Jika dugaan Randika benar soal hal itu, boneka ginseng tersebut bisa mperkuat dirinya untuk lawan kekuatan misterius dalam tubuhnya. Seharusnya kakeknya ngerti suatu trik untuk nangkapnya.
Randika lalu nuju pojokan ruangan dan nelepon kakek ketiga. Tak lama kemudian teleponnya diangkat. "Kenapa lagi sekarang?" Suara kakeknya terdengar malas.
Ketika Randika hendak berbicara, suara orang-orang bekerja kembali terdengar sangat keras. Randika lalu berjalan keluar agar bisa berbicara lebih nyaman dengan kakeknya.
"Halo kek, suaraku kedengaran?" Randika dengan cepat keluar ruangan agar pembicaraannya dengan kakeknya itu bisa dilakukannya dengan nyaman.
Dia juga nyuruh Viona pergi duluan tanpa dirinya.
"Mau apa lagi sekarang? Apa kamu butuh uang? Kakek cuma punya cukup uang untuk beli rokok!" Kakek ketiganya ini sedang asyik rokok tetapi tiba-tiba dia ditelepon oleh Randika.
Randika masih kehabisan kata-kata, apakah kakeknya ini nyinggung dirinya tidak pernah mberikan uang? "Kek, aku nemukan sesuatu yang hanya ada seribu tahun sekali! Tapi sayang, kakek rasanya sedang tidak ingin diganggu. Kalau begitu aku kerja lagi ya kek."
"Ah! Bisa-bisanya kau nggoda dan ncampakkan kakekmu ini?" Kakek ketiga segera tertawa. "Apakah ini ngenai keadaan tubuhmu?"
"Bukan kek." Randika lalu njelaskan ngenai boneka ginseng yang berkeliaran di kantornya tadi. Tiba-tiba, Randika ndengar suara handphone yang jatuh dari balik teleponnya.
"APA?" Kakek ketiga benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya sedangkan Randika rasa telinganya njadi tuli gara-gara teriakan kakeknya itu.
"Kek jangan lebay begitu!" Randika nggosok-gosok telinganya.
"Nak, kau tidak ngerti betapa pentingnya penemuan itu?" Kakek ketiga sampai lupa nghisap rokoknya saking semangatnya, sudah lama dia tidak rasa begitu semangat.
"Kalau aku ngerti aku tidak mungkin bertanya pada kakek." Randika nggelengkan kepalanya.
"Itu ginseng yang berumur ribuan tahun! Esensi bumi dan langit mberikannya kesadaran, harusnya aku sudah ngajarkanmu ini?" Kakek ketiga mulai ngol. "Harganya itu sangat mahal, kita bahkan bisa makai uangnya sampai 3 keturunan."
Randika lalu bertanya, "Khasiatnya mangnya apa?"
"Ginseng itu bukan hanya akan mperkuat kesehatanmu saja, benda itu akan nyembuhkan luka-luka internalmu. Kalau benda itu kamu minum, kekuatan misteriusmu itu juga akan nghilang dan nyatu denganmu!"
"APA?" Randika benar-benar terkejut. Dia hanya nduga bahwa boneka ginseng itu akan mbuat dirinya njadi kuat tetapi dia tidak nyangka bahwa kekuatan misteriusnya itu bahkan akan nyatu dengan dirinya!
skipun sup obat yang kakeknya berikan itu berefek sama, namun semua itu mbutuhkan 3 tahun penuh sebelum akhirnya dia dapat ngendalikan kekuatan misteriusnya itu.
Dan sekarang dia ngetahui bahwa boneka ginseng itu bisa nyelesaikannya dalam sekejap, jelas Randika njadi bersemangat.
"Benar-benar keajaiban! nurut kakek, berapa persen itu akan berhasil?"
"Sembilan puluh persen kalau kakek yang ramunya sendiri." Nada suara kakeknya itu terdengar penuh percaya diri.
"Dulu kakek pernah nemukan boneka ginseng itu sekali. Saat kakek masih muda dan berguru pada guru kakek, kami ndapat kasus seorang penatua berumur 88 tahun yang sakit keras. Hidupnya sudah di ujung tanduk dan kami sudah nyerah tetapi keluarganya mberikan kita petunjuk letak dari ginseng yang berumur ribuan tahun."
Kakek ketiga mulai terjebak dengan nuansa nostalgia. "Guru lalu mbawaku ke lokasi tersebut dan ncari tanaman ginseng itu. Akhirnya kami nemukannya di ujung bukit. Ketika guru ncabutnya, ginseng itu berubah njadi boneka ginseng dan bahkan sempat nangis waktu itu. Kakek yang masih muda itu ketakutan lihatnya."
"Jika ginseng sudah berubah njadi boneka ginseng, dia akan miliki kesadaran sendiri dan sangat lincah. Hampir mustahil untuk nangkapnya kalau sudah kabur." Kakeknya ngingatkan Randika.
"Pasien kakek bagaimana?"
"Guru kakek mbuat boneka ginseng itu njadi sup obat. Ketika diminumkannya kepada penatua itu, bukan hanya dia selamat, dia hidup dengan sehat sampai umur 125 tahun!"
"Cerita kakek seperti ngada-ngada begitu." Sulit mbayangkan kakeknya yang malas ini njadi dokter keliling begitu.
"Kapan mangnya kakek pernah bohong? Kalau kakek tidak berkelana dengan guru kakek dulu, kau sudah lama mati tahu!" Kakek ketiga mulai marah-marah pada Randika.
"Hahaha aku bercanda kek." Randika rasa puas sudah nggoda kakeknya itu. "Susah bayangin kakek bepergian seperti itu, habisnya kakek kalau di rumah malas bener."
"Huh dasar anak tidak tahu terima kasih!" Lalu kakek ketiga terdiam sesaat. "Randika ini waktu yang tepat untuk nyembuhkan luka di tubuhmu itu. Jika kau berhasil ndapatkan boneka ginseng itu, aku akan mbuatkan obat untukmu."
Randika tersenyum pahit ndengarnya. Mungkin kakeknya tidak tahu seberapa sulit nangkap boneka sialan itu. Dia bahkan kehilangan jejak boneka ginseng itu!
"Apakah ada cara untuk nangkap boneka ginseng itu?" Tanya Randika.
"Kakek tidak tahu."
"Tidak tahu?"
"Tentu saja kakek tidak tahu." Kakek ketiga mulai marah-marah lagi. "Guru kakek langsung ncabutnya dari tanah jadi boneka itu tidak bisa lari darinya."
"Boneka ginseng itu sangat lincah, aku tidak bisa nangkapnya." Randika terdengar kecewa. "Bagaimana kalau minta kakek ke sini dan mbantuku?"
"Kau saja yang muda tidak bisa, apalagi kakek yang tua ini!" Ketika ndengarnya, Randika hanya tertawa.
"Kakek sebenarnya ingin mbantumu dan lihat sendiri bagaimana boneka ginseng itu." Kakek ketiga nghela napas. "Aku sedang sibuk mbuat obat sekarang. Jika kau tidak neleponku, mungkin kakek sudah lama selesai nyelesaikan kuota hari ini."
"Bisakah kakek lakukannya besok-besok?"
"Tentu saja tidak. Tanaman obat di ladang sedang bagus-bagusnya. Lagipula kakek datang pun tidak bisa terlalu banyak mbantumu. Boneka ginseng itu hanya kau yang bisa nangkapnya."
Randika sedikit kecewa. "Baiklah kalau begitu, nanti setelah ndapatkannya aku akan nemuimu."
Setelah nutup teleponnya, pikiran Randika dipenuhi oleh boneka ginseng itu. Dia tidak nyangka bahwa itu adalah kunci untuk nyembuhkan dirinya. Dia benar-benar harus ndapatkannya.
Sekarang permasalahannya adalah lacak keberadaan boneka ginseng itu. Setelah ia kabur dari ruangan, susah untuk lacaknya lagi.
Apakah dirinya harus ncari hingga ke pelosok kota?
Malas berpikir panjang, Randika akhirnya mutuskan untuk keluar dari gedung terlebih dahulu dan nghirup udara segar. Dia sekarang bergantung pada nasib baiknya saja.
Setelah ngetahui khasiat boneka ginseng ini, Randika jadi malas untuk mbuat ramuan X lagi. Dalam benaknya, cuma ada boneka ginseng.
Tapi bergerak secara pasif seperti ini bukanlah seorang Ares. Tapi dirinya sendiri sudah tidak berdaya, boneka itu benar-benar licin dan nghilang tanpa jejak. ncari tanpa petunjuk hanyalah mbuang waktu.
Setelah berjalan dengan penuh pemikiran selama 10 nit, dia lihat sosok wanita cantik yang sedang berteduh sambil ngawasi seseorang dengan tatapan tajamnya itu. Setelah dia perhatikan baik-baik, perempuan cantik tersebut adalah Deviana!
Apakah dia sedang ngintai pencuri lagi?
Reviews
All reviews (0)