Font Size
15px

Mata Leah mbesar saat kejantanannya mbesar lebih jauh di dalam dirinya.

" Hck , ahhh, aku tidak suka ini...!" katanya ketakutan.

"Kau tidak nyukainya?" Ia nggigit leher, bahu, dan payudaranya secara berurutan, matanya panas karena kegembiraan. "Kau tidak nyukainya, Leah?"

Dia rasakan sakit yang tajam di antara kedua kakinya. Dia hampir berpikir dia akan nangis jika kejantanannya bertambah besar, tetapi dia nggelengkan kepalanya, nangis sambil nekan tangannya ke perutnya yang sedikit bengkak.

"Ahh, tidak..." dia tersentak. "Hmm, oke..."

Akhirnya, dia ngatur napas dan ngulurkan tangannya untuk nggenggam pipinya.

"Aku ingin punya bayi darimu..." Ibu jarinya ngusap lembut bagian bawah mata pria itu. Dia bisa rasakan panas kulitnya yang kecokelatan di jari-jarinya yang putih saat dia ngucapkan nama yang sudah lama ingin dia ucapkan. "Isha..."

Wajahnya njadi kaku. Kejantanannya, yang nekan kuat ke leher rahimnya, mbengkak tak terkendali. Kejantanannya tidak akan lunak sampai dia ngisinya lagi dengan spermanya.

Sulit untuk bernapas. Tubuh Leah getar saat dia nangis tersedu-sedu, dan saat dia berusaha keras untuk tidak kehilangan akal sehatnya, dia ndengar derit logam yang tertekuk.

Tiang besi itu bengkok seolah terbuat dari karet, dan rantainya putus.

Leah langsung jatuh ke belakang, tergeletak di atas kerudung dan natap Ishakan dengan kaget. Ishakan robek jubahnya, mperlihatkan tubuh telanjangnya, dan segera ndorongnya ke dalam.

"Kau akan mbunuhku, ya?" Dia terengah-engah, saat Leah berjuang lawan tangan besar yang ncengkeram pergelangan tangannya. "Aku sudah nahan diri sampai sekarang..."

Dia tidak bisa ngendalikan kekuatannya. Air mata ngalir di matanya karena kekuatan cengkeramannya, tetapi Leah tidak bisa rasakan sakitnya dengan jelas. Dia rasa seperti dinding bagian dalam tubuhnya akan robek saat dia nghantamnya seperti binatang buas, tetapi itu tidak sepenuhnya rasa sakit. Batas antara rasa sakit dan kesenangan njadi kabur, dan lambat laun, rasa sakit itu njadi pendorong kesenangannya.

Sambil terengah-engah, dia lingkarkan kakinya di pinggang pria itu, betisnya yang ramping luncur di atas pinggulnya yang berotot. Jari-jari kakinya lengkung, ncakarnya saat dia ngerang. Ujung kejantanannya, yang mbengkak hingga batasnya, nyemprotkan sperma ke dalam dirinya dan dia nggigit putingnya saat dia nggigil.

"Ah, hmm...Leah..." Ishakan ngejan, nuangkan spermanya ke dalam rahim Leah, nggerakkan kejantanannya untuk ngaduknya di dalam, dan Leah ncapai klimaks lagi.

Dia sudah ncapai batasnya. Cairannya sendiri tertahan di dalam dirinya oleh kejantanannya dan dia bisa rasakan penisnya nggesek-gesekkan spermanya ke dalam dirinya.

"Isha, Isha..." Ia neriakkan namanya dengan panik, dan setiap kali ia ngucapkannya, Isha njadi semakin ganas. Ia ncoba nenangkan diri, tetapi ia semakin terpuruk saat kenyataan mudar. Kelesuan nyebar ke seluruh tubuhnya. Ia rasa seperti layang di antara awan.

"Ah..." Erangan pelan keluar darinya saat tubuhnya regang dan getar.

Ishakan nciumnya. Ia bisa rasakan sentuhan bibirnya sejelas ia bisa rasakan mani panasnya di kemaluannya, dan ia nggigil karena kenikmatan saat nciumnya. Saling natap, lidah reka saling bertautan. reka terhubung njadi satu.

Ia rasa tubuhnya akan ledak karena kenikmatan yang begitu hebat, ia tidak dapat ngungkapkannya. Pikirannya kacau. Rasanya seolah-olah dunia yang dikenalnya telah hancur berkeping-keping, dan dunia baru telah lahir saat ia nyadarinya: pria di hadapannya adalah suaminya. Karena tidak dapat nahan diri, ia mbisikkannya kepadanya...

"Suamiku..."

Senyumnya begitu cerah ndengar kata-kata posesif itu. Bibirnya bergerak lambat, penuh kegembiraan.

"Aku ncintaimu, Lea."

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 182: Langkah-Langkah Keamanan (5) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.