Font Size
15px

Hao natap kagum pada Randika, dia sudah lama ndambakan rival sekuat ini. Oleh karena itu, satu pertarungan tidak cukup muaskan api di dalam dirinya!

Terakhir kali Hao rasa darahnya ndidih seperti ini ketika dia lawan dewa judi dari Australia, itu pun sudah 3 tahun yang lalu. Dalam 3 tahun ini, dia sama sekali tidak bisa nemukan lawan yang pantas. Dia tidak nyangka bahwa setelah netap di Indonesia dan bekerja di kasino bawah tanah ini, api di dalam hatinya itu ternyata bisa mbara sekali lagi.

Namun, Randika natap Hao dan nggelengkan kepalanya dengan cepat. "Aku tidak mau berjudi lagi!"

Orang-orang yang ndengar hal ini langsung kecewa dalam hati reka. Namun, yang paling kecewa adalah Hao. Randika dalam hati rasa tenang dan senang, dia mberi umpannya pada Hao. Jika kau ingin berjudi denganku, pertaruhkan uangmu!

"Ayolah, apa syaratmu agar mau bermain denganku?" Hao masih tidak mau nyerah. "Aku masih tidak terima kalah denganmu, jadi katakan saja apa maumu."

Setelah berhasil nyelamatkan harta keluarganya, Richard sudah mandang tinggi Randika. Dan sekarang, Randika bahkan mbuat Hao nari-nari di atas tangannya.

ndengar hal itu, Randika, yang hendak pergi ninggalkan kasino ini, tiba-tiba berhenti berjalan dan berkata sambil tersenyum. "Baiklah kalau begitu, berapa uang yang kamu berani bayar untukku jika aku nang?"

"Apa satu miliar cukup?" Kata Hao dengan santai. Selama hidupnya, kasino-kasino yang dia kunjungi sudah mbuat kekayaan Hao lebih dari 2 triliun, dia ngambil pekerjaan di kasino ini sebagai orang andalan reka hanya untuk nghabiskan waktunya saja.

Orang-orang terkejut ketika ndengar penawaran Hao, dia dengan mudahnya mbayar 1 miliar untuk seseorang agar berjudi dengannya?

ndengar hal ini Randika ngangguk puas. "Baiklah, kau ingin kita bermain apa?"

ndengar persetujuan Randika, semua orang njadi gembira. Siapa mangnya tidak ingin lihat pertarungan antar dewa judi?

"Tentu saja poker!"

Hao terlihat percaya diri, belum pernah ada orang yang berhasil ngalahkannya dalam poker.

Dengan begitu, kedua orang ini duduk dan seorang dealer datang sebagai pihak netral untuk mbagikan kartu reka.

Poker rupakan salah satu permainan yang cukup populer di kasino. Permainan ini tidak hanya ngandalkan keberuntungan, ketenangan, kemampuan nganalisa tetapi juga ngandalkan keberanian seseorang. nentukan siapa yang nang sangatlah sederhana yaitu siapa yang miliki kombinasi 5 kartu paling besar.

Dan cara bermainnya juga sangatlah gampang. Pertama, dealer akan mberikan pada tiap player 2 kartu. Kedua, secara bergantian reka akan mpertaruhkan sejumlah chip ke dalam pot hadiah. Setelah bertaruh, pemain lainnya bisa call [1], fold [2] raise [3] atau all in [4]. Setelah itu, barulah dealer mbuka tiga kartu terlebih dahulu lalu pemain pertama akan nentukan apakah dia akan raise atau check [5]. Setelah 5 kartu dealer terbuka atau player sudah all in, kedua player akan mbandingkan siapa kartu reka yang miliki kombinas paling besar.

Kombinasi yang paling besar dimulai dari royal straight flush, straight flush, four of a kind, full house, flush, straight, three of a kind, two pairs, one pair, high hand.

Permainan ini minta para player ngandalkan gertakan dan tipu daya reka agar lawan-lawannya dapat jatuh di perangkapnya.

"Kita lihat seberapa besar keberuntungan kita." Kata Randika sambil tersenyum.

Ketika dealer mbagikan 2 kartu pada Randika dan Hao, Randika langsung berkata pada Hao. "All in."

Bersamaan dengan itu, Randika ndorong seluruh chip yang dia punya. Kali ini, semua orang tampak bingung. Jika dia bermain seperti itu, tentu pertandingan ini tidak akan seru bukan?

Hao juga sedikit terkejut, tetapi wajahnya langsung tersenyum. narik, orang ini benar-benar narik.

"Call."

Bersamaan dengan itu, Hao ndorong seluruh chip yang dia miliki ke depan. Kemudian dealer mbagikan 3 kartu terlebih dahulu ke ja dalam keadaan tertutup.

Seluruh orang sudah nahan napas reka selagi nunggu siapa penangnya. Kartu yang dimiliki Randika adalah 10 dan Jack sekop, sedangkan Hao adalah King hati dan Queen wajik. Setelah kedua player nunjukan kartunya, dealer mbalik ketiga kartu tersebut.

Mon penentuan akhirnya tiba, suasana njadi semakin lebih tegang. Tiga kartu pertama adalah King sekop, Queen sekop dan 2 wajik. Sekilas mungkin Randika terlihat kalah tetapi kemungkinan dia nang masih cukup tinggi. Dia hanya butuh 1 sekop ataupun As untuk ngalahkan Hao.

Kedua kartu sisanya masih belum dibagikan, hal ini mbuat semua orang makin deg-degan.

Randika natap Hao, Hao juga natap Randika. Keduanya tersenyum. Pada saat ini, sepertinya semua bergantung pada keberuntungan.

Aslinya, permainan poker ini bisa berlangsung berjam-jam. Player bisa mbuang kartu reka jika rasa kalah dari awal, hal inilah yang mbuat permainan njadi lama. Oleh karena itu, kartu bagus bukan njadi jaminan untuk njadi penang lainkan bagaimana mbuat lawanmu termakan jebakanmu agar dia berani bertaruh lebih banyak atau mbuang kartunya.

Saat kartu keempat itu dibagikan dan terbuka, Hao sudah tersenyum bukan main. Kartu tersebut adalah sebuah King wajik dan ini mbuat Hao ndapatkan full house.

Satu-satunya harapan untuk Randika nang hanyalah As sekop yang mbuatnya royal straight flush.

"Sepertinya dewi kenangan berpihak padaku." Kata Hao.

"Hahaha, jangan takabur dulu." Kata Randika sambil tersenyum.

Hao masih masang wajahnya yang tersenyum, tetapi dalam hati dia sudah benar-benar senang bukan main. ndapatkan royal straight flush dalam pertandingan hanya miliki persentase tidak lebih dari 1%, jadi bisa dibayangkan kenangan ini sudah dikunci total olehnya.

skipun terlihat tenang, yang orang-orang tidak tahu adalah tenaga dalam Randika sudah nyebar di tangannya. Dari awal dia dapat lihat bahwa dealer ini tidak netral, sepertinya dia adalah kaki tangan Hao. Tetapi untuk mberikan semacam hiburan pada penonton, dibuatlah drama seperti ini agar terlihat tegang.

Sebelum dealer mbagikan kartunya, Randika sudah nembakan energi tenaga dalamnya ke arah dek kartu. Tanpa diketahui semua orang, termasuk si dealer, terjadi perubahan posisi dalam dek kartu.

Setelah dealer ngambil 1 kartu paling atas tersebut, semua orang nahan napas reka. Dealer itu terkejut ketika lihat kartu yang terbuka itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.

As sekop!

"Sepertinya kau kalah."

Sesudahnya kata-kata Randika itu keluar, semua penonton njadi heboh dengan sendirinya. Seorang amatir seperti Randika bisa ndapatkan royal straight flush lawan dewa judi Hao!

lihat kelima kartu yang ada di ja itu, Hao tampak terdiam.

Bagaimana mungkin rencana yang dimilikinya ini bisa gagal? Sepertinya lawannya ini punya triknya sendiri.

"Aku kalah." Hao yang terdiam beberapa lama itu akhirnya ngakui kekalahannya. "Kau benar-benar unik."

"Aku cuma cukup beruntung." Kata Randika sambil tersenyum.

"Tetapi keahlianku bukan hanya pada poker, bagaimana kalau kita lanjut?" Kata Hao.

Wajah Randika terlihat malas. "Aduh, bagaimana ya"

Hao langsung nghela napas ketika lihat Randika yang seperti itu, sepertinya lawannya ini nginginkan uang kenangannya terlebih dahulu.

"Jangan khawatir tentang uangmu, beritahu rekeningmu dan aku akan ngirimnya sekarang."

"Kau baik sekali." Kata Randika sambil tertawa. Randika berhasil ndapatkan 1 miliar hanya dalam waktu 2 nit, walau ini tak seberapa, dia bisa jajan banyak hal.

Kemudian kedua orang ini kembali berkompetisi dalam berbagai permainan yang ada di kasino. Namun, setiap permainan hasilnya tetap sama sesuai dugaan orang-orang.

Mahjong, Randika yang nang.

Capsa susun, Randika yang nang.

Baccarat, Randika yang nang.

[1] Sebutan untuk ikut masang taruhan ketika lawan naikkan jumlah taruhannya.

[2] Sebutan untuk nyerah dengan cara mbuang kartunya pada dealer.

[3] Sebutan untuk naikkan jumlah taruhan.

[4] Sebutan untuk ketika player mpertaruhkan seluruh chip yang dia punya.

[5] Sebutan untuk di mana player hanya ikut taruhan di awal permainan dan tidak ingin nambah jumlah taruhan.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 265: Randika vs Hao on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Devour Deities cover
Similar genre

I Devour Deities

Love Pea ·Harem

Thirtyyearsago,ameteorfellandthedivineruinsappeared!Somedeitiesemergedfromit,feedingonhumans.Sincethatday,humanshavebecomefoodforthedeities,exceptf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.