Di Estia, persiapan sedang dilakukan untuk pernikahan Raja. Hanya beberapa bulan telah berlalu sejak pemakaman Raja sebelumnya, tetapi Blain bertekad untuk tetap nyelenggarakan pernikahan tersebut.
Ia akan nikahi saudara tirinya, Putri Leah, dan skipun itu rupakan pernikahan inses, para bangsawan Estia nerimanya tanpa keberatan.
Di negara lain, pernikahan semacam itu dianggap njijikkan. Namun, reka tidak bisa ngatakannya secara terbuka. Itu masalah internal negara lain, jadi reka hanya berbisik-bisik di balik layar.
Raja Blain yang baru netapkan akan ada pernikahan yang gah. Ia tidak sabar, tetapi ia nginginkan pernikahan yang terbuka untuk umum. Undangan dikirim ke seluruh benua, ngundang pejabat tinggi dari negara lain dan bahkan orang Kurkan dari gurun barat. Itu aneh, ngingat reka biasanya diabaikan dan dibenci sebagai orang barbar.
"Kita harus ngadakan jamuan makan untuk nyambut tamu kehormatan yang nghadiri pernikahan. Anggaran yang besar akan dibutuhkan."
Suara Leah terdengar di seluruh Dewan Kabinet, lalu terdiam saat ia natap para bangsawan yang berkumpul. Biasanya, seseorang akan keberatan, dengan alasan bahwa pernikahan itu tidak perlu terlalu wah. Namun, kini tidak ada yang tidak setuju. reka semua berbicara dan setuju dengan suara bulat. Dewan Kabinet berjalan seperti sandiwara.
Tampaknya Leah satu-satunya yang rasakan kejanggalan.
Apakah para bangsawan selalu begitu loyal kepada keluarga kerajaan? Ia pikir dulu semuanya berbeda. Hal itu tampak aneh baginya. Saat ia bertanya-tanya, ia sengaja ngangkat isu yang dibenci para bangsawan. Reformasi pajak.
Dia sudah lama mikirkannya, tetapi tidak pernah berani ncobanya. Namun kali ini, ketakutannya tidak berdasar. Para bangsawan nerimanya dengan patuh. Dan setelah ndapatkan apa yang diinginkannya, Leah rasa seolah-olah semua orang di sekitarnya entah bagaimana nipunya.
Setelah dewan yang tidak berarti lainnya berakhir, beberapa bangsawan tetap tinggal. Leah ndekati Count Valtein dan nteri Keuangan Laurent.
"Terima kasih atas kerja kerasmu hari ini. Rapat berakhir dengan lancar."
"Tidak, itu semua berkatmu," jawab nteri Laurent sambil tersenyum. Count Valtein ngangguk tanda setuju.
Leah nutup mulutnya lihat sikap patuh reka. Dulu, saat reka mbicarakan urusan negara, kedua lelaki ini tidak pernah nahan diri. reka berdua selalu punya banyak hal untuk dibicarakan, mulai dari bangsawan mana yang bisa dibujuk hingga masalah apa yang harus didahulukan.
Sekarang, setiap bangsawan tunduk kepada keluarga kerajaan dalam segala hal, dan Pangeran serta nteri Keuangan pun tidak terkecuali. reka tidak punya pendapat. Seperti semua bangsawan lainnya, reka hanya ngangguk.
Ia ingin reka berdebat tentang beberapa masalah, tetapi tidak ada gunanya sekarang. reka akan setuju dengan apa pun yang dikatakannya. Leah dengan sopan ngucapkan selamat tinggal dan ninggalkan ruang konferensi, diikuti oleh para dayangnya.
"Yang Mulia telah kembali," kata seorang pelayan, nghampirinya dengan tergesa-gesa.
Blain kadang-kadang pergi berburu, dan dia selalu sangat marah jika Leah tidak nyambutnya ketika dia kembali ke istana. Leah segera ngikuti pelayan itu. Blain selalu lampiaskan kemarahannya pada staf istana.
Ketika dia tiba di aula masuk, Blain masuk, ditemani oleh para kesatria dan pengawal. Ada juga seorang wanita di sampingnya dengan rambut pirang bergelombang, tampak cantik dalam pakaian berburu dan tersenyum manis.
Dia adalah Lady Mirael, yang saat ini njadi istri kesayangan Blain. Begitu lihat Leah, wajahnya langsung muram, tetapi kemudian dia tersenyum tipis. Sambil lingkarkan lengannya di lengan Blain, dia mbisikkan sesuatu kepadanya. Blain tidak bereaksi terhadap kata-katanya, tetapi dia juga tidak ndorongnya.
Leah nundukkan kepalanya. Ia tahu bahwa dirinyalah yang harus disalahkan atas semua ini. Tubuhnya cacat, dan ia tidak dapat nuhi tugas sebagai seorang istri. skipun Blain telah bermurah hati kepadanya sejauh ini, ia tahu bahwa ia akan berada dalam bahaya setelah ia resmi njadi Ratu Estia jika ia njadi wanita cacat.
Dia tidak ingin diusir. Yang dia inginkan hanyalah nuhi tugasnya sebagai anggota keluarga kerajaan Estia.
Reviews
All reviews (0)