalang dari semua ini, apa yang kalian berdua lakukan ? Apa kalian akan langsung mbunuhnya ?," tanyaku.

Pertanyaanku itu langsung dijawab oleh nona Karina dan nona Violetta.

"Tentu saja aku akan mbunuhnya. Sebagai kepala akademi ini, apa yang sudah beliau perbuat sudah tidak bisa lagi dimaafkan," ucap nona Karina.

"Aku juga akan mbunuhnya, sesuai dengan apa yang aku katakan sebelumnya, Rid," ucap nona Violetta.

"Begitu ya, jadi kalian berdua ingin mbunuh tuan Duke Remy apabila mang beliau lah dalang dari semua ini. Tetapi skipun kalian bilang kalau kalian ingin mbunuh tuan Duke Remy, namun nyatanya nanti kalian tidak bisa mbunuhnya, apa yang akan kalian lakukan ? Mungkin saja tuan Duke Remy saat ini sudah berubah njadi iblis yang sangat kuat yang mbuatnya sulit dikalahkan. Jika beliau bisa rubah orang lain njadi iblis, beliau pastinya juga bisa rubah dirinya sendiri njadi iblis," ucapku.

Nona Karina dan nona Violetta pun terdiam setelah ndengar perkataanku. reka berdua terdiam cukup lama. Aku yang lihat reka masih terdiam pun mutuskan untuk berbicara.

"Nona Violetta, nona Karina, jika kalian berdua tidak bisa mbunuh tuan Duke Remy skipun kalian sudah ncoba berbagai teknik, sihir dan cara apapun, aku minta tolong kepada kalian berdua untuk terus nahannya. Setelah aku nyembuhkan teman-temanku, aku akan segera pergi nyusul kalian. Jika kalian berdua tidak mampu untuk mbunuh tuan Duke Remy, maka aku yang akan mbunuhnya. Lagipula aku miliki sebuah janji yang harus aku tepati," ucapku

-

Sentara itu, di tempat Elaina berada.

Di tempat Elaina berada saat ini rupakan tempat berkumpulnya para murid, prajurit, staf akademi dan lainnya. Beberapa dari reka yang terluka sedang beristirahat di tempat itu. Terlihat ada Noa, Kotaro, Julie dan Lillian yang sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan tubuh yang dipenuhi oleh luka. Di dekat reka, ada Leandra dan Lily yang sedang berjaga. Leandra dan Lily terlihat juga ngalami luka pada beberapa bagian tubuh reka. Di tempat itu juga ada Duchess Arlet yang sedang terbaring tidak sadarkan diri dengan dikelilingi beberapa prajurit yang sedang berjaga.

Beberapa orang yang terbaring dan terluka itu sedang dijaga oleh orang-orang yang belum terluka atau oleh orang-orang yang masih miliki sedikit luka. Alasan kenapa orang-orang itu sedang njaga orang-orang yang terluka itu karena saat ini tempat itu sedang diserang oleh banyak iblis dalam jumlah banyak. Sebagian dari reka yang belum terluka sedang njaga orang-orang yang terluka, sebagian lainnya langsung berhadapan dengan para iblis yang nyerang tempat itu. Di antara orang-orang yang berhadapan dengan para iblis itu, ada Elaina dan juga Duke Louis. reka berdua terlihat sudah miliki cukup banyak luka di tubuh reka. Namun, luka pada tubuh Duke Louis terlihat lebih parah daripada luka pada tubuh Elaina. Itu karena luka yang sebelumnya diterima oleh Duke Louis saat lawan Duke Remy belum sepenuhnya pulih. Luka itu kini telah terbuka kembali.

"Tuan Duke, lebih baik anda istirahat saja, biar saya saja yang lawan reka," ucap Elaina yang khawatir saat lihat kondisi Duke Louis.

"Tidak perlu, aku masih sanggup untuk bertarung. Aku juga harus njagamu yang rupakan putri dari tuan Oliver. Sebelumnya aku telah diselamatkan oleh ayahmu, jadi kini saatku untuk mbalas budi dengan njaga dan mbantumu," ucap Duke Louis.

"Baiklah jika anda bersikeras, tuan Duke. Kalau begitu apakah anda bisa bertahan sampai senior Rid dan senior Irene datang ke tempat ini ?," tanya Elaina.

"Tentu saja, aku akan terus bertahan," ucap Duke Louis.

"Baiklah. Jika kita bisa bertahan sampai reka berdua tiba, situasi di tempat ini akan berbalik mihak kita," ucap Elaina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 382 : Aqua Judgement on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.