Font Size
15px

Entah bagaimana, Leah ndapat kesan bahwa jika Ishakan bertekad untuk mberi pelajaran kepada orang jahat, ia mungkin akan mbasmi kejahatan dari dunia. Namun, ia tidak ngajukan pertanyaan lebih lanjut. Ishakan tampaknya tidak bersemangat untuk mberikan perincian.

Hal ini tidak nyenangkannya, tetapi dia tidak begitu penasaran hingga akan ndesaknya. Dia adalah Raja Kurkan. Mungkin ada banyak hal yang tidak bisa dia jelaskan padanya.

"Apa yang akan kau katakan tentang mandi bersama?" tanya Ishakan, dan nggigit ujung hidungnya. "Suamimu telah bekerja keras."

Leah terkejut karena sengatan gigitan itu.

"Mandi?" Dia sudah rasa malu hanya dengan mbayangkan langkah telanjang ke dalam bak mandi bersamanya. Dia ngalihkan pandangannya. "Tapi air panasnya..."

"Kau tidak perlu khawatir tentang itu." Ishakan ngangkatnya ke dalam pelukannya dan nuju kamar mandi. Bagaimana mungkin dia bisa mandi tanpa air?

"Mura lakukan pekerjaan dengan baik," katanya sambil berjalan nuju bak marr, yang sudah terisi air. Dia masih rasa cemas untuk langkah telanjang ke dalam bak, tetapi tanpa diduga, dia tidak perlu lakukannya.

Ishakan ndudukkannya di tepi bak mandi tanpa lepas gaun tidurnya, hanya mbiarkan kakinya njuntai di dalam air. Rasanya nikmat dengan air hangat yang berputar di sekitar betisnya. Di sampingnya, Ishakan dengan tenang mulai lepaskan pakaiannya sendiri.

Ia tidak nyangka pria itu akan nanggalkan pakaiannya dengan mudah. ​​Leah tidak tahu harus lihat ke mana saat pria itu mbiarkan pakaiannya jatuh ke lantai, langkah telanjang bulat ke dalam bak mandi. Tubuhnya yang terpahat sangat proporsional, otot-ototnya terbentuk dengan baik dan harmonis saat bergerak. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan pria itu.

Ishakan tenggelam ke dalam bak mandi sambil tersenyum tipis, permukaan air naik di sekeliling tubuhnya yang besar. Bak mandi itu cukup besar sehingga ia tidak perlu nekuk lututnya saat ia mbenamkan dirinya, nyibakkan rambutnya yang basah untuk mperlihatkan dahinya yang tinggi.

"Apakah kamu masih ncium bau darah?" tanyanya sambil duduk dan letakkan lengannya di kedua sisi bak mandi.

Lea nggelengkan kepalanya.

"Akhir-akhir ini aku jadi sensitif terhadap bau-bauan," katanya, dan matanya nyipit.

Uap nuhi kamar mandi. Leah mulai berkeringat dan ngusap dahinya dengan punggung tangannya. Mata emasnya natap pipinya yang rah, lalu beralih ke gaun tidurnya, yang nempel di tubuhnya di udara yang ngepul.

Leah terlambat nyadari betapa tidak senonohnya dirinya. Putingnya terlihat jelas, gelap dan nonjol lalui kain tipis. Tentu saja, dia sudah lihatnya telanjang, tetapi itu tetap mbuatnya malu.

"Apa yang terjadi pada para kesatriaku dan la–ah!" Leah tersentak, terkejut saat kaki Ishakan terentang untuk nyentuh kakinya. Ini bukanlah hal yang malukan, tetapi dia sangat gugup sehingga hal ini pun ngejutkannya. Ishakan terkekeh saat jari-jari kakinya lingkar di bawah kakinya.

"reka ada di tempat lain untuk saat ini. Kami akan segera ngirim reka kembali ke istana."

Sensasi kaki reka yang bersentuhan terasa geli, dan tiba-tiba Leah rasa sangat hangat saat ia bermain dengan jari-jari kakinya. Ia nggigit bibir bawahnya.

"Ayo kita kembali ke padang pasir, Leah," katanya, sambil gang satu kaki dan ngangkatnya untuk nciumnya. Leah ndapati dirinya nahan napas. "Kita akan pergi begitu hari mulai terang."

Dia tersenyum seperti anak kecil saat ngatakannya.

"Kamu sangat nyukai gurun sejak pertama kali lihatnya."

Leah teringat akan hamparan pasir keemasan yang indah, mbentang seperti lautan. Apakah akan seindah yang ia impikan? Ia ingin rasakan pasir lembut itu di telapak kakinya yang telanjang.

Namun, tiba-tiba dia punya pikiran yang ngganggu. Dengan lembut, dia lepaskan kakinya dari tangan pria itu.

"Kenapa kau tidak ngajakku sejak awal?" tanyanya. Ia sudah lama penasaran tentang hal itu. Jika ia benar-benar istrinya, seharusnya ia ngajaknya pergi sejak hari pertama reka bertemu.

Namun Ishakan hanya tersenyum pahit.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 231: Keraguan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Abandoned Woman Busy Farming cover
Similar genre

Abandoned Woman Busy Farming

Qingka ·Romance

Thecharmoffarminglifeinspringtimeisprofound. Transmigratedintothelifeofapregnantabandonedwife,BaiRuozhuresolvedtoliveofftheland,thewater,andthespac...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.