Font Size
15px

Setelah keluar dengan selamat dari desa Rothern, Kaelen dan kelompoknya bergerak tanpa henti sepanjang malam. reka berjalan lintasi hutan yang diselimuti kabut tipis, suara langkah kaki reka tertelan kesunyian. Napas reka mburu, bukan hanya karena lelah, tetapi karena bayangan pengejaran yang seolah terus ngintai di belakang.

Ketika fajar rekah, Varrok mberi isyarat agar reka berhenti di sebuah cekungan tanah yang tersembunyi oleh semak belukar. reka berkumpul dalam lingkaran kecil. Kael dan Aria duduk bersandar pada batang pohon, wajah reka masih nyimpan trauma.

"Kita aman untuk sentara," ucap Varrok lirih. "Tapi kita tidak bisa tinggal di sini lama. Patroli reka pasti sudah nyadari sesuatu."

Serina ngangguk, namun sorot matanya tajam. Ada kecurigaan yang mulai ngakar di benaknya. Ia mperhatikan satu per satu wajah rekan-rekannya, terutama Darek yang tampak terlalu tenang. Pengkhianatan yang nghancurkan Bayangan Malam masih mbekas dalam pikirannya, dan ia tahu, musuh kadang berada paling dekat. "Aku rasa reka tahu lebih banyak dari yang kita kira. reka nyebutkan gerakan di utara. Itu berarti reka punya mata-mata di sekitar kita."

Kaelen ngeratkan genggamannya pada pisau di pinggangnya. Firasat buruk yang ia rasakan di desa belum juga pudar. Ia natap satu per satu wajah reka. Darek diam dengan tatapan waspada, sentara Lyra duduk dekat Aria, berusaha nenangkan gadis itu.

"Kalau begitu, apa langkah kita?" tanya Kaelen, ncoba nutupi kegelisahannya.

Varrok nghela napas. "Kita harus bergerak lebih jauh ke barat. Kita akan bertemu dengan penyintas lain di sana. reka mungkin tahu lebih banyak tentang gerakan Ordo Cahaya. Tapi perjalanan ke barat berbahaya. dannya kasar, dan kita harus lewati wilayah yang diawasi."

Lyra noleh, matanya penuh tekad. "Apa kita akan bertemu dengan sisa Bayangan Malam lainnya? Aku harus tahu... siapa lagi yang selamat."

Serina njawab, nadanya lembut namun tegas. "Itulah harapan kita semua. Tapi jangan terlalu berharap. Aku tahu betapa kejamnya reka. Kita mungkin hanya akan nemukan mayat."

Keheningan nyelimuti reka sesaat. Kata-kata Serina adalah kenyataan pahit yang tak seorang pun ingin akui.

Kaelen natap Lyra. Ada kehangatan dalam sorot matanya, sekelebat rasa ingin lindungi. Namun, ia segera ngalihkan pandangannya.

"Berapa lama perjalanan ini?" tanya Kaelen.

Darek akhirnya bersuara. "Dua hari jika kita tidak terhambat. Tapi... ada satu hal yang perlu kalian tahu."

Semua mata tertuju padanya.

"Wilayah barat adalah jalur pemburuan reka. Ada unit khusus dari Ordo Cahaya yang dikenal sebagai Pengintai Hitam. reka tidak terlihat seperti prajurit biasa. reka bergerak dalam bayangan, mburu, dan mbunuh tanpa suara. Jika reka nemukan kita... kita mungkin tidak punya kesempatan lawan."

Wajah Kaelen ngeras. Ancaman baru ini nambah beban yang sudah berat di pundaknya. Tapi ia tahu, reka tidak punya pilihan lain.

Varrok berdiri perlahan. "Kalau begitu, kita bersiap. Istirahat sebentar. Setelah itu, kita bergerak. Ingat, tidak ada yang berjalan sendirian. Kita adalah satu tubuh. Jika satu jatuh, kita semua jatuh."

Kaelen lirik Lyra yang tersenyum kecil padanya, ncoba mberi ketenangan. Senyum itu seakan nyusup ke dalam dadanya, nghangatkan luka yang selama ini ia sembunyikan. Seketika, kelelahan yang dirasakannya sedikit reda. Tatapan reka bertaut lebih lama dari yang seharusnya, hingga Kaelen dengan canggung ngalihkan pandangannya, rasa jantungnya berdegup lebih cepat. Di sudut lain, Serina ngamati reka dengan pandangan yang sulit ditebak. Perasaan asing mulai ngakar dalam hatinya.

Sentara itu, jauh di dalam pikirannya, Kaelen masih rasakan tatapan yang ngawasinya dari kegelapan. Sekali waktu, ia rasa ndengar langkah samar di balik semak-semak, atau bisikan angin yang terdengar seperti suara manusia. Bayangan hitam di sudut matanya sekilas terlihat bergerak, namun setiap kali ia noleh, tak ada apa-apa di sana. Ia tahu... bahaya belum berlalu.

You are reading The Shattered Light Chapter 11: – Retakan Kepercayaan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Warlock Apprentice cover
Similar genre

Warlock Apprentice

牧狐 ·Fantasy

Thestatusofawizardistranscendentinallcontinentsandintheuniversalplane. Mysterious,wise,cruelandbloodthirstyaresynonymouswithwizards.Butwhatdoesarea...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.