Di tempat Irene, Duke Louis dan Duchess Arlet berada.
Beberapa orang yang ada di tempat itu terlihat sudah tumbang tak sadarkan diri karena terkena efek dari tekanan aura yang tiba-tiba muncul. Sentara itu beberapa orang yang masih bertahan terlihat masih terus gangi leher reka. Ada juga dari reka yang terus narik dan nghembuskan nafas reka dengan cepat. reka lakukan itu agar reka dapat bernafas dengan baik. Alasannya karena tekanan aura yang tiba-tiba muncul itu, mbuat reka semua kesulitan untuk bernafas. Sentara itu, Irene, Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat juga sedang gangi leher reka masing-masing.
"Tidak salah lagi, tekanan ini.....tekanan ini berasal dari Rid," ucap Irene.
Setelah Irene ngatakan itu, Irene tiba-tiba langsung berlari pergi ninggalkan tempat dia berada saat ini. Namun baru beberapa langkah dia berlari, Duke Louis tiba-tiba gang tangannya untuk nghentikannya.
"Kamu mau kemana, Irene ?," tanya Duke Louis.
"Aku mau nghentikan tekanan aura ini, ayahanda. Aku tahu tekanan aura ini berasal dari mana. Tekanan aura ini berasal dari Rid karena tekanan aura ini mirip dengan tekanan aura yang dia keluarkan saat di desa Aston," ucap Irene.
Duke Louis terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Irene.
"Tekanan aura yang kuat ini berasal dari Rid ?!," ucap Duke Louis yang terkejut.
"Iya, ayahanda. Jadi tolong lepaskan aku, aku harus segera nghampiri Rid dan mbuatnya nghentikan tekanan aura ini karena Rid ngeluarkan tekanan aura ini tanpa dia sadari. Jika aku tidak nghentikan tekanan aura ini, orang-orang yang ada di akademi ini akan terus terkena efek dari tekanan aura itu sehingga reka akan kesulitan bernafas sampai akhirnya tidak sadarkan diri," ucap Irene.
Duke Louis terdiam setelah ndengar perkataan Irene. ski begitu, Duke Louis masih gang tangan Irene agar Irene tidak pergi.
"Tolong lepaskan aku, ayahanda," ucap Irene.
Setelah terdiam sesaat, Duke Louis pun mulai berbicara kembali.
"Maaf, Irene, aku tidak akan lepaskanmu dan mbiarkanmu pergi untuk nghampiri Rid," ucap Duke Louis.
"Kenapa, ayahanda ? Jika aku tidak nghampiri Rid dan mbuatnya nghentikan tekanan aura ini, tekanan aura ini akan terus berefek kepada semua orang di akademi ini, termasuk kita berdua, ayahanda," ucap Irene.
"Aku tahu itu, tetapi aku tetap tidak akan mbiarkanmu pergi. Sebelumnya aku sudah bilang kalau tempat yang akan didatangi Rid adalah tempat yang berbahaya, karena di tempat itu ada tuan Remy yang sebelumnya telah ngalahkan aku dan ibundamu. Maka dari itu, aku larangmu untuk pergi ke tempat yang didatangi Rid. Rid sendiri juga larangmu untuk pergi bersamanya. mang tujuan kamu nghampiri Rid adalah untuk nghentikannya agar tidak ngeluarkan tekanan aura yang kuat ini, tetapi apabila saat kamu nghampiri Rid, Rid sudah berada di tempat yang sama dengan tuan Remy, itu akan berbahaya untukmu, Irene. Aku tidak bisa mbiarkanmu untuk pergi ke tempat tuan Remy, apapun alasanmu itu," ucap Duke Louis.
"Tapi ayahanda-," ucap Irene.
Tetapi sebelum Irene nyelesaikan perkataannya, Duke Louis langsung motong perkataan Irene.
"Tidak ada tapi-tapi, Irene. Pokoknya kamu tidak boleh pergi ke tempat yang didatangi Rid. Aku larangmu untuk pergi ke tempat itu, Rid pun juga larang,"
"Pokoknya kamu tenang saja, aku yakin Rid nanti bisa nghentikan tekanan aura yang dia keluarkan tanpa sadar ini dengan sendirinya. Untuk sekarang, kita hanya harus bertahan dari tekanan aura ini sampai tekanan aura ini berhenti dengan sendirinya," ucap Duke Louis.
Irene hanya terdiam setelah ndengar perkataan Duke Louis.
-
Kembali ke lantai 1 gedung tengah.
Duke Remy dan nona Karina terlihat masih ngobrol seperti sebelumnya.
"Apa yang baru saja anda katakan ? Orang yang ngeluarkan tekanan aura sekuat ini akan dapat ngalahkan dan mbunuhku ?! Ahahaha jangan bercanda. Aku mang ngakui kalau orang ini miliki tekanan aura yang kuat, bahkan lebihi tekanan aura milik Yang Mulia Ratu. Tetapi skipun orang itu miliki tekanan aura sekuat ini, dia tetap tidak akan bisa untuk ngalahkanku ataupun mbunuhku,"
"Kelihatannya anda sedang nunggu kedatangan orang itu ke tempat ini, tetapi sebelum orang itu datang, aku akan mbunuh kalian semua terlebih dahulu. Dimulai dari anda, kepala akademi," ucap Duke Remy.
Duke Remy kemudian manjangkan tangan kanannya ke arah nona Karina. Tangan kanan Duke Remy manjang dan lesat dengan cepat ke arah nona Karina. lihat tangan kanan Duke Remy sedang lesat ke arahnya, nona Karina bereaksi dengan cepat dan langsung nebas tangan kanan Duke Remy dengan nggunakan pedang miliknya. Nona Karina nebas dan nghempaskan tangan kanan Duke Remy agar berbelok arah dan tidak ngenainya. Setelah nghempaskan tangan kanan Duke Remy, nona Karina lalu lihat dan mperhatikan pedang miliknya.
"Sama seperti sebelumnya, tangan kanannya tidak bisa ditebas setelah tuan Remy mulihkan dan mperkuat armor yang dikenakannya. Ini benar-benar sulit," pikir nona Karina.
Saat nona Karina sedang mikirkan itu, nona Violetta tiba-tiba datang nghampiri nona Karina.
"Kamu tidak apa-apa, nona ?," tanya nona Violetta.
"Aku tidak apa-apa, aku tidak terkena serangannya sama sekali karena aku berhasil nghalaunya," ucap nona Karina.
"Bagaimana pergerakanmu saat kamu nghalau serangan itu, nona ? Apa terasa berat atau tidak nyaman ?," tanya nona Violetta.
"Iya, rasanya tidak nyaman akibat tekanan aura ini, ski begitu aku masih bisa bergerak dengan leluasa, setidaknya untuk saat ini," ucap nona Karina.
"Aku juga masih bisa bergerak dengan leluasa, nona. Kalau begitu, bagaimana jika kita berdua nyerang orang itu dengan teknik yang sama yang sebelumnya kita pakai ?," tanya nona Violetta.
"Serangan itu ya, serangan itu mang berpengaruh kepada tubuh dan armor tuan Duke Remy sebelumnya. Serangan itu mbuat armornya rusak parah yang mbuat beliau langsung mulihkan armor miliknya sekaligus mperkuatnya. Jika kita nyerang armor itu dengan serangan yang sebelumnya dan berhasil rusaknya, tuan Duke Remy pasti akan mulihkan armor itu lagi sekaligus mperkuatnya kembali lebihi armor yang beliau kenakan saat ini," ucap nona Karina.
"Bukankah itu mang tujuan kita ? Tujuan kita adalah terus nghancurkan armor miliknya dan lukai tubuhnya agar dia terus nggunakan suntikan yang berisi cairan iblis miliknya untuk mulihkan armor dan tubuhnya. Serangan biasa yang kita lancarkan tidak berpengaruh terhadap armor miliknya itu. Jangankan armor miliknya, serangan yang kita lancarkan juga tidak berpengaruh terhadap batang-batang pohon yang berasal dari sihir miliknya. Batang-batang pohon yang berasal dari sihir miliknya tiba-tiba berubah njadi lebih keras dan lebih tebal daripada sebelumnya setelah dia nyuntikkan 2 buah suntikan yang berisi cairan iblis yang berasal dari tubuhnya. Karena itu, kita tidak bisa nebas dan motong batang-batang pohon itu dengan serangan biasa, sama halnya dengan armor yang dia kenakan. Oleh karena itu kita harus nggunakan serangan yang kita gunakan sebelumnya karena serangan itu sudah terbukti dapat berpengaruh pada armor miliknya," ucap nona Violetta.
"Ah benar juga, aku lupa kalau tujuan kita adalah lakukan itu. Baiklah, Violetta, ayo kita gunakan serangan itu lagi," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucap nona Violetta.
"Tetapi untuk nyerang tuan Duke Remy dengan nggunakan serangan itu sepertinya akan cukup sulit kali ini. Tuan Duke Remy sepertinya akan sangat waspada dan tidak akan mbiarkan kita berdua untuk ndekatinya dan nyerangnya," ucap nona Karina.
"Untuk masalah itu, kamu bisa serahkan kepadaku, Karina," ucap Ratu Kayana yang tiba-tiba nghampiri nona Karina dan nona Violetta.
Nona Karina dan nona Violetta terlihat sedikit terkejut dengan Ratu Kayana yang tiba-tiba nghampiri reka.
"Ka- Yang Mulia Ratu ?!," ucap Ratu Kayana.
"Kalian berdua ingin nyerang tuan Remy dengan serangan yang sebelumnya tetapi kalian khawatir kalau tuan Remy akan waspada dan tidak akan mbiarkan kalian ndekatinya kan ? Aku akan mbantu kalian agar kalian dapat ndekati tuan Remy. Aku akan nyerang batang-batang pohon yang kemungkinan muncul di sekitar kalian saat kalian mau ndekati tuan Remy. Charles dan Chloe juga akan mbantuku," ucap Ratu Kayana.
Charles dan Chloe pun ngangguk setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.
"Apa anda yakin untuk mbantu saya, Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Karina.
"Iya, karena hanya ini satu-satunya yang bisa kulakukan. Sebelumnya aku sudah bertarung dengan tuan Remy, tetapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa lukainya sama sekali karena armor yang dia kenakan itu sangat keras. Tetapi, serangan yang kalian berdua lancarkan dapat rusak armor yang keras itu. Karena itu, aku mutuskan untuk mbantu kalian agar bisa rusak armor yang dikenakan tuan Remy. Akan lebih baik lagi jika kalian dapat segera ngalahkan tuan Remy setelah armor yang dikenakannya saat ini berhasil kalian rusaki. Jika kalian berdua dapat ngalahkan tuan Remy saat ini, kita tidak harus bergantung pada Rid agar bisa ngalahkan tuan Remy,"
"Jujur saja, aku rasa tidak enak jika harus bergantung pada Rid agar bisa ngalahkan tuan Remy. Kesannya kita semua sangatlah lemah sampai harus bergantung pada seorang murid akademi. Oleh karena itu, aku berharap kalian berdua dapat segera ngalahkan Duke Remy setelah kalian berhasil rusak armor yang dikenakannya," ucap Ratu Kayana.
"Apa yang dikatakan oleh Yang Mulia Ratu ada benarnya. Rid itu manglah kuat, tetapi bukannya terlalu berlebihan bagi kita untuk bergantung pada Rid agar dapat ngalahkan orang itu. Selain itu, belum pasti Rid dapat ngalahkan orang itu apabila kita bergantung kepadanyanya," ucap nona Violetta.
"Iya, kamu ada benarnya. Aku rasa malu setelah ngatakan kepada tuan Duke Remy kalau aku sedang nunggu bantuan dari Rid. Apalagi aku juga bilang kepada beliau kalau Rid mungkin akan dapat ngalahkannya. Sebagai kepala akademi, aku rasa malu telah bergantung kepada muridku sendiri. Seharusnya aku lah yang lindungi murid-muridku, bukan malah bergantung kepada muridku karena itu rupakan tugasku sebagai kepala akademi,"
"Rid itu mang kuat, aku ngakui itu, tetapi Rid belum pasti dapat ngalahkan tuan Remy yang kita saja sulit untuk ngalahkannya. Saat ini, Rid sedang dalam perjalanan nuju kesini. Tekanan aura yang aku rasakan pun secara perlahan semakin bertambah kuat yang nandakan Rid sudah berada cukup dekat dengan tempat ini. Sebelum Rid sampai ke tempat ini, kita harus segera ngalahkan tuan Remy. Kita tidak boleh terlalu bergantung padanya," ucap nona Karina.
"Iya. Rid mang sebelumnya bilang kalau dia akan mbunuh orang itu dengan tangannya sendiri, tetapi itu kalau kita tidak mampu untuk mbunuhnya lebih dulu sebelum dia sampai ke tempat ini. Jika kita berhasil mbunuh orang itu sebelum Rid sampai ke tempat ini, Rid pastinya tidak akan mpermasalahkannya," ucap nona Violetta.
"Iya. Kalau begitu, ayo kita berusaha untuk ngalahkan tuan Remy sebelum Rid sampai ke tempat ini. Saat ini kita mang sedang terkena efek dari tekanan aura yang sepertinya dikeluarkan oleh Rid, ski dengan efek tekanan aura ini, kalian masih bisa bergerak dengan leluasa kan ?," tanya nona Karina.
"Cukup sulit untuk bergerak dengan leluasa saat terkena tekanan aura ini. ski begitu, aku akan maksakan diri, nona," ucap nona Violetta.
"Aku juga," ucap Ratu Kayana.
"Kalau begitu aku pun juga akan maksakan diri. ski terkena efek tekanan aura ini, bukan berarti kita hanya harus diam saja,"
"Ayo, Violetta, kita serang tuan Remy dengan nggunakan serangan yang kita gunakan sebelumnya," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucap nona Violetta.
"Kalau begitu, mohon bantuannya agar kami bisa ndekati tuan Duke Remy dan nyerangnya, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.
"Iya. Aku akan mbantu kalian, jadi cepatlah pergi ndekati tuan Remy dan kalahkan dia dengan serangan gabungan kalian," ucap Yang Mulia Ratu.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina dan nona Violetta.
Setelah itu, nona Karina dan nona Violetta pun langsung lesat untuk nghampiri Duke Remy.
-
Sentara itu di tempat Rid berada.
Aku terus nyusuri jalan yang kulalui saat ini untuk segera sampai ke tempat Duke Remy di gedung tengah. Tetapi perjalananku nuju gedung tengah sedikit terhambat karena ada beberapa iblis yang muncul di jalan yang ku lalui. Para iblis itu awalnya hanya diam saja, tetapi reka tiba-tiba langsung nyerangku ketika aku sudah berada dekat dengan reka. lihat reka yang tiba-tiba nyerangku, aku pun langsung nyerang reka hingga reka tumbang.
skipun aku dapat ngalahkan beberapa iblis itu dengan mudah, tetapi kemunculan reka tetap saja sedikit nghambatku. Entah sudah berapa kali aku ngalahkan para iblis yang muncul di jalan yang aku lalui. Setelah ngalahkan para iblis yang muncul di jalan yang aku lalui itu, aku kembali bergerak dan nyusuri jalan yang ku lalui untuk nuju gedung tengah.
"Aku harus segera sampai ke gedung tengah," pikirku.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)