Font Size
15px

Setelah rapat selesai, Catherine dan yang lain mulai ngerjakan tugas reka. Seluruh pasukan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Pada saat yang sama, setelah Yuna ngambil alih divisi intelijensi, Randika ntransfer kembali orang-orang divisi intelijensi yang setia padanya ke Yuna. Dengan bantuan reka, Yuna bisa rakit kembali jaringan intelijensi sebelumnya sekaligus ncari keberadaan Bulan Kegelapan.

Di saat yang sama pula, Catherine mulai nyusun rencana untuk ngambil alih kembali istana bawah tanah reka. Dia bekerja sama dengan Polemos dan Kyoko untuk rebut kembali tempat tinggalnya ini.

Bahkan setelah beberapa hari berlangsung, keberadaan Bulan Kegelapan sama sekali tidak terdeteksi.

Randika sudah berada di Tokyo beberapa waktu. Namun, dia tidak bisa kembali ke Indonesia sebelum mbunuh Bulan Kegelapan. Dia sama sekali tidak bisa tidur dengan tenang selagi Bulan Kegelapan berkeliaran dengan bebas. Bom waktu seperti itu harus dituntaskan sebelum mberikan dampak yang buruk.

Terlebih lagi, jika Bulan Kegelapan mbawa seluruh negara untuk lawannya, hal ini akan njadi rumit.

......

Keesokan harinya, Randika berjalan dengan santai ncari makanan.

Hari ini begitu mbosankan baginya, keadaan masih tetap buntu. Jadi dia ingin jalan-jalan sambil ncari makan untuk ganti suasana.

Pada saat ini, lagi-lagi Randika bertemu dengan Kaori.

Ketika dirinya nyapanya, Kaori langsung tersenyum lebar.

"Kita bertemu lagi ya, benar-benar kebetulan."

"Kamu juga sama cantiknya saat pertama kali kita bertemu." Kata Randika sambil tersenyum.

"Terima kasih." Pujian Randika ini mbuat hari Kaori njadi indah. Dia sangat senang bisa bertemu dengan Randika.

"Apa kamu sedang belanja?" Tanya Randika.

Kaori ngangguk. "Iya, aku sedang ncari beberapa pakaian baru."

"Bolehkah aku nemanimu?" Randika tersenyum kecil dan nangkap tangan Kaori.

Kaori tersipu malu tetapi dia nyukai perasaan ini. Kemudian keduanya berjalan bergandengan tangan nelusuri jalan.

reka sudah bagaikan pasangan yang sedang kasmaran, orang-orang mulai terlihat iri dengan reka.

Tidak lama kemudian, reka tiba di suatu toko pakaian.

Dengan cepat si pemilik toko nyambut reka. Kaori lalu lihat-lihat sedangkan Randika nunggu di samping.

"Kakak ncari pakaian yang seperti apa ya?" Tanya si pemilik toko.

"Aku sedang ncari rok."

Kaori lihat-lihat toko ini sekilas dan ngatakan. "Toko ini pakaiannya bagus-bagus ya."

Si pemilik toko ini masih sibuk mperkenalkan rok yang cocok untuk Kaori. Tetapi pada saat ini, matanya tertuju pada rok berwarna krem.

Ternyata itu bukan rok, itu adalah one piece dress. Di sampingnya juga terdapat beberapa dress yang tidak kalah bagusnya.

Dalam sekejap Kaori tertarik untuk mbelinya.

"Dress ini sangat cocok untukmu. Pakaian ini akan mbuatmu lebih cantik lagi dan pacarmu itu pasti semakin ncintaimu." Si pemilik toko ini tersenyum. Salah satu trik mbuat pelanggan wanita mbeli dagangannya adalah muji kecantikannya di depan pacarnya.

ndengar kata-kata manis ini, Kaori tersipu malu. Randika yang ada di sampingnya berkata padanya. "Cobalah dulu."

Kaori ngangguk tetapi dia tidak sengaja lihat harga dari one piece dress tersebut yaitu 22.999 yen!

Dalam sekejap hati Kaori ngepal.

"Hmm? Kenapa?" Tanya si pemilik toko.

"Harganya terlalu mahal, aku tidak mampu untuk mbelinya." Kaori letakan kembali dressnya. "Aku lebih baik ncari yang lain."

Ketika ndengar kata-kata ini, mau tidak mau si pemilik toko kecewa di dalam hatinya. Sepertinya pelanggannya ini orang miskin.

"Semua pakaian di sini harganya hampir sama, jadi kalau tidak mau ya silahkan keluar saja." Sikap dari si pemilik toko ini langsung berubah drastis. Wajahnya yang tersenyum itu terlihat ogah-ogahan.

Randika yang lihat hal ini langsung ngerutkan dahinya, kurang ajar sekali sikap orang itu. Sepertinya mau di negara mana pun, hanya uang yang mbuat para pemilik toko ini bersikap sopan.

Bukan hanya pemilik toko ini, karyawan toko yang lain juga natap dirinya dan Kaori dengan tatapan jijik.

"Bocah desa berani belanja di kota besar, bukannya baju yang mahal tapi kalian aja yang miskin!"

"Dari bajunya saja sudah kelihatan kalau tidak mampu bayar."

Kedua karyawan itu bergosip dengan suara pelan tetapi pendengaran super Randika masih bisa nangkapnya.

Tidak bisa dipungkiri, hal ini mbuat Randika sedikit marah.

Kaori yang ndengar kata-kata itu njadi kecewa dan akhirnya ngajak pergi Randika. "Lebih baik kita pergi saja dari tempat ini, uangku tidak cukup."

Ketika Kaori hendak berjalan pergi, tangannya ditangkap oleh Randika.

"nurutku dress itu bagus untukmu. Cobalah dulu saja." Kata Randika sambil tersenyum.

Kaori ragu-ragu. "Tapi dress itu terlalu mahal, uangku tidak cukup untuk mbelinya."

"Sudah coba saja dulu, tenang saja." Kata Randika.

"Baiklah, baiklah." Karena dipaksa Randika terus nerus, Kaori akhirnya ncoba dress itu. Ketika lihat Randika, si pemilik toko terlihat berbinar-binar. Mungkin pacarnya itu orang kaya?

Dalam sekejap, sikap si pemilik toko itu berubah lagi njadi ramah. Sambil tersenyum lebar, dia mbawa Kaori ke ruang ganti baju.

lihat wajah tersenyum si pemilik toko, Randika tertawa dalam hatinya.

Tidak lama setelah itu, Kaori keluar makai one piece dress berwarna krem itu. Dia terlihat sangat cantik, jelas pria mana pun akan jatuh cinta padanya ketika lihatnya.

"Benar-benar cantik." Randika mujinya.

Si pemilik toko itu nambahkan. "Jarang sekali ada orang yang secocok ini dengan baju di tokoku ini. Anda benar-benar cantik!"

Namun, mata si pemilik toko ini terfokus pada Randika. Selama Randika ngangguk puas, maka bajunya ini akan terbelu. Namun, tanpa diduganya, Randika tiba-tiba ngerutkan dahinya. "Tapi kalau dilihat-lihat bukannya baju itu sedikit cacat?"

ndengar hal ini, si pemilik toko njadi berwajah dingin kembali. "Jadi apa kalian ingin mbeli baju ini?"

"Sepertinya tidak, lagipula baju itu tidak terlalu bagus."

ndengar kata-kata ini, Kaori sedikit kecewa. Apa dirinya sejelek itu?

Si pemilik toko njadi marah ketika ndengar kata-kata Randika. Jadi dia hanya pura-pura kaya di depan ceweknya? Benar-benar mbuang waktuku.

"Kalau begitu cepat lepaskan baju itu." Kata si pemilik toko dengan nada dingin. Sedangkan karyawannya natap sinis ke arah Kaori.

Namun, pada saat ini, Randika berkata dengan santai. "Selain dress yang satu itu, aku akan mbelinya semuanya."

Tiba-tiba wajah si pemilik toko itu njadi tegang, sepertinya dia salah dengar. "Maaf tolong diulangi?"

"Aku tidak mau dress yang dia pakai itu." Randika nunjuk ke arah baju yang dipakai oleh Kaori. Dia kemudian nunjuk seluruh dress yang ada di dalam toko. "Aku ingin semua produkmu ini!"

Apa?

Si pemilik toko terkejut dan longo di tempat. Dua karyawannya yang bergosip itu juga tidak harus berkata apa.

Pemilik toko ini belum pernah ndengar kata-kata indah itu, dia pun ragu dan bertanya kembali. "Anda maksud semua baju di tempat ini?"

"Benar! Bungkuskan semua baju kecuali satu itu." Kata Randika dengan santai.

Di bawah tatapan mata semua orang, Randika ngeluarkan sebuah kartu. Ketika semua orang lihat kartu tersebut, mata reka berbinar. Visa Infinite Card! Tidak sembarangan orang yang bisa miliki kartu ini. Untuk ndapatkan kartu ini, orang tersebut harus makai 1,2 miliar rupiah setiap bulannya atau akan terkena pinalti sesuai kebijakan bank.

Hanya orang super kaya yang miliki kartu itu!

Pemilik toko itu ngusap-usap matanya, dia baru pertama kali lihat kartu super seperti ini.

Setelah Randika dan pasukannya rampas harta Bulan Kegelapan di markas militernya, pundi-pundi harta Randika mulai limpah. Sebelum kejadian itu, kondisi keuangan reka sangat mprihatinkan.

Kartu ini, yang diberikan Catherine padanya, bisa dipakai oleh Randika di seluruh dunia. Bahkan sekali tarik di sin ATM, Randika bisa narik 180 juta rupiah!

lihat kartu ATM itu benar-benar mbuat si pemilik toko nelan air ludahnya. Namun, dia dengan cepat kembali sadar dan ngambil kartu itu dan rintahkan karyawannya untuk mbungkus semua pakaian yang ada di toko ini.

Para karyawan, yang tidak ngerti apa yang sedang terjadi, dengan cepat mbungkuskan semua pakaian. Sikap dan perilaku ketiga orang itu dengan cepat njadi ramah kepada Randika.

Randika lalu nyuruh Kaori ngambil apa yang dia suka tetapi sepertinya perempuan satu ini masih belum mproses seluruh kejadian ini dengan baik. Dia masih longo.

"Hei, ambilah apa yang kamu mau. Ini adalah hadiah dariku karena sudah baik padaku." Kata Randika sambil tersenyum.

Kaori sangat senang, dia ngambil beberapa dress yang dia suka. Sebenarnya dia masih tidak percaya bahwa Randika akan mbeli semua pakaian yang ada di toko ini.

Setelah mbungkus barangnya, Kaori mberikan kecupan manis di bibir Randika.

"Terima kasih." Kaori sungguh senang.

"Jika kamu ingin berterima kasih padaku, bagaimana nanti malam kita bertemu lagi?" Kata Randika di telinga Kaori. Kata-katanya penuh dengan teka-teki.

Bertemu di malam hari?

Kaori ngerti maksud Randika dan tersipu malu.

"Lepas bajumu yang sekarang dan gantilah yang lebih bagus, ambil saja dari tumpukan baju itu. Dan ambil beberapa buat kedua temanmu juga." Kata Randika yang sudah bagaikan sultan.

Ketiga orang itu longo dan iri dengan Kaori, seandainya saja pasangan reka sekaya Randika.

Siapa yang mangnya tidak suka pasangan yang kaya dan tampan?

Kaori lalu ngambil salah satu one piece dress yang lain dan makainya. Setelah keluar dari ruang ganti, dia terlihat lebih cantik lagi.

Randika lambai dan nyuruhnya kemari. Setelah Kaori datang, Randika langsung luk pinggangnya dan nciumnya.

Kaori sama sekali tidak nyangka Randika akan nciumnya, tetapi dia jamkan matanya dan mulai nikmatinya. Pemilik toko dan dua karyawannya tambah lebih iri ketika lihatnya.

Hampir senit Randika dan Kaori berciuman dan akhirnya reka keluar dari toko itu. Sedangkan untuk pakaiannya, Randika mintanya untuk dikirim ke rumah amannya.

"Ya Tuhan, seandainya saja dia itu suamiku." Salah satu karyawan bergumam pada dirinya sendiri.

Randika ngajak Kaori untuk belanja lagi di tempat lain. Pada saat ini suasana hati Kaori sangat bagus, dia tidak pernah sebahagia ini. Bukan karena dia bisa belanja banyak tetapi dia bisa nikmati hari ini dengan pria yang dicintainya. Terlebih, bergandengan tangan nelusuri kota rupakan mon indah baginya.

Ketika reka berdua berjalan bersama, reka ndengar suara teriakan seseorang. Randika terkejut karena teriakan itu berbahasa Indonesia.

"Tolong!"

Randika langsung berjalan nuju gang yang sepi, tempat di mana suara minta tolong itu terdengar.

Ketika sesampainya di sana, Randika nemukan bahwa seorang pria sedang diinjak dan dipukul oleh beberapa orang.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 230: Sultan itu Bebas on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

I Devour Deities cover
Similar genre

I Devour Deities

Love Pea ·Harem

Thirtyyearsago,ameteorfellandthedivineruinsappeared!Somedeitiesemergedfromit,feedingonhumans.Sincethatday,humanshavebecomefoodforthedeities,exceptf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.