Font Size
15px

Kejantanannya kaku. Cara nonjolnya di antara paha rampingnya tampak ngintimidasi, ujung penisnya luncur dengan mudah lalui pra-ejakulasi yang nodai kulit putihnya.

Berkat Ishakan, dia bisa berhubungan seks dengan cara yang paling aneh. Tapi ini...

Leah ternganga lihatnya. Entah ngapa rasanya tak masuk akal dia bisa lakukan hal ini.

"Jika aku lakukan ini terlebih dahulu, itu tidak akan terlalu sulit untukmu," katanya, dan skipun dia ngatakan yang sebenarnya, dia tetap rasa seolah-olah telah ditipu. Matanya terbelalak saat dia rasakan sesuatu yang hangat di antara kedua kakinya. Karena hampir tidak ada rambut di sana, dia bisa rasakan setiap inci alat kelaminnya.

Itu mbuatnya geli, dan ia segera njadi basah karena malu. Gerakannya yang tersentak-sentak njadi halus saat kejantanannya yang tebal dan panas ngusap-usap di antara kedua kakinya. Saat ia mbelainya dengan keras, ia bahkan bisa rasakan urat-urat nonjol dari kejantanannya.

Pahanya bergetar. Terdengar suara basah, dan dia tersentak saat pahanya berkontraksi. Tanpa pikir panjang, dia ingin ncengkeram seprai, tetapi tangannya masih terikat.

Sekali lagi, Ishakan ndorong kejantanannya di antara pahanya. Setiap kali ia ndorong di antara pahanya yang rah, tubuhnya bergoyang dan payudaranya mantul, dan ia ncoba nutupi payudaranya dengan lengannya.

Ishakan segera narik rantai itu, lalu ngangkat tangannya ke atas disertai bunyi dentingan logam.

"Kau harus mbuatku cepat ncapai puncaknya, Leah."

Sambil gang betisnya dengan satu tangan, dia ncengkeram payudaranya dengan tangan yang lain, matanya terpaku pada puting susu yang nonjol di antara jari-jarinya. Tatapannya yang penuh nafsu jelas nunjukkan bahwa dia ingin nghisapnya.

Dia mbuatnya rasa malu, skipun dia sudah berkali-kali nanggalkan pakaiannya di hadapannya. Setiap kali dia natapnya seperti itu, dia rasa seperti wanita paling bernafsu dan sensual di dunia.

Kegembiraan bercampur dengan rasa malunya dan tubuhnya yang jujur ​​bergetar. Ishakan mperhatikan reaksinya dengan saksama dan mbelai penisnya di atas klitorisnya, tersenyum nakal saat dia ngusap tonjolan yang bengkak itu.

"Kamu juga cukup bernafsu."

Itu sama sekali tidak seperti kejantanannya yang kaku, tetapi dia mbuatnya terdengar penuh nafsu seperti dirinya, dan dia tidak bisa mikirkan argun apa pun. Wajahnya rah.

"Kurasa itu karena aku nyukainya..."

Hanya beberapa kata, tetapi dampaknya sangat kuat. Kejantanannya ngeras dan tersentak seolah-olah dia akan ncapai klimaks. Dia nggertakkan giginya.

"Lain kali aku harus nyumpal mulutmu. Kalau tidak..."

Leah ngangkat pinggulnya tanpa nyelesaikan kalimatnya, mbungkukkan tubuhnya hampir setengah saat kejantanannya bergesekan dengan keras, nuhinya dengan kenikmatan saat ia mbelainya dengan intens berulang-ulang. Leah-lah yang ncapai klimaks lebih dulu.

"Ahhh...!"

Dia njerit, dan Ishakan dengan kasar narik kejantanannya saat dia nggigil, narik tubuhnya ke bawah. Pembuluh darah di kejantanannya negang dan berdenyut seolah-olah akan ledak, dan dia ndorongnya ke bibirnya.

"Mmm, buka mulutmu..."

Begitu bibirnya terbuka, sesuatu yang keras luncur masuk, mbengkak saat cairan panas nyembur keluar, nuhi mulutnya dengan spermanya.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 149: Ikat Aku 3 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Abandoned Woman Busy Farming cover
Similar genre

Abandoned Woman Busy Farming

Qingka ·Romance

Thecharmoffarminglifeinspringtimeisprofound. Transmigratedintothelifeofapregnantabandonedwife,BaiRuozhuresolvedtoliveofftheland,thewater,andthespac...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.