Di kediaman Duke San Lucia.
Ketika kami semua baru sampai di kediaman Duke Louis, Duke Louis dan Duchess Arlet pun langsung nyambut kami. reka berdua lalu bertanya kepada aku dan Irene tentang pembahasan yang dilakukan dengan nona Karina. Aku dan Irene mberitahu reka kalau akademi akan dibuka kembali lusa. Aku dan Irene juga mberitahu tentang hal-hal lain yang kami bahas seperti tentang penyerangan yang terjadi di akademi dan hal lainnya.
"Jadi akademi akan dibuka kembali lusa. ski begitu, kalian berniat untuk kembali ke akademi esok hari?," tanya Duke Louis.
"Iya, paman. Nona Karina bilang kalau murid yang sudah lakukan persiapan bisa kembali ke akademi esok hari. Selain itu, karena aku dan Irene rupakan anggota Elevrad, apalagi aku saat ini masih njabat sebagai ketua Elevrad, aku dan Irene harus kembali lebih dulu ke akademi. Akan njadi contoh buruk apabila anggota Elevrad seperti kami berdua malah datang belakangan dari murid yang lainnya," ucapku.
"Kamu ada benarnya. Anggota Elevrad mang harus mberikan contoh yang baik kepada para murid yang lainnya," ucap Duke Louis.
"Tidak hanya itu saja, paman. Karena waktu kami di akademi hanya tinggal beberapa hari lagi, kami harus datang ke akademi lebih awal untuk nikmati sisa-sisa hari kami di akademi," ucapku.
"Begitu ya. Ya sudah kalau begitu aku akan ngizinkan kalian," ucap Duke Louis.
"Aku juga akan ngizinkan kalian," ucap Duchess Arlet.
"Terima kasih, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.
Setelah berbicara denganku, Duke Louis lalu noleh ke Leandra dan Lily yang berada di dekatku.
"Leandra, Lily, kalian berdua bagaimana? Apa kalian juga mau kembali ke akademi esok hari?," tanya Duke Louis.
"Iya, tuan Duke. Jika nona Irene dan Rid ingin kembali ke akademi esok hari, maka kami berdua pun juga ikut," ucap Leandra.
"Itu benar, tuan Duke," ucap Lily.
"Baiklah kalau begitu," ucap Duke Louis.
Setelah itu, Duke Louis lalu noleh ke arah senior Nadine.
"Nadine, aku minta tolong kamu untuk ikut ngantarkan reka kembali ke akademi esok hari," ucap Duke Louis.
"Baik, tuan Duke," ucap senior Nadine.
Setelah itu, Duke Louis kembali noleh ke arahku dan Irene.
"Ya sudah karena kalian baru saja kembali dari akademi, sekarang kalian makan malam terlebih dahulu. Setelah itu baru kalian mpersiapkan apa saja yang ingin kalian bawa kembali ke akademi," ucap Duke Louis.
"Baik, paman," ucapku.
Setelah itu, kami semua pun langsung pergi ke ruang makan untuk makan malam
-
Sentara itu, di pelabuhan San Quentine.
Terlihat orang-orang yang ada di pelabuhan itu sedang lihat ke suatu tempat yang narik perhatian reka. Suatu tempat yang narik perhatian reka itu adalah sebuah kursi panjang yang ada di pelabuhan itu. Tetapi di kursi itu ada 3 orang yang sedang duduk. 3 orang yang sedang duduk itu ngenakan jubah panjang. Tetapi tudung kepala yang ada pada jubah panjang itu telah dibuka, jadi wajah dan kepala dari 3 orang itu itu bisa terlihat jelas. 3 orang itu semuanya adalah wanita.
Salah satu dari wanita itu terlihat miliki telinga yang panjang yang rupakan ciri dari ras Elf. Satu wanita lagi terlihat seperti Demi-Human yang miliki telinga dan ekor berwarna putih dengan belang-belang hitam. Lalu satu wanita sisanya terlihat miliki 2 buah tanduk di kepalanya. Wanita itu juga miliki ekor sama seperti wanita Demi-Human yang sebelumnya. Yang mbedakan adalah kalau wanita Demi-Human yang sebelumnya miliki ekor berbulu dan lembut, wanita yang miliki 2 tanduk itu miliki ekor yang bersisik seperti sisik Naga. 3 wanita itu terlihat sedang mbaca sebuah surat kabar. Surat kabar itu sedang dipegang oleh wanita Demi-Human yang sedang duduk di tengah wanita Elf dan wanita bertanduk itu.
"Hoooo, jadi anak ini yang nona Maiden ceritakan sebelumnya," ucap wanita Demi-Human.
"Dari surat kabar ini, mang anak ini terlihat sangat narik. Selain itu, anak ini miliki nama yang mirip dengan nama malaikat Archiela. Pantas saja nona Maiden mbicarakan tentang anak ini," ucap wanita Elf.
"ski begitu, nona Maiden bilang kepada kita untuk tidak lakukan apapun terhadap anak ini seperti ncoba untuk rekrutnya begitu kita sampai di kerajaan ini. Aku tidak tahu apa alasannya, padahal anak ini terlihat sangat njanjikan untuk kita rekrut," ucap wanita bertanduk.
"Entahlah, tetapi jika nona Maiden bilang seperti itu maka kita harus matuhinya. Lagipula tujuan kita kesini juga bukan untuk rekrut anak itu," ucap wanita Demi-Human.
"Kamu benar," ucap wanita bertanduk.
Setelah itu, reka bertiga terus mbaca surat kabar itu. reka sama sekali tidak terganggu dengan orang-orang yang sedang lihat ke arah reka. reka tetap fokus mbaca surat kabar itu.
"Sepertinya nona Violetta telah njadi seorang Duchess, skipun hanya sentara," ucap wanita Elf.
"Nona Violetta....Ah, salah satu Holy Knights yang njadi korban Undine. Aku ngingatnya, dulu beberapa dari kita sampai harus turun tangan untuk nyembuhkannya. Untungnya dia selamat tetapi setelah itu aku dengar kalau dia telah keluar dari Holy Knights. Jadi dia tinggal di kerajaan ini ya,’ ucap wanita Demi-Human.
"Iya. Saat nona Violetta masih njadi Holy Knights, aku cukup sering berbicara dengannya. Aku pun tahu kalau dia berasal dari kerajaan ini," ucap wanita Elf.
"Aku tahu kalau kamu dekat dengan dia karena kamu juga yang rawatnya setelah dia disembuhkan, Teresia," ucap wanita bertanduk.
"Iya, itu benar," ucap wanita Elf.
ndengar wanita bertanduk itu manggil wanita Elf itu dengan nama ’Teresia’, bisa dipastikan kalau nama wanita Elf itu adalah Teresia.
Lalu, setelah itu, reka bertiga pun terus mbaca surat kabar itu. reka terus mbaca surat kabar itu sampai akhirnya ada suara seseorang yang nghentikan reka untuk mbaca.
"Aku pikir orang-orang itu sedang lihat siapa, ternyata orang-orang itu sedang lihat kalian," ucap Alexis yang sudah berada di dekat kursi tempat reka bertiga duduk.
Alexis terlihat sedang mbawa tas yang cukup besar di punggungnya. Lalu setelah ndengar perkataan Alexis, reka bertiga pun langsung noleh ke arah Alexis. reka bertiga pun langsung terkejut ketika lihat Alexis.
"Alexis?!," ucap wanita Demi-Human.
"Iya, ini aku. Kalian benar-benar narik perhatian orang-orang yang ada disini. Terutama kamu, Holea, seharusnya kamu nutupi tanduk dan ekormu, orang-orang di kerajaan ini tidak terbiasa lihat rasmu. Elf dan Demi-Human mungkin biasa di kerajaan ini, tetapi reka tidak terbiasa ketika lihat rasmu," ucap Alexis kepada wanita bertanduk.
Wanita bertanduk itu ternyata bernama Holea.
"Aku minta maaf. Setelah lihat Teresia dan Seira mbuka tudung kepala jubahnya, aku pun jadi ikutan lepasnya juga," ucap Holea.
Dari perkataan Holea, jika wanita Elf itu bernama Teresia, maka wanita Demi-Human itu bernama Seira.
"Ya sudahlah. Kalian bertiga datang kesini karena diperintahkan nona Maiden untuk nemani dan mbantuku kan?," tanya Alexis.
"Iya, itu benar," ucap Teresia.
"Kalau begitu, sekarang kalian balik lagi ke kapal yang kalian tumpangi," ucap Alexis.
reka bertiga pun terkejut setelah ndengar perkataan Alexis.
"Kenapa kami harus kembali ke kapal? Kami kan datang kesini untuk mbantumu. Apa kamu nolak bantuan yang diberikan oleh nona Maiden?," tanya Holea.
"Aku bukan nolaknya. Hanya saja, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa kalian bantu. Itu karena aku sudah nyelesaikan tugas tambahan yang diberikan oleh nona Maiden seorang diri. Jadi sekarang kalian bertiga segera kembali ke kapal karena kita akan langsung kembali ke Holy Kingdom," ucap Alexis.
Teresia, Seira dan Holea pun kembali terkejut setelah ndengar perkataan Alexis.
"Kamu sudah nyelesaikan tugas tambahan yang diberikan oleh nona Maiden? Jadi maksudmu, kedatangan kami kesini njadi sia-sia karena kami tidak bisa mbantumu dikarenakan kami sudah nyelesaikan tugas itu sendiri?," tanya Seira yang terkejut.
"Tidak, kedatangan kalian sama sekali tidak sia-sia. Itu karena skipun kalian tidak jadi nemani dan mbantuku, kalian tetap lakukan tugas lain yaitu njemputku. Aku jadi terharu begitu lihat kalian yang sampai repot-repot njemputku dari Holy Kingdom," ucap Alexis sambil tersenyum seperti ngejek.
lihat Alexis yang tersenyum, Seira terlihat nampak kesal.
"Sialan, kami datang sejauh ini dari Holy Kingdom bukan untuk njemputmu!," ucap Seira.
-
Sentara itu, kembali ke sungai tempat kapal yang ditumpangi nona Laviena berlayar.
Terlihat tangan berukuran raksasa yang terbuat dari air itu masih nggenggam kapal yang ditumpangi oleh nona Laviena dan yang lainnya. ski kapal itu sudah digenggam sampai hancur, tetapi kapal itu belum hancur sepenuhnya. Hanya bagian samping kapal saja yang sudah hancur, bagian tengah kapal belum hancur sama sekali. Karena kapal itu belum hancur sepenuhnya, tangan itu terus nggenggam dan ncengkeram kapal itu.
Disaat kapal itu sedang ncengkeram kapal itu, di bagian sungai yang berada di depan tangan berukuran raksasa itu, air yang berada di bagian sungai itu tiba-tiba mbentuk wujud seorang wanita. Wanita yang tubuhnya terbentuk dari air sungai itu adalah Undine.
Tubuh Undine yang terbuat dari air itu sudah terbentuk dengan sempurna, hanya saja tangan kanannya belum terbentuk sempurna seperti bagian tubuhnya yang lainnya. Tangan kanannya terlihat hanya berbentuk seperti aliran air yang terhubung dengan sungai yang ada di bawahnya. Dengan tangan kanannya yang berbentuk seperti itu, Undine saat ini hanya berdiri saja di atas sungai itu sambil lihat ke arah tangan raksasa yang sedang ncengkeram kapal itu.
"Sepertinya tidak akan ada masalah apabila aku nghancurkan kapal itu. reka tidak mungkin mati hanya karena aku nghancurkan kapal itu. reka tidak selemah itu," ucap Undine.
Setelah itu, tangan berukuran raksasa itu terus ncengkeram kapal itu dengan sangat kuat. Bagian kapal yang sebelumnya belum hancur, secara perlahan mulai hancur karena cengkraman tangan raksasa itu. Tidak lama kemudian, cengkraman tangan itu hampir nghancurkan seluruh bagian kapal itu dan hanya tinggal beberapa bagian lagi hingga kapal itu hancur sepenuhnya.
Namun ketika kapal itu sudah mau hancur sepenuhnya akibat cengkraman tangan raksasa itu, tangan raksasa itu tiba-tiba hancur berkeping-keping. Tangan raksasa itu pun berubah njadi air yang nyatu dengan sungai di bawahnya.
Sentara itu, Undine terlihat cukup terkejut ketika lihat tangan raksasa itu hancur. Setelah tangan raksasa itu hancur, tangan kanan Undine yang sebelumnya berbentuk seperti aliran air yang terhubung dengan sungai dibawahnya itu pun lalu mulai berubah njadi tangan kanan yang berbentuk sempurna. Undine kemudian lihat ke arah kapal yang hampir hancur sepenuhnya itu. Karena kapal itu sebelumnya diangkat ke atas dan dicengkeram oleh tangan raksasa itu, setelah tangan raksasa itu hancur, kapal itu pun lalu terjatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Setelah kapal itu sudah jatuh ke sungai, kapal itu secara perlahan mulai tenggelam ke dasar sungai.
Ketika kapal itu sudah mulai tenggelam ke dasar sungai, beberapa orang terlihat mulai lompat keluar dari kapal itu. Orang yang pertama lompat adalah nona Laviena. Dia lompat cukup tinggi di udara dan kemudian dia pun ndarat di bagian sungai yang berada tidak jauh dari tempat Undine berdiri. Ketika ndarat di bagian sungai itu, nona Laviena tidak terjatuh atau tercebur ke dalam sungai itu, lainkan dia berdiri di atas sungai itu. Dia benar-benar berdiri di atas sungai itu karena kakinya benar-benar napak di atas air sungai itu.
Setelah berdiri di atas sungai itu, nona Laviena lalu nggumamkan sesuatu.
~Water Manipulation - Floor~
Setelah itu, orang-orang yang sebelumnya telah lompat keluar dari kapal yang sedang tenggelam itu, kini mulai ndarat di air sungai yang berada di dekat nona Laviena. Ketika orang-orang itu ndarat di sungai itu, orang-orang itu sama sekali tidak terjatuh atau tercebur ke dalam air sungai itu. reka ndarat dan langsung berpijak di atas permukaan air itu. Mau reka yang ndarat sambil berdiri, duduk atau sambil tergeletak, reka semua langsung berpijak di atas permukaan air itu. Permukaan air tempat reka ndarat seolah nahan tubuh reka agar tidak terjatuh atau tercebur ke dalam air.
reka yang baru saja ndarat di permukaan air itu adalah para Holy Knights. Dua di antara para Holy Knights itu adalah Remia dan Willa. Beberapa Holy Knights yang baru ndarat itu terlihat sedang nggendong dan mbopong orang-orang yang berpakaian biasa. Orang-orang itu adalah warga sipil yang ikut numpang dalam kapal yang sama dengan yang ditumpangi oleh nona Laviena.
"Kita hanya bisa nyelamatkan beberapa dari reka saja," ucap salah satu Holy Knights.
"Apa boleh buat, lagipula kita juga tidak sempat bereaksi terhadap tangan yang nghancurkan kapal itu. Beberapa orang yang ada di kapal pun langsung tewas tepat disaat tangan itu nyerang kapal pertama kali," ucap Holy Knights yang lain.
"Jika saja kita tidak dilindungi oleh nona Laviena, kita saat ini pasti sudah terluka atau yang lebih parahnya kita akan bernasib sama seperti orang-orang yang tewas itu," ucap Remia.
Sentara itu, ketika beberapa Holy Knights itu sedang berbicara, beberapa Holy Knights yang lain sedang lihat ke arah Undine yang sedang berdiri tidak jauh di depan nona Laviena. Beberapa Holy Knights yang sedang lihat Undine itu terlihat sangat terkejut.
"Wanita dengan rambut dan bola mata berwarna biru tua. Bukankah dia itu...," ucap salah satu Holy Knights.
"Undine!?," ucap Holy Knights yang lain.
Beberapa Holy Knights yang sebelumnya berbicara pun langsung noleh ke arah Undine setelah ndengar beberapa Holy Knights yang lainnya nyebut nama Undine. reka pun langsung terkejut ketika noleh dan lihat Undine. Sentara nona Laviena yang sedang berdiri di depan Undine terlihat hanya bersikap biasa saja.
"Ciri-cirinya sama seperti yang dideskripsikan. Jadi kamu adalah Divine Water Elental Spirits, Undine. Ini pertama kalinya kita bertemu,"
"Kamu seharusnya tidak berada di tempat ini karena dari yang aku dengar kamu sering lakukan serangan di wilayah perbatasan Holy Kingdom. Sedangkan tempat ini masih cukup jauh dari Holy Kingdom. Ada urusan apa kamu disini? Kamu bahkan sampai nghancurkan kapal yang sedang kami tumpangi. Selain itu, kamu juga telah mbunuh beberapa orang yang naiki kapal itu," ucap nona Laviena.
Setelah ndengar perkataan nona Laviena, Undine pun langsung nanggapinya.
"Alasan aku nyerang kapal itu karena aku ada perlu dengan kalian para ras Siren. Jika aku nyerang dan nghancurkan kapal itu, kalian pastinya akan keluar dan turun dari kapal itu," ucap Undine.
Saat in, setelah nona Laviena ngenakan seragam dan jubah miliknya, wajah dan kepala nona Laviena terlihat dengan jelas. Jadi telinga nona Laviena yang berbentuk seperti sirip ikan pun juga bisa terlihat dengan jelas. Telinga Remia dan Willa pun juga terlihat jelas seperti nona Laviena.
"Ada perlu apa kamu dengan kami?," tanya nona Laviena.
"Aku rlukan informasi tentang pintu atau akses masuk nuju kerajaan Siren yang ada di bawah laut Sangu Mare. Katakan kepadaku tentang informasi itu," ucap Undine.
Nona Laviena terlihat masih bersikap biasa saja setelah ndengar perkataan Undine.
"Untuk apa kamu rlukan informasi tentang itu? Apa kamu berniat lakukan sesuatu terhadap kerajaan Siren?," tanya nona Laviena.
"Kamu tidak perlu tahu apa alasannya," ucap Undine.
"Kalau begitu aku tidak akan mberitahumu tentang informasi itu," ucap nona Laviena.
"Tidak masalah karena sejak awal aku sudah tahu kalau ndapatkan informasi tentang itu tidaklah mudah. Aku hanya perlu ndapatkan informasi itu secara paksa," ucap Undine.
Setelah ndengar perkataan Undine, nona Laviena terlihat mulai waspada. Nona Laviena lalu ngatakan sesuatu kepada para Holy Knights yang ada di belakangnya.
"Kalian semua cepat pergi dari sini. Pergilah dengan lewati tebing-tebing yang ada di samping sungai ini. Aku yang akan ngurus dia," ucap nona Laviena.
"Tetapi nona-," ucap Remia.
Sebelum Remia nyelesaikan perkataannya itu, nona Laviena lebih dulu motong perkataannya.
"Cepat pergi!," ucap nona Laviena.
Setelah ndengar perkataan nona Laviena, para Holy Knights itu pun tidak bisa mbantah perkataan nona Laviena. reka pun langsung ngiyakan perkataan nona Laviena.
"Baik, nona," ucap para Holy Knights itu.
Setelah itu, Remia rintahkan para Holy Knights itu untuk ndekati reka berdua.
"Kalian semua, ndekatlah kepadaku dan Willa," ucap Remia.
"Baik," ucap para Holy Knights itu.
Setelah para Holy Knights itu sudah ndekat ke Remia dan Willa, Remia lalu ngatakan sesuatu kepada Willa.
"Ayo, Willa," ucap Remia.
"Baik, Remia," ucap Willa.
Remia dan Willa lalu berlutut. reka berdua lalu nyentuh permukaan air sungai yang ada di bawah reka dengan nggunakan kedua tangan reka.
~Water Manipulation - Water Pillar~
Setelah itu, permukaan air tempat reka berpijak tiba-tiba mulai nyembur ke atas. reka pun ikut nuju ke atas karena reka berpijak pada air yang nyembur itu. Air itu terus nyembur dengan sangat tinggi ke atas hingga hampir ncapai puncak tebing yang ada di samping sungai itu. Tetapi sebelum air yang nyembur itu sampai ke puncak tebing, dari bawah air yang nyembur itu tiba-tiba muncul sebuah tangan raksasa yang terbuat dari air. Tangan raksasa itu sedang ngejar para Holy Knights yang tengah berpijak pada air yang nyembur itu. Para Holy Knights itu terlihat terkejut ketika lihat tangan raksasa yang sedang ngejar reka.
Sentara itu, Undine terlihat sedang berlutut sambil nceburkan seluruh tangan kanannya ke bawah permukaan air yang ada di bawahnya. Undine berlutut sambil lihat ke arah air yang nyembur itu.
"Apa kalian pikir aku akan mbiarkan kalian pergi? Apa lagi 2 orang di antara kalian rupakan ras Siren yang sedang aku incar," ucap Undine.
Tangan raksasa yang terbuat dari air itu terus ngejar para Holy Knights itu. Semakin lama, tangan raksasa itu semakin dekat dengan para Holy Knights itu. Sampai akhirnya, tangan raksasa itu pun sudah berada dekat dengan para Holy Knights itu. Tangan raksasa itu pun lalu bersiap untuk nangkap para Holy Knights itu. Para Holy Knights yang lihat hal itu pun terlihat sangat terkejut. Beberapa dari reka terlihat bersiap untuk nghadapi tangan kanan raksasa yang ingin nangkap reka itu.
Namun, sebelum tangan raksasa itu nangkap reka, tangan raksasa itu tiba-tiba terjatuh ke bawah seperti sedang ditarik ke bawah. Undine terlihat cukup terkejut begitu lihat tangan raksasa yang terbuat dari air ciptaannya itu tiba-tiba terjatuh ke bawah lagi.
"Siapa yang telah narik tanganku sehingga tanganku gagal nangkap reka?," pikir Undine.
Undine lalu lihat ke permukaan sungai tempat munculnya tangan raksasa itu. Di permukaan sungai itu, terlihat nona Laviena sedang ncengkram dan narik tangan raksasa itu dengan nggunakan tangan kanannya. Nona Laviena terus narik tangan raksasa itu hingga seluruh bagian tangan raksasa itu jatuh ke permukaan sungai.
"Aku tidak akan mbiarkanmu nyerang reka. Lawanmu sekarang adalah aku, Undine," ucap nona Laviena.
Setelah tangan raksasa itu jatuh, nona Laviena kembali ncengkeram tangan raksasa itu. Dia kemudian narik bagian yang dicengkeram itu. Setelah bagian yang dicengkeram itu ditarik, tangan raksasa itu berubah njadi aliran air biasa yang sangat besar. .
Setelah ngubah tangan raksasa itu njadi aliran air biasa yang sangat besar, nona Laviena lalu nghempaskan aliran air itu ke arah Undine.
~Water Manipulation - Water Slash~
Setelah aliran air itu dihempaskan ke arah Undine, aliran air itu berubah njadi tebasan air yang sangat besar. Bahkan saking besarnya tebasan air itu, ukuran tebasan air itu hampir sama dengan ukuran lebar sungai tempat reka berada. Bahkan bagian samping dari tebasan air itu telah ngenai dan nggores tebing yang berada di samping sungai itu.
Tebasan air itu lalu lesat dengan sangat cepat ke arah Undine. Undine tidak sempat bereaksi terhadap tebasan itu. Tebasan air itu pun ngenai tubuh Undine dengan telak. Tubuh Undine mulai dari badan hingga ujung kaki langsung hancur setelah terkena tebasan itu. Hanya tersisa kepalanya saja yang tidak terkena tebasan itu. Kepala Undine yang masih tersisa itu lalu terjatuh ke permukaan sungai yang ada di bawahnya.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)