Font Size
15px

Sesuai dengan kata-katanya, Ishakan sangat lembut. Dan Leah nyadari bahwa dia telah salah. Bahkan ketika dia tidak bersikap kasar, intensitas kenikmatan yang dia rasakan sulit untuk ditanggung.

Matanya terus natapnya setiap saat saat ia dengan lembut nggerakkan pinggulnya ke arahnya, mperhatikan setiap reaksinya, mbisikkan namanya berulang-ulang. Hanya suara beratnya saat nyebut namanya saja sudah mbuat gadis itu sedikit getar.

Dan saat dia masuk ke dalam dirinya, dia ncapai klimaks lagi, ndengar erangan kasar Ishakan saat kejantanannya nuhi dirinya dan spermanya nyebar jauh di dalam dirinya. Kenikmatannya luar biasa.

Seks reka seperti berenang di madu. Setelah itu, saat reka berbaring berpelukan, Leah ngeluarkan erangan kepuasan yang lembut. Dengan lengan lingkarinya, dia bernapas dalam-dalam. Wajar saja, bahkan refleks untuk berciuman saat reka berbaring saling berhadapan, tubuh reka yang berkeringat saling nempel.

Ini benar-benar tentang berhubungan seks , pikir Leah saat bibir reka saling bergesekan lembut. rasa nyaman satu sama lain, berbagi emosi, terhubung sepenuhnya satu sama lain...

Hal-hal yang dilihatnya di ranjang Blain sama sekali tidak ngandung cinta. Itu hanya sekadar muaskan hasrat duniawi.

Ishakan berbaring telentang, mbaringkan Leah di dadanya dan mbelainya dengan lembut dengan satu tangan. Dan jari-jari tangannya yang lain bergerak di antara kedua kakinya, ndorong spermanya kembali ke dalam tubuhnya saat ngalir keluar di antara kedua pahanya.

Tiba-tiba matanya njadi gelisah.

"Kurasa aku tidak sanggup lagi..." kata Leah ketakutan, saat nyadari apa yang dipikirkan lelaki itu. Tidak ada kekuatan dalam suaranya, dan lelaki itu narik jari-jarinya dari dalam, perlahan mbelai klitorisnya yang bengkak. Leah njilat bibirnya.

Rambut perak Leah berkibar di sekelilingnya seperti air terjun saat dia duduk, nghindari jari-jari yang nyiksa itu.

“Aku harus kembali ke istana...” katanya ragu-ragu.

Ishakan hanya ncium sejumput rambut yang tersangkut di jarinya dan narik pinggangnya kembali, mbaringkannya di tempat tidur di sampingnya. Anggota tubuhnya tersangkut dengan anggota tubuh wanita itu.

"Jangan pergi," katanya.

Dia juga tidak ingin pergi. Dia ingin tidur nyenyak di pelukannya, dan benar-benar beristirahat. Namun, dia harus kembali ke istana. Ketika dia tidak njawab, dia ngerutkan kening.

“Aku telah lakukan kesalahan,” katanya. “Aku seharusnya lakukannya sampai kamu pingsan.”

“......”

Leah mbenamkan wajahnya di dada pria itu. Bahkan jika pria itu ngatakan hal-hal seperti itu, dia tahu pria itu akan mbawanya kembali ke masa lalu.

"Aku punya pertanyaan," katanya tiba-tiba, sambil ngangkat kepalanya untuk natapnya. "Mantra-mantra itulah yang mbuatku jatuh cinta pada Yang Mulia, bukan?"

Dalam ingatannya, pasti ada saat di mana Blain bersikap baik dan penuh kasih sayang padanya.

“Dulu dia baik hati. Mungkinkah Yang Mulia juga berubah karena dia terkena kutukan?”

Wajah Ishakan tidak berekspresi.

"Bajingan itu selalu njadi sampah. Kau akan ngerti saat kau ngingatnya."

“......”

Mata Leah terpejam. Leah berasumsi bahwa Leah akan lakukannya, seolah-olah sudah pasti Leah akan ndapatkan kembali ingatannya yang hilang. Namun, waktu yang tersisa begitu sedikit, sehingga tampaknya mustahil baginya untuk bisa lakukannya. Kecemasan nuhi dirinya.

Kalau dia tidak pernah ndapatkan kembali ingatannya, dia tidak akan pernah ngerti satu pun hal.

"Kadang-kadang aku mikirkannya," bisiknya, sambil natapnya dengan mata khawatir dan muram. "Tentang diriku yang dulu...aku pasti sangat berani."

Kepala Ishakan miring, cukup dekat hingga bibir reka nyaris bersentuhan.

“Kau sudah berusaha sangat keras. Sama seperti sekarang.” Senyumnya lembut. Ia ncium keningnya. “Kenapa kau tidak tidur saja sebelum kembali?

Begitu dia ngatakannya, rasa kantuk nguasainya. Tidak mungkin untuk tetap mbuka matanya. Leah pun tertidur.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 255: Rumah Besar Count Weddleton (13) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Vengeance in His Bed cover
Similar genre

Vengeance in His Bed

JacintaVike ·Romance

18+READERSONLY:Thisstorycontainsexplicitsexualcontent(smut),darkthemes,stronglanguage,possessivealphadynamics,andanenemies-to-loverspowerimbalance....

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.