Font Size
15px

Ia harus berusaha lebih keras dan njadi ratu yang sempurna, pikir Leah, ujung jarinya saling nyentuh dengan gugup. Tiba-tiba sebuah bayangan muncul di hadapannya.

"Apakah kamu tidak akan nyapaku?"

Mata biru natapnya saat Leah tersadar kembali. Lady Mirael berdiri di belakangnya, natapnya tajam saat Leah dengan patuh nyapanya.

"Ngomong-ngomong." Blain nggerakkan dagunya ke arah kereta di dekatnya. "Ada kulit yang bisa digunakan dari hewan-hewan yang kita buru hari ini. Kulit-kulit itu akan dikirim ke istanamu, pilih yang kau suka."

"Terima kasih."

Blain natapnya.

"Tersenyumlah," perintahnya.

Leah tersenyum tergesa-gesa. Senyum yang dipaksakan, tetapi Blain tidak peduli. Ia mbelai pipi Leah dengan punggung tangannya.

"Ayo makan malam bersama," katanya. "Datanglah ke istana utama nanti."

"...Ya."

Setelah percakapan singkat itu, dia masuk ke istana utama bersama Lady Mirael. Leah nunggu sampai dia benar-benar tak terlihat lalu bergegas kembali ke istananya sendiri, di mana dokun-dokun nunggunya di kantornya. Ada banyak hal yang harus dia selesaikan hari ini.

skipun ia akan njadi Ratu setelah pernikahan, Leah masih seorang Putri sekarang. Dan ia harus ngurus sebagian besar tugas keluarga kerajaan karena Blain tidak tertarik nuhi tanggung jawabnya sendiri. Temperannya semakin buruk sejak ia naik takhta. Ia mperlakukan orang dengan buruk dan ngusir orang dari istana bahkan untuk pelanggaran kecil. Karena ia kesulitan nilai sesuatu secara rasional, Leah telah ngambil alih semua urusan negara.

Tentu saja, dia rela lakukan semua ini demi pria yang dicintainya. Namun, pada hari-hari ketika dia terkapar di tempat tidur, kelelahan karena pekerjaan yang tak ada habisnya, dia berharap ada yang mbantunya dengan tanggung jawabnya. Dia tidak bisa lakukan ini selamanya. Semoga Blain segera ringankan sebagian bebannya.

nandatangani dokun pertama dari sekian banyak dokun, dia natap Countess lissa.

"Saya masih sedikit gugup untuk ngambil keputusan sendiri," kata Leah saat Countess ngeluarkan dokun yang sudah ditandatangani dan nggantinya dengan yang lain. "Alangkah baiknya jika Yang Mulia mau lihat notulen rapat hari ini..."

Dia berhenti sejenak. Saat dia nyebut Blain, senyum Countess nghilang, dan sedikit rasa dingin muncul di wajahnya yang tanpa ekspresi.

"Tentu saja, hal yang benar adalah aku berusaha lebih keras," kata Leah buru-buru.

Countess lissa tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.

"Mari kita istirahat sebentar," kata Leah sambil letakkan pena bulunya dan tersenyum. "Bisakah kau bawakan aku teh?"

"Ya, Putri."

Saat wanita itu ninggalkan kantor, Leah ndesah. Akhir-akhir ini, Countess mbuatnya rasa sedikit tidak nyaman. Hal itu mbuatnya rasa bersalah karena rasa tidak nyaman, karena Countess telah bersamanya sejak dia masih kecil.

Sambil nggelengkan kepala, Leah bangkit dari tempat duduknya untuk lihat ke luar jendela. Jari-jarinya mati rasa karena ncengkeram pena bulunya saat ia nggeserkannya ke bingkai. Di luar, taman tampak sepi.

Bunga-bunga tak lagi tumbuh dengan baik di istana. Semua hewan kecil telah nghilang, tak ada kucing, burung, atau tupai yang terlihat.

Ia telah minta tukang kebun untuk rawat tunas osmanthus dengan baik, tetapi tunas-tunas itu akhirnya mati. Ada upaya untuk nanam bunga-bunga lain, tetapi semuanya layu dan mati. Hanya juniper berdaun berduri yang tumbuh.

Selama ini istana selalu dipenuhi bunga, dan Leah sangat rindukannya. Angin sepoi-sepoi bertiup lewati dahan-dahan pohon yang tandus, mbuatnya bergoyang, dan Leah nundukkan pandangannya.

"..."

Tiba-tiba, dadanya terasa hampa. Rasa sakit yang sudah biasa, tetapi akhir-akhir ini nyiksanya. Ketika ia manggil dokter untuk riksanya, dokter tersebut ngatakan tidak ada penyebab yang jelas.

Ia pikir itu kelelahan dan ngabaikannya, tetapi setiap kali hatinya sakit, ia nderita. Perasaan hampa yang tak tertahankan nuhi dirinya, seolah-olah ia telah kehilangan sesuatu yang sangat penting...

Tetapi Leah tidak tahu apa itu.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 188: Tidak Nyaman on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.