Font Size
15px

"Lalu untuk anggota yang akan nemani Rid pergi ke kediaman Duke San Angela, aku akan nunjuk Enzo untuk pergi nemani Rid. Alasanku milih Enzo untuk nemani Rid adalah karena Enzo rupakan anggota dari keluarga Duke San Angela. Dengan adanya Enzo yang nemani Rid, aku harap pengajuan proposal ke keluarga Duke San Angela berjalan dengan lancar. Kamu bersedia kan, Enzo ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia, ketua," ucap Enzo.

"Bagus. Lalu untuk anggota yang akan pergi ke kediaman Duke San Minerva, aku akan nunjuk Klara untuk pergi kesana. Seharusnya aku yang pergi ke kediaman Duke San Minerva karena aku rupakan putra beliau. Tetapi saat ini aku rupakan ketua Elevrad, jadi aku yang harus pergi ke istana untuk mberikan proposal langsung kepada Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Raja, maka dari itu aku nunjuk Klara untuk pergi kediaman Duke San Minerva. Kamu bersedia kan, Klara ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia, ketua," ucap senior Klara.

"Bagus. Lalu untuk anggota yang akan nemani Klara, aku akan nunjuk Chloe untuk pergi nemaninya. Alasannya karena Chloe rupakan anggota keluarga kerajaan. Reputasi dan popuralitas Chloe pasti akan mbuat pengajuan proposal ke keluarga Duke San Minerva berjalan dengan lancar. Kamu bersedia kan, Chloe ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia," ucap Chloe.

"Bagus. Lalu untuk anggota yang akan pergi ke kediaman Duke San Quentine, aku akan nunjuk Alia untuk pergi kesana. Alasannya karena Alia rupakan putri dari Duke San Quentine. Dengan begitu aku harap pengajuan proposal ke Duke San Quentine dapat berjalan lancar. Kamu bersedia kan, Alia ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia, ketua," ucap putri Alia.

"Bagus. Lalu untuk anggota yang akan nemani Alia, aku akan nunjuk Vanina untuk pergi nemaninya," ucap senior Florian.

"Hah, aku ?," tanya senior Vanina yang terkejut.

"Iya benar. Aku nunjukmu untuk nemani Alia pergi ke kediaman Duke San Quentine. Alasannya karena kamu terlihat dekat dengan Alia," ucap senior Florian.

"Alasan macam apa itu ?," tanya senior Vanina.

"Soalnya aku selalu lihat kamu sering ngobrol dengan Alia, jadi aku anggap kalau kalian dekat. Kamu bersedia kan, Vanina ?," tanya senior Florian.

"Yah jika ketua yang nyuruhku seperti itu maka apa boleh buat, aku bersedia. Apalagi jika aku bersedia untuk nemani Alia, aku juga bisa pergi jalan-jalan ke wilayah San Quentine dan ngunjungi kota serta pelabuhannya," ucap senior Vanina.

Sepertinya senior Vanina mpunyai motif lain yang mbuatnya bersedia untuk nemani putri Alia.

"Baguslah kalau kamu bersedia. Lalu untuk anggota yang akan pergi ke kediaman Duke San Lucia, aku akan nunjuk Nadine untuk pergi ke sana. Alasannya karena Nadine rupakan keponakan dari Duke San Lucia. Selain itu, kontribusi Nadine di Elevrad ini sangat bagus apalagi sebelumnya dia rupakan anggota yang dipercaya oleh senior Gretta untuk ngerjakan beberapa tugas penting. Jika Elevrad ini mpunyai jabatan lainnya, maka Nadine pantas untuk ngisi jabatan itu tetapi sayangnya jabatan di Elevrad saat ini hanya empat. Oleh karena itu, aku nunjuk dia untuk pergi ke kediaman Duke San Lucia. Kamu bersedia kan, Nadine ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia, ketua," ucap senior Nadine.

"Bagus. Lalu untuk anggota yang akan pergi nemani Nadine, aku akan nunjuk Irene untuk pergi nemani Nadine. Alasannya karena Irene rupakan putri dari Duke San Lucia. Dengan begitu, aku harap pengajuan proposalnya ke Duke San Lucia dapat berjalan lancar dengan ikutnya Irene nemani Nadine. Kamu bersedia kan, Irene ?," tanya senior Florian.

"Aku bersedia," ucap Irene.

"Bagus. Dengan ini, penunjukan anggota untuk ngantarkan proposal ke keluarga kerajaan dan keluarga para Duke sudah selesai. Apa kalian ada pertanyaan ?," tanya senior Florian.

Lalu senior Darryl pun ngangkat tangannya pertanda kalau dia ingin nanyakan sesuatu.

"Ada apa, Darryl ?," tanya senior Florian.

"Aku ingin bertanya, ketua. Kenapa aku tidak ditunjuk sebagai anggota yang pergi ngantarkan proposal itu ? Padahal aku sesekali ingin pergi ke luar juga," ucap senior Darryl.

"Maaf kalau kamu tidak aku tunjuk sebagai anggota yang akan ngantarkan proposal itu karena anggota yang aku tunjuk dan keluarga bangsawan yang akan nerima proposal itu terbatas. Mungkin jika di kerajaan ini ada 5 Duke, kamu akan aku tunjuk untuk ngantarkan proposal ini ke Duke yang satu lagi. Tapi sayangnya Duke di kerajaan ini hanya ada 4 jadi kamu tidak aku tunjuk. Lagipula jika kamu ingin pergi ke luar, kamu bisa nantikan ujian keempat nanti. Kamu bisa bersenang-senang setelah ujian keempat selesai," ucap senior Florian.

"Yah, baiklah," ucap senior Darryl.

"Sebagai anggota paling senior di Elevrad, kamu harus tetap berada di akademi bersama dengan Nichelle, Darryl," ucap senior Florian.

Nichelle yang dimaksud senior Florian adalah Nichelle Scott. Dia rupakan anggota Elevrad tahun keempat saat ini. Anggota Elevrad dari tahun keempat saat ini hanya berjumlah 4 orang. 2 anggota laki-laki yaitu senior Florian dan senior Darryl dan 2 anggota perempuan yaitu senior Klara dan senior Nichelle.

"Haaaaahhh, baiklah, ketua," ucap senior Darryl.

"Lalu untuk anggota yang lainnya, kalian juga tetap berada di akademi ini sentara beberapa dari kami akan pergi. Aku minta maaf jika ada beberapa dari kalian yang tidak aku tunjuk untuk ngantarkan proposal ini. Mungkin kesempatan kalian untuk bisa ngantarkan proposal dan bertemu dengan pada bangsawan tinggi ini ada di tahun selanjutnya," ucap senior Florian.

"Baik, ketua," ucap anggota yang lainnya.

"Kecuali untukku dan Nichelle. Karena kami berdua adalah murid tahun keempat, tidak ada lagi tahun selanjutnya karena di tahun selanjutnya kami berdua sudah lulus," ucap senior Darryl.

"Aku tidak masalah jika aku tidak tidak pernah ikut ngantarkan proposal itu satu kalipun. Sepertinya hanya kamu saja yang mpermasalahkan ini, Darryl," ucap senior Nichelle.

"Habisnya aku juga ingin bertemu langsung dengan para bangsawan tinggi itu. Siapa tau kan aku bisa mbangun relasi yang bagus dengan reka," ucap senior Darryl.

"Ternyata kamu punya motif lain," ucap senior Nichelle.

"Sudah, sudah, cukup bicaranya karena masih ada yang harus aku bicarakan," ucap senior Florian.

Senior Darryl dan senior Nichelle pun langsung diam.

"Untuk anggota yang aku tunjuk tadi, kita akan berangkat besok pagi sekitar pukul 8 pagi. 5 kereta kuda sudah dipesan dan akan ngantar kita pergi nuju tujuan kita masing-masing. Perlu diketahui kalau kita tidak akan nginap di kediaman yang njadi tujuan kita. Setelah selesai ngantar proposal ini, kita akan langsung pulang kembali ke akademi saat sore atau malam harinya. Kalian boleh pergi berjalan-jalan terlebih dahulu di sekitar kota yang njadi tujuan kalian tetapi pastikan kalian untuk pulang saat sore atau malam harinya. Apa kalian ngerti ?," tanya senior Florian.

"Kami ngerti," ucap kami yang ditunjuk untuk ngantar proposal itu.

"Apa ada pertanyaan lagi ?," tanya senior Florian.

Anggota yang lain pun terdiam yang berarti tidak ada pertanyaan lagi.

"Jika tidak ada ada pertanyaan lagi, maka aku akan langsung ngakhiri pertemuan ini," ucap senior Florian.

Lalu pertemuan Elevrad pun telah berakhir. Setelah pertemuan berakhir, anggota yang lainnya pun saling ngobrol mbahas tentang pengantaran proposal. Aku pun juga ikut mbahas tentang itu dan saat ini aku sedang ngobrol dengan Enzo.

"Jadi kamu yang akan nemaniku ya, Enzo. Aku sebelumnya belum pernah pergi ke wilayah San Angela jadi tidak tahu wilayah San Angela akan seperti apa. Dengan adanya dirimu yang rupakan putra Duke San Angela, kamu pasti tahu tentang wilayah-wilayah disana dan kamu juga pasti tahu jalan untuk nuju kediaman tuan Duke. Kalau begitu, mohon bantuannya ya, Enzo," ucapku.

"Aku mohon bantuannya juga, Rid. Tapi kalaupun tidak ada aku, aku yakin sopir kereta kuda yang akan ngantarmu juga tahu jalan untuk nuju kediaman Duke," ucap Enzo.

Sentara itu, senior Vanina terlihat sedang berbicara dengan putri Alia.

"Aku nantikan jalan-jalan di kota San Quentine, Alia," ucap senior Vanina.

"Kita pergi ke sana bukan untuk jalan-jalan, Vanina," ucap putri Alia.

Lalu ada juga Irene yang sedang berbicara dengan senior Nadine.

"Setelah sekian lama, akhirnya kamu punya kesempatan untuk ngunjungi rumahmu lagi. Bagaimana perasaanmu, Irene ?," tanya senior Nadine.

"Biasa saja. Tapi, aku mang sedikit kangen dengan suasana rumah. Terlebih, aku kangen untuk bertemu dengan Ibunda," ucap Irene.

"Kangen dengan nona Arlet ya," ucap senior Nadine.

-

Beberapa nit kemudian, obrolan yang dilakukan oleh anggota Elevrad lainnya pun telah berakhir. Semua anggota Elevrad pun pergi ninggalkan ruangan itu, kecuali Enzo dan senior Florian. Terlihat Enzo dan senior Florian masih berada di ruangan itu dan reka berdua sedang mbicarakan sesuatu.

"Jadi bagaimana dengan rencana besok ?," tanya Enzo.

"Apa kamu tidak diberitahu oleh ayahmu ?," tanya senior Florian.

"Tidak, ayahandaku bilang kalau tanya saja lebih rinciannya kepada kamu, senior," ucap Enzo.

"Padahal kamu adalah putra dari tuan Duke San Angela tetapi beliau malah tidak mberitahumu. Ya sudah, aku akan mberitahumu tentang rencananya,"

"Sopir kereta kuda yang akan mbawa kalian besok adalah salah satu dari prajurit Duke San Angela yang nyamar. Umumnya, jika ingin pergi ke kota San Angela, kita akan pergi lewati hutan Hevea. skipun hutan itu tidak sebesar dan seluas hutan Mistskog, tapi hutan itu masih cukup luas. Sopir itu akan mbawa kalian ke suatu tempat yang berada di dalam hutan itu. Lalu di tempat itulah, kamu akan mbunuh Rid," ucap senior Florian.

"Hanya berbicara seperti itu sih mudah, tapi kenyataannya Rid itu susah untuk dihadapi apalagi dibunuh. Aku tidak tahu kalau kamu sudah tahu tentang ini atau belum, tetapi di ujian keempat sebelumnya saat kami lakukan ujian di wilayah San Minerva. Duke San Minerva pernah rintahkan 22 prajuritnya untuk mbunuh Rid, tapi 22 prajurit itu berakhir tewas secara ngenaskan. Aku tidak tahu apakah Rid yang mbunuh reka secara langsung atau tidak, tapi dengan itu sudah mbuktikan kalau mbunuhnya sangatlah sulit," ucap senior Florian.

"Aku sudah tahu tentang itu, maka dari itu kamulah yang ditunjuk untuk njadi eksekutor dalam pembunuhan Rid, itu karena kamu adalah seorang ’subjek’. Selama di akademi ini, kamu tidak bisa ngeluarkan seluruh kemampuanmu karena takut ketahuan kalau kamu rupakan ’subjek’ kan ? Maka, jika di luar akademi, kamu pasti bisa ngeluarkan seluruh kemampuanmu tanpa ketahuan. Tuan Duke San Quentine bilang kalau seorang ’subjek’ bisa nghancurkan sebuah kota apabila dia nggunakan seluruh kemampuannya, maka dari itu aku yakin kalau dengan seluruh kemampuanmu, kamu pasti bisa mbunuh Rid," ucap senior Florian.

"ski begitu, aku tidak yakin kalau aku seorang sudah cukup untuk mbunuh Rid," ucap Enzo.

"Aku sudah nduga kalau kamu akan berkata begini. Yah aku sendiri juga tidak yakin kalau kamu bisa mbunuh Rid sendirian skipun aku baru saja bilang kalau kamu pasti bisa mbunuh Rid. Maka dari itu, ketiga Duke mutuskan untuk ngirim masing-masing 10 prajurit terbaik milik reka yang berarti ada total 30 prajurit yang akan mbantu. 30 prajurit itu akan nyamar sebagai bandit agar identitasnya tidak diketahui. Selain itu, tuan Duke San Quentine juga akan ngirim beberapa ’subjek’ untuk mbantu dan juga beliau berkata kalau ada ’subjek tes baru’ yang berbeda dengan kita yang akan diuji coba dalam rencana pembunuhan Rid. reka semua akan bersiap untuk nunggu Rid di tempat itu," ucap Enzo.

"Sampai harus ngerahkan banyak tenaga dan kekuatan hanya untuk mbunuh 1 orang. Apakah ini tidak terlalu berlebihan ?," tanya Enzo.

"Itu karena ketiga Duke sudah sangat waspadai kekuatan Rid. Sebelumnya dia berhasil ncegah para penyerang yang nyerang akademi untuk mbunuh Charles, Chloe dan putri Caroline, lalu sebelumnya dia juga berhasil ngalahkan senior Vyn di final turnan akademi dan sebelumnya lagi, dia berhasil terhindar dari upaya pembunuhan yang dilakukan prajurit Duke San Minerva. Dengan kejadian-kejadian ini, ketiga Duke nyadari kalau Rid itu adalah sebuah ancaman besar dalam rencana reka. Untuk musnahkan ancaman besar ini, tentu saja rlukan tenaga dan kekuatan yang besar juga. Oleh karena itu, kekuatan yang dikerahkan ini tidaklah berlebihan," ucap senior Florian.

"Kamu ada benarnya, senior. Baiklah, aku akan ngikuti rencana ini. Aku juga sedikit kesal dengan Rid karena dia selalu bisa ngalahkanku, padahal aku tidak pernah serius dalam bertarung lawannya. Sepertinya besok saatnya aku bertarung serius lawannya untuk pertama dan terakhir kalinya. Karena besok rupakan hari terakhir baginya untuk bisa hidup di dunia ini. Tetapi jika aku berhasil mbunuh Rid, bukankah itu akan mbuatku ditahan oleh kerajaan karena telah lakukan pembunuhan ?," ucap Enzo.

"Kamu tidak perlu khawatir soal itu. skipun kamulah yang akan mbunuh Rid, kamu tidak akan ditahan. Karena saat lusa, surat kabar yang beredar bukanlah tentang kamu yang mbunuh Rid. lainkan tentang Rid yang terbunuh oleh sekelompok bandit yang nyerang kereta kuda kalian. Aku tidak sabar untuk lihat surat kabar itu," ucap senior Florian.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 244 : Pengantaran Proposal on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.