Font Size
15px

Setelah ndengar perkataan nona Karina, kami semua pun langsung pergi ke ruangan Elevrad yang berada di lantai 7 gedung tengah. Untuk pergi ke gedung tengah, kami harus masuk ke gedung lobi akademi terlebih dahulu lalu keluar lewat pintu lain yang nghubungkan gedung lobi akademi dengan gedung tengah, gedung untuk para murid dan gedung untuk para pengajar serta kepala akademi. Ketika kami masuk ke gedung lobi akademi, kami lihat bagian dalam gedung lobi akademi, tepatnya di lantai 1 gedung itu terlihat sudah tidak ngalami kerusakan sedikitpun. Padahal sebelumnya bagian dalam gedung lobi akademi, termasuk lantai 1 tempat kami berada sekarang ngalami kerusakan yang cukup parah akibat penyerangan yang dipimpin oleh Duke Remy. Tetapi kini bagian dalam gedung itu telah pulih kembali seperti sedia kala.

Lalu setelah kami lewati gedung lobi akademi, kami pun kini sudah berada di bagian dalam kompleks akademi. Setelah berada di dalam, kami pun langsung lihat ke sekeliling. Jalan yang nghubungkan antar gedung terlihat sudah tidak ngalami kerusakan sedikitpun. Rerumputan, bunga-bunga dan pepohonan kecil pun sudah berjejer kembali di pinggir jalan-jalan itu. Lalu dari jalan yang berada dekat dengan gedung lobi akademi tempat kami berada, kami bisa lihat gedung tahun pertama, gedung tahun kedua, gedung tahun ketiga, gedung tahun keempat serta gedung tengah yang berada tepat di depan kami. Gedung-gedung itu terlihat sudah tidak ngalami kerusakan sedikitpun. Padahal sebelumnya ada beberapa bagian dari gedung-gedung itu yang ngalami kerusakan yang sangat parah bahkan sampai hancur karena bagian gedung itu terkena efek dari munculnya hutan labirin yang diciptakan oleh Duke Remy. Tetapi sekarang gedung-gedung itu telah pulih kembali, tidak ada kerusakan sedikitpun pada gedung-gedung itu. Beberapa anggota Elevrad yang lain terlihat terkejut ketika lihat gedung-gedung itu yang telah pulih.

Kemudian, setelah lihat ke sekeliling, kami pun terus berjalan untuk nuju ke gedung tengah yang ada di hadapan kami. Setelah sampai di depan pintu masuk gedung tengah, kami pun masuk ke dalam. Kami sekarang berada di lantai 1 gedung tengah yang rupakan kantin akademi. Kantin akademi juga terlihat sudah tidak ngalami kerusakan sedikitpun. Sebelumnya, kantin akademi ini ngalami kerusakan yang sangat parah karena kantin ini njadi awal tempat pertarunganku dengan Duke Remy sebelum kami berdua pindah ke arena turnan akademi yang ada di lantai 10. Sebelum aku bertarung dengan Duke Remy di kantin ini, kantin ini juga sudah ngalami kerusakan yang parah. Tetapi sekarang kantin ini benar-benar sudah pulih total.

Lalu, kami naik tangga untuk nuju ke lantai 2. Lantai 2 terlihat juga sudah pulih total. Kemudian, kami terus naik ke lantai 3, lantai 4, lantai 5 dan lantai 6. Semua lantai yang kami lewati itu pun sudah pulih total. Tidak ada kerusakan sedikitpun pada lantai-lantai itu. Lalu, kami pun akhirnya sampai di lantai 7 tempat ruangan Elevrad berada. Begitu sampai di lantai 7, kami pun kembali lihat ke sekeliling. Lantai 7 tempat kami berada juga sudah pulih total seperti lantai-lantai yang lain.

Setelah lihat ke sekeliling, kami pun lalu berjalan nuju ruangan Elevrad. Begitu sampai di depan ruangan Elevrad, nona Karina langsung mbuka pintu ruangan Elevrad dan kemudian masuk ke dalam. Kami yang berada di belakang nona Karina pun berjalan ngikutinya. Sesampainya di dalam, kami kembali lihat ke sekeliling ruangan Elevrad. Ruangan Elevrad yang sekarang kami lihat sama seperti ruangan Elevrad seperti biasanya. Tidak ada kerusakan sedikitpun di ruangan ini. Bahkan furniture dan interior yang ada di ruangan Elevrad sekarang masih tetap sama seperti sebelumnya.

Ketika kami sedang sibuk lihat-lihat ke sekeliling ruangan, nona Karina tiba-tiba ngatakan sesuatu kepada kami.

"Kalian semua, silahkan duduk," ucap nona Karina.

Ketika nona Karina ngatakan itu, nona Karina sudah duduk di salah satu kursi yang berada di samping ja berukuran panjang. Selain kursi yang di duduki oleh nona Karina, di bagian samping ja itu juga sudah terdapat banyak kursi yang sepertinya disediakan untuk kami. Setelah ndengar perkataan nona Karina itu, kami pun langsung duduk di kursi yang ada di samping ja itu. Aku mutuskan untuk duduk di kursi yang ada di samping nona Karina karena ketika aku mau nghampiri ja panjang tersebut, nona Karina nepuk kursi yang ada di sampingnya itu sambil lihat ke arahku seakan seperti mberi sebuah kode untuk duduk di kursi yang dia tepuk itu. Lalu setelah kami semua telah duduk, nona Karina pun mulai ngatakan sesuatu.

"Aku berterima kasih kepada kalian semua karena sudah mau nuhi undangan yang aku berikan,"

"Hari ini seharusnya njadi hari dimulainya festival akademi, tetapi karena adanya penyerangan yang terjadi akademi, juga di seluruh kerajaan ini, maka festival akademi tahun ini pun dibatalkan. Turnan akademi yang hanya nyisakan pertandingan final pun juga dibatalkan karena terjadinya penyerangan itu tepat di hari berlangsungnya final turnan akademi. Benar-benar sangat disayangkan," ucap nona Karina.

Kami semua pun terdiam saat ndengar perkataan nona Karina itu.

"Aku tahu kalau kalian sudah berusaha keras untuk mpersiapkan dan nyelenggarakan turnan serta festival akademi, tetapi mau bagaimana lagi, penyerangan itu terjadi tanpa bisa kita perkirakan. skipun sulit, aku berharap kalian segera lupakan tentang hal ini,"

"Sekarang, mari kita mbahas yang lain. Sebelum aku mbahasnya, aku ingin nanyakan sesuatu kepada kalian. Apakah kalian sudah lihat-lihat ke seluruh wilayah akademi ini?," tanya nona Karina.

Kami semua pun langsung njawab pertanyaan nona Karina. Beberapa ada yang njawab ’sudah’ dan sisanya njawab ’belum’. Aku termasuk dari orang-orang yang njawab ’belum’.

"Aku belum lihat-lihat ke seluruh wilayah akademi karena saat aku baru datang, aku hanya ngobrol-ngobrol saja di depan gedung lobi akademi, nona," ucapku.

"Begitu ya. skipun kamu dan beberapa orang belum lihat ke seluruh wilayah akademi, tetapi setidaknya kamu sudah lihat beberapa bangunan serta bagian dalamnya seperti di bagian dalam gedung tengah tempat kita berada saat ini. Bagaimana nurut kalian? Apa akademi yang sekarang terlihat seperti akademi dulu sebelum terjadinya penyerangan?," tanya nona Karina.

"Iya, skipun aku belum lihat seluruh wilayah akademi, tetapi dari beberapa bangunan dan sebagian wilayah akademi yang sudah aku lihat, akademi terlihat seperti sebelum terjadi penyerangan. Padahal 3 hari yang lalu, sebelum kami berangkat pergi ninggalkan akademi, keadaan seluruh wilayah akademi ini sudah sangat parah. Banyak bangunan, jalanan dan objek lainnya yang ada di akademi ini ngalami kerusakan yang sangat parah. Tetapi kini, sudah tidak ada kerusakan lagi pada bangunan, jalanan dan objek lainnya. Kondisi akademi sekarang benar-benar sama seperti sebelum terjadinya penyerangan," ucapku.

Anggota Elevrad yang lainnya pun setuju dengan perkataanku.

"Pemulihan seluruh wilayah akademi yang ngalami kerusakan seharusnya tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu 2-3 hari jika dilakukan secara manual. Itu berarti pemulihannya nggunakan sebuah sihir atau Artifact yang dimiliki oleh kerajaan," lanjutku.

"Iya, kamu benar. Aku mulihkan seluruh wilayah akademi ini dengan nggunakan artifact yang dimiliki oleh kerajaan. Tetapi aku tidak mulihkannya sendiri, para prajurit dan orang-orang dari kerajaan juga mbantuku dengan nggunakan Mana reka untuk ngaktifkan artifact itu," ucap nona Karina.

"Apa anda yang minta secara langsung ke pihak kerajaan untuk minjamkan artitact itu, nona Karina?," tanyaku.

"Iya, bahkan aku mintanya secara langsung kepada Yang Mulia Ratu. Aku ngatakan kepada beliau kalau akademi harus segera dibuka kembali karena hanya tinggal beberapa hari lagi akan diadakan kenaikan tingkat untuk tahun pertama sampai tahun ketiga dan kelulusan untuk tahun keempat. Jadi akademi harus dipulihkan terlebih dahulu dan kemudian dibuka kembali. Setelah ngatakan itu, Yang Mulia Ratu pun nyetujuinya. Bahkan beliau minjamkan sebagian besar Artifact pemulihan yang dimiliki kerajaan ke akademi, karena itu proses pemulihan seluruh wilayah akademi berlangsung sangat cepat," ucap nona Karina.

"Begitu ya. skipun aku belum lihat seluruh wilayah akademi tetapi bisa dipastikan kalau seluruh wilayah akademi ini sudah pulih kembali," ucapku.

"Iya. Jadi bagaimana nurutmu, Rid? Sebagai ketua Elevrad, apa kamu nyetujui rencana pembukaan kembali akademi ini?," tanya nona Karina.

Setelah nona Karina nanyakan itu, aku lalu noleh ke arah anggota Elevrad yang lain.

"Bagaimana nurut kalian?," tanyaku.

reka pun terdiam sejenak setelah aku nanyakan itu. Tidak lama kemudian, reka pun mulai berbicara.

"Aku setuju jika akademi ingin dibuka kembali. Lagipula penyerangan yang terjadi sebelumnya juga telah berakhir. Ibunda pun juga telah nyetujui agar akademi dibuka kembali. Jadi aku pikir tidak akan ada masalah apabila akademi dibuka kembali," ucap Charles.

"Aku setuju. Aku yakin banyak dari para murid akademi yang berharap agar akademi segera dibuka kembali karena reka pastinya tidak tahu apa yang harus reka lakukan di rumah atau tempat tinggal reka masing-masing saat ini,"

"Aku ketika berada di kediaman orang tuaku, aku masih mpunyai orang-orang yang bisa diajak untuk latihan tanding. Tetapi sebagain besar murid akademi pasti tidak miliki orang-orang yang bisa diajak latihan tanding ketika reka berada di rumah atau tempat tinggal reka. Berbeda dengan ketika reka berada di akademi, reka mpunyai banyak orang yang bisa diajak latihan tanding. Mulai dari teman sekelas, teman seangkatan, senior hingga junior reka. skipun baru 3 hari para murid ninggalkan akademi, tetapi reka pasti sudah rindukan hal-hal yang ada di akademi. Jadi aku setuju apabila akademi dibuka kembali," ucap Elaina.

Para anggota Elevrad junior dan yang seangkatan dengan Elaina pun ngangguk setuju dengan perkataan Elaina.

"Aku juga setuju, nona Karina. Lagipula waktu kami di akademi hanya tinggal beberapa hari lagi. Kami setidaknya ingin nghabiskan waktu kami di akademi sebelum kelulusan. Jadi aku pun juga setuju dan aku berharap kalau akademi akan dibuka kembali secepatnya," ucap Chloe.

Anggota Elevrad yang lain pun terdiam setelah ndengar perkataan Chloe. Ketika suasana di ruangan itu sedang hening karena anggota Elevrad yang lain sedang terdiam, aku lalu ngatakan sesuatu.

"Seperti yang anda dengar barusan, anggota Elevrad yang lain telah setuju untuk mbuka akademi kembali. Jika reka setuju, maka aku sebagai ketua Elevrad juga setuju, nona Karina," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, nona Karina pun langsung nanggapi perkataanku.

"Baguslah kalau kamu dan yang lainnya setuju. Kalau begitu aku akan mbuka akademi kembali," ucap nona Karina.

"mangnya kapan rencananya anda mau mbuka akademi kembali, nona?," tanyaku.

"Besok," ucap nona Karina.

Para anggota Elevrad yang lain pun terkejut setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Aku dan yang lain mang setuju agar akademi segera dibuka kembali, tetapi aku tidak nyangka kalau akademi akan dibuka kembali besok. Apa ini tidak terlalu terburu-buru, nona? mang secara fasilitas dan gedung akademi telah siap karena sudah dipulihkan kembali. Tetapi masih ada hal lain lagi yang harus dipersiapkan. Contohnya seperti surat pemberitahuan tentang dibukanya kembali Akademi yang ditujukan kepada para murid. Apa anda sudah nyiapkan itu?," tanyaku.

"Sudah. Aku sudah nyiapkan surat-surat itu dengan dibantu oleh para staf akademi yang lain. Karena kalian yang rupakan perwakilan para murid telah setuju, sekarang hanya tinggal ngirim surat-surat itu ke rumah atau tempat tinggal masing-masing murid akademi. Aku sudah nyiapkan orang-orang yang akan ditugaskan untuk ngantar surat-surat itu," ucap nona Karina.

"ngirim surat-surat itu ke rumah atau tempat tinggal masing-masing murid pastinya akan makan waktu yang lama. Selain itu, rumah atau tempat tinggal para murid akademi terpencar ke seluruh wilayah kerajaan San Fulgen. Ada yang jaraknya dekat dari akademi, ada juga yang jaraknya jauh dari akademi. Bagi yang jaraknya jauh, proses pengiriman surat pemberitahuan itu akan makan waktu yang lama. Jika surat itu dikirim sekarang, surat itu mungkin baru akan sampai di rumah atau tempat tinggal murid yang jaraknya jauh dari akademi saat sore atau malam hari. Begitu reka nerima surat itu, reka akan sangat terkejut karena reka harus segera kembali ke akademi keesokan harinya karena akademi akan dibuka kembali. reka tidak akan sempat lakukan persiapan jika seperti itu. Jadi aku pikir besok bukan waktu yang tepat untuk mbuka kembali akademi," ucapku.

Nona Karina pun terdiam sejenak setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Hmm kamu ada benarnya, Rid. Jadi nurutmu, kapan waktu yang tepat untuk mbuka kembali akademi?," tanya nona Karina.

"Lusa njadi waktu yang tepat untuk pembukaan kembali akademi. Para murid jadi miliki waktu persiapan selama 1 hari untuk kembali ke akademi," ucapku.

"Lusa ya. Baiklah, aku tidak keberatan dengan itu, bagaimana dengan yang lainnya?," tanya nona Karina kepada para anggota Elevrad lainnya.

"Aku tidak keberatan," ucap Irene.

"Aku juga, nona," ucap Chloe.

Anggota Elevrad yang lainnya pun juga tidak keberatan.

"Karena kalian semua sudah setuju, maka diputuskan kalau akademi akan dibuka kembali lusa," ucap nona Karina.

Setelah nona Karina ngatakan itu, aku kembali ngatakan sesuatu kepada nona Karina.

"Nona Karina, aku miliki usulan lagi," ucapku.

"Usulan apa itu, Rid?," tanya nona Karina.

"Sebelum itu, aku ingin nanyakan sesuatu. Sebelumnya anda ngiyakan kalau seluruh wilayah akademi ini telah pulih kembali seperti sebelumnya, apa itu berarti gedung asrama para murid juga sudah dipulihkan kembali?," tanyaku.

"Iya, gedung asrama para murid sudah dipulihkan kembali. Bahkan sudah tidak ada kerusakan sedikitpun di gedung asrama itu. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa riksanya sendiri," ucap nona Karina.

"Tidak, aku percaya dengan perkataan nona Karina. Jika gedung asrama para murid sudah dipulihkan kembali, maka aku mpunyai usulan. skipun para murid diberikan waktu 1 hari untuk bersiap karena akademi baru akan dibuka kembali lusa, tetapi aku ngusulkan agar beberapa murid yang sudah bersiap diizinkan untuk kembali ke akademi besok. Para murid yang sudah lakukan persiapan bisa segera kembali ke akademi dan juga kembali ke asrama reka masing-masing,"

"Ketika reka kembali ke akademi, reka pastinya juga harus rapihkan dan mbereskan kamar asrama reka masing-masing. Jadi reka yang sudah lakukan persiapan bisa segera kembali ke akademi untuk mbereskan kamar reka sebelum nempatinya. reka tidak harus nunggu sampai lusa. Selain itu, ini juga untuk ncegah adanya keramaian. Karena akademi akan dibuka lusa, jika semua murid dari tahun pertama dan keempat berdatangan secara bersamaan saat lusa nanti, bisa dipastikan akan terjadi keramaian yang cukup parah. Jadi dengan usulanku itu, keramaian yang akan terjadi saat lusa pun akan berkurang," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, nona Karina pun langsung nanggapi perkataanku.

"Usulanmu bagus juga. Jadi skipun akademi baru dibuka kembali saat lusa nanti, para murid yang sudah lakukan persiapan boleh datang lebih dulu untuk ngurangi keramaian yang terjadi saat lusa nanti ketika akademi dibuka. Bagaimana nurut kalian tentang usulan ketua kalian?," tanya nona Karina kepada anggota Elevrad yang lain.

"Jika ketua ngusulkan sesuatu, aku sudah pasti setuju, nona," ucap Noa.

"Aku juga setuju dengan usulan Rid," ucap Charles.

Anggota Elevrad yang lain pun juga setuju dengan usulanku.

"Baiklah karena kalian semua setuju, maka usulan Rid akan aku terima. Akademi tetap akan dibuka saat lusa, tetapi bagi para murid yang sudah lakukan persiapan, bisa datang ke akademi mulai besok,"

"Karena ada perubahan soal jadwal dibukanya kembali akademi, maka surat pemberitahuan yang berisi tentang pembukaan kembali akademi di esok hari harus diganti njadi di hari lusa. Selain itu juga harus ditambahkan dengan usulan yang Rid berikan barusan. Kalian semua, tolong bantu aku untuk revisi surat pemberitahuan yang sudah dibuat sebelumnya," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucapku dan anggota Elevrad yang lainnya.

Setelah itu, pembahasan kami tentang rencana pembukaan kembali akademi pun telah berakhir. Sekarang kami beralih dengan lakukan revisi terhadap surat pemberitahuan yang telah dibuat oleh nona Karina dan orang-orang yang mbantunya. Jumlah surat yang harus kami revisi sangatlah banyak. Jumlahnya sama dengan jumlah para murid dari tahun pertama hingga tahun keempat karena surat pemberitahuan itu mang akan ditujukan kepada masing-masing murid. Untungnya nona Karina dan beberapa staff akademi mbantu kami untuk revisi surat pemberitahuan itu. Kami pun akhirnya selesai revisi surat pemberitahuan itu tepat jam 1 siang.

Setelah kami selesai revisi surat pemberitahuan itu, kami pun pergi ke kantin akademi untuk makan siang. Nona Karina bilang kalau kantin akademi saat ini sedang dibuka untuk layani para anggota Elevrad yang datang. Setelah makan siang, kami pun langsung kembali ke ruangan Elevrad karena nona Karina bilang masih ada yang harus dibicarakan tentang akademi, khususnya tentang akademi yang baru saja terjadi penyerangan.

Kami lakukan banyak pembicaraan dengan nona Karina tentang itu. Saking banyaknya, pembicaraan kami baru selesai di sore hari, tepatnya jam 4 sore. Karena saat itu pembicaraan kami telah selesai, nona Karina pun ngakhiri pertemuan untuk hari ini dan kami pun diperbolehkan pulang. Kami diperbolehkan pulang karena kami juga harus bersiap untuk kembali lagi ke akademi.

Setelah pembicaraan dengan nona Karina selesai, kami semua langsung pergi ninggalkan ruangan Elevrad. Kami pun juga ninggalkan komplek akademi dengan keluar dari gedung lobi akademi. Di depan gedung lobi akademi, terlihat Leandra, Lily, senior Nadine dan beberapa prajurit Duke San Lucia sedang nunggu disana. lihat Leandra, Lily dan senior Nadine yang sedang nunggu disana, Noa, Charles dan Chloe yang ngenal reka bertiga pun langsung nyapa reka bertiga. reka kemudian saling berbicara sebentar.

Setelah itu, karena pertemuan dengan nona Karina juga telah berakhir, kami pun mutuskan untuk langsung pulang. Charles, Chloe, Noa, Elaina dan para anggota Elevrad yang lain pun juga mutuskan untuk pulang. Kami pun saling berpamitan terlebih dahulu sebelum kami pulang ke tempat kami masing-masing.

Setelah berpamitan, kami semua pun pergi ke gerbang akademi. Setelah itu, kami naiki kereta kuda yang kami tumpangi masing-masing. Aku, Irene, Leandra, Lily dan senior Nadine naiki kereta kuda yang sama seperti sebelumnya. Setelah kami semua telah naik, kereta kuda yang kami tumpangi pun mulai bergerak untuk nuju ke kota San Lucia.

-

Sekitar 3 jam kemudian, di malam hari.

Kami pun akhirnya telah tiba kembali di kediaman Duke Louis yang berada di kota San Lucia.

-

Sentara itu, disaat yang sama, di sebuah sungai berukuran cukup besar.

Di samping kiri dan kanan sungai itu terdapat tebing yang sangat tinggi dan juga terjal. Di sungai itu, terlihat ada sebuah kapal berukuran cukup besar yang sedang lintas. Pada dek kapal yang sedang lintas itu, terlihat ada beberapa orang yang sedang ngenakan jubah. Beberapa orang itu semuanya adalah wanita yang berasal dari beberapa ras seperti manusia, elf, Demi-Human dan lainnya. Lalu jubah yang dikenakan oleh para wanita itu terlihat sama dengan jubah yang dikenakan oleh para Holy Knights. Tidak hanya jubah saja, reka juga ngenakan pakaian atau seragam dengan lambang yang mirip dengan lambang Holy Knights. Itu berarti beberapa wanita itu rupakan anggota Holy Knights.

Lalu di depan para wanita itu terlihat ada 3 orang wanita yang sedang berganti seragam. 2 orang wanita sedang berganti seragam ke seragam yang sama dengan seragam yang dikenakan oleh para wanita itu. Sentara 1 wanita sisanya terlihat sedang berganti ke seragam yang berbeda dari reka semua. 2 wanita yang berganti seragam ke seragam Holy Knights itu adalah Remia dan Willa, sentara 1 wanita yang berganti ke seragam yang berbeda adalah nona Laviena.

Setelah ngenakan seragam, reka pun lalu ngenakan jubah yang diberikan oleh para wanita itu. Remia dan Willa ngenakan jubah Holy Knights yang miliki lambang dengan gambar manusia dengan sepasang sayap yang sedang gang sebuah pedang. Sentara nona Laviena ngenakan jubah komandan Holy Knights yang miliki lambang dengan gambar manusia dengan 2 pasang sayap yang sedang gang pedang.

Setelah reka bertiga sudah ngenakan seragam dan jubah reka, nona Laviena lalu ngatakan sesuatu kepada para wanita yang rupakan anggota Holy Knights itu.

"Terima kasih karena telah mbawakan seragam dan jubah kami," ucap nona Laviena.

"Sama-sama, nona," ucap para wanita itu.

Setelah itu, salah satu dari wanita itu nanyakan sesuatu kepada nona Laviena.

"Ngomong-ngomong, nona, kenapa kalian hanya kembali bertiga saja? Kemana tuan Alexis? Bukankah beliau juga pergi bersama dengan kalian?," tanya salah satu wanita itu.

"Alexis masih tinggal disana karena dia masih miliki sebuah tugas yang harus dikerjakan di kerajaan itu. Tetapi Alexis tidak akan sendiri di kerajaan itu karena nona Maiden bilang beliau akan ngirim beberapa Holy Priest untuk nemani Alexis," ucap nona Laviena.

Setelah nona Laviena ngatakan itu, seorang wanita yang lain langsung nanggapi perkataan nona Laviena.

"Begitu ya. Kemarin saya lihat nona Teresia, nona Holea dan nona Seira yang rupakan Holy Priest sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Sepertinya reka bertiga pergi untuk nyusul tuan Alexis," ucap wanita itu.

"Sepertinya begitu," ucap nona Laviena.

Setelah itu, nona Laviena lalu lihat ke sekeliling sungai tempat lintasnya kapal yang dia tumpangi. Sekeliling sungai tempat reka berada terlihat sedang berkabut skipun kabulnya tidak terlalu tebal. Lalu di sungai itu nampak sepi, tidak ada perahu atau kapal lain yang lintas. Hanya kapal reka saja lah yang lintas. Hal itu mbuat nona Laviena bingung.

"Ini sedikit aneh," ucap nona Laviena.

Willa yang ndengar perkataan nona Laviena itu, kemudian langsung nanggapinya.

"Aneh kenapa, nona?," tanya Willa.

"Kenapa sejak tadi tidak ada perahu atau kapal lain yang lintas? Bukankah sungai ini rupakan salah satu jalur air utama yang nghubungkan ke Holy Kingdom dan kerajaan atau negara lain yang ada di sekitarnya. Mau siang ataupun malam, sungai ini tetap dilewati beberapa perahu atau kapal. Tetapi sekarang, tidak ada satupun kapal yang lintas selain kapal kita," ucap nona Laviena.

"Anda benar, nona. Ini sangatlah aneh," ucap Remia.

Di tengah kondisi yang sedang berkabut itu, terlihat ada 2 ekor burung yang sedang terbang di samping kapal yang ditumpangi oleh nona Laviena dan yang lainnya. 1 ekor burung terbang di sisi kanan kapal, sentara 1 ekor lainnya terbang di sisi kiri kapal. 2 ekor burung itu narik perhatian nona Laviena yang mbuat nona Laviena langsung lihat ke arah 2 ekor burung yang sedang terbang.

"2 ekor burung....," pikir nona Laviena.

Awalnya nona Laviena tidak rasa aneh dengan 2 ekor burung yang sedang terbang itu. Tetapi setelah lihat dan mperhatikan 2 ekor burung itu dengan lebih teliti, barulah nona Laviena rasa aneh. Dia pun juga sedikit terkejut ketika lihat 2 ekor burung itu. Itu karena 2 ekor burung itu bukanlah burung asli, lainkan burung yang terbuat dari air.

"Burung yang terbuat dari air?!," pikir nona Laviena dengan sedikit terkejut.

Setelah nona Laviena nyadari kalau 2 ekor burung yang terbang itu terbuat dari air, tiba-tiba nona Laviena ndengar suara seorang wanita. Tidak hanya nona Laviena saja, tetapi semua orang yang ada di kapal itu juga ndengarnya.

"Akhirnya ketemu juga kalian," ucap suara wanita itu.

Setelah itu, dari bawah kapal yang sedang lintas di sungai itu, tiba-tiba muncul sebuah telapak tangan berukuran besar yang terbuat dari air. Nona Laviena yang nyadari kalau ada sesuatu yang ndekat dari bawah kapal langsung berteriak ke para anggota Holy Knights yang ada di dekatnya.

"Kalian semua, ndekatlah!!," teriak nona Laviena.

Setelah itu, telapak tangan berukuran besar yang terbuat dari air yang muncul dari bawah kapal itu dengan cepat langsung nggenggam kapal yang sedang lintas itu hingga hancur.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.