Font Size
15px

Pagi hari njelang siang, di halaman depan kediaman Duke Louis.

Terlihat banyak prajurit yang terdiri dari prajurit Duke San Lucia, prajurit Storm Leopard dan prajurit kerajaan San Fulgen yang ditugaskan di ibukota San Estella sedang berkumpul di halaman depan kediaman Duke Louis. Para prajurit yang berkumpul itu adalah para prajurit yang akan ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho nanti.

Selain para prajurit, ada juga komandan Asier dan komandan Ivana yang juga ikut berkumpul di halaman depan. Selain itu, ada juga anggota keluarga San Lucia yang berkumpul di antaranya Irene, Nadine, tuan Irwin yang rupakan ayah Nadine dan lainnya. Para pelayan kediaman Duke Louis seperti Leandra dan Lily juga ikut berkumpul di halaman depan kediaman. Di antara orang-orang yang sedang berkumpul itu, tidak terlihat Rid di antara reka.

Sentara di hadapan reka yang sedang berkumpul, terlihat Duke Louis dan Duchess Arlet sedang berdiri nghadap ke reka yang sedang berkumpul. Sepertinya reka berdua ingin ngatakan sesuatu kepada reka semua yang sedang berkumpul.

"Selamat pagi, semuanya," ucap Duke Louis.

Semua orang yang berkumpul itu lalu mbalas sapaan Duke Louis.

"Pertama-tama, aku ingin ngucapkan terima kasih kepada kalian semua karena telah bersedia berkumpul di halaman depan kediaman kami. Alasan aku minta kalian semua berkumpul adalah untuk mbahas tentang ekspedisi di pegunungan Orokho,"

"Mungkin ada beberapa dari kalian yang belum tahu kalau kami, keluarga San Lucia sebagai penguasa wilayah San Lucia selalu lakukan ekspedisi di pegunungan Orokho. Dulunya, keluarga San Lucia sering lakukan ekspedisi, bahkan setiap tahunnya sering diadakan ekspedisi. Tetapi beberapa tahun ini keluarga kami mutuskan untuk tidak lakukan ekspedisi terlebih dahulu, apalagi istriku sempat ngalami insiden di ekspedisi terakhir. Tetapi kali ini, keluarga kami ingin lakukan ekspedisi kembali. Tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk mbunuh pemimpin kawanan naga es yang telah rubah pegunungan Orokho njadi pegunungan es,"

"Mungkin kalian sudah tahu kalau dulunya pegunungan Orokho bukanlah pegunungan es dan wilayah San Lucia yang berada dekat dengannya bukanlah wilayah yang dingin seperti saat ini. Tetapi sejak kedatangan kawanan naga es dan pemimpinnya di pegunungan Orokho, pegunungan Orokho pun diubah njadi pegunungan es oleh pemimpin naga es itu. Dengan dirubahnya pegunungan Orokho njadi pegunungan es, wilayah San Lucia pun juga terkena dampaknya. Wilayah San Lucia yang sebelumnya adalah wilayah biasa seperti wilayah lainnya yang ada di kerajaan San Fulgen berubah njadi wilayah yang selalu dingin. Alasan kami ingin mbunuh pemimpin naga es itu adalah untuk ngembalikan iklim pegunungan Orokho dan juga wilayah San Lucia seperti semula,"

"Di ekspedisi terakhir, istriku dan pasukannya sempat lawan pemimpin naga es tersebut. Tetapi istriku dapat dikalahkan dengan mudah dan seluruh pasukannya pun dibunuh oleh pemimpin naga es itu. Aku bersyukur karena istriku masih selamat skipun harus ngalami tidur panjang karena dia nggunakan salah satu teknik terlarang keluarga kami untuk lawan pemimpin naga es itu. Selain itu, aku juga berduka atas tewasnya semua prajurit yang ikut dalam ekspedisi terakhir. Beberapa dari kalian mungkin ada yang miliki hubungan dengan para prajurit yang tewas itu," ucap Duke Louis.

Setelah itu, suasana di tempat itu pun njadi hening. Beberapa prajurit dan pelayan yang sedang berkumpul itu terlihat masang ekspresi sedih. reka yang bersedih itu sepertinya miliki hubungan dengan para prajurit yang telah tewas di ekspedisi sebelumnya. Suasana hening di tempat itu pun berlangsung selama sekitar 2 nit.

Setelah itu, Duke Louis pun kembali berbicara.

"Itu saja yang ingin aku katakan. Setelah ini, istriku ingin nyampaikan sesuatu kepada kalian semua," ucap Duke Louis.

Duke Louis pun berhenti berbicara dan kemudian Duchess Arlet mulai berbicara.

"Aku akan langsung saja, aku ingin nyampaikan sesuatu kepada kalian, yaitu perihal ekspedisi di pegunungan Orokho," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang yang berkumpul di halaman depan kediaman Duke Louis nampak fokus untuk ndengarkan perkataan Duchess Arlet.

"Sejak dulu, keluarga San Lucia percaya kalau makhluk yang telah ngubah pegunungan Orokho njadi pegunungan es dan sekaligus ngubah iklim wilayah San Lucia adalah sosok pemimpin sekawanan naga es. Orang-orang di wilayah San Lucia dan kerajaan San Fulgen juga mpercayai hal itu skipun beberapa dari reka hanya percaya sebatas rumor saja. Karena kepercayaan ini sudah turun temurun dari keluarga San Lucia, aku sendiri pun juga mpercayai kalau sosok naga es lah yang telah rubah iklim wilayah San Lucia,"

"Tetapi aku juga miliki sedikit perasaan yang tidak yakin kalau sesosok naga es bisa ngubah pegunungan njadi es dan rubah iklim suatu wilayah. Sekuat-kuatnya sesosok Naga, aku tidak yakin dia bisa lakukan hal itu. Dan hal itu terjawab ketika aku bertemu dengan sosok ’naga es’ yang telah ngubah pegunungan Orokho njadi pegunungan es. Wujudnya mang nyerupai wujud humanoid naga, tetapi aku yakin kalau makhluk itu sebenarnya bukanlah naga," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang yang berkumpul itu terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. reka semua terkejut kecuali Irene, Nadine, komandan Asier, komandan Ivana dan anggota keluarga San Lucia yang lainnya. Para anggota keluarga San Lucia sepertinya sudah ngetahui tentang makhluk yang tinggal di pegunungan Orokho, jadi reka tidak terkejut lagi.

"Makhluk yang ngubah pegunungan Orokho njadi pegunungan es bukanlah sesosok naga es!?,"

"Lalu makhluk apa itu?," tanya orang-orang yang terkejut itu.

"Pertama-tama, aku akan nceritakan terlebih dahulu tentang apa yang sebenarnya terjadi di ekspedisi sebelumnya. Aku akan nceritakan dari awal ekspedisi sampai aku lawan makhluk itu," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet pun nceritakan secara lengkap tentang ekspedisi di pegunungan Orokho sebelumnya. Dia benar-benar nceritakan secara lengkap dari awal dimulainya ekspedisi itu sampai dia dikalahkan oleh makhluk yang tinggal di pegunungan Orokho. Orang-orang selain para anggota keluarga San Lucia yang berkumpul itu terlihat sangat terkejut setelah ndengar cerita Duchess Arlet.

"Apa-apaan itu!? Makhluk itu bisa ngendalikan wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya!?,"

"Sebenarnya makhluk apa itu!?,"

"Apa makhluk itu adalah monster!?," ucap orang-orang yang terkejut itu.

Orang-orang yang berkumpul itu langsung heboh dan mulai bertanya-tanya tentang makhluk yang tinggal di pegunungan Orokho. Di tengah kehebohan itu, Duchess Arlet pun kembali berbicara.

"Aku belum tahu secara pasti makhluk apa yang tinggal di pegunungan Orokho itu. Tetapi setelah lihat dan rasakan kemampuannya secara langsung, aku ndapatkan kesimpulan tentang wujud asli makhluk itu," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang yang sebelumnya heboh pun langsung terdiam setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. reka dengan tenang nunggu kesimpulan Duchess Arlet tentang wujud asli makhluk itu. Sentara itu, Duchess Arlet kembali lanjutkan perkataannya.

"Makhluk yang tinggal di pegunungan Orokho itu sepertinya adalah salah satu Divine Elental Spirits yang rupakan Ratu atau pemimpin dari segala Roh es yaitu Divine Ice Elental Spirits," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Orang-orang yang berkumpul itu pun kembali heboh. reka sangat terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.

"Tidak mungkin!?,"

"Divine Elental Spirits, bukankah itu rupakan roh terkuat!?,"

"Jadi makhluk yang telah ngubah pegunungan Orokho dan iklim wilayah San Lucia rupakan sesosok Roh?!," ucap orang-orang yang terkejut itu.

reka semua tidak nyangka kalau makhluk yang telah ngubah pegunungan Orokho dan iklim wilayah San Lucia adalah sesosok Roh, padahal sebelumnya reka berpikir kalau sosok itu adalah sosok naga es.

"Tunggu sebentar, nona Duchess," ucap salah satu prajurit yang ikut berkumpul.

Prajurit itu terlihat ngenakan seragam prajurit Duke San Lucia. Setelah ndengar perkataan prajurit itu, Duchess Arlet lalu noleh ke prajurit itu. Tidak hanya Duchess Arlet, semua orang yang sedang berkumpul itu juga ikut noleh ke arah prajurit itu.

"Ada apa?," tanya Duchess Arlet.

"Maaf karena telah ngganggu anda yang sedang berbicara. Saya hanya masih tidak percaya kalau makhluk yang tinggal di pegunungan Orokho itu rupakan seorang Roh,"

"Ayah dan kakek saya rupakan mantan prajurit Duke San Lucia. reka berdua dulu pernah ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho beberapa kali sebelumnya. reka berdua bercerita kalau di pegunungan Orokho reka lawan banyak sekali naga. Naga yang reka lawan rupakan naga sungguhan, bukan naga yang terbuat dari sihir,"

"Saat ekspedisi itu, anda masih sangat muda, tetapi anda pasti tahu tentang ekspedisi itu. Anda juga pastinya lihat potongan tubuh para naga yang dikalahkan di pegunungan Orokho karena potongan tubuh naga itu dibawa ke kediaman ini," ucap prajurit itu.

"Iya, aku tahu soal ekspedisi itu. Beberapa ekspedisi yang terjadi saat aku masih muda itu dipimpin oleh ayahanda dan juga kakekku. Aku juga lihat potongan tubuh naga itu dan mang benar itu adalah naga asli," ucap Duchess Arlet.

"Lantas kenapa makhluk yang kita lawan di pegunungan Orokho adalah sesosok Roh dan bukan naga? Dari jejak ekspedisi sebelumnya, seharusnya yang kita lawan adalah para naga es, bukan sesosok Roh. Kenapa bisa ada Roh yang tinggal di pegunungan Orokho dan kenapa juga Roh itu baru diketahui sekarang?," tanya prajurit itu.

Duchess Arlet pun langsung njawab pertanyaan itu.

"Para naga es yang tinggal di pegunungan Orokho sudah dihabisi oleh ayahanda dan kakekku beserta para pasukan ekspedisi setelah reka lakukan beberapa ekspedisi saat itu. Yang tersisa hanyalah pemimpin dari para naga es itu. Ayahanda dan kakekku terus berusaha ncarinya tetapi pemimpin naga itu tidak pernah ditemukan. Kakekku sebelumnya pernah bertemu dengan pemimpin naga es itu, tetapi dia dikalahkan dan dia pun terluka parah. ski pernah dikalahkan dan terluka parah, kakekku terus berusaha ncari pemimpin naga es itu tetapi setelah itu dia tidak nemukan pemimpin naga es itu lagi bahkan sampai akhir hayatnya,"

"Lalu ekspedisi selanjutnya dilanjutkan olehku yang miliki tujuan yang sama dengan ayahanda dan kakekku yaitu untuk ncari pemimpin naga es itu lalu mbunuhnya. Ketika aku dan pasukanku tiba di pegunungan Orokho, kami pun terkejut karena lihat banyak naga es yang terbang nghampiri kami. Sebagian besar dari kami saat itu nanyakan hal yang sama, ’Kenapa masih ada naga es di pegunungan ini? Bukankah semua naga es telah dikalahkan di ekspedisi-ekspedisi sebelumnya?’. Itu mbuat kami bertanya-tanya. Tetapi setelah itu kami tahu kalau para naga es yang nghampiri kami bukanlah naga es asli lainkan naga es yang tercipta dari sihir,"

"Kami semua pun lalu ngalahkan naga es yang te cipta dari sihir es itu. Dan setelah kami ngalahkan semua naga es itu, muncul lah makhluk itu. Makhluk yang nyerupai wujud humanoid Naga. Aku cuma nduga kalau makhluk itu adalah Divine Ice Elental Spirits dari kekuatan dan kemampuannya, aku belum mastikan apakah makhluk itu benar-benar Divine Ice Elental Spirits atau tidak,"

"Makhluk itu kemungkinan sudah berada di pegunungan Orokho sejak pegunungan Orokho berubah njadi pegunungan es. Setelah pegunungan Orokho berubah njadi pegunungan es, mungkin pegunungan itu narik perhatian para naga es yang asli sehingga reka datang kesana. Karena itulah, di ekspedisi-ekspedisi sebelumnya yang dilawan adalah para naga asli. Namun karena para naga es asli itu sudah dihabisi semua, yang tersisa di pegunungan itu adalah makhluk itu. Itu hanyalah hipotesisku saja tentang para naga es asli dan makhluk itu. Bisa saja makhluk itu sebelumnya bekerja sama dengan para naga es asli itu,"

"Saat ini yang bisa kita lakukan hanya nduga-duga saja, kita baru bisa ndapat jawaban yang benar setelah kita lawan dan ngalahkan makhluk itu," ucap Duchess Arlet.

Orang yang berbicara dengan Duchess Arlet itu lalu terdiam setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. Setelah itu, Duchess Arlet pun kembali berbicara.

"Ekspedisi di pegunungan Orokho nanti akan njadi ekspedisi yang sangat berbahaya. Selain lawan makhluk yang bisa ngendalikan wilayah pegunungan Orokho, mungkin kita juga akan lawan naga-naga es ciptaan makhluk itu. Di ekspedisi sebelumnya, aku dan pasukan ekspedisiku berhasil ngalahkan semua naga es ciptaan makhluk itu dan mbuat makhluk itu muncul di hadapan kami,"

"Kali ini, sepertinya makhluk itu telah mbuat naga es lagi karena kemarin, Rid Archie, wakil komandan Agneta serta beberapa prajurit Storm Leopard yang sedang berada di perbatasan pegunungan Orokho tiba-tiba diserang oleh 2 naga es yang tercipta dari sihir. 2 naga es itu berukuran sangat besar namun untungnya Rid Archie berhasil ngalahkan 2 naga es itu. 2 naga es itu kemungkinan rupakan ciptaan dari makhluk itu," ucap Duchess Arlet.

Setelah ndengar perkataan Duchess Arlet, orang-orang yang berkumpul itu terlihat takjub.

"Lagi-lagi Rid Archie, dia kembali mbuat takjub,"

"Iya, kau benar,"

"Daripada itu, barusan nona Duchess bilang kalau Rid Archie serang berada di perbatasan pegunungan Orokho?. Untuk apa dia berada disana?,"

"Dari yang aku dengar, dia disana untuk mbantu ngalahkan para monster dan hewan buas dari pegunungan Orokho yang turun ke perbatasan," ucap orang-orang itu.

Komandan Asier pun juga terlihat takjub.

"Tidak ngherankan kalau Rid bisa ngalahkan 2 naga es itu soalnya dia punya teknik pembunuh naga seperti yang dia tunjukkan saat turnan akademi," ucap komandan Asier.

Sentara komandan Ivana terlihat sedang tertawa kecil sambil nutup mulutnya dengan tangan kanannya.

Setelah itu, Duchess Arlet pun kembali berbicara.

"Jika makhluk itu telah mbuat naga es lagi, maka kita semua harus lawan naga-naga es itu sebelum kita lawan makhluk itu. Kali ini, jumlah naga es itu mungkin akan lebih banyak daripada saat ekspedisi terakhir. Tidak hanya lawan para naga es itu saja, kita juga harus lawan para monster dan hewan buat yang nghuni pegunungan Orokho,"

"Apalagi, dan dan suhu pegunungan Orokho yang ekstrem juga rupakan salah satu faktor yang mbuat ekspedisi di pegunungan Orokho rupakan ekspedisi yang sangat berbahaya," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang yang sebelumnya takjub setelah Duchess Arlet mbahas Rid tiba-tiba mulai terdiam kembali. Sentara Duchess Arlet terus lanjutkan perkataannya.

"ski saat ekspedisi nanti akan ada beberapa orang kuat yang ikut seperti Rid Archie, Asier dan Ivana, tetapi orang-orang yang kuat itu tidak akan bisa njamin keselamatan dan keamanan kalian. reka belum tentu bisa lindungi kalian dari dan dan suhu ekstrem pegunungan Orokho, serta makhluk-makhluk berbahaya yang tinggal disana. Apalagi ketika kita sedang nghadapi ’makhluk itu’, reka tidak akan bisa lindungi kalian karena reka harus fokus lawan ’makhluk itu’. Kalian yang ikut dalam ekspedisi nanti harus njaga dan lindungi diri kalian sendiri dari segala macam bahaya yang ada di pegunungan Orokho," ucap Duchess Arlet.

Sebagian besar dari orang-orang yang berkumpul itu terlihat tegang dan khawatir setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.

"Oleh karena itu, setelah mpertimbangkan betapa berbahayanya ekspedisi ini, aku- tidak, maksudnya kami, keluarga San Lucia mpersilahkan bagi kalian untuk milih apakah ingin ikut dalam ekspedisi ini atau tidak," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang itu pun terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. reka tidak nyangka kalau Duchess Arlet akan mberikan pilihan kepada reka.

"Untuk para prajurit dari San Lucia, kami tidak akan marah ataupun mberikan hukuman kepada kalian apabila kalian mutuskan untuk tidak ikut. Untuk para prajurit Storm Leopard, kami akan mastikan komandan Allister tidak akan marahi ataupun mberikan hukuman kepada kalian apabila kalian mutuskan untuk tidak ikut. Untuk para prajurit dari ibukota San Estella, kami akan mastikan Yang Mulia Ratu tidak akan marahi ataupun mberikan hukuman kepada kalian apabila kalian mutuskan untuk tidak ikut,"

"Kalian bebas untuk milih. Kalaupun kalian milih untuk tidak ikut, itu adalah hal yang wajar karena ekspedisi di pegunungan Orokho rupakan ekspedisi yang sangat berbahaya. Nyawa kalian mungkin akan berakhir disana," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang yang berkumpul itu pun terdiam setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. Sebagian besar dari reka terlihat sedang bimbang dan bingung apakah reka ingin lanjut ikut atau tidak. Sentara Duchess Arlet terus lanjutkan perkataannya.

"Bagi kalian yang tidak ikut, aku mohon untuk ngangkat tangan kanan kalian," ucap Duchess Arlet.

Orang-orang itu pun terus terdiam. ski sebagian besar dari reka terlihat bimbang dan bingung, tetapi reka masih belum ngangkat tangan kanan reka. Namun beberapa saat kemudian, orang-orang yang berkumpul itu mulai ngangkat tangan kanan reka satu persatu.

-

Sentara itu, di wilayah perbatasan antara pegunungan Orokho dengan wilayah San Lucia.

Aku saat ini sedang berdiri di tengah banyaknya jasad monster dan hewan buas. Para monster dan hewan buas itu baru saja aku kalahkan dan sekarang jasad reka tersebar di sekelilingku. Sambil berdiri, aku lalu naruh pedangku yang sebelumnya aku gunakan untuk mbunuh monster dan hewan buas itu di pinggangku.

"Saat ini, bibi Arlet pasti sedang njelaskan tentang betapa berbahayanya ekspedisi di pegunungan Orokho kepada orang-orang yang akan ikut ekspedisi nanti. Aku penasaran kira-kira berapa jumlah orang yang ikut dalam ekspedisi nanti setelah bibi Arlet njelaskan tentang hal itu. Aku yakin tidak sedikit dari orang-orang itu yang milih untuk tidak ikut setelah ndengar penjelasan Duchess Arlet,"

"Yah, mau banyak atau sedikit orang-orang yang ikut dalam ekspedisi nanti, aku tidak terlalu mperdulikannya. Dengan jumlah orang yang sedikitpun, ekspedisi itu pasti akan tetap dilaksanakan," ucapku sambil naruh pedangku di pinggangku.

Setelah naruh pedangku, aku lalu noleh ke arah lain, tepatnya ke arah pegunungan Orokho yang jaraknya tidak terlalu jauh dariku. Setelah noleh, aku lalu lihat dan natap pegunungan itu.

"2 hari lagi ya....," ucapku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.