Font Size
15px

Saat kembali di ruangannya, Randika dan timnya kembali ngerjakan ramuan X. skipun pengobatan yang diberikan kakeknya itu mampu mbuatnya ngontrol dengan sempurna kekuatan misteriusnya itu, itu masih mbutuhkan waktu 3 tahun. Jadi tanpa ramuan X Randika masih belum bisa bernapas lega.

Jika situasi di mana dia makai tenaga dalamnya hingga batasnya seperti lawan Bulan Kegelapan sebelumnya, bisa-bisa kesadarannya diambil alih oleh kekuatan misterius itu dan dia akan mati.

skipun tim yang dibentuknya ini diambil dari para ahli parfum, pembuatan ramuan X tidak serumit itu. Dengan bantuan rekrutan baru yang ngerti farmasi, perkembangan ramuan X berjalan lancar. Tetapi kenapa dirinya masih gagal terus mbuatnya?

Di mananya yang salah?

Randika nggaruk-garuk kepalanya, seharusnya prosedur yang dia lakukan sama persis. Kenapa dia masih tidak bisa ramunya?

Viona yang lihat Randika sedang kesusahan itu njadi sedih di hatinya. skipun dia tidak tahu fungsi dari obat yang reka buat ini, dia tahu bahwa obat ini adalah sesuatu yang berharga bagi Randika.

Viona lalu mberikannya handuk hangat, Randika yang lihat kebaikan Viona ini tersenyum kembali. "Terima kasih Viona."

"Karena kau sedang buntu, jangan terlalu keras mikirkannya sekarang." Viona lalu tersenyum. "Pergilah keluar dan hirup udara segar. Biasanya itu mbantuku."

Randika ngangguk, lalu dia berteriak kepada para bawahannya. "Kalian semua, istirahatlah 30 nit. Carilah udara segar."

Tanpa nunggu lama, semua orang sudah keluar dari ruangan. Namun, di aula luar benar-benar penuh dengan orang. Ternyata, untuk ndukung perkembangan produk internasional, Inggrid mbeli banyak peralatan baru dan bahan ntah yang banyak.

Ekspansi ini sangat sempurna sebagai kamuflase laboratorium milik Randika jadi dia tidak terlalu khawatir para musuhnya yang ngintai dari balik kegelapan.

Semua orang tampak sibuk khususnya Kelvin. Dengan adanya formula dari Peter, beban pekerjaan Randika njadi berkurang jauh. Jadi ini adalah saat yang tepat baginya ngembangkan ramuan X.

Namun, di saat Kelvin lihat Randika dia langsung nghampirinya. Dia berkata sambil tersenyum. "Pak Randika, tolong coba cium hasil percobaan kami. Ini adalah salah satu parfum yang kami kembangkan dari formula yang diberikan oleh Ibu Inggrid."

Bisa dikatakan juga bahwa tugas Randika sekarang adalah mfinalisasi apakah parfum itu layak atau tidak.

"Wah aku kurang pandai masalah begituan, mungkin kau bisa tanya langsung ke Inggrid?" Randika sedang tidak ingin diganggu.

"Ah Bapak kok rendah gitu, keahlian Anda dalam mbuat parfum sudah legenda jadi saya harap bapak bisa nilai pekerjaan saya." Kata Kelvin sambil tersenyum.

Randika tidak punya pilihan lain. Setelah nciumnya, hidungnya dalam sekejap dipenuhi dengan aroma yang kuat. Namun, aroma kuat itu berubah njadi aroma lati.

"Sedikit terlalu kuat." Randika lalu mberikan sampel itu kepada Viona yang ada di sampingnya. "Vi, bukankah kau bilang kalau kau ngoleksi parfum? Cobalah hirup ini."

Viona ngambilnya dan nghirupnya dengan seksama. Kemudian dia mulai berkontar panjang lebar dan dengan sangat cepat. Randika sampai tidak percaya Vionanya akan njelaskannya seperti kerasukan setan seperti itu. Herannya, sepertinya Kelvin ngerti apa yang dimaksud oleh Viona. Padahal Randika sendiri hanya bisa ndengarnya bergumam dengan cepat.

Setelah selesai njelaskan, Viona kembali njadi semula. Kelvin ngangguk puas. "Timnya bapak ternyata hebat semua ya. Akan kupertimbangkan saran kalian berdua dan mbuat yang baru."

Setelah Kelvin pergi, Viona langsung tersipu malu dan ngatakan. "Maafkan aku, aku kalau sudah berbicara tentang parfum sudah mirip maniak."

"Hahaha kau mang luar biasa Viona!" Randika tertawa keras.

Ketika reka berdua sedang bercanda, terdengar suara teriakan orang-orang di dekat reka. "Ah! Monster!"

Monster?

Randika dan Viona terkejut bersama, mangnya ada monster di dunia nyata?

reka berdua dengan cepat masuk ke dalam ruangan teriakan itu berasal. Banyak orang yang berdiri mbeku, beberapa terkejut, beberapa ketakutan dan semua mata reka tertuju pada sebuah kotak yang setengah terbuka yang ada di tengah ruangan.

Dari dalam kotak itu, muncul sebuah lobak yang bergerak! Dia miliki kaki dan tangan, dan dia sedang berusaha keluar dari kotaknya.

Orang-orang yang lihatnya segera bersembunyi sambil berteriak histeris. reka semua natap lobak itu dengan ngeri.

"Lobak apa itu?"

Pertanyaan semua orang tetaplah sama, kenapa lobak itu bisa bergerak? Ini pasti salah satu fenona supernatural yang sering terjadi.

Randika sendiri juga bingung tetapi, dia rasakan ketertarikan yang kuat dengan lobak itu. Instingnya ngatakan dia akan cocok untuk mperkuat tenaga dalamnya.

Di bawah tatapan mata orang, lobak itu jatuh dari kotak lalu berdiri dengan santai.

Lalu yang paling ngagetkan reka adalah, mata, hidung, mulut dan telinga tiba-tiba muncul begitu saja!

Kemudian, lobak itu seakan-akan sedang regangkan ototnya dengan lakukan gerakan senam.

skipun sekarang dia terlihat seperti boneka, orang-orang jelas lihat bahwa itu adalah sebuah lobak sebelumnya.

Boneka itu lalu lihat sekelilingnya dan tampak malu-malu. Kemudian dia njulurkan tangan kanannya seakan-akan mberi salam kepada para manusia.

Semua orang semakin ketakutan dan berlarian keluar, "Monster!"

Paniknya orang-orang ini mbuat suasana njadi kacau. Beberapa ada yang terdorong hingga terjatuh, beberapa tercakar temannya dll.

"Lucunya!" Viona natap boneka itu dan terpukau olehnya.

Boneka itu kebingungan kenapa manusia-manusia itu pada berlarian dengan cepat. Karena takut terinjak, ia bersembunyi di balik kotaknya lagi dan nanti suasana njadi tenang kembali.

Tiba-tiba, ada seseorang yang hendak nangkap dirinya. Tanpa diduga, boneka ini benar-benar lincah. Ketika orang itu hendak nangkapnya, ia sudah lompat tinggi. Kemudian ia ndarat di kepala orang tersebut.

Boneka itu hanya nggelengkan kepalanya sambil loncat-loncat di atas kepala, nunjukan bahwa manusia itu terlalu lambat.

Ketika ngerti maksud dari boneka itu, Randika heran bahwa boneka itu punya kecerdasan dan kesadaran sendiri.

Ketika dia berusaha nangkapnya lagi, boneka itu sudah lompat ke ja.

"Tangkap benda itu!" Teriak Randika dengan cepat.

Randika harus ndapatkan boneka itu agar bisa ngerti apa sebenarnya yang sedang dihadapinya itu. Dia rasa bahwa pernah lihat boneka itu di suatu tempat.

Randika lalu nghampiri kotak tempat boneka itu berasal dan mbaca isi pamfletnya.

Itu bukan lobak, itu ginseng!

Kotak ini penuh dengan ginseng.

Salah satu bahan yang dibutuhkan perusahaan ini adalah ginseng yang diimpor dari Cina. Yang ngejutkannya adalah salah satu ginseng itu ada yang berumur ribuan tahun!

Ginseng dikenal sebagai tanaman obat yang nyerap esensi bumi dan langit. Apabila ia bertumbuh hingga ratusan tahun, akan muncul kesadaran pada tanaman tersebut. Contohnya adalah boneka yang hendak ditangkapnya tadi, umurnya pasti sudah ribuan tahun!

Alam mang misterius, umat manusia belum bisa cahkan seluruh misteri alam seperti boneka ginseng ini. Boneka ginseng ini saja sudah bagaikan legenda, sangat jarang ndengar cerita keberadaannya. Namun, di cerita tersebut dikatakan bahwa boneka ginseng ini sangat berkhasiat untuk kesehatan pemakainya.

Darah Randika ndidih, dia lalu natap boneka ginseng itu yang masih lompat ke kanan dan ke kiri itu. Tidak salah lagi, boneka itu akan berguna bagi dirinya.

Namun, boneka ginseng itu sangat lincah. Bahkan kepungan 3 orang pun dia lewati dengan mudah!

Saat ini, boneka itu seakan-akan tertawa ketika lihat Randika dan nerjang ke arah 5 orang yang hendak nangkapnya.

Salah satu dari reka nerjang dan berusaha nangkapnya dengan kedua tangannya. Sayangnya boneka itu dengan santai nghindarinya dan lompat-lompat di tangan, lengan, bahu hingga sampai di telinganya. Ia lalu njewer orang itu dengan kuat.

"Ah!" Orang itu langsung kesakitan dan boneka ginsengnya hanya tertawa lihatnya.

Adegan ini mang lucu kalau orang lihatnya, tetapi suasana masih tegang karena monster ini bisa nyakiti reka kalau ia mau.

lihat banyak orang berkumpul di satu tempat, si boneka ginseng dengan cepat lewati celah kaki reka dan bergerak bagai ular.

"Di situ!"

"Kepung dia!"

"Eh tahan arahnya di kanan!"

......

Dalam sekejap 5 orang sudah kehilangan tenaganya, boneka itu benar-benar lincah!

Boneka itu hanya tertawa lihat reka dan lompat-lompat kegirangan di atas ja.

Randika, yang dari tadi ngamati, ngetahui bahwa boneka itu sangat pintar. Dia nggunakan kelincahannya untuk nghindari segala sesuatu dan manfaatkan titik buta untuk mbuat reka saling bertabrakan.

"Sekarang giliranku." Randika mulai unjuk gigi kembali.

Boneka itu noleh dan lihat adanya mangsa baru. Dia hanya tertawa dan segera berlari nuju celah kaki Randika.

Randika nghentakkan kaki kirinya, berusaha nginjaknya hingga gepeng.

Namun, boneka itu dengan cepat nghindar dan nggoyangkan pantatnya ke arah Randika. Randika tidak mpedulikannya dan hendak nyepaknya.

Namun, dalam sekejap boneka itu sudah ada di udara berhasil nghindari sepakan Randika itu.

Kena kau!

Randika nunggu kesempatan ini dan segera nangkapnya di tengah udara. Wajah boneka itu njadi serius, manusia ini ternyata berbeda dengan yang sebelumnya.

Hebatnya, saat kedua tangan Randika hendak nangkapnya boneka itu nampar tangannya dan berusaha manjat ke bahu Randika. Randika dengan cepat nggoyang-goyangkan lengannya, berusaha mbuat boneka itu layang sekali lagi.

Tapi boneka itu lompat ke dadanya dan luncur dari atas hingga ke lantai.

Pintar sekali!

Randika dengan cepat ngejarnya dan boneka itu akhirnya bersembunyi di bawah lemari. Ia tidak nyangka bahwa Randika akan segera lempar lemari tersebut. Boneka itu mulai terlihat panik dan langsung lari kembali.

Randika tidak berusaha nangkapnya, sebaliknya dia berusaha mojokkannya. Setiap boneka itu lari ke arah yang tidak diinginkannya, dia akan berusaha nginjak boneka itu dan ia akan berlari ke arah sebaliknya.

Tak butuh waktu lama untuk boneka ginseng itu terpojok dan sudah tidak bisa lari ke mana-mana.

Randika tersenyum ngejek, seakan-akan ingin lihat trik macam apa lagi yang akan digunakan boneka tersebut.

Wajah boneka itu terlihat panik dan cemas. Dia lalu nutup matanya dengan tangannya, mbuat tanda dia nyerah.

"Kena kau!" Randika langsung nerjang dengan kedua tangannya. Kali ini boneka itu sudah terpojok, tidak ada jalan lain untuknya bisa kabur.

Namun, ketika Randika sudah ngatupkan tangannya, dia tidak rasakan apa-apa!

Mana mungkin dia nangkap udara kosong?

Mustahil boneka itu bisa kabur dari pandangannya, apakah dia punya teknik teleportasi?

Orang-orang yang lihatnya terkejut dan segera berteriak ke Randika. "Pak, dia ada di balik celanamu!"

Ternyata boneka itu nggunakan lantai yang licin untuk luncur cepat ke arah celah kaki Randika dan bergelantungan di ujung celana panjang Randika.

Taktik nyerah itu adalah tipuan!

Randika kehabisan kata-kata, bisa-bisanya dia ditipu oleh sebuah tanaman?

Bagaimana caranya dia ndapatkannya sekarang?

Randika langsung berusaha nangkap kakinya dan tentu saja, boneka itu sudah loncat sekali lagi dan ndarat di kepalanya lagi.

"Dia ada di kepalamu!"

Teriakan histeris mulai bermunculan kembali, bahkan tombak terkuat reka dijadikan mainan oleh monster itu.

Karena sudah rasa bosan bermain, boneka itu loncat turun dan lambaikan tangannya. Dalam sekejap dia sudah nghilang!

lihat figur yang nghilang itu, semua orang jadi ketakutan.

Apakah yang reka lihat itu sebenarnya jelmaan ilmu hitam?

Namun Randika justru rasa tertantang. Pertama kalinya dia rasa darahnya ndidih seperti ini. Namun, Randika perlu rubah taktiknya. Satu-satunya cara adalah bertanya kepada para kakeknya yang ada di gunung.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 77: Monster? on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.