Font Size
15px

lihat empat King tersebut, semua orang yang mperhatikan pertandingan ini benar-benar terkejut.

"Mustahil, orang itu ngambil 4 King dengan begitu mudah!"

"Curang, dia pasti curang!"

"Jangan-jangan dia card chanic [1] yang dikatakan orang-orang?"

"Bodoh! Itu tidak mungkin, Anthony juga ikut ngocok kartunya bukan?"

Tatapan mata orang-orang masih dipenuhi dengan tanda tanya. Bisa dikatakan ketika Randika mbuka kartunya, Anthony sudah kalah bahkan sebelum dia ngambil keempat kartunya.

Wajah Anthony sudah muram secara ekstrim!

Orang ini benar-benar ahli!

Richard, yang berdiri di belakang Randika, sangat bahagia di dalam hatinya. Sekarang dia benar-benar percaya dengan Randika. Awalnya, dia datang ke tempat ini bersama Randika agar dapat njalin pertemanan yang lebih baik, tetapi sekarang dia justru njadi juru selamatnya.

Jika Anthony nangkan pertandingan ini, keluarganya akan nuntut hasil taruhannya ini untuk mperlemah keluarganya. Dan tentu saja, ayahnya tidak akan nurutinya dan perang antar kedua keluarga ini akan pecah.

"Masih mau lanjut?" Kata Randika dengan santai.

"Kamu pasti curang! Lebih baik kita laporkan orang ini karena berani curang." Kata salah satu teman Anthony.

Wajah Anthony sudah benar-benar dingin, dia berkata pada pengawalnya. "Panggilkan Hao untukku."

Pengawalnya yang berdiri di sampingnya ngangguk dan segera pergi, sentara Anthony natap tajam ke arah Randika. Semua yang mperhatikan pertandingan ini sudah nahan napas reka, suasana ja ini benar-benar tegang dan nekan.

Namun pada saat ini, suara yang cukup malukan dapat terdengar.

Tutttttt.

Suara yang panjang dan keras, di suasana yang hening ini, dapat terdengar jelas.

Dalam sekejap, wajah Randika yang tenang itu berubah njadi ekspresi jijik. "Aku tidak masalah jika kamu lototiku seperti itu, tetapi kamu tidak perlu sampai kentut seperti itu bukan?"

Ah?

Anthony sama sekali tidak njawab, sedangkan orang-orang di sekitarnya sudah langkah mundur ninggalkannya. Orang-orang ini tidak habis pikir dengan Anthony, kenapa dia berusaha mbunuh reka?

"Itu bukan aku!" Wajah Anthony terlihat rah dan marah. Richard yang lihat hal ini sudah tertawa puas dalam hati. Untuk pertama kalinya, dia bisa lihat musuh bebuyutannya ini kelabakan seperti itu. Tidak salah dia mbuat Randika ini njadi sekutunya, dengan ini tidak ada lagi yang bisa nghalanginya nuju puncak!

Dalam hati dan perut, Randika rasa lega. Benar yang kentut adalah dia! Sebelum orang-orang bisa berkata sesuatu, dia sudah langsung nuduh Anthony sebagai pelakunya sehingga dia tidak akan njadi tersangka.

Anthony benar-benar marah, tatapan matanya terlihat dingin. Tidak lama kemudian, seorang pria yang terlihat ngantuk dan malas datang ke ja reka.

"Hei, ngapain kamu manggilku?"

Wajah Hao benar-benar terlihat ngantuk, sepertinya dia sudah berhari-hari tidak tidur. Mulutnya nghisap rokok dan rambut hitamnya yang panjang itu terlihat acak-acakan.

"Hao aku butuh bantuanmu." Anthony dengan cepat berdiri dan nceritakan segalanya pada Hao.

Bagi orang-orang yang ngetahui siapa Hao itu, semuanya terkejut. "Wow, dia kenal Hao?"

Setiap kasino miliki orang terhebatnya untuk ngalahkan orang-orang yang "beruntung" malam itu.

Dan Hao adalah orang yang dipekerjakan oleh kasino bawah tanah ini untuk rampok kembali uang reka yang hilang.

Setelah ndapatkan detailnya dari Anthony, Hao ngangguk. "Baiklah kalau begitu, aku akan mbantumu."

Anthony rasa lega ketika Hao bersedia mbantunya, dia lalu natap Randika dengan tatapan ngejek.

Hao dengan santai duduk dan ngeluarkan sebuah dek kartu dari saku celananya. Setelah nggelar seluruh kartu di ja untuk nunjukan tidak ada yang salah dengan kartu-kartu itu, dia berkata pada Randika. "Mari kita bermain."

Setelah itu, dia nampar ja dan ke-52 kartu itu ndadak terlempar ke udara lalu seluruh kartu tersebut layang di udara.

Suara tamparan ja yang keras itu narik perhatian semua orang yang ada di kasino ini, orang-orang yang bermain di ruangan VIP juga nyadari bahwa ada hal narik yang sedang terjadi.

Di salah satu ruang VIP, ada seorang perempuan berusia 15 tahun yang secantik boneka dan makai baju sedikit terbuka nyadari kejadian ini. Matanya terpaku pada Randika yang duduk dengan tenang dan lihat kartu itu terkocok.

Dia lagi?

Di ja-ja lain, keluarga dari sekutu Richard dan Anthony juga nyadari kejadian ini dan berkumpul di sekitar ja Randika. Dalam sekejap, seluruh fokus kasino ini tertuju pada satu ja.

Randika duduk dengan tenang skipun ada sedikit rasa terkejut di dalam hatinya. Sepertinya lawannya kali ini bukanlah sembarangan orang. ngingat peringatan dari Richard sebelumnya, sepertinya Hao adalah orang andalan kasino ini. Sepertinya kartu yang dilempar di udara itu rupakan salah satu triknya.

Baginya ini lumayan narik, tetapi apakah dia ngira trik seperti itu bisa ngalahkannya?

Ketika kartu-kartu itu masih berada di udara, Randika tersenyum dan berdiri. Tangan kanannya tiba-tiba njulur dan ngambil salah satu kartu di udara!

Hao, yang terkejut dengan tindakan Randika ini, mulai berkeringat dingin. Kartu yang diambil oleh Randika adalah King sekop. Detik itu juga, Hao segera ncari 3 King sisanya dari kartu-kartu yang masih terbang di udara itu sebelum reka jatuh di tangan lawannya.

Orang-orang lihat kedua orang itu bertarung mperebutkan kartu yang masih ada di udara, reka baru tahu ada pertarungan yang seperti ini di sebuah permainan judi. Kejadian ini benar-benar cepat, karena kartu-kartu itu hanya layang selama beberapa detik.

Hao segera ngunci sasarannya, matanya sudah berbinar-binar dan tangannya sudah njulur. Tetapi, Randika jauh lebih cepat dan ngambil kartu yang njadi sasaran Hao.

Ketika seluruh kartu itu terjatuh di ja, keduanya hanya berdiri diam.

Semua orang, nahan napas reka sambil natap keduanya, nunggu hasil akhir dari pertarungan ini.

"Apa nurutmu orang itu ndapatkan empat King lagi?" Tanya salah satu orang.

"Mustahil! Kamu kira siapa lawannya itu? Mustahil dia bisa ndapatkan empat King lagi."

Randika natap Hao, Hao natap Randika. Berbeda dengan wajah tenang Randika, Hao sudah ngerutkan dahinya sejak tadi.

Dia telah kalah.

Randika secara perlahan mbuka keempat kartunya yang telah dia dapatkan di atas ja dan hal ini mbuat seluruh penonton bersorak.

"GILA! Empat King lagi?"

"Luar biasa!"

"Benar-benar tidak terkalahkan."

Semua orang kembali terkejut, bisa-bisanya orang itu ndapatkan empat King lagi?

Hao juga mbuka kartunya, empat Queen tersebut juga ikut bersedih lihat kekalahan Hao yang telak.

Di ruangan VIP, Elizabeth, perempuan muda tadi, natap Randika dan berkata pada pengawalnya. "Nancy, bagaimana nurutmu kemampuan orang itu?"

Di samping Elizabeth, Nancy berdiri dengan wajah seriusnya. Matanya daritadi tertuju pada Randika. Setelah beberapa saat, dia berkata dengan pelan. "Aku tidak bisa lihatnya, orang itu benar-benar hebat."

"Oh? Benarkah?" Elizabeth lalu tersenyum. "Di atas langit mang ada langit."

Richard sudah senang bukan main, tatapan pada Randika sudah dipenuhi dengan kekaguman. Kakak tertuanya ini, skipun Randika ngatakan bahwa reka hanya teman, benar-benar kuat!

Di sisi lain, Anthony sudah berkeringat deras. Tetapi, semua orang tidak peduli dengannya.

"Kau benar-benar hebat, aku belum pernah lawan orang sehebat dirimu." Hao mulai angkat bicara. Setelah berguru pada salah satu ahli judi terhebat di dunia, dia sama sekali belum nemukan orang yang pantas njadi lawannya. Oleh karena itu, dia sudah lama ndambakan mon seperti ini.

Tatapan mata Hao njadi berbinar-binar, kekalahannya ini mbuatnya darahnya ndidih. "Aku masih ingin bertarung denganmu!"

[1] keahlian dalam gerakan tangan yang digunakan untuk manipulasi dek kartu. Pesulap nggunakan cara yang sama untuk lacak salah satu kartu atau terkadang bahkan seluruh dek secara lengkap. Dalam kasus di kasino, orang akan berusaha ngetahui informasi yang sama sehingga ndapatkan rasio kenangan yang tinggi.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 264: Masih Mau Lanjut? on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.