Font Size
15px

Ishakan natap punggung putih mulus Leah, sempurna kecuali tonjolan tulang belakangnya yang terlihat. Ia narik napas dalam-dalam saat tatapannya bergerak ke atas dan ke bawah punggung Leah. Dinding bagian dalam Leah yang lembap ncengkeram kejantanannya dan otot rahangnya negang saat ia natapnya dan ncoba nenangkan diri. Kenikmatan itu luar biasa.

Itu selalu njadi masalah. Seks dengannya terasa sangat nikmat, mbuatnya sulit lawan nalurinya. skipun dia tahu akan sulit baginya untuk nahannya, dia selalu ndorongnya hingga batas maksimal.

Hanya dengan lihatnya saja sudah mbuatnya sulit nahan diri. Dorongan sekecil apa pun darinya sudah mbuat kejantanannya ngeras.

Lebih dari sekali, Leah mpertaruhkan nyawanya, nggodanya. Itu terjadi lagi hari ini, ketika dia natapnya dengan penuh nafsu saat berbicara kepadanya, dan kemudian ketika reka berciuman di lemari sapu, Ishakan tidak dapat nahan diri lagi.

Darah binatang dalam pembuluh darahnya mberi dorongan seksual yang kuat pada Kurkan. Ia khawatir akan mbuatnya takut, karena Kurkan tidak dapat ngingatnya, dan telah mutuskan untuk tidak ndesaknya. Namun, setelah sekian lama berpantang tanpa sengaja, reka akhirnya bersama, dan ia tidak akan berhenti sampai Kurkan kehilangan akal sehatnya.

Ada juga kemungkinan bahwa masuk ke dalam dirinya sampai dia kepenuhan mungkin mbantunya ngingat, tetapi itu pasti akan ngejutkannya jika dia tahu. Perlahan, Ishakan mulai nggerakkan pinggulnya, tetapi kemudian berhenti tiba-tiba.

“Lea...!”

Dia ncengkeram pantatnya dengan kedua tangannya. Perbedaan ukuran reka begitu besar, apakah dia kesulitan nerima kejantanannya?

"Tenang saja..." katanya sambil nunduk natapnya. Tangannya gang seprai dengan erat, tangan kecilnya getar, dan mata emasnya njadi dingin. "Leah..."

“Itu...tidak boleh...longgar...” gumamnya.

Saat dia ngerti maksudnya, Ishakan tertawa ngejek.

“Jika seorang pria harus ngatakan hal itu, masalahnya dia bertubuh kecil.”

Punggung putihnya bergetar ndengar kata-katanya, dan dia remas pantatnya dengan tangannya sambil nunggunya rileks di dalam. Segala macam umpatan terlontar di benaknya.

Ia ngingat semua yang pernah dialaminya di ranjang bersamanya. Ia senang karena ia telah njadi orang yang ngajari putri yang polos itu, yang tidak tahu apa-apa. Ia senang lihatnya berubah dan tumbuh serta mulai nyuarakan keinginannya yang sebenarnya. Dan ia senang karena perubahan ini terjadi karena dirinya.

Itu adalah hubungan istiwa yang tidak akan pernah tergantikan. Atau diciptakan kembali.

Namun, setelah dia diambil darinya, Blain telah ngajarkannya banyak hal aneh. Bahkan sekarang, berhubungan seks dengan Ishakan mbuatnya malu. Darahnya ndidih mbayangkan dia berada di kamar Blain, lihatnya bercinta dengan wanita lain.

Apakah ada cara untuk mbunuh bajingan itu yang akan mbuatnya rasa lebih baik?

Ishakan tidak berpikir ada sesuatu yang cukup untuk nghilangkan amarahnya sepenuhnya.

Sambil narik napas dalam-dalam, ia ncoba nenangkan diri. Ia harus berkonsentrasi pada istrinya sekarang. ngetahui bahwa istrinya berusaha sebaik mungkin untuk mbuatnya rasa senang sedikit redakan amarahnya.

Leah masih nyembunyikan wajahnya di tempat tidur, dan Ishakan luknya, narik kejantanannya darinya. Ia nggigil karena sensasi saat kejantanan besarnya ditarik, dan Ishakan mbalikkan tubuhnya, mbaringkannya telentang.

Kejantanannya mbelai bibir bawahnya yang lembab.

"Mari kita lakukan ini secara langsung," katanya sambil natap ke bawah ke arahnya. Wajahnya langsung rah, dan dia tersenyum sambil ndorong dalam-dalam ke dalam dirinya, dan mbuatnya ngerang keras.

Ia mbelai payudaranya dan ncoba nahan keinginan untuk langsung nghantamnya. Payudaranya pas di tangannya, dan ia tidak lupa nggoda putingnya. Baru kemudian ia mulai nggerakkan pinggulnya lagi.

Suara kulit reka yang beradu bergema erotis di seluruh ruangan.

"Leah, Leah..." katanya sambil manggil namanya, suaranya penuh kenikmatan. Kehangatan bagian dalam tubuhnya yang basah mbuatnya rasa sangat nikmat, dan dia nyukai cara Leah nggigil di dekatnya, berusaha nahan erangannya.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 253: Rumah Besar Count Weddleton (11) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mr. CEO Has a Crush on Me cover
Similar genre

Mr. CEO Has a Crush on Me

Mu Anan ·Romance

Shewasframedbyhersisterandaccidentallyhadaone-nightstandwithhim.Later,hefoundvariousunreasonableexcusestoforcehertolivewithhim.Toseekrevenge,sherel...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.