Font Size
15px

Suara Leah pecah, serak karena berteriak. Ishakan ngeluarkan tali sutra untuk ngikat pergelangan tangan dan kakinya.

"Raja Kurkan sedang lakukan penculikan pengantin," jelasnya dengan acuh tak acuh.

Jantungnya berdebar kencang, tetapi percakapan itu tidak akan berlangsung lama. Ia rasa lemah, mungkin karena cairan apa pun yang telah diminumnya. Pandangannya kabur dan kesadarannya cepat mudar.

"Tolong... jangan lakukan ini..." Leah bergumam tak berdaya.

Ishakan natapnya.

"Kau boleh mbenciku, Leah," bisiknya lembut.

Kelopak matanya yang getar tertutup. Untuk beberapa saat, ia gangi tubuhnya dan kemudian dengan hati-hati mbaringkannya di dalam kereta. Agar ia tidak terguncang, ia mbungkusnya dengan bantal dan selimut, lalu keluar dari kereta dan nutup pintu.

Suku Kurkan terus berlari kencang. reka terus berlari tanpa henti, hanya berhenti sebelum kuda-kuda yang kelelahan itu pingsan, lama setelah matahari terbenam dan kegelapan nyebar di dataran itu. Panas ngepul dari tubuh kuda-kuda itu. reka telah nempuh perjalanan jauh tanpa istirahat dan dibawa ke kandang untuk diberi makan dan minum.

Atas instruksi Genin, suku Kurkan ngeluarkan kuda-kuda baru. reka telah nyiapkan pangkalan ini sebelumnya. Saat reka dengan cepat ngganti kuda, Haban natap ke langit dan bersiul tiga kali. Jeritan elang bergema sebagai tanggapan, dan sesaat kemudian, seekor elang besar hinggap di bahunya.

Saat Haban mbelai burung itu dan mberinya potongan daging, Genin mbuka kertas kecil yang diikatkan di kakinya dan mbacanya sambil ngerutkan kening. Dia nghancurkan kertas itu dan mberi tahu Ishakan.

"Keluarga kerajaan telah mulai pengejaran. nurut pesan tersebut, Putra Mahkota sendiri yang mimpin pengejaran."

"Lebih cepat dari yang kuduga." Ia ngerutkan kening. Ia telah nyuap para bangsawan untuk ngetahui rute prosesi pernikahan, lalu ngubah laporan reka dengan kebohongan. Butuh waktu tiga minggu bagi suku Kurkan untuk ncapai perbatasan. reka tidak dapat nghindari pengejaran dari keluarga kerajaan, tetapi reka harus ncapai padang pasir sebelum Byun Gyeonbaek ngetahui situasi tersebut.

Dan ada masalah dengan Leah. nurut Morga, orang yang telah ncuci otaknya dapat dengan mudah lacaknya. Ramuan yang reka buat untuknya akan mbantu nghindarinya, dan Morga nggunakan sihir untuk ngganggu mantra Ratu.

"Bagaimana dengan masalah yang berhubungan dengan Ratu, Morga?"

"Saat ini kau tak perlu khawatir, tapi mulai sekarang sebaiknya aku tetap dekat dengan sang Putri," jawab Morga sambil nyeka keringat di dahinya.

"Baiklah, silakan." Ishakan mberi izin dan bergerak nuju orang-orang Kurkan lainnya. reka akan lakukan periksaan terakhir sebelum berangkat.

Morga nghampiri kereta itu sambil ndesah dalam-dalam. Ia tidak punya nyali untuk mbuka pintu kereta. Genin mperhatikannya natapnya dengan penuh penyesalan dan akhirnya mbukakan pintu untuknya, dan bahkan mbantunya masuk ke dalam kereta sebagai bentuk solidaritas.

"Terima kasih, Genin."

"Kau tidak perlu berterima kasih padaku untuk ini. Jaga dia baik-baik, Morga."

Morga ngangguk dengan sungguh-sungguh, tetapi begitu pintu tertutup, dia ndesah lagi, jatuh terduduk di kursi. Kekuatan Ratu lebih kuat dari yang dia duga. Rasanya seperti siksaan, ncoba nghalanginya sendirian.

Kereta mulai bergerak lagi tak lama kemudian, dan sejak saat itu, reka terus laju tanpa henti hingga ncapai pangkalan berikutnya. nyeka keringat dengan lengan bajunya, Morga natap sang Putri.

Dia tertidur, diikat dengan tali sutra dan dibungkus selimut dan bantal. Jika ramuan itu bekerja dengan benar dan nghalangi mantra Ratu, dia akan tidur sampai reka ncapai padang pasir. Saat dia nghitung waktu yang tersisa, dia ngeluarkan bola kristal dari saku dalam di dadanya. Asap hitam berputar-putar di dalam bola yang bersinar itu. Itu adalah alat yang tidak sering dia gunakan, tetapi dalam keadaan seperti itu, dia terpaksa ngeluarkannya.

"Ayo kita lakukan ini..." gumam Morga, sambil nempelkan daun rosemary di dahi sang Putri. Ia lihat ikatan di pergelangan tangan sang Putri saat ia mbungkuk di atasnya. Ikatan itu nahannya agar ia tidak lompat keluar dari kereta yang sedang laju jika ia terbangun, dan ia mandang pergelangan tangan ramping itu dengan rasa kasihan. Jika ramuan itu bekerja, seharusnya tidak apa-apa untuk lepaskannya. Namun saat ia lepaskannya, sesuatu terjadi.

"...!"

Dengan suara keras, retakan muncul di bola kristal itu dan Morga terkulai, mual. ​​skipun semuanya berputar di depan matanya, hal pertama yang dilakukannya adalah riksa sang Putri. Kelopak matanya yang tertutup perlahan terangkat, mperlihatkan mata ungunya yang indah. Matanya natap lurus ke depan, tidak fokus, lalu perlahan berbalik ke arah Morga. Tanpa sadar, dia nahan napas saat natapnya.

Tubuhnya yang kecil bangkit dan tangan putihnya ncengkeram leher Morga, dan bulu kuduknya berdiri saat dia ncoba ncekiknya. Morga lompat dan nyingkap tirai, ninju jendela kereta sambil berteriak.

"Berhenti! Berhenti!"

Dia telah lakukan kesalahan. skipun reka dikejar, reka harus segera berhenti. Morga berteriak lagi, kali ini begitu keras hingga urat-urat di lehernya terangkat.

"Hentikan keretanya sekarang! Cepat!"

Itu bukan sekadar cuci otak. Dia sudah njadi boneka sang Ratu.

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 134: Berhenti on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

The Lucky Farmgirl cover
Similar genre

The Lucky Farmgirl

Bamboo Rain ·Romance

TheFourthBrotherhadsquanderedhiswealththroughgambling,leavingtheirmotherinacriticalstate.Tomakemattersworse,thecreditorsevenaskedthemtosellManbaoto...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.