Font Size
15px

"Aku akan lawan kalian berdua sekaligus," ucapku.

Komandan Asier dan komandan Ivana yang sedang berdebat pun langsung terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Apa yang barusan kamu katakan, Rid?," tanya komandan Asier.

"Kamu ingin lawan kami berdua sekaligus? Apa kamu serius?," tanya komandan Ivana.

"Iya, aku serius," ucapku.

ski aku berkata kalau aku serius untuk lawan reka berdua sekaligus, tetapi sepertinya reka berdua masih tidak percaya.

"Kamu sedang tidak bercanda kan, Rid? Aku dan kak Ivana saat ini rupakan komandan prajurit. Apa kamu yakin akan lawan 2 komandan prajurit sekaligus?," tanya komandan Asier.

"Aku sedang tidak bercanda dan aku yakin untuk lawan kalian berdua sekaligus, kak Asier," ucapku.

Komandan Asier dan komandan Ivana pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Sentara itu, Irene yang masih berada di dekatku setelah aku sembuhkan sebelumnya terlihat sedikit khawatir begitu ngetahui kalau aku ingin lawan komandan Asier dan komandan Ivana sekaligus.

"Aku tahu kalau kamu itu kuat, Rid, tetapi apa kamu yakin untuk lawan reka berdua sekaligus? ski ini hanya sekedar latihan tanding, lawan reka berdua sekaligus tentu bukan hal yang mudah," ucap Irene.

"Aku yakin, Irene. Aku tahu kalau lawan reka berdua sekaligus itu tidaklah mudah, tetapi aku akan lakukannya. Aku ingin ngukur kemampuanku saat ini terlebih dahulu dengan berlatih tanding lawan reka sekaligus sebelum kita mulai ekspedisi di pegunungan Orokho besok," ucapku.

"Begitu ya. Ya sudah terserah kamu saja," ucap Irene.

Setelah itu, aku kembali mperhatikan komandan Asier dan komandan Ivana yang ada di depanku. reka berdua sampai saat ini masih belum berbicara lagi. Karena reka belum berbicara lagi, aku mutuskan untuk berbicara kepada reka.

"Jadi bagaimana, kak Asier, kak Ivana, apa kalian berdua mau lawanku sekaligus?," tanyaku.

-

Sentara itu, di sebuah tempat latihan.

Tempat latihan itu berukuran sangat luas. Di tempat latihan itu saat ini sedang ada beberapa orang yang sedang berlatih. Di antara orang-orang yang sedang berlatih itu, ada beberapa orang yang familiar. Di antaranya adalah Gretta, Alisha dan ’Sophie’ yang rupakan senior Rid saat di akademi. lihat reka bertiga yang rupakan prajurit kerajaan yang berjaga di ibukota San Estella ada di tempat latihan itu, itu berarti tempat latihan tempat reka berada rupakan tempat latihan yang berada di White Palace.

reka bertiga saat ini sedang duduk di pinggir tempat latihan tersebut. reka terlihat cukup lelah. Sepertinya reka baru saja selesai latihan di tempat latihan itu.

"*Haaaahhhh....., sayang sekali aku tidak terpilih sebagai salah satu prajurit yang diutus untuk mbantu ekspedisi tuan Duke San Lucia. Padahal aku ingin sekali ikut dan pergi ke pegunungan Orokho," ucap Gretta sambil nghela nafasnya.

"Kamu ingin ikut karena kamu ingin pergi ke pegunungan Orokho atau karena kamu ingin lihat aksi Rid di ekspedisi itu?," tanya Alisha.

"Dua-duanya, hehe," ucap Gretta sambil tertawa kecil.

"Ya ampun kamu ini. Lagipula kalau kamu terpilih untuk ikut, apa kamu tidak rasa takut? Pegunungan Orokho itu rupakan pegunungan yang berbahaya. Selain suhunya yang sangat dingin lebihi suhu di wilayah San Lucia, dan dan area di pegunungan itu pun juga berbahaya. Belum lagi di pegunungan itu terdapat banyak hewan buas dan monster yang berbahaya,"

"Selain itu, di pegunungan itu juga ada sosok pemimpin naga es yang njadi tujuan ekspedisi tersebut. Sosok naga es itu sangatlah berbahaya. Kamu sudah tahu kan kalau di ekspedisi terakhir, semua pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh nona Duchess San Lucia dihabisi oleh sosok naga es itu. Bahkan nona Duchess yang dikenal sebagai orang terkuat di keluarga San Lucia juga dikalahkan oleh sosok naga es itu. Jika kamu terpilih dan ikut dalam ekspedisi itu, bukan tidak mungkin kalau kamu akan bernasib sama seperti pasukan ekspedisi sebelumnya," ucap Alisha.

"Mungkin iya, tetapi aku dengar di ekspedisi kali ini Rid akan ikut serta. Dengan Rid yang ikut, seharusnya aku akan aman apabila aku terpilih dan ikut dalam ekspedisi itu," ucap Gretta.

"Jika Rid ikut, dia pasti akan fokus untuk ngalahkan sosok naga es itu. Jadi belum tentu dia bisa lindungi orang lain sambil fokus nghadapi sosok naga es itu. Kalau kamu ikut dalam ekspedisi itu, Rid belum tentu akan lindungimu, Gretta," ucap Alisha.

"Tidak, Rid akan tetap bisa lindungiku. Itu karena dia fokus lawan sosok naga es itu, maka dari itu sosok naga es itu tidak akan bisa nyerang yang lain karena dia juga fokus dengan Rid. Jika aku diserang oleh sosok naga es itu, mungkin aku tidak bisa bertahan. Tetapi jika aku diserang oleh monster atau hewan buas, aku masih dapat bertahan. Aku bisa lindungi diriku sendiri dari monster dan hewan buas tetapi tidak untuk sosok naga es itu," ucap Gretta.

"Iya, iya, terserah kamu saja. Lagipula itu hanyalah khayalan kamu saja jika ikut dalam ekspedisi itu. Aslinya kan kamu tidak terpilih untuk ikut," ucap Alisha dengan nada ngejek.

"Alisha!!," ucap Gretta yang terlihat sedikit kesal.

Sentara itu, ’Sophie’ terlihat hanya diam saja sambil ndengarkan perkataan Gretta dan Alisha. Dia hanya diam sambil mikirkan sesuatu.

"Rid Archie......, dia orang yang nggagalkan rencana kami ketika kami nyerang akademi di kerajaan ini beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dia bisa seimbang dengan Feline sampai Feline harus nggunakan teknik ’Armadura Elental Animal’. Dia bahkan juga berhasil nahan serangan sihirku yang sangat cepat. Tidak kusangka sekarang dia njadi orang yang sangat terkenal di kerajaan ini,"

"Aku sudah beberapa hari berada di kerajaan ini dan aku sudah ngetahui beberapa informasi tentang dia. Dia hampir selalu terlibat dengan kejadian yang terjadi di kerajaan ini beberapa tahun belakangan. Yang terbaru, tepatnya satu tahun yang lalu, dia berhasil ngalahkan salah satu Duke di kerajaan ini yang njadi dalang penyerangan terhadap Ratu kerajaan ini. Padahal Duke itu kabarnya sangat kuat karena dia telah njadi iblis, tetapi Rid Archie dapat ngalahkan Duke itu. Atas jasanya ngalahkan Duke itu, Rid Archie dijuluki penyelamat kerajaan ini,"

"Rid Archie, orang itu bisa saja kembali nggagalkan rencana kami di kerajaan ini. Sebisa mungkin aku tidak ingin bertemu dengannya. ski saat ini aku sudah nyamar dengan makai tubuh dari prajurit yang sebelumnya aku bunuh, tidak ada salahnya bagiku untuk ekstra waspada terhadap dia. Untungnya dia saat ini tinggal di salah satu wilayah di kerajaan ini, bukan di ibukota kerajaan. Dan lagi, dia juga kabarnya akan ikut dalam ekspedisi di pegunungan es yang ada di utara kerajaan ini. Itu berarti untuk sentara waktu dia tidak akan berada di kerajaan ini, khususnya di ibukota kerajaan ini. Ini mudahkanku untuk bergerak,"

"Setelah ngetahui kalau setahun yang lalu, salah satu Duke yang Rid Archie kalahkan lakukan pemberontakan dengan nggunakan orang-orang yang diubah njadi iblis, ini mbuatku penasaran. Kami sebelumnya mang telah lakukan penyerangan di kerajaan ini, tepatnya di akademi kerajaan ini untuk mbunuh putra dan putri dari Ratu kerajaan ini. Tetapi kami sama sekali tidak nggunakan orang-orang yang diubah njadi iblis sebagai pasukan kami skipun kami punya pasukan tersebut. Kami juga tidak lakukan kontak sama sekali dengan Duke tersebut. Lalu, bagaimana Duke tersebut bisa mbuat pasukan yang terdiri dari orang-orang yang telah berubah njadi iblis?. Satu-satunya jawaban yang ada adalah adanya keterlibatan ras Iblis di kerajaan ini. ski dalam beberapa hari ini aku tidak nemukan adanya bukti keterlibatan ras iblis, tetapi aku yakin kalau reka pasti terlibat. Aku harus kembali ncari informasi tentang hal ini,"

"ski ini bukanlah tugas yang diberikan tuan Raven kepadaku di kerajaan ini, tetapi tuan Raven pasti akan tertarik apabila aku nemukan bukti keterlibatan ras iblis di kerajaan ini. Lagipula tuan Raven juga bilang untuk tidak terburu-buru dalam nyelesaikan tugas yang diberikan olehnya. Aku juga masih harus ncari celah penjagaan di istana ini untuk bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini,"

"Saat ini, aku nyamar dengan nggunakan tubuh prajurit biasa, jadi aku tidak bisa sembarangan pergi ke tempatnya. Aku harus bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini tanpa diketahui oleh siapapun. Jika aku diketahui, aku akan langsung dianggap sebagai orang yang ncurigakan. Jika begitu mungkin aku harus bertarung dengan orang yang nemukanku. Aku mungkin bisa ngalahkan reka dengan mudah tetapi begitu reka dikalahkan hal itu akan nghebohkan seluruh istana ini. Seluruh orang yang ada istana ini mungkin akan langsung ndatangiku dan aku harus lawan reka semua. Aku tidak mau lawan reka khususnya dengan komandan tertinggi kerajaan ini. ski sekarang aku sudah lebih kuat daripada sebelumnya karena kekuatan yang diberikan oleh tuan Raven, namun komandan tertinggi kerajaan ini bukanlah orang yang bisa direhkan,"

"Aku harus bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini tanpa diketahui dan tanpa harus bertarung dengan siapapun. Aku harus nyimpan tenagaku karena nyelesaikan misi ini yaitu untuk mbunuh Ratu kerajaan ini yang dikenal sebagai penyihir terkuat di kerajaan ini bukanlah hal yang mudah," pikir ’Sophie’.

Disaat ’Sophie’ sedang terdiam sambil mikirkan sesuatu, ’Sophie’ tidak nyadari kalau Alisha dan Gretta sedang lihat ke arahnya.

"Sophie, Sophie!!," ucap Gretta dengan nada yang sedikit tegas.

’Sophie’ yang terdiam pun terkejut dan langsung noleh ke arah Gretta yang manggilnya.

"A-ada apa?," tanya ’Sophie’.

"Sudah waktunya bagi kita untuk nyelesaikan latihan hari ini, ayo kita ke tempat ganti untuk ngganti seragam kita dan kembali bertugas," ucap Gretta.

"Baiklah," ucap ’Sophie’.

’Sophie’ lalu berdiri dari duduknya, sentara Gretta dan Alisha terlihat sudah berdiri.

"Kamu akhir-akhir ini sering banget diam dan lamun. Apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?," tanya Gretta.

"Iya begitulah," ucap ’Sophie’.

Setelah itu, reka lalu langkahkan kaki reka untuk keluar dari tempat latihan tersebut. Ketika reka sedang langkahkan kaki reka untuk keluar, tiba-tiba reka berpapasan dengan Marco yang baru saja datang di tempat latihan.

"Alisha, Gretta, sudah lama tidak berjumpa ya," ucap Marco.

"Iya, sudah lama tidak berjumpa juga, Marco. Kira-kira sekitar 1-2 Minggu kita tidak bertemu, padahal kita berada di pasukan yang sama," ucap Gretta.

"Yah itu karena waktu tugas kita kadang berbeda, makanya kita terkadang jadi jarang bertemu," ucap Marco.

"Iya, kamu benar," ucap Gretta.

Setelah itu, Gretta lihat dan mperhatikan ada orang lain di belakang Marco. Dia baru nyadari kalau Marco tidak datang sendirian. Orang yang berada di belakang Marco adalah seorang perempuan dengan wajah yang familiar.

"Gadis ini, bukankah dia adalah adikmu, Marco?," tanya Gretta.

"Iya, dia adalah adikku, Elaina," ucap Marco.

Ternyata perempuan yang berada di belakang Marco adalah Elaina. Dia ikut bersama Marco ke tempat latihan yang ada di White Palace.

"Salam kenal semuanya. Nama saya adalah Elaina Stabile," ucap Elaina.

"Sungguh adik yang sopan sekali. skipun kita belum pernah saling berbincang satu sama lain, tetapi aku pernah lihatmu sebelumnya saat aku, Alisha dan Sophie pergi ngunjungi akademi setelah kita lulus. Jadi kami bertiga cukup ngenalmu," ucap Gretta.

"Itu benar," ucap Alisha.

Sentara ’Sophie’ hanya diam saja tanpa ngatakan sesuatu.

"Saya juga cukup ngenal kalian bertiga. Kalian adalah kak Gretta, kak Alisha dan kak Sophie," ucap Elaina sambil nolah satu persatu ke arah reka bertiga ketika nyebut nama reka.

"Tidak usah terlalu formal ketika berbicara dengan kami," ucap Gretta.

"Baik, akan say- maksudku, akan aku usahakan kak Gretta," ucap Elaina.

"Baguslah. Ya sudah kalau begitu aku, Alisha dan Sophie mau pergi dulu. Kami bertiga harus kembali bertugas," ucap Gretta.

"Oke. Aku juga ingin latih adikku ini di tempat latihan. Dia baru saja bergabung dengan pasukan yang sama dengan kita dan dia bilang dia ingin njadi lebih kuat lagi, makanya aku mau latihnya. Mumpung aku juga sedang luang saat ini," ucap Marco.

"Padahal adikmu baru saja lulus dari akademi tetapi kini dia sudah bergabung dengan prajurit kerajaan San Fulgen. Seperti yang diharapkan dari putri komandan tertinggi," ucap Gretta.

"Tolong jangan terlalu mujiku, kak Gretta," ucap Elaina.

"Maaf, maaf. Ya sudah kami pergi dulu, sampai nanti, Marco, Elaina," ucap Gretta.

"Iya, sampai nanti juga, Gretta, Alisha, Sop-," ucap Marco.

Tetapi sebelum Marco selesai nyebut nama Sophie, Marco tiba-tiba terdiam sambil lihat ke arah Sophie. Gretta dan Alisha yang masih berada di dekat Marco terlihat bingung.

"Ada apa, Marco?," tanya Gretta.

"Tidak. Hanya saja ketika aku lihat dan mperhatikan Sophie, aku rasa seperti ada yang berbeda dari dirinya," ucap Marco.

Gretta dan Alisha pun semakin bingung, sentara ’Sophie’ terlihat hanya diam saja.

"Ada yang berbeda? mangnya apa yang berbeda? Sophie masih terlihat seperti biasanya," ucap Gretta.

"Itu benar. Aku hampir setiap hari selalu bersama dengan Sophie dan dia masih terlihat seperti biasanya. Benar kan, Sophie?," tanya Alisha.

"Iya, aku masih sama seperti biasanya. Tidak ada yang berubah pada diriku," ucap ’Sophie’.

Marco lalu terdiam setelah ndengar perkataan reka. Tidak lama kemudian, Marco pun kembali berbicara.

"Abaikan saja, mungkin itu hanya perasaanku saja. Ya sudah kalian bertiga lebih baik segera pergi untuk bertugas kembali," ucap Marco.

"Ah kamu benar. Ayo kita segera kembali, Alisha, Sophie," ucap Gretta.

"Iya," ucap Alisha.

Sentara Sophie hanya ngangguk saja.

Setelah itu, Gretta, Alisha dan Sophie pun langsung pergi ninggalkan tempat latihan itu. Marco pun terus lihat ke arah reka yang sedang langkah pergi itu. Tetapi pandangan Marco tidak terfokus pada reka bertiga sekaligus, lainkan hanya pada 1 orang saja yaitu Sophie. Setelah reka bertiga telah nghilang dari pandangan Marco, Marco lalu noleh ke arah Elaina.

"Ayo kita segera berlatih, Elaina," ucap Marco.

"Baik, kakak," ucap Elaina.

Sentara itu, ketika Gretta, Alisha dan Sophie sedang lanjutkan langkah reka, Sophie terlihat sedikit panik.

"Hampir saja. Hampir saja orang itu berhasil mbongkar penyamaranku. Padahal penyamaranku ini sudah cukup sempurna, tetapi aku tidak nyangka masih ada orang di kerajaan ini yang hampir mbongkarnya,"

"Orang itu, dia adalah putra dari komandan tertinggi di kerajaan ini. Jika putranya saja bisa hampir mbongkar penyamaranku, bukan tidak mungkin kalau komandan tertinggi kerajaan ini bisa tahu penyamaranku setelah lihat dan mperhatikanku. Sebisa mungkin aku ingin nghindari untuk bertemu dengannya. Tetapi ngingat posisiku sebagai anak buahnya, sudah pasti aku akan bertemu atau berpapasan dengannya. Aku harus ekstra waspada jika itu terjadi," ucap ’Sophie’.

-

Beberapa nit kemudian, di tempat latihan kediaman Duke San Lucia.

Di pinggir tempat latihan itu terlihat sudah ada banyak orang. Mulai dari para prajurit, pelayan bahkan beberapa anggota keluarga San Lucia datang ke tempat latihan itu, termasuk Duke Louis dan Duchess Arlet. reka datang ke tempat latihan itu karena reka ndengar akan diadakan latihan tanding antara Rid lawan komandan Asier dan komandan Ivana. reka sangat tertarik untuk nonton pertandingan itu.

"Aku tidak ngira kalau yang akan datang nonton akan sebanyak ini. Bahkan kamu pun juga ikut nonton, bukannya kamu sedang bekerja?," tanya Duchess Arlet kepada Duke Louis.

reka berdua saat ini sedang berada di pinggir tempat latihan, tepatnya di bagian depan yang berbatasan langsung dengan tempat latihan itu. Sentara di samping kanan dan kiri serta di bagian belakang reka telah dipenuhi oleh banyak orang yang ikut hadir untuk nonton juga.

"Belum, aku bisa ngerjakannya nanti soalnya latih tanding ini tidak boleh aku lewatkan," ucap Duke Louis.

"Dasar kamu ini," ucap Duchess Arlet.

Sentara di tengah tempat latihan, terlihat Rid, komandan Asier dan komandan Ivana sedang bersiap-siap.

"Hei, Rid, apa kamu yakin soal latih tanding ini? Jika kamu tidak yakin, kamu bisa mbatalkannya sekarang. Mumpung latih tandingnya belum dimulai," ucap komandan Asier.

"Tidak, aku yakin. Aku serius untuk lawan kalian berdua sekaligus," ucapku.

"Begitu ya. Kalau begitu jangan sampai nyesal nanti," ucap komandan Asier sambil tersenyum.

Komandan Ivana tidak ngatakan apapun tetapi dia ikut tersenyum setelah komandan Asier ngatakan itu.

Setelah itu, Duchess Arlet yang berada di pinggir tempat latihan lalu ngatakan sesuatu kepada kami.

"Aku yang akan njadi juri dalam latihan tanding kali ini. Sebelum dimulainya latihan tanding ini, aku ingin ngingatkan sesuatu kepada kalian terlebih dahulu. Tolong jangan terlalu serius dalam latihan tanding ini. Aku tahu betul kemampuan dan kekuatan kalian. Jika kalian serius dalam latihan tanding ini, tempat latihan ini pasti akan hancur," ucap Duchess Arlet.

Aku, komandan Asier dan komandan Ivana pun ngangguk.

"Baiklah. Kalau begitu kita segera mulai latihan tandingnya. Apa kalian bertiga sudah siap?," tanya Duchess Arlet.

"Siap," ucap kami bertiga.

"Kalau begitu pertandingan dimulai," ucap Duchess Arlet.

Tepat setelah Duchess Arlet ngatakan itu, komandan Asier dan komandan Ivana langsung lesat dengan cepat ke arahku. reka lalu langsung nyerangku dengan nggunakan pedang reka.

~ San Lucia Art : Freezing Air Slash ~

Komandan Asier dan komandan Ivana sama-sama nggunakan teknik yang sama untuk nyerangku. Tetapi tepat setelah reka lancarkan serangan itu, aku pun langsung bereaksi untuk nyerang reka juga.

~ Fla Sword Art : Half Moon Fla Slash ~

Setelah itu, serangan kami pun langsung beradu dan nimbulkan efek benturan yang sangat dahsyat.

Latihan tanding yang terjadi itu lalu berlangsung sangat sengit hingga usai. Latihan tanding yang sangat sengit itu mbuat tempat latihan kediaman Duke San Lucia ngalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak bisa digunakan untuk sentara waktu sampai tempat latihan itu diperbaiki.

-

Lalu, keesokan harinya.

Hari dimulainya ekspedisi di pegunungan Orokho pun telah tiba.

- Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.