"Untuk apa kamu datang kemari, Undine?," tanya wanita naga itu.
Sentara itu, Undine terlihat tidak njawab pertanyaan wanita itu dan milih untuk berjalan ndekati wanita itu. Baru beberapa langkah berjalan, Undine tiba-tiba berbicara.
"Sudah lama ya kita tidak bertemu, Skadi," ucap Undine.
ndengar Undine nyebut nama Skadi, itu berarti Skadi rupakan nama wanita naga itu.
"Aku bilang untuk apa kamu datang kemari, Undine!?," tanya Skadi dengan suara yang tegas.
Setelah Skadi nanyakan itu, 100 ekor naga es dan 3 ekor naga es berukuran sangat besar yang berada di belakang singgasana Skadi terlihat sudah bersiap untuk nyerang Undine yang terus berjalan ndekati Skadi. Setelah itu, Undine pun langsung mberhentikan langkahnya dan kemudian dia ngangkat kedua tangannya seolah ingin agar Skadi berhenti.
"Woah, berhenti, Skadi. Aku disini bukan untuk bertarung denganmu," ucap Undine.
"Lalu untuk apa kamu datang kemari?," tanya Skadi.
"Tenanglah, aku datang kemari bukan untuk macam-macam denganmu. Aku datang kemari untuk ngundangmu bergabung dalam organisasiku," ucap Undine.
Ekspresi Skadi terlihat bingung setelah ndengar perkataan Undine.
"Bergabung dalam organisasimu? Jadi kamu sekarang tergabung dalam sebuah organisasi?," tanya Skadi.
"Iya. Saat ini aku tergabung dalam organisasi yang bernama Engill Forstorelse. Organisasi ini bertujuan untuk lenyapkan ras Malaikat," ucap Undine.
Skadi pun terdiam setelah ndengar perkataan Undine. Matanya natap tajam ke arah Undine. Sentara Undine terus lanjutkan perkataannya.
"Untuk ncapai tujuan itu, aku harus ningkatkan kekuatan organisasi ini. Awalnya aku mberi saran kepada pemimpin organisasi ini untuk ncari Divine Elental Spirits yang lain seperti aku dan ngajaknya bergabung ke organisasi. Pemimpin organisasi pun bilang kalau saranku itu bagus, tetapi saranku itu tidak bisa dijadikan prioritas karena organisasi masih miliki prioritas lain yang harus dikerjakan, apalagi ncari Divine Elental Spirits juga tidak mudah. Namun pemimpin bilang jika kami bertemu atau rasakan keberadaan Divine Elental Spirits di dekat kami, maka ngajaknya bergabung ke dalam organisasi adalah prioritas,"
"Aku sebelumnya sedang berada di kerajaan yang berada di sebelah utara pegunungan ini untuk njalankan sebuah misi. Disana aku ndapatkan informasi kalau di pegunungan ini dulunya bukanlah sebuah pegunungan es, lainkan sebuah pegunungan yang hijau. Dari situ aku bisa nebak kalau pegunungan ini bisa berubah njadi pegunungan es karena sebuah sihir. Hanya ada 1 orang dipikiranku yang bisa rubah seluruh pegunungan ini njadi pegunungan es, yaitu kamu, Skadi,"
"Setelah itu, aku mutuskan untuk datang ke pegunungan ini. Dan begitu aku tiba di perbatasan pegunungan ini, aku rasakan hawa keberadaanmu. Jadi tebakanku ternyata benar kalau kamu lah yang telah ngubah pegunungan ini njadi pegunungan es," ucap Undine.
Skadi pun terus terdiam setelah ndengar perkataan Undine.
"Aku datang kemari untuk ngundangmu bergabung ke dalam organisasi kami. Jadi bagaimana, Skadi? Apa kamu mau bergabung?," tanya Undine.
Setelah ndengar pertanyaan Undine, Skadi tanpa basa-basi langsung njawabnya.
"Aku nolak," ucap Skadi.
Undine terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Skadi.
"Boleh aku tahu alasan kenapa kamu nolaknya?," tanya Undine.
"Alasanku sederhana, aku masih belum mau mati," ucap Skadi.
Undine pun terdiam sekaligus bingung setelah ndengar perkataan Skadi.
"Kamu bilang organisasimu miliki tujuan untuk lenyapkan ras Malaikat. Aku tahu kalau apa yang kamu bilang itu bukanlah candaan tetapi aku ingin nanyakan sesuatu kepadamu. Apa kamu yakin organisasimu dapat lenyapkan ras Malaikat?," tanya Skadi sambil natap tajam ke arah Undine.
Undine hanya bersikap biasa saja skipun ditatap oleh Skadi. Kemudian, Undine pun njawab pertanyaan Skadi.
"Tentu saja," ucap Undine.
Skadi pun terdiam sambil terus natap Undine.
"Untuk saat ini, organisasi kami mang belum cukup kuat untuk bisa lenyapkan ras Malaikat, maka dari itu sampai saat ini kami masih terus lakukan berbagai upaya untuk ningkatkan kekuatan organisasi kami, salah satu contohnya adalah ngajak Divine Elental Spirits yang lain untuk bergabung. Dengan bergabungnya Divine Elental Spirits yang rupakan roh terkuat, kekuatan organisasi kami akan ningkat dengan pesat," ucap Undine.
"Dengan bergabungnya Divine Elental Spirits yang lain, apa kamu yakin kalau organisasimu bisa lenyapkan ras Malaikat? lenyapkan ras Malaikat berarti harus ngalahkan semua malaikat hingga malaikat terkuat seperti para ’Archangel Commanders’ dan ’Sang Malaikat Agung’. Apa kamu pikir dengan banyaknya Divine Elental Spirits yang bergabung, organisasimu sudah bisa ngalahkan reka?,"
"Kamu sebagai orang yang ikut dalam ’Great Holy War’ sebelumnya seharusnya tahu seberapa kuatnya para ’Archangel Commanders’ dan ’Sang Malaikat Agung’. ski tahu hal itu, kamu masih ingin bergabung dengan organisasi yang bertujuan untuk lenyapkan ras Malaikat. Sepertinya kamu masih sangat mbenci reka atas apa yang reka lakukan di ’Great Holy War’ sebelumnya. Maka dari itu kamu bergabung dengan organisasi yang miliki tujuan untuk musnahkan ras Malaikat," ucap Skadi.
Setelah ndengar perkataan Skadi, Undine pun langsung nanggapinya.
"Tentu saja....," ucap Undine.
Undine ngatakan itu dengan suara yang cukup keras. Selain itu, ekspresi Nadine juga terlihat sedang marah.
"Tentu saja aku masih mbenci reka karena reka telah mbiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh dalam ’Great Holy War’ sebelumnya!," ucap Undine yang marah.
Skadi pun terdiam setelah ndengarkan perkataan Undine, sentara Undine terus lanjutkan perkataannya.
"Apa kamu tidak miliki perasaan benci kepada reka karena telah mbiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh? Atau jangan-jangan kamu sekarang sudah njadi pengkhianat sama seperti Terra?," tanya Undine.
Skadi terlihat bingung setelah ndengar perkataan Undine.
"Kenapa kamu tiba-tiba nyebut Terra?," tanya Skadi.
"Terra sudah njadi pengkhianat. Dia sekarang sudah bergabung dengan Holy Knights milik Holy Kingdom Svetais, yang berarti dia saat ini sudah njadi bawahan langsung para Malaikat," ucap Undine.
Skadi terlihat biasa saja setelah ndengar perkataan Undine. Dia terlihat tidak terkejut sama sekali setelah ndengar itu.
"Begitu ya," ucap Skadi.
"Tanggapanmu singkat sekali. Apa itu berarti kamu sudah njadi pengkhianat sama seperti Terra, Skadi?," tanya Undine.
"Jika yang kamu maksud njadi pengkhianat adalah dengan mihak ras Malaikat, maka aku bukanlah pengkhianat. Aku tidak mihak siapapun saat ini. Lalu, sama seperti kamu, aku juga miliki perasaan benci kepada ras Malaikat," ucap Skadi.
"Jika kamu miliki perasaan benci kepada ras Malaikat, kenapa kamu tidak mau bergabung dengan organisasi kami?," tanya Undine.
"Bukankah sudah kubilang sebelumnya? Alasannya karena aku masih belum mau mati. Aku tidak yakin organisasi kalian akan mampu lenyapkan ras Malaikat. Justru ras Malaikat lah yang mungkin akan lenyapkan organisasi kalian," ucap Skadi.
Undine terlihat tidak terima dengan perkataan Skadi.
"Kamu terlalu rehkan organisasi kami," ucap Undine.
"Aku akan percaya kalau organisasi kalian bisa lenyapkan ras Malaikat apabila pemimpin organisasi kalian miliki kekuatan yang sama dengan para ’Archangel Commanders’ atau bahkan ’Sang Malaikat Agung’," ucap Skadi.
Undine pun terdiam setelah ndengar perkataan Skadi, sentara Skadi terus lanjutkan perkataannya.
"Selain itu, alasan aku tidak ingin bergabung adalah ski aku miliki perasaan benci kepada ras Malaikat tetapi itu tidak semuanya. Itu karena aku juga masih miliki rasa hormat kepada beberapa Malaikat yang mbantu kita saat ’Great Holy War’ sebelumnya. Aku tidak mbenci reka sama sekali yang telah mbantu kita dulu,"
"Jika aku bergabung dengan organisasimu, itu berarti aku harus lawan para Malaikat yang masih aku hormati," ucap Skadi.
Undine terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Skadi.
"Rasa hormat katamu?. Kamu masih miliki rasa hormat kepada beberapa Malaikat?!. Yang benar saja!?. Bagaimana bisa kamu masih miliki rasa hormat kepada reka skipun itu hanya beberapa dari reka saja!?," tanya Undine.
"Aku sudah bilang sebelumnya itu karena beberapa dari reka telah mbantu kita saat ’Great Holy War’. Beberapa dari reka mbantu kita dalam lawan ras iblis ketika kita kesusahan dalam lawan reka. Apa kamu lupa tentang hal itu?. Apa kamu lupa dengan kebaikan reka yang mbantu kita dalam ’Great Holy War’?,"
"mang saat ’Nona Ratu’ terbunuh, tidak ada para Malaikat yang berada di sekitar tempat ’Nona Ratu’ sehingga tidak ada yang bisa nyembuhkan beliau. Hal itu yang mbuat kita nganggap kalau para Malaikat mbiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh. Hal itu juga yang mbuat kita benci kepada reka. Tetapi bukan berarti kita harus lupakan kebaikan reka yang telah mbantu kita sebelumnya," ucap Skadi.
Undine pun terdiam setelah ndengar perkataan Skadi.
"Apa kamu tetap ingin bergabung dengan organisasi yang ingin lenyapkan ras Malaikat tanpa terkecuali?. skipun di antara ras Malaikat ada beberapa Malaikat yang telah mbantu kita dalam ’Great Holy War’ termasuk salah satunya adalah putri dari ras Malaikat, apa kamu tetap ingin lenyapkan reka semua, Undine?," tanya Skadi.
Tanpa basa basi, Undine pun langsung njawabnya.
"Iya, aku akan lenyapkan reka semua tanpa terkecuali termasuk dengan beberapa Malaikat yang pernah mbantu kita dulu,"
"mang beberapa Malaikat itu pernah mbantu kita, tetapi hal itu tidak ngubah fakta kalau beberapa Malaikat itu juga telah mbiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh karena reka tidak ada di tempat ’Nona Ratu’ saat itu, terutama ’putri dari ras Malaikat’ itu,"
"Padahal dia miliki sihir penyembuhan yang sangat hebat. Dia juga yang telah mbantu nyembuhkan dan mulihkan para Roh yang ’Spirit Core’ nya telah hancur atau tergores atau para Roh yang telah kehabisan Mana reka. Bayangkan saja, seorang makhluk dari ras lain bisa nyembuhkan dan mulihkan para Roh yang tidak miliki tubuh fisik dan tidak bisa terluka. Sepertinya hanya dia saja yang bisa lakukan itu. Tidak, mungkin Malaikat atau lebih tepatnya ’Archangel Commanders’ lainnya juga bisa lakukan hal itu tetapi di antara reka hanya ’putri dari ras Malaikat’ itu saja yang bersedia mbantu dan nyembuhkan kami,"
"ski dia sebelumnya telah mbantu nyembuhkan dan mulihkan para Roh tetapi dia tiba-tiba tidak ada bersama kita saat ’putri dari ras Iblis’ nyerang dan mbunuh ’nona Ratu’. Jika ’putri dari ras Malaikat’ itu ada bersama ’Nona Ratu’, ’Nona Ratu’ pasti tidak akan tewas dan tubuhnya serta ’Spirit Core’ nya tidak akan dibawa oleh ’Putri dari ras Iblis’ itu. Kenapa ’Putri dari ras Malaikat’ itu tidak bersama dengan ’Nona Ratu’ saat itu?," tanya Undine.
"Bukankah kamu sudah ndengarkan penjelasan beliau saat itu?. Atau kamu sudah lupa karena ’Great Holy War’ sebelumnya terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu?. Putri itu bilang kalau saat itu dia sedang lawan para iblis yang nyerang wilayah lain, jadi beliau tidak bisa nolong ’Nona Ratu’. Beliau pun juga berduka atas terbunuhnya ’Nona Ratu’," ucap Skadi.
"Aku ingat tentang itu, tetapi apa nurutmu ’Putri dari ras Malaikat’ itu berbicara jujur? Bagaimana jika dia berbohong karena dia mang ingin mbiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh?," tanya Undine.
Skadi terlihat kesal setelah ndengar perkataan Undine.
"Bisa-bisanya kamu naruh curiga pada orang yang telah banyak mbantu ras kita, Undine!. Jika beliau mang ada niat tersembunyi, beliau tidak perlu repot-repot untuk nyembuhkan para Roh,"
"Aku tahu kamu masih berduka atas tewasnya ’Nona Ratu’, apalagi kamu cukup dekat dengan beliau. Tewasnya ’Nona Ratu’ pun mbuat kamu mbenci ras Malaikat karena reka dianggap mbiarkan ’Nona Ratu’ tewas. Tetapi bukan berarti kamu harus mbenci semua Malaikat, itu karena ada beberapa dari reka yang telah mbantu ras kita. Jika reka tidak mbantu kita, jumlah para Roh saat ini sudah berkurang banyak karena saat ’Great Holy War’ sebelumnya, selain ras Malaikat, ras Roh rupakan ras yang diincar oleh ras iblis dan para aliansinya. Karena itu ras kita sering ndapatkan banyak serangan dari ras Iblis para aliansinya. Seharusnya kamu tidak lupa akan hal ini, Undine," ucap Skadi.
Namun, Undine nampaknya tidak peduli dengan perkataan Skadi.
"Aku tidak peduli, aku tetap akan lenyapkan reka semua," ucap Undine.
Skadi terlihat masih kesal dengan Undine tetapi dia masih bisa nahan dirinya.
"Terserah kamu saja, Undine. Aku tidak akan larang dan nahanmu, lagipula belum tentu juga kamu dan organisasi kalian itu bisa lenyapkan semua ras Malaikat," ucap Skadi.
Undine pun terdiam setelah ndengarkan perkataan Skadi. Namun tidak lama kemudian, dia mulai berbicara lagi.
"Jadi, kamu benar-benar tidak ingin bergabung dengan organisasi kami?," tanya Undine.
"Iya," ucap Skadi.
"Bagaimana jika aku nggunakan cara paksa untuk mbuatmu bergabung?," tanya Undine.
Undine lalu natap tajam ke arah Skadi. Sentara Skadi juga natap tajam ke arah Undine setelah ndengar pertanyaan Undine.
"Oh, narik sekali. Jadi kamu ingin nggunakan cara paksa untuk mbuatku bergabung, Undine?," tanya Skadi.
Setelah itu, gua tempat reka berada tiba-tiba mulai bergetar dan berguncang dengan hebat. Bebatuan dan puing-puing yang berada di langit-langit gua itu pun mulai berjatuhan.
"Cara paksa yang kamu sebut tadi, apa itu adalah sebuah pertarungan, Undine? Kalau iya, aku akan nerimanya. Jika kamu ingin aku bergabung, kamu harus ngalahkanku dulu, Undine," ucap Skadi sambil terus natap tajam ke arah Undine.
Sentara Undine juga terlihat masih natap tajam ke arah Skadi. Tetapi tidak lama kemudian, tatapannya kembali seperti biasa. Undine pun kini juga kembali berekspresi biasa seperti sebelumnya.
"Tidak, aku tidak akan bertarung lawanmu karena sudah jelas aku akan kalah. Kekuatanku pasti akan selalu dibekukan olehmu. Kamu rupakan musuh alamiku, Skadi," ucap Undine.
Sentara Skadi juga terlihat kembali natap Undine dengan tatapan biasa. Dia tidak lagi natap tajam ke arah Undine seperti sebelumnya. Gua tempat reka berada pun kini sudah tidak bergetar lagi.
"Jika kamu tidak akan bertarung denganku, lalu cara paksa apa yang kamu maksud untuk mbuatku bergabung dengan organisasimu?," tanya Skadi.
"Aku akan nghubungi orang lain dan mbiarkan orang lain itu untuk ngalahkanku dan mbawamu secara paksa," ucap Undine.
Setelah ndengar perkataan Undine, Skadi pun langsung nanggapinya dengan ekspresi yang datar.
"Benar-benar malukan. Karena kamu tidak bisa ngalahkanku jadi kamu akan minta bantuan dari orang lain untuk ngalahkanku?. Siapa yang ingin kamu minta bantuan untuk ngalahkanku?. Orang-orang terkuat dari ras Iblis atau orang-orang terkuat dari ras Malaikat?. Tetapi karena kamu ingin lenyapkan ras Malaikat, tidak mungkin kamu minta bantuan reka," ucap Skadi.
"Aku akan nghubungi 2 orang yang lebih kuat dariku di organisasiku. 2 orang itu adalah 2 orang yang mampu ngalahkanku dan salah satu dari 2 orang itu adalah pemimpin organisasiku," ucap Undine.
"Apa 2 orang itu adalah manusia?," tanya Skadi.
"Iya, reka berdua adalah manusia. Tetapi reka sangat kuat sehingga bisa ngalahkan Divine Elental Spirits sepertiku. reka berdua sangat kuat karena miliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. Aku tidak akan mberitahu soal itu, lebih baik kamu nanti lihat sendiri apabila kamu bertarung dengan reka," ucap Undine.
"Hmmmm ada manusia yang bisa ngalahkan Divine Elental Spirits ya. Saat ’Great Holy War’ sebelumnya, ada juga manusia dari aliansi ras Iblis yang mampu lawan dan nyulitkan kita, ski begitu reka tetap tidak bisa ngalahkan kita. Namun sekarang, ada manusia yang bisa ngalahkan Divine Elental Spirits?. Aku benar-benar tidak nyangkanya," ucap Skadi.
"Jika kamu tidak percaya, silahkan saja kamu coba sendiri nanti. reka berdua yang akan aku hubungi nanti pasti akan bisa ngalahkanmu, Skadi," ucap Undine sambil natap tajam ke arah Skadi.
"Kelihatannya narik. Baiklah, silahkan saja hubungi reka, Undine. Jika reka bisa ngalahkanku, reka bebas lakukan apa saja terhadapku termasuk mbuatku bergabung secara paksa ke organisasi kalian. Itu pun kalau reka bisa ngalahkanku," ucap Skadi yang juga sambil natap tajam ke arah Undine.
reka berdua kini saling natap tajam satu sama lain. Tidak lama kemudian, Undine lalu berbalik setelah beberapa saat natap tajam ke arah Skadi.
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus kembali ke markas organisasiku. Aku harus laporkan tentang misi yang telah aku kerjakan dan juga aku harus laporkan tentang keberadaanmu disini,"
"Pastikan kamu tidak pergi atau larikan diri dari tempat ini, Skadi," ucap Undine.
"Aku tidak akan pergi dari tempat ini, lagipula aku sudah nyaman berada di tempat ini karena tempat ini sudah njadi wilayah kekuasaanku selama berpuluh-puluh tahun. Untuk apa aku pergi atau larikan diri dari tempat ini?. Apa nurutmu aku akan takut kepada kedua manusia yang telah ngalahkanmu itu sehingga aku akan larikan diri dari tempat ini?," tanya Skadi.
Undine pun terdiam setelah ndengar pertanyaan Skadi. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.
"Pastikan kamu tidak dikalahkan oleh orang atau makhluk lain sebelum kedua orang yang aku sebut itu datang kemari," ucap Undine.
"Aku tidak akan dikalahkan, lagipula siapa yang akan datang kesini untuk ngalahkanku?," tanya Skadi.
"Mungkin saja ada orang yang sudah tahu kamu disini dan ingin ngalankanmu. Contohnya orang-orang di sekitar pegunungan ini yang ingin ngalahkanmu agar pegunungan ini kembali seperti semula sebelum kamu datang," ucap Undine.
"Ah soal itu, beberapa tahun yang lalu, setiap tahunnya terkadang ada banyak manusia yang datang kemari. Para manusia itu dipimpin oleh manusia yang berambut putih. reka datang kemari untuk ngalahkan sosok Naga es yang telah rubah pegunungan ini njadi pegunungan es," ucap Skadi.
"Naga es yang reka maksud itu kamu kan?," tanya Undine.
"Iya. Karena aku berpenampilan seperti wujud humanoid naga, reka nganggap aku adalah naga es yang reka cari. Aku pun juga ngiyakan reka kalau aku adalah sosok naga es yang reka cari," ucap Skadi.
"Jadi kamu telah mbohongi reka," ucap Undine.
"Iya. Belakangan ini, reka sudah tidak datang lagi kesini. Aku penasaran apakah reka sudah nyerah untuk ngalahkanku atau reka ada urusan lain," ucap Skadi.
"Lebih baik kamu berhati-hati karena bisa saja dalam waktu dekat reka akan datang kesini lagi untuk ngalahkanmu," ucap Undine.
"Santai saja, lagipula reka tidak akan bisa ngalahkanku," ucap Skadi.
Undine pun terdiam kembali setelah ndengar perkataan Skadi. Tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.
"Ya sudah, kalau begitu aku mau pergi dulu. Sampai nanti, Skadi," ucap Undine.
"Iya. Titip salamku kepada Divine Elental Spirits yang lain apabila kamu bertemu reka," ucap Skadi.
"Setelah pergi dari ’Geestenland’, aku baru bertemu dengan kamu dan Terra saja. Aku akan titip salammu kepada Terra apabila aku bertemu dan lawannya lagi," ucap Undine.
Setelah itu, Undine lanjutkan langkahnya untuk pergi dari gua tempat Skadi berada. Baru beberapa langkah dia berjalan, Undine tiba-tiba berhenti dan noleh ke bagian pojok dari gua tersebut. Di bagian pojok gua tersebut terdapat bongkahan es berukuran besar dan di dalam bongkahan es tersebut terlihat ada seorang wanita yang tertidur. Wanita yang tertidur itu narik perhatian Undine.
"Sepertinya kamu telah nangkap sesuatu yang tidak terduga, Skadi. Apa kamu tidak keberatan untuk mberikan wanita itu kepadaku?," tanya Undine.
"Wanita itu saat ini adalah tawananku. Aku akan mberikannya apabila kamu berhasil ngalahkanku, Undine," ucap Skadi.
"Sepertinya aku harus nunggu tuan Nexus atau tuan Raven ngalahkanmu terlebih dahulu baru wanita itu bisa dibawa," ucap Undine.
Setelah itu, Undine pun kembali lanjutkan langkahnya. Beberapa nit kemudian, Undine pun telah keluar dari gua tempat Skadi berada. Sentara itu, setelah Undine keluar dari gua, Skadi terlihat sedang mikirkan sesuatu.
"Ada manusia yang bisa ngalahkan Undine ya. Mungkin itu karena Undine lah yang lemah sehingga dia bisa dikalahkan oleh manusia. Sentara aku tidaklah lemah, tidak mungkin ada manusia yang bisa ngalahkanku. Yang bisa ngalahkanku hanyalah orang-orang kuat dari ras Malaikat dan ras Iblis," ucap Skadi.
-
Keesokan harinya, di kediaman Duke Louis.
Terlihat beberapa prajurit Storm Leopard dan prajurit kerajaan San Fulgen sudah mulai berdatangan di kediaman Duke Louis. Selain reka, komandan Asier dan komandan Ivana pun juga telah tiba di kediaman Duke Louis.
~2 hari lagi nuju dimulainya ekspedisi di pegunungan Orokho~
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)