Pertarungan Randika lawan Hao sudah ncapai tahap akhir.
Setelah bermain 10 jenis permainan dengan Randika, keringat dingin mulai mbanjiri punggung Hao. Tatapan mata orang-orang sudah nganggap Randika bukan manusia.
Benar, Randika tidak terkalahkan dalam permainan apa pun! Bahkan permainan seperti lempar darts, Randika ndapatkan nilai sempurna dengan lemparnya persis ke tengah.
Pada saat ini, tiba-tiba ada suara tepuk tangan yang datang dari arah belakang. Orang-orang lihat seorang perempuan cantik datang nghampiri Randika.
"Kau mang luar biasa, kemampuanmu dalam berjudi juga nomor 1. Maukah kamu bertanding lawanku?"
lihat perempuan cantik itu, orang-orang sudah narik napas reka kuat-kuat. Bukankah dia adalah Ella, salah satu rival Hao di kasino ini?
Hao natap Ella dan langkah mundur. Karena status Ella berasal dari kalangan atas, Hao harus nghormatinya dan mundur dari pertarungan ini.
Randika mperhatikan Ella dengan baik, wajahnya sama sekali tidak berubah ketika matanya mperhatikan perempuan satu itu dari atas ke bawah. Ella makai gaun pesta berpayet dengan jaket bulu putih di pundak kanannya, persis dengan Marilyn Monroe. Punggung dan dadanya yang terlihat itu benar-benar nggoda. Belum lagi pantatnya yang terbungkus dengan ketat itu terlihat sungguh sexy. Perempuan ini benar-benar cantik, dia akan mberikannya nilai 89.
"Aku paling suka berjudi dengan perempuan cantik." Kata Randika sambil tersenyum. "Aku tidak akan nuntut apa-apa darimu."
ndengar hal ini, semua orang sudah tertawa dalam hati reka. Hao sudah nghabiskan 10 miliar hanya untuk kalah dengan Randika.
Ella tersenyum. "Tetapi bukan hanya aku saja yang kamu lawan, ikutlah denganku."
Semua orang terkejut, kemudian tatapan reka tertuju pada ja yang berada di tengah kasino dengan 2 kursi yang masih kosong.
Randika dengan santai mbalas Ella dengan senyuman dan berjalan bersamanya.
Randika lalu duduk dan mperhatikan kedua pemain lainnya. Salah satu dari reka adalah pria paruh baya dan perempuan yang tidak kalah cantik dengan Ella.
"Kali ini kita akan bermain black jack." Kata perempuan itu.
Permainan ini sangatlah sederhana. Sebelum kartu dibagi, player diharuskan untuk bertaruh terlebih dahulu. Karena reka tidak makai orang lain sebagai dealer, maka salah satu dari reka akan njadi dealer. Jumlah taruhan yang diperkenankan tidak bisa lebihi dari jumlah yang dimiliki dealer.
Setelah itu, dealer akan mbagikan setiap player 2 kartu dalam keadaan terbuka. Setelah masing-masing player ndapatkan kartunya, dealer akan mbagi 2 kartu untuk dirinya sendiri dengan kartu pertamanya terbuka dan kartu keduanya tertutup.
Player miliki 2 opsi yaitu stand [1] or hit [2]. Double down [3], split [4], blackjack [5] bisa nggandakan kenangan yang dipertaruhkan oleh player. Player yang tidak ndapatkan blackjack boleh terus hit, apabila total kartu reka lebihi 21 maka kartu tersebut dianggap bust. Setelah para player nentukan langkah reka, barulah dealer mbuka kartu keduanya. Dealer harus hit ketika total kartunya adalah 16 atau di bawahnya dan harus stand ketika dia 17 atau di atasnya. Kartu dianggap bust ketika total kartu di atas 21.
Jika player bust terlebih dahulu sebelum dealer bermain, maka player dianggap kalah. Jika player nang biasa, dia akan ndapatkan jumlah taruhan yang reka pasang sebelumnya. Jika player dan dealer sama-sama ndapatkan blackjack, maka player dianggap nang biasa.
Ketika dealer telah makai habis satu dek kartu, maka player berikutnya yang akan njadi dealer. Permainan ini akan terus berjalan sampai hanya tersisa satu orang.
Randika ndengarkan penjelasan permainan ini sambil tersenyum. "Baiklah kalau begitu, ayo kita mulai."
Kemudian keempat orang itu nentukan siapa yang akan njadi dealer untuk ronde pertama dan mbagi chip dengan sama rata yaitu 100 keping.
Semua tatapan mata tertuju pada ja ini, kali ini Randika lah yang njadi dealer duluan.
"Apa kamu tahu, persentase bust seorang dealer ncapai angka 30%?" Kata Ella pada Randika.
Ketiga player mulai mpertaruhkan chip reka dan Randika bersiap untuk ngocok kartunya terlebih dahulu sebelum mbagi kartunya hingga habis.
Banyak trik curang yang bisa digunakan dalam permainan ini. Contohnya adalah card counting yang digunakan oleh Ella. Di black jack, kesempatan dealer untuk bust sangat tinggi ketika banyak kartu di atas 9 dan ini njadi kesempatan player untuk bertaruh banyak. Jika di dek terdapat kartu di bawah 2-8, maka dealer lah yang diuntungkan. Tetapi hal ini baru bisa dilakukan saat permainan sudah berada di tengah-tengah.
Contoh lainnya yang digunakan oleh pria paruh baya itu adalah nandai kartunya. Hal ini rlukan waktu karena kartu-kartu tertentu lah yang layak untuk ditandai seperti As dan kartu di atas 10. Pemain akan mberikan sedikit lekukan di ujung kartu dengan kuku ibu jarinya, hal terpenting adalah lakukannya selembut mungkin agar tidak ada orang yang bisa nyadarinya. Untuk mata yang terlatih, tanda tersebut bisa dilihat dengan mudah.
Tetapi dealer sendiri juga miliki caranya sendiri seperti nyembunyikan kartu, second deal, peeking dll.
Di ronde pertama ini tidak terlalu nghasilkan kejadian yang narik, sepertinya Ella dkk berusaha lihat kemampuan Randika dengan bertaruh secara kecil.
Akhirnya ronde pertama telah selesai, Randika masih miliki chip sebanyak 80 sedangkan Ella berada di depan dengan miliki chip sebanyak 110 keping.
Setelah mastikannya di ronde pertama, Ella mulai serius. Taruhan yang dipertaruhkan dalam ga ini tidaklah murah, per orang mberikan 2 miliar ke dalam pot. Jadi penangnya akan ndapatkan 8 miliar.
Ronde kedua dimulai dan Ella mulai raja rela. Dia berhasil mbuat bust si perempuan cantik itu dalam satu kali taruhan. Dengan card countingnya, dia ndapatkan blackjack saat dirinya bertaruh banyak.
Sekarang posisinya adalah Ella dengan 170 chip, Randika 120 chip dan si pria paruh baya 110.
Ronde ketiga dimulai dan yang njadi dealer adalah si pria paruh baya itu. Keadaannya cukup ngkhawatirkan, cukup salah satu dari Randika atau Ella lakukan all in maka pria tersebut akan bust.
Selama ronde ketiga ini, Randika masih berwajah tenang dan, tanpa disadari orang-orang, tangannya sudah dipenuhi oleh tenaga dalamnya sejak lama. Setelah beberapa kali putaran, akhirnya pria paruh baya itu juga bust dan sekarang sisa Randika dan Ella dengan chip yang hampir setara yaitu 180 dan 220.
"Aku penasaran, kenapa kamu masih bisa berwajah tenang seperti itu selama permainan kita?" Tanya Ella.
"Apa tidak sekalian saja kamu nuduhku nghitung kartu sepertimu?" Balas Randika sambil tersenyum.
Ella hanya terdiam dan sekarang dialah yang njadi dealer.
Para penonton sudah nahan napas reka, pertarungan puncak sudah tiba!
Ella masih tidak tahu trik apa yang digunakan oleh Randika selama permainan ini. Yang pasti taruhan yang dilakukan oleh Randika benar-benar sempurna, saat kartunya jelek secara kebetulan dia masang taruhan yang rendah dan saat kartunya bagus secara kebetulan lagi taruhannya 3-4x dari sebelumnya.
Tetapi semua ini tidak masalah, apa pun yang terjadi, dialah yang gang dek kartu dan ngontrol permainan. Pengalamannya sebagai pesulap mbuat dia nguasai cara ngocok kartu dengan sempurna dan bisa ngingat semua kartu dalam sekali lihat. Belum lagi trik second deal miliknya tidak pernah ketahuan saking cepatnya.
"Tenangkan dirimu dan bermainlah seperti biasa." Pikir Ella dalam benaknya.
Setelah beberapa putaran, trik yang digunakan Ella berjalan dengan lancar dan sekarang chip yang dimiliki Randika tinggal 80.
Namun, wajah Randika masih terlihat tenang, hal ini mbuat Ella semakin cemas. Apakah orang ini masih miliki trik?
Justru inilah yang diinginkan oleh Randika.
[1] Tidak ngambil kartu tambahan.
[2] ngambil kartu lain.
[3] lipatgandakan taruhan dengan ngambil hanya satu kartu tambahan, opsi ini hanya berlaku pada player.
[4] Player misahkan dua kartu pertamanya njadi dua pegangan yang berbeda, hal ini akan nggandakan jumlah taruhannya. Kedua kartu yang dipisahkan ini hanya boleh dilakukan ketika dua kartu itu miliki nilai yang sama.
[5] Jumlah total kartu bernilai 21 di mana salah satu kartu harus rupakan As. Biasanya kasino akan mberikan bonus setengah dari taruhan yang player pertaruhkan.
Reviews
All reviews (0)