Font Size
15px

Malam perlahan nyelimuti hutan ketika Kaelen, Varrok, dan Serina bersiap ninggalkan pondok persembunyian. Angin dingin mbawa aroma lembap dedaunan, bercampur dengan rasa tegang yang nyelimuti reka.

"Pastikan jejak kita tertutup. reka punya penjejak yang terlatih," bisik Serina, riksa busurnya.

Kaelen ngangguk, matanya tajam ngawasi sekitar. Ia berjalan di belakang Serina, sentara Varrok njaga barisan belakang.

"Berapa jauh tempat pertemuan itu?" tanya Kaelen pelan.

"Sekitar dua jam berjalan kaki, jika kita tidak terhalang patroli," jawab Serina.

"Dan kau yakin reka masih hidup?" Varrok nyela, nada suaranya skeptis.

Serina noleh, natapnya lekat. "Aku tidak yakin akan apa pun. Tapi aku harus ncoba. reka saudaraku."

Perjalanan berlangsung dalam hening. Hanya suara ranting patah dan desiran dedaunan yang ngiringi langkah reka. Namun, tiba-tiba Serina ngangkat tangannya, mberi isyarat berhenti.

"Ada sesuatu..." bisiknya.

Kaelen najamkan pendengaran. Samar-samar, ia ndengar suara langkah kuda di kejauhan.

"Patroli," desis Varrok. "Cepat, sembunyi!"

reka bergegas bersembunyi di balik semak lebat. Kaelen nahan napas saat dua prajurit Cahaya lintas. Cahaya lentera reka mbuat bayangan-bayangan nyeramkan di antara pepohonan.

"reka terus mperketat penjagaan..." gumam Serina pelan.

"reka tahu kita belum mati," jawab Kaelen.

Setelah mastikan keadaan aman, reka lanjutkan perjalanan. Tak lama, reka tiba di sebuah bukit kecil. Serina mberi isyarat agar reka runduk.

"Di sana..." bisik Serina sambil nunjuk ke bawah.

Kaelen lihat sebuah reruntuhan rumah di tengah hutan. Dua sosok tampak duduk di dekat api kecil, berjaga.

"Itu reka," Serina tersenyum tipis. "Lyra dan Darek. reka selamat."

Varrok nghela napas lega. "Semoga ini awal yang baik."

reka berjalan perlahan ndekati reruntuhan. Saat reka muncul dari kegelapan, Lyra dan Darek langsung ncabut senjata.

"Siapa kalian?!" seru Lyra tajam.

Serina ngangkat tangan. "Ini aku, Serina. Kita satu tujuan. reka bersamaku."

Ekspresi waspada Lyra tetap keras. Mata tajamnya ngawasi dengan curiga.

"Buktikan kau Serina. Apa yang kita bicarakan di malam terakhir sebelum penyergapan?" desaknya.

Serina terdiam sejenak, nahan emosi. "Kau bilang... kau ingin pulang setelah semua ini berakhir. Tapi rumah kita sudah jadi abu."

Tatapan Lyra lembut, skipun matanya masih nyimpan kehati-hatian. Darek nurunkan kapaknya perlahan, namun tetap nggenggamnya erat.

"Kau hidup... Kami kira semua sudah mati," suara Lyra lirih.

Serina tersenyum tipis, namun matanya masih nyiratkan kesedihan. "Belum saatnya aku mati. Dan aku datang untuk ngumpulkan yang tersisa. Kita akan lawan. Bersama."

Kaelen natap Lyra. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu—keteguhan bercampur luka. Ia tahu, perjalanannya baru saja mbawa dia lebih dalam ke dan yang jauh lebih berbahaya.

Malam itu, lima jiwa yang terluka duduk ngitari api kecil, nyusun rencana pertama reka. Di sela percakapan, Serina mulai nceritakan tentang Bayangan Malam—bagaimana kelompok itu terbentuk dari para penyintas yang keluarganya dibantai pasukan Cahaya. reka bukan hanya petarung, lainkan harapan bagi desa-desa kecil yang selama ini tertindas. Dulu, Bayangan Malam dipimpin oleh seorang pria bernama Eryndor, seorang veteran Kegelapan yang berhasil nyatukan para korban penindasan. Di bawah kepemimpinannya, reka lancarkan serangan gerilya, mbakar pos-pos penjagaan Cahaya, dan mbebaskan budak yang ditangkap. Namun, keberhasilan itu mbuat reka njadi ancaman. Dua bulan lalu, pasukan Cahaya ngerahkan unit elit dan nyerbu markas reka di lembah Orndell. Banyak yang gugur, termasuk Eryndor. Hanya segelintir yang selamat. Serina percaya ada pengkhianatan di balik serangan itu, skipun ia belum tahu siapa.

Suasana di sekitar api njadi berat setelah cerita itu. Kaelen rasa semakin mahami bahwa perlawanan ini bukan hanya tentang dirinya. Ini lebih besar dari dendam pribadinya—ini tentang lawan kekuasaan yang nindas segalanya.

"Bagaimana kalian bisa selamat?" tanya Serina.

Darek njawab, suaranya berat. "Kami bersembunyi di celah batu saat serangan itu. Kami lihat semuanya... tapi tak bisa berbuat apa-apa. Itu mbunuh kami perlahan."

Lyra nunduk, suaranya parau. "Aku... aku dengar jeritan reka. Tapi aku hanya bisa diam. Aku pengecut."

Kaelen natapnya lekat. "Bukan pengecut. Kau hidup. Dan kita di sini untuk mbalas semuanya."

Hening sejenak.

"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Kaelen.

Serina natap api. "Kita harus ncari yang lain. Aku dengar ada dua orang lagi yang mungkin selamat, di utara. Tapi perjalanan ke sana berbahaya. Banyak patroli."

Varrok natap reka semua. "Kita harus saling percaya. Kita mungkin berbeda, tapi tujuan kita sama. Jika ada keraguan... sebaiknya kalian pergi sekarang."

Lyra natapnya dengan tegas. "Aku tak akan lari lagi. Aku akan lawan. Sampai akhir."

Darek ngangguk. "Aku bersamamu."

Kaelen ngepalkan tangannya. "Kita mulai malam ini. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada pengkhianatan."

Setelah yang lain tidur, Varrok ndekati Serina.

"Apa kau yakin bisa mpercayai reka?" bisiknya.

Serina natapnya lama. "Aku tidak yakin pada siapa pun. Tapi kita butuh reka."

Varrok natap api yang mulai redup. Di balik cahaya itu, bayangan pengkhianatan dan kehilangan terus ngintai.

You are reading The Shattered Light Chapter 8: – Jejak di Malam Kelam on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Big Data Cultivation cover
Similar genre

Big Data Cultivation

Chen Fengxiao ·Fantasy

Asagraduatewithadoubledegreefromaprestigiousuniversity,FengJunsomehowremainsunemployedaftergraduation.Hestrugglesinthecity,buthecan’tletgoofhisprid...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.