Keesokan paginya, di kota San Lucia.
Saat ini, aku sedang bersama dengan Irene di dalam sebuah kereta kuda yang akan ngantarkan kami untuk nuju akademi. Alasan aku dan Irene pergi ke akademi karena semalem Duchess Arlet mberitahukan pesan dari nona Karina yang berisi tentang undangan untuk datang ke akademi bagi para anggota Elevrad. Karena aku dan Irene rupakan anggota Elevrad, kami berdua pun harus nuhi undangan dari nona Karina itu.
Lalu, di kereta kuda yang sedang kami tumpangi ini tidak hanya ada aku dan Irene saja, ada juga Leandra, Lily bahkan senior Nadine. reka bertiga ikut bukan sebagai anggota Elevrad ataupun murid akademi, apalagi senior Nadine juga sudah lulus dari akademi jadi sudah jelas dia ikut bukan sebagai murid akademi. reka ikut sebagai pengawalku dan Irene.
Tidak hanya reka bertiga saja, beberapa prajurit juga ditugaskan untuk ngawal aku dan Irene. Beberapa prajurit itu tidak naiki kereta kuda yang sama dengan kami. reka naiki kereta kuda yang ada di depan dan di belakang kami. Jadi kami pergi ke akademi dengan mbawa 3 kereta kuda.
Soal cukup banyaknya orang-orang yang ngawalku dan Irene ini, aku sempat berbicara dengan Duke Louis dan Duchess Arlet sebelum berangkat. Aku awalnya mang setuju dengan reka berdua yang ingin ngutus beberapa prajurit untuk ngawalku dan Irene, tetapi aku tidak nyangka kalau prajuritnya akan sebanyak ini, bahkan sampai harus mbawa 3 kereta kuda. Aku sempat tidak setuju dengan banyaknya prajurit yang ditugaskan untuk ngawalku dan Irene itu tetapi karena Duke Louis dan Duchess Arlet tetap bersikeras maka aku terpaksa nyetujuinya. Aku paham alasan reka ngutus prajurit sebanyak itu untuk ngawalku dan Irene, itu berhubungan dengan insiden penyerangan yang dilakukan oleh para Priest gereja Sancta Lux kemarin. Ada kemungkinan kalau reka akan lakukan penyerangan lagi terhadap kami ketika kami sedang pergi nuju akademi, jadi Duke Louis dan Duchess Arlet ngutus prajurit sebanyak itu untuk ngawal kami agar hal itu tidak terjadi.
Lalu, selain mbahas tentang prajurit yang ngawalku dan Irene itu, Duke Louis dan Duchess Arlet juga nyampaikan permintaan maaf kembali atas perkataan reka setelah aku mberitahukan impianku. Semalam, aku sudah nerima permintaan maaf reka tetapi kali ini reka mutuskan untuk minta maaf lagi atas perkataan reka itu. reka bahkan minta maaf sambil mbungkuk kepadaku. lihat reka yang minta maaf sambil mbungkuk, aku pun langsung nerima permintaan maaf reka agar reka berhenti untuk mbungkuk kepadaku.
Sentara itu, ketika kereta kuda yang kami tumpangi terus laju di jalanan kota San Lucia, aku terus lihat keluar jendela yang ada di kereta kuda itu. Aku lihat sebagian besar orang masih mperbaiki jalanan dan beberapa bangunan yang rusak akibat penyerangan yang dipimpin oleh Duke Remy. Sebenarnya jalanan atau bangunan yang rusak bisa diperbaiki atau dipulihkan dengan sihir atau sebuah Artifact. Pihak kerajaan San Fulgen diketahui mpunyai Artifact tersebut. Tetapi karena Artifact itu jumlahnya sangat terbatas, Artifact tersebut tidak dapat dipinjamkan secara rata ke seluruh wilayah kerajaan San Fulgen yang ngalami kerusakan. Kota San Lucia ini sepertinya masih belum ndapatkan giliran untuk dipinjami Artifact tersebut. Itu dibuktikan dengan orang-orang di kota San Lucia yang masih lakukan perbaikan pada jalanan dan beberapa bangunan yang rusak secara manual.
Lalu ketika aku sedang lihat keluar jendela, beberapa orang itu kebetulan juga lihatku. reka pun langsung lambaikan tangan dan nyapaku. lihat reka yang lakukan itu, aku pun juga lambaikan tangan dan mbalas sapaan reka. Aku terus lakukan itu di sepanjang jalan yang kereta kuda kami lalui di kota San Lucia. Itu dikarenakan semua orang yang kebetulan lihatku, juga lakukan hal yang sama. Tidak ada satupun dari reka yang lihatku tidak lambaikan tangan atau nyapaku.
"Kelihatannya kamu semakin terkenal, Rid," ucap Irene yang duduk di sampingku.
ndengar Irene yang berbicara begitu, aku yang sebelumnya sedang lihat ke arah jendela, lalu langsung noleh ke arah Irene.
"Iya, sepertinya begitu," ucapku.
"Yah wajar jika kamu njadi semakin terkenal, Rid. Apalagi setelah surat kabar yang nberitakan tentang insiden penyerangan itu terbit. ngalahkan tuan Duke Remy, lalu nyembuhkan semua orang yang terluka di akademi. 2 berita itu saja sudah mbuat heboh seluruh kerajaan ini. Sebelumnya kamu juga sudah terkenal. Kamu sekarang rupakan ketua Elevrad, yang berarti kamu setidaknya terkenal di akademi. Orang-orang yang datang ke akademi untuk lihat turnan akademi dan festival akademi pun juga ngenalmu. Lalu kamu juga terkenal karena kamu juga sudah ngalami beberapa insiden. Tetapi kali ini kamu semakin terkenal setelah 2 berita itu," ucap Leandra.
Seperti perkataan Leandra, alasan aku semakin terkenal karena surat kabar yang terbit setelah insiden penyerangan yang dipimpin oleh Duke Remy. Surat kabar itu mberitakan kalau aku telah ngalahkan Duke Remy dan nyembuhkan semua orang yang terluka di akademi. nyembuhkan semua orang yang terluka di akademi mang adalah fakta, tetapi ngalahkan Duke Remy rupakan suatu kebohongan. Kebenarannya adalah nona komandan iblis itu yang telah ngalahkan dan mbunuh Duke Remy. Tetapi tidak mungkin fakta kalau nona komandan iblis itu yang telah mbunuh Duke Remy disebarkan. Jika itu disebarkan, seluruh kerajaan ini akan heboh. Maka dari itu, aku lah yang ditetapkan sebagai orang yang telah ngalahkan dan mbunuh Duke Remy.
"Untung saja informasi tentang penyerangan yang dilakukan gereja Sancta Lux di kediaman tuan Duke tidak disebarkan. Jika itu disebarkan, seluruh kerajaan ini pasti akan heboh kembali. Itu karena kamu telah mbunuh seorang High Priest dari gereja Sancta Lux. Kamu pun pastinya juga akan njadi terkenal lagi jika informasi itu tersebar," ucap senior Nadine.
"Iya, kamu benar, senior. Untungnya informasi itu tidak tersebar. Jika informasi itu tersebar, itu pasti akan njadi sangat repotkan," ucapku.
Lalu, kereta kuda yang kami tumpangi pun terus laju ke San Fulgen Akademiya yang berada di ibukota San Estella.
-
3 jam kemudian.
Kereta kuda yang kami tumpangi pun akhirnya sampai di ibukota San Estella. Kereta kuda yang kami tumpangi pun terus laju di jalanan ibukota San Estella. Ketika kereta kuda terus laju, aku pun mutuskan lihat keluar jendela untuk lihat kondisi ibukota San Estella. Ketika aku sudah lihat keluar jendela, terlihat sebagian besar bangunan dan jalanan yang ada di ibukota San Estella telah pulih kembali. Hanya tersisa beberapa bangunan dan titik jalan saja yang masih ngalami kerusakan.
"Padahal 3 hari yang lalu, ketika aku lewati jalan ini untuk pergi nuju kediaman Duke Louis, di sepanjang jalan aku lihat banyak bangunan dan titik-titik jalan yang ngalami kerusakan parah. Tetapi sekarang hanya tersisa sedikit saja, itu pun hanya kerusakan kecil saja. Sepertinya ibukota ini bisa pulih lebih cepat karena nggunakan artifact yang dimiliki oleh pihak kerajaan. Itu berarti pihak kerajaan sepertinya ingin mulihkan ibukota terlebih dahulu, baru setelah itu mulihkan wilayah lain dan minjamkan artifactnya itu ke wilayah lain," pikirku.
Beberapa saat kemudian, pemikiranku ternyata benar. Aku lihat ada beberapa prajurit kerajaan San Fulgen yang sedang gang suatu benda. Benda itu kemudian di arahkan ke arah suatu bangunan yang ngalami kerusakan. Tidak lama kemudian, bangunan itu secara perlahan mulai pulih.
"Hmm, jadi Artifact yang dimiliki oleh pihak kerajaan masih digunakan untuk mulihkan ibukota San Estella ya," ucap Irene secara tiba-tiba.
Ketika aku ndengar suara Irene, aku pun langsung noleh. Ternyata Irene juga sedang lihat keluar jendela sama sepertiku.
"Iya, sepertinya pihak kerajaan ingin mulihkan ibukota San Estella terlebih dahulu karena ibukota San Estella rupakan pusat dari kerajaan ini. Makanya Artifact pemulihan yang dimiliki oleh pihak kerajaan sedang difokuskan untuk mulihkan ibukota San Estella. Setelah ibukota San Estella pulih, Artifact itu pastinya akan dipinjamkan ke wilayah lain," ucapku. nanggapi perkataan Irene.
"Aku berharap selanjutnya Artifact itu akan dipinjamkan ke wilayah San Lucia. Aku ingin wilayah yang dipimpin oleh ayahanda segera pulih," ucap Irene.
"Iya, aku juga berharap begitu," ucapku.
Lalu, kereta kuda yang kami tumpangi pun terus laju di jalanan ibukota San Estella untuk nuju ke San Fulgen Akademiya.
-
Beberapa nit kemudian.
Kereta kuda yang kami tumpangi pun akhirnya sampai di gerbang depan San Fulgen Akademiya. Begitu sampai, kami semua pun langsung turun dari kereta kuda yang kami tumpangi. Ketika aku sudah turun, aku langsung lihat ke sekelilingku. Terlihat bangunan-bangunan yang ada di sekitar gerbang depan akademi sudah pulih kembali. Bahkan gerbang depan akademi dan pagar yang ada di samping yang sebelumnya ngalami kerusakan yang sangat parah terlihat sudah pulih kembali.
"Tidak mungkin gerbang akademi dan bangunan yang ada di sekitarnya bisa pulih dalam waktu 3 hari. Apa nona Karina minjam Artifact milik kerajaan untuk mulihkan gerbang dan bangunan-bangunan itu? Atau kerajaan sendiri yang berinisiatif untuk minjamkannya ke nona Karina?," pikirku.
Setelah lihat ke sekeliling, kami pun langsung berjalan ke gerbang akademi untuk masuki wilayah akademi. Ketika kami sudah sampai di gerbang akademi, kami lihat ada cukup banyak prajurit kerajaan San Fulgen yang sedang berjaga di gerbang akademi. lihat kami yang sedang nghampiri reka, reka semua pun langsung noleh ke arah kami. Ketika kami sudah berada di dekat para prajurit yang sedang berjaga itu, aku pun langsung ngatakan sesuatu kepada reka.
"Maaf, tuan prajurit. Kemarin kami ndapatkan pesan dari kepala akademi kalau kami diundang untuk datang ke akademi. Bolehkah kami masuk ke dalam?," tanyaku.
"Silahkan, Rid Archie. Kepala akademi juga sudah berpesan kepada kami untuk mperbolehkan kamu dan juga putri Irene yang datang bersamamu untuk masuk ke dalam. Kepala akademi sudah nunggu kalian di dalam. Lalu untuk orang-orang dan para prajurit Duke San Lucia yang ditugaskan untuk nemani dan ngawal kalian juga diperbolehkan untuk masuk ," ucap salah satu prajurit.
"Terima kasih, tuan prajurit. Kalau begitu kami akan masuk dulu," ucapku.
"Sama-sama, silahkan masuk," ucapku.
Setelah diperbolehkan masuk oleh prajurit itu, kami pun langsung masuk ke dalam. Setelah masuk ke dalam, kami terus berjalan masuk nuju gedung lobi akademi. Jalanan yang kami lalui untuk sampai ke gedung lobi akademi terlihat juga sudah pulih kembali. Bahkan taman kecil, rerumputan dan pohon-pohon yang ada di samping jalan yang kami lalui itu terlihat juga sudah pulih kembali.
Tidak lama kemudian, kami pun sampai di gedung lobi akademi. Terlihat gedung lobi akademi juga sudah pulih kembali setelah sebelumnya ngalami kerusakan yang cukup parah akibat penyerangan yang dipimpin oleh Duke Remy. Lalu, di depan gedung lobi akademi terlihat ada beberapa prajurit kerajaan San Fulgen dan beberapa murid yang rupakan anggota Elevrad. reka rupakan anggota Elevrad yang rupakan juniorku dan Irene. lihat aku dan Irene yang telah tiba di gedung lobi akademi, reka pun langsung nghampiri kami berdua dan nanyakan tentang kabar kami.
Ketika kami sedang ngobrol, senior Nadine tiba-tiba motong percakapan kami.
"Rid, Irene, aku beserta Leandra, Lily dan para prajurit tuan Duke akan berkeliling untuk lihat keadaan wilayah akademi sekarang. Kalian lanjut ngobrol saja," ucap senior Nadine.
"Baiklah, senior," ucapku.
Setelah itu, senior Nadine, Leandra, Lily dan para prajurit Duke Louis pun pergi berkeliling, sentara kami terus lanjutkan obrolan kami.
Seiring waktu, anggota Elevrad yang lain pun mulai berdatangan. Mulai dari anggota Elevrad junior yang lain, lalu Elaina hingga Noa. Terakhir, Charles dan Chloe pun juga datang dan nghampiri kami.
"Lama tidak berjumpa, Rid. Bagaimana kabarmu?," tanya Charles.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu, Charles?," tanyaku.
"Aku juga baik-baik saja. Kamu dan Irene hanya datang berdua saja, Rid?," tanya Charles.
"Tidak, aku datang bersama beberapa prajurit milik tuan Louis. Leandra, Lily dan bahkan senior Nadine juga ikut untuk ngantarkan kami berdua. Tetapi sekarang reka sedang pergi berkeliling untuk riksa keadaan akademi," ucapku.
"Begitu ya," ucap Charles.
"Bagaimana denganmu, Charles?," tanyaku.
"Aku dan Chloe juga datang bersama beberapa prajurit yang ngawal kami. Tetapi reka hanya ngantarkan kami hingga ke gerbang depan akademi saja," ucap Charles.
"Begitu ya," ucapku.
"Ngomong-ngomong, Rid, kamu kan tinggal di kediaman tuan Louis dan nona Arlet, apakah ada sesuatu yang terjadi ketika kamu tinggal disana?," tanya Charles.
"Sesuatu yang terjadi?," tanyaku.
"Iya, misalnya ada suatu masalah atau keributan yang terjadi ketika kamu tinggal disana," ucap Charles.
"Jika soal itu, tidak ada yang terjadi saat aku tinggal disana," ucapku.
"Begitu ya, baguslah," ucap Charles.
Sebenarnya ada yang terjadi ketika aku tinggal di kediaman Duke Louis yaitu terjadinya penyerangan yang dilakukan oleh gereja Sancta Lux. Tetapi tidak mungkin aku mberitahu tentang itu. Namun ndengar Charles nanyakan tentang itu, sepertinya Charles tidak ngetahui tentang insiden penyerangan itu.
"mangnya kenapa kamu nanyakan itu, Charles?," tanyaku.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja ada sesuatu yang janggal yang terjadi di kediaman aku dan Chloe. Kemarin, aku, Chloe, Caroline dan seluruh orang yang ada di kediaman kami tiba-tiba terbangun dalam posisi yang sedang tergeletak di lantai. Kami seperti rasa baru saja tertidur, tetapi kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ketika aku nanyakan ibunda tentang itu, dia tidak mau mberitahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini masih mbuatku penasaran," ucap Charles.
Setelah ndengar perkataan Charles, aku pun langsung terdiam sambil mikirkan sesuatu.
"Sepertinya yang dialami oleh Charles itu akibat dari kemampuan yang dimiliki oleh komandan Holy Knights yang tiba-tiba datang ke White Palace. Paman Louis dan bibi Arlet mberitahuku sebelumnya kalau komandan Holy Knights itu miliki kemampuan untuk mbuat semua orang yang ada di White Palace itu tertidur. Jadi Charles, Chloe dan Caroline juga terkena kemampuan dari komandan Holy Knights itu," pikirku.
Saat aku sedang terdiam sambil mikirkan itu, tiba-tiba aku ndengar suara wanita yang datang dari pintu gedung lobi akademi.
"Kalian semua sudah datang ya," ucap suara wanita itu.
ndengar suara itu, aku pun langsung noleh ke arah asal suara itu yaitu ke pintu gedung lobi akademi. Tidak hanya aku saja, para anggota Elevrad yang sedang bersamaku juga langsung noleh ke arah pintu gedung lobi akademi. Setelah kami semua sudah noleh ke arah pintu gedung lobi akademi, kami lihat nona Karina yang sedang berdiri di pintu itu.
"Nona Karina....," ucapku.
"Kalian semua, ayo segera pergi ke ruangan Elevrad. Ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan kalian yang rupakan anggota Elevrad, salah satunya tentang rencana pembukaan akademi kembali setelah terjadinya insiden penyerangan di akademi ini," ucap nona Karina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)