"Apakah tidak ada pilihan lain?" Satria nelan air ludahnya ketika Randika sudah berada di dekatnya. Matanya dipenuhi oleh perasaan ngeri. Sebagai orang yang juga bergumul di dunia kegelapan, Satria tahu tode-tode penyiksaan seperti apa yang ada di dunia tersebut.
"Tuan Satria mang seorang pebisnis yang handal, aku suka itu." Randika ngangguk puas. "Mari kita bahas kesepakatan kita."
"Baiklah." Randika segera njongkok dan naruh bagian runcing kayu yang digenggamnya di dagu Satria. "Tolong jelaskan ngapa Perusahaan Galaksi nginginkan Perusahaan Cendrawasih jatuh?"
Satria terkejut dan segera njawab, "Perusahaan Cendrawasih rupakan pelopor di dunia kostik dalam negeri. Aku ingin mberi tekanan pada Inggrid agar perusahaanku bisa bersaing dengannya. Kudengar rumor juga bahwa keuangan reka sedang tidak sehat jadi aku ngambil risiko untuk nekannya lebih keras lagi."
"Tapi aku tidak perlu khawatir, aku tidak akan nyentuh perusahaan Inggrid lagi dan tidak akan pernah masuki pasar kostik." Satria nambahkan. "Bahkan aku akan ngembalikan formula milik Peter dan timnya kepada kalian. Apakah itu sudah cukup?"
"Hahaha kau mang orang tua yang licik." Randika tersenyum, misteri Peter dan timnya yang mberontak akhirnya terkuak. "Tapi. Yang ingin kudengar bukan itu."
"Apa? Apa yang kau minta! Selama aku bisa ngabulkannya, akan kuberikan!" Satria sudah nduga perasan ini.
"Apa yang kuminta itu sederhana. Aku sudah bosan dan lelah berurusan dengan orang-orangmu. Kau ngerti maksudku?"
"Aku ngerti." Satria dengan cepat ngangguk. "Jangan khawatir, aku tidak akan ngganggumu lagi dan Perusahaan Cendrawasih."
"Baiklah." Randika lalu berdiri. "Namun, aku tetap akan mberimu pelajaran hari ini."
Satria terkejut ndengarnya tetapi Randika dengan cepat mukulnya hingga pingsan.
Lalu dengan santainya Randika loncat keluar dari jendela.
...
Satria itu adalah seekor rubah yang licik. Kalau Randika tidak mberi dia pelajaran, maka dia tidak akan nganggap serius ancaman Randika. Setelah mberinya pelajaran seperti itu, seharusnya tidak ada masalah lagi yang nimpanya ataupun perusahaan milik istrinya.
Setelah urusan dengan Perusahaan Galaksi ini telah selesai, Randika kembali nuju perusahaan milik istrinya itu.
Pada saat dia ngintip dari balik pintu, Inggrid nampak gang kepalanya sambil mbaca beberapa laporan sekaligus. Sepertinya dia sibuk sekali sampai-sampai tidak sadar akan kehadirannya.
"Istriku, sedang apa kamu?" Randika nyelinap ke belakang Inggrid dan luk pinggang istrinya itu.
"ngurus beberapa masalah perusahaan. Mau apa kamu sekarang?" Inggrid terkejut ketika dirinya dipeluk seperti itu. Namun setelah lihat pintu ruangannya tertutup, dia rasa sedikit lega.
"mangnya salah jika aku kangen dengan istriku yang cantik?" Randika lalu ncium tangan istrinya itu.
Inggrid sudah kebal dengan tindakan genit Randika ini, setidaknya hal ini tidak dilihat oleh orang. Dia hanya natap Randika tajam-tajam dan nghela napas.
"Kenapa sih kau tidak pernah bekerja dengan serius?"
"Hahaha aku akan kerja nanti." Randika lalu nunduk dan berbisik di telinganya. "Aku di sini untuk bersraan dengan istriku tercinta."
Inggrid tersipu malu ketika ndengar perkataannya. "Randika!"
Randika yang lihatnya tertawa dan mangku Inggrid, herannya Inggrid tidak lawan dan entah kenapa dia nyukai perasaan hangat ini.
"Bagaimana dengan Perusahaan Galaksi?"
"Masih kurang jelas." Inggrid nggelengkan kepalanya. "Semua bergantung pada langkah reka selanjutnya."
Tiba-tiba, pintu ruangannya diketuk dan Inggrid terkejut. Dia segera ngusir Randika dari tempat duduknya dan duduk dengan tegak. "Silahkan masuk."
Ketika sekretaris Inggrid itu masuk, dia lihat Randika yang sedang bersandar di tembok. skipun dia sedikit ragu, dia langsung laporkan laporannya.
"Ibu Inggrid, mohon maaf ngganggu, ini berkas dari Perusahaan Galaksi untuk Anda." Sekretarisnya itu dengan cepat mberikan dokunnya.
Setelah nelitinya dengan baik, Inggrid terkejut bukan main. "Bukankah ini formula milik Peter yang dulu?"
"Aku juga kurang paham bu." Sekretaris itu nggelengkan kepalanya. "Hanya ada satu pesan yang terjepret di dokun itu sebelumnya 'Aku harap Ibu Inggrid mau maafkanku' saat dokun itu tiba di kantor."
"maafkannya?" Inggrid bingung dengan surat itu. Dia lalu noleh ke arah Randika yang hanya bersiul sambil natap dinding.
"Baiklah aku ngerti, tolong tutup pintunya saat kau keluar." Kata Inggrid.
Ketika reka sudah berdua, Inggrid noleh ke Randika. "Apa yang telah kau lakukan?"
"Hah? Apa mangnya yang telah kulakukan?" Randika pura-pura bingung.
"Jangan bohong, aku tahu ini ulahmu." Inggrid masang wajah serius. "Jangan kira aku tidak tahu kejadian di lobi kemarin, aku tahu pasti kamu ikut bagian dari semua ini."
"Hahaha istriku mang cerdas." Randika ndekatinya sambil tersenyum.
"Apa yang telah kau lakukan?" Inggrid masih penasaran.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak lakukan hal buruk apa pun kok. Aku hanya ngunjungi Satria si pemimpin dari Perusahaan Galaksi. Dengan kemampuan negosiasi suamimu yang hebat ini, aku berhasil mbuat Perusahaan Galaksi percaya dengan visi misi kita dan mberi kita hadiah formula Peter yang dulu itu."
"Awalnya aku terkejut dengan kebaikan reka dan di saat aku nawarkan pembagian profit, dia ngatakan tidak butuh sepeserpun! Bagaimana mungkin aku tidak nyukai teman yang dermawan seperti itu? Kita lalu minum bersama-sama untuk beberapa jam."
"Mana mungkin reka lakukan ikhlas seperti itu? Formula ini berharga miliaran di luar sana. skipun kekayaan reka lebihi kita, reka seharusnya ngerti betapa berharganya formula ini." Inggrid masih tidak percaya.
Randika lalu berpikir, Kenapa istrinya begitu naif?
Randika hanya natap Inggrid lalu nciumnya!
Inggrid terkejut dan mukul bahu Randika agar dia segera berhenti.
Setelah 2 nit reka berciuman, Randika ngatakan dengan nada puas. "Anggap ini hadiah pernikahanku untukmu." Randika lalu ncium tangan istrinya itu. "Kau tidak perlu banyak tanya, yang terpenting adalah Perusahaan Galaksi tidak akan pernah ngusikmu lagi."
Setelah ngatakan itu Randika keluar dari ruangan Inggrid dengan muka bahagia.
lihat sosok Randika yang nghilang, perasaan Inggrid masih tercampur aduk. Dia masih tidak habis pikir bagaimana caranya Randika berhasil cahkan masalah Perusahaan Galaksi ini?
Selama ini, Inggrid masih tidak bisa mahami Randika sama sekali. Setiap saat Randika akan bertindak sum dan tidak tahu diri tetapi di saat terpenting dia akan nyelesaikan semua masalah dengan sempurna.
Apakah dia benar-benar seorang penjual mie ayam pinggir jalan?
Inggrid lalu tenggelam dalam pikirannya.
Setelah 3 bulan kontrak kawinnya selesai, apakah dia rela lepas Randika?
Lalu dia lihat tangannya yang dikecup oleh Randika sebelumnya, dia natapnya dan berpikir. Apakah dia sudah jatuh cinta dengan pria itu?
Berbagai pertanyaan nuhi benak Inggrid, tetapi dia mutuskan untuk lupakan semua itu terlebih dahulu dan fokus terhadap masalah perusahaannya.
Karena Perusahaan Galaksi sudah tidak ngusiknya lagi, perusahaan miliknya ini harus mikirkan strategi pemasaran yang baru.
Reviews
All reviews (0)