Sentara itu, di suatu pinggir pantai.
Pantai itu terlihat berbeda dengan pantai tempat nona Leirion berada sebelumnya, tetapi lihat gelombang laut dahsyat yang ada di pantai itu, bisa disimpulkan kalau pantai itu masih terhubung dengan lautan Sangu Mare. Di pinggiran pantai itu, terlihat ada 2 sosok orang. 1 orang yang sedang ngenakan jubah sedang berdiri sambil lihat ke arah barat yang masih terhubung dengan dataran tempat reka berada saat ini. Sentara, 1 orang lagi sedang tergeletak di belakang orang yang sedang berdiri.
Orang yang sedang berdiri itu sedang lihat ke arah barat karena ada sesuatu yang narik perhatiannya. Sesuatu yang narik perhatiannya itu adalah adanya kepulan asap yang sangat tebal yang mbumbung tinggi di udara. Kepulan asap yang dilihat oleh orang itu nampak berukuran kecil yang berarti jarak orang itu dengan kepulan asap itu berada sangat jauh.
"Lihat daya hancurnya itu. Bahkan kepulan asap yang muncul akibat sihirnya itu masih terlihat dari tempat ini. Padahal tempat ini jaraknya sangat jauh dari tempat itu,"
"Jika aku tidak nyelamatkanmu dari serangan sihir itu, tubuhmu sekarang pasti sudah berubah njadi abu, Nexus," ucap orang yang sedang berdiri itu.
Lalu beralih ke sosok yang sedang tergeletak di belakang orang yang sedang berdiri itu. Sosok yang sedang tergeletak itu ternyata adalah Nexus. Nexus saat ini sedang tergeletak dengan kondisi tubuh yang sedang diselimuti oleh cahaya yang bersinar cukup terang.
"Terima kasih karena telah nyelamatkan saya, tuan Raven. Terima kasih juga karena telah nyembuhkan saya," ucap Nexus.
Setelah Nexus ngatakan itu, orang yang sedang berdiri itu pun lalu berbalik dan lihat ke arah Nexus. Setelah orang itu berbalik, terlihat jelas siapa orang itu. Orang itu rupakan seorang pria yang sedang ngenakan topeng di wajahnya. Orang itu adalah tuan Raven, pemimpin dari Engill Forstorelse.
"Tetapi, kelihatannya sihir yang aku pakai tidak bisa langsung nyembuhkan tubuhmu. ski aku sudah nghentikan pendarahan pada lukamu itu, tetapi luka yang ada di tubuhmu masih belum pulih dan sembuh. Sepertinya perlu waktu sedikit lebih lama bagi sihir penyembuhanku untuk bisa nyembuhkanmu,"
"Yah ini wajar, lagipula yang lukaimu bukanlah iblis biasa. Jadi penyembuhannya pun tidak bisa cepat," ucap tuan Raven.
Seperti yang dikatakan oleh tuan Raven, saat ini tubuh Nexus terlihat sudah tidak ngeluarkan darah lagi dari lukanya itu. Akan tetapi terlihat pada luka-luka yang diterimanya dari nona Leirion masih ada di tubuhnya itu. Luka-luka itu masih belum pulih sepenuhnya.
"Tidak apa-apa, tuan Raven. Yang terpenting anda sudah berusaha untuk nyembuhkan saya, saya tidak mpermasalahkan apabila penyembuhannya mbutuhkan waktu sedikit lebih lama atau tidak," ucap Nexus.
Setelah Nexus ngatakan itu, tuan Raven kembali berbicara.
"Luka-luka yang ada di tubuhmu itu mungkin masih dapat disembuhkan skipun mbutuhkan waktu yang sedikit lama, termasuk dengan lengan kirimu yang hampir putus itu. Tetapi untuk lengan kananmu itu, sepertinya mustahil untuk disembuhkan. Terlihat kalau tidak ada perubahan sedikitpun pada lengan kananmu skipun aku sudah nggunakan sihir penyembuhanku. Lengan kananmu masih tetap ngering. Jika tetap tidak ada perubahan, sepertinya lengan kananmu itu harus dipotong," ucap tuan Raven.
Setelah tuan Raven ngatakan itu, Nexus lalu lihat dan mperhatikan lengan kanannya yang sudah ngering.
"Jika anda ngatakan itu, maka apa boleh buat. Sepertinya lengan kanan saya mang harus dipotong," ucap Nexus.
"Kamu tidak perlu cemas apabila lengan kananmu dipotong nanti. Aku akan minta kepada Debora atau lgus untuk mbuat lengan kanan yang baru untukmu. reka berdua pasti bisa mbuatkannya," ucap tuan Raven.
"Terima kasih, tuan Raven. Lalu, saya juga ingin minta maaf," ucap Nexus.
Tuan Raven terlihat bingung setelah ndengar perkataan Nexus.
"Minta maaf untuk apa?," tanya tuan Raven.
"Saya minta maaf karena saya benar-benar lemah dan nyedihkan. Sebagai komandan pertama Engill Forstorelse, saya tidak bisa lawan nona iblis itu dan malah berakhir babak belur oleh nona iblis itu. Saya bahkan hampir terbunuh oleh nona iblis itu jika saja anda tidak nyelamatkan saya," ucap Nexus.
"Kamu tidak perlu minta maaf. Wajar kalau kamu babak belur karena yang dilawanmu itu adalah salah satu dari Demon Sovereign Commanders. reka rupakan kekuatan utama dari ras Iblis. reka itu sangat kuat, reka bahkan bisa nghancurkan sebuah negara besar dengan mudahnya,"
"Daripada itu, aku penasaran kenapa kamu bisa bertemu dengan nona iblis itu yang rupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Beritahukan kepadaku kenapa kamu bisa bertemu dengannya, Nexus," ucap tuan Raven.
Setelah itu, Nexus pun njelaskan tentang dia yang bisa bertemu dengan nona Leirion. Setelah Nexus selesai njelaskan, tuan Raven pun kembali berbicara.
"Begitu ya. Kamu lihat nona iblis itu keluar dari sebuah portal. Portal yang diletakkan di pesisir pantai yang dekat dengan laut Sangu Mare, sepertinya portal itu terhubung dengan portal lain yang kemungkinan berada di pesisir pantai yang ada di benua utara. Itu berarti sebelum bertemu denganmu, nona iblis itu baru saja kembali dari benua utara,"
"Lalu setelah ndengar penjelasanmu tentang nona iblis itu yang tahu tentang organisasi kita padahal organisasi kita hanya bergerak di benua utara, ini njadi masuk akal karena nona iblis itu ngetahuinya sendiri ketika dia pergi ke benua utara. Tetapi aku tidak nyangka kalau nona iblis itu yang rupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders pergi sendiri ke benua utara. Sepertinya ras iblis sudah lakukan pergerakan secara diam-diam di benua utara," ucap tuan Raven.
"Iya, sepertinya begitu, tuan Raven. Sebelum saya bertarung dengan nona iblis itu, saya sempat ngajukan tawaran kepada nona iblis itu untuk bekerja sama karena musuh kita sama-sama ras Malaikat. Tetapi nona iblis itu nolak karena ras iblis tidak ingin lakukan kerja sama secara setara. Dia ingin agar kita bergabung dengan ras iblis dan tunduk kepada Raja Iblis. Tentu saja saya nolak setelah dia bilang seperti itu," ucap Nexus.
"Keputusanmu bagus, Nexus. Aku muji kamu karena kamu berinisiatif untuk nawari kerja sama dengan nona iblis itu. Aku juga mujimu karena kamu langsung nolak ide dari nona iblis itu yang ingin kita bergabung dengan ras iblis dan tunduk kepada Raja Iblis. Aku sendiri juga akan nolak apabila ditawari seperti itu. Aku tidak sudi untuk tunduk kepada siapapun, baik kepada ras Malaikat ataupun ras Iblis," ucap tuan Raven.
"Terima kasih atas pujiannya, tuan," ucap Nexus.
"lihat reka yang lakukan pergerakan secara diam-diam di benua utara, sepertinya reka akan bersiap untuk ndeklarasikan ~Great Holy War~ lagi. Jika perang itu pecah kembali maka ini akan njadi hal yang bagus. Disaat ras Malaikat fokus berperang dengan ras Iblis, kita bisa nusuk ras Malaikat dari belakang," ucap tuan Raven.
"Tetapi, tuan, jika perang besar itu pecah kembali dan ras malaikat berperang kembali dengan ras iblis, bukankah itu agak sedikit lenceng dari tujuan organisasi kita?," tanya Nexus.
Tuan Raven sedikit bingung dengan apa yang ditanyakan Nexus itu.
"lenceng? Apa maksudmu?," tanya tuan Raven.
"Bukankah tujuan organisasi kita adalah dengan lenyapkan semua ras Malaikat? Jika ras Iblis berperang kembali dengan ras Malaikat, beberapa Malaikat pasti akan terbunuh oleh ras Iblis dalam perang itu. Jika itu terjadi, ini seperti bukan kita sendiri yang mbunuh reka untuk lenyapkan seluruh ras reka," ucap Nexus.
"Ah soal itu, tujuan kita mang lenyapkan seluruh ras Malaikat, tetapi bukan berarti kita sendiri lah yang harus mbunuh dan lenyapkan reka. Aku tidak keberatan apabila pihak lain seperti ras Iblis mbunuh atau mbantai ras Malaikat. Asalkan reka tidak mbunuh para ’Archangel Commanders’ dan tentu saja ’Sang Malaikat Agung’ karena reka adalah target utamaku. Aku harus mbunuh reka dengan tanganku sendiri," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat rinding dan sedikit ketakutan setelah ndengar perkataan tuan Raven itu.
"Aku tidak pernah lupa dengan apa yang reka lakukan terhadap kerajaan Framtida. Karena itu, aku harus mbuat reka mbayarnya. Kalian semua harus mbantuku nanti," ucap tuan Raven.
Nexus yang sebelumnya terlihat sedikit ketakutan pun kini langsung nanggapi perkataan tuan Raven.
"Baik, tuan Raven," ucap Nexus.
"Tetapi sebelum itu, sepertinya aku harus ningkatkan kemampuan dari para komandan sepertimu. Dengan kemampuan kalian yang sekarang, sulit untuk bisa lawan para ’Archangel Commanders’ nanti. Ini dibuktikan dari kamu yang tidak bisa ngalahkan bahkan ngimbangi salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Sebagai kekuatan utama dari masing-masing ras, Archangel Commanders dan Demon Sovereign Commanders miliki kekuatan yang setara. Jadi dengan kamu yang tidak bisa ngalahkan salah satu Demon Sovereign Commanders, itu nandakan kalau kamu juga belum bisa ngalahkan Archangel Commanders atau bahkan ngimbanginya," ucap tuan Raven.
"Maafkan saya soal itu, tuan Raven," ucap Nexus.
"Tidak perlu minta maaf, kamu dan komandan yang lain tidaklah lemah, lawan yang kita hadapi kali ini lah yang sangat kuat. Karena itu aku mutuskan untuk ningkatkan kemampuan kalian. Aku akan minta lgus atau Debora untuk modifikasi tubuh kalian. Kebetulan aku telah nyimpan beberapa jasad dari iblis tingkat nengah yang telah aku bunuh. Aku juga telah mbunuh dan nyimpan 2 jasad dari iblis tingkat tinggi. 2 iblis tingkat tinggi ini rupakan pemimpin dari wilayah di benua selatan yang dekat dengan pegunungan Nebula Mortis," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat terkejut setelah ndengar perkataan tuan Raven.
"Anda telah mbunuh 2 iblis tingkat tinggi?," tanya Nexus.
"Iya, tetapi iblis yang aku bunuh bukan salah satu dari Demon Sovereign Commanders. ski begitu 2 iblis ini cukup kuat dan layak disebut sebagai iblis tingkat tinggi,"
"Karena aku telah mbunuh 2 iblis tingkat tinggi yang rupakan pemimpin wilayah, saat ini di wilayah yang dipimpin oleh 2 iblis itu dan di sekitar pegunungan Nebula Mortis yang dekat dengan wilayah itu sedang kacau. Aku pun milih pergi dari pegunungan itu dengan terus bergerak nyusuri perbatasan antara benua utara dan benua selatan sampai akhirnya aku sampai disini," ucap tuan Raven.
"Begitu ya, jadi ini alasan kenapa anda bisa ada disini," ucap Nexus.
"Iya. Ya sudah lebih baik sekarang kita kembali ke markas kita yang berada di gurun Regnum. Kita harus nyembuhkan dan mulihkan tubuhmu terlebih dahulu di markas. Baru setelah itu kita akan mperkuat dan modifikasi tubuhmu dengan nggunakan jasad iblis tingkat tinggi yang telah aku bunuh. Aku juga akan modifikasi tubuh komandan yang lain sebelum reka berangkat untuk laksanakan misi baru yang akan aku berikan nanti," ucap tuan Raven.
"Baiklah, tuan Raven. Untuk sekarang saya akan kembali bersama anda, tetapi setelah anda modifikasi dan mperkuat tubuh saya, saya akan kembali kesini lagi untuk nyelesaikan misi yang diberikan oleh anda yaitu untuk ncari pintu atau akses masuk nuju kerajaan Siren yang ada di dasar laut Sangu Mare," ucap Nexus.
Setelah ndengar perkataan Nexus, tuan Raven pun langsung nanggapinya.
"Itu tidak perlu. Setelah mperkuat tubuhmu, aku akan mberikanmu misi yang baru," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat sedikit terkejut dengan perkataan tuan Raven.
"Kenapa, tuan? Apa saya sudah dinyatakan gagal karena tidak bisa mberikan informasi tentang pintu atau akses masuk ke kerajaan Siren setelah hampir 3 tahun saya diberikan misi ini?," tanya Nexus.
"Bukan begitu, kebetulan aku ndapatkan sebuah informasi tentang ras Siren. Kalau aku tidak ndapatkan informasi ini, aku akan tetap rintahkanmu untuk ncari informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren," ucap tuan Raven.
"Informasi tentang ras Siren? Informasi apa itu?," tanya Nexus yang sedikit bingung.
"Aku ndapatkan informasi kalau ada ras Siren yang bergabung dengan Holy Knights. Kita bisa ndapatkan informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren dari ras Siren itu sendiri," ucap tuan Raven.
"Apa itu berarti anda sekarang ngincar Holy Knights itu untuk ndapatkan informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren?," tanya Nexus.
"Iya. Sebelumnya aku sudah nghubungi Undine yang kebetulan berada dekat dengan Holy Kingdom dan mberitahunya tentang ras Siren yang bergabung dengan Holy Knights. Aku sudah rintahkannya untuk ncari tahu tentang Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu. Dan apabila dia sudah nemukan Holy Knights itu, aku rintahkannya untuk ngorek informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren dari Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu," ucap tuan Raven.
"Begitu ya," ucap Nexus.
"Iya, karena itu pencarian informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren akan diserahkan kepada Undine terlebih dahulu. Kamu nanti akan aku berikan tugas yang lain, Nexus," ucap tuan Raven.
"Baik, tuan Raven," ucap Nexus.
Setelah itu, tuan Raven pun nghampiri Nexus yang masih tergeletak.
"Sekarang saatnya kita kembali ke markas," ucap tuan Raven.
Setelah ngatakan itu, tuan Raven lalu ngarahkan tangan kanannya ke arah Nexus yang tergeletak. Disaat tuan Raven sedang ngarahkan tangan kanannya itu, Nexus tiba-tiba berbicara.
"Tuan Raven, izinkan saya untuk nanyakan sesuatu," ucap Nexus.
"nanyakan apa?," tanya tuan Raven yang sedang ngarahkan tangan kanannya ke arah Nexus.
"Jika anda bertarung dengan nona iblis yang rupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders itu, apa anda bisa ngalahkan nona iblis itu?," tanya Nexus.
Tuan Raven terdiam sesaat setelah ndengar perkataan Nexus. Tidak lama kemudian, tuan Raven pun kembali berbicara.
"ski sulit karena aku pastinya akan terluka ketika bertarung dengan nona iblis itu, tetapi aku yakin kalau aku bisa ngalahkan nona iblis itu," ucap tuan Raven.
Setelah ngatakan itu, tuan Raven dan Nexus tiba-tiba nghilang dari tempat itu.
-
Sentara itu, di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah perkemahan kecil.
Di tempat itu terlihat ada sekitar belasan orang yang sudah tergeletak dengan kondisi bersimbah darah. Beberapa dari reka tergeletak dengan kondisi tubuh yang sudah terpotong dan hancur. Lalu sisanya tergeletak dengan kondisi tubuh yang sudah ditusuk oleh berbagai macam senjata tajam yang terliha terbuat dari air .
Sentara itu, di tengah-tengah belasan orang yang sedang tergeletak itu, ada seorang wanita yang ngenakan pakaian dengan perpaduan warna biru tua dan putih. Wanita itu miliki rambut dan kedua bola mata yang sama-sama berwarna biru tua. Wanita itu adalah Undine, komandan kedua Engill Forstorelse, sekaligus rupakan ’Divine Water Elental Spirits’.
Saat ini, Undine terlihat sedang ncekik seorang pria yang ngenakan jubah dengan perpaduan warna putih dan emas. Di belakang jubah pria itu, terlihat ada gambar seorang manusia yang mpunyai sepasang sayap sambil gang sebuah pedang. Gambar di belakang jubah itu terlihat berwarna emas.
Tidak hanya pria itu saja yang ngenakan jubah itu, belasan orang yang tergeletak di sekitar pria itu juga ngenakan jubah yang sama. Jubah itu rupakan jubah yang biasanya dikenakan oleh Holy Knights. Itu berarti reka semua rupakan anggota Holy Knights.
Sentara itu, pria yang sedang dicekik oleh Undine terlihat sedang kesulitan untuk bernafas. Undine ncekik pria itu dengan ngubah tangan kanannya njadi seperti sebuah tali tebal yang terbuat dari air. Lalu tali tebal dari tangannya itu dililit ke leher pria itu sehingga mbuatnya kesulitan untuk bernafas.
"Jawab pertanyaanku. Dimana Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu biasanya muncul?," tanya Undine.
Setelah nanyakan itu, Undine secara perlahan terus mperkuat lilitan tangannya yang telah berubah njadi tali air di leher pria itu
"Aku.....tidak tahu," ucap pria itu yang kesulitan untuk bernafas sekaligus berbicara.
"Jika kamu njawab pertanyaanku, aku berjanji kalau aku akan lepaskanmu. Jadi sekarang jawab pertanyaanku," ucap Undine.
"Aku...benar-benar tidak.....tahu. Kalaupun.....aku tahu....., aku tidak.....akan mberitahumu,.....Undine. Kamu yang sudah.....diincar oleh nona Terra....kenapa bisa ada di tempat ini....yang jauh dari.....Holy Kingdom. Apa kamu....mutuskan untuk njauh.....dari Holy Kingdom.....karena kamu tidak bisa.....lawan nona Terra? Padahal kamu...dan nona Terra sama-sama.....rupakan Divine Elental Spirits,.....tetapi lihatmu.....yang njauh dari nona Terra,.....itu nandakan kalau.....kamu aslinya sangat lah lem-," ucap pria itu.
Tetapi sebelum pria itu nyelesaikan perkataannya, tali air yang lilit leher pria itu tiba-tiba ledak. Kepala pria itu pun langsung terpotong dan terpisah dari badannya setelah tali air itu ledak. Badan pria itu pun lalu jatuh dan tergeletak di tanah.
Sentara itu, tangan Undine yang sebelumnya telah njadi tali lalu ledak secara perlahan mulai pulih kembali seperti sedia kala. Kemudian, dia pun lihat ke arah pria yang tergeletak dengan kepala yang sudah terpisah itu.
"Aku mintamu untuk njawab pertanyaanku, bukan untuk mbicarakan hal lain. Lalu, orang lemah sepertimu tidak pantas nyebut orang lain lemah," ucap Undine.
Setelah itu, Undine lalu berbalik dan berjalan perlahan ninggalkan perkemahan kecil itu. Setelah Undine sudah berada di luar area perkemahan kecil itu, Undine lalu berhenti.
"Keluarlah, para ’Water Spirits’," ucap Undine.
Setelah Undine ngatakan itu, tanah tempat Undine berpijak dan di sekitarnya tiba-tiba berubah njadi genangan air. Genangan air itu kemudian mbentuk suatu wujud yang terbuat dari air. Ada yang berwujud kucing, anjing, burung, kadal dan makhluk hidup lainnya. Ada juga yang berbentuk seperti bola berukuran kecil hingga besar. Serta ada pula yang berbentuk seperti seekor monster. Semua wujud yang terbuat dari air itu kini sedang ngelilingi Undine. Semua wujud itu terutama yang berbentuk makhluk hidup terlihat sedang mbungkuk ke arah Undine.
Lalu, setelah wujud yang terbuat dari air itu telah muncul, Undine lalu ngatakan sesuatu kepada reka.
"Kalian semua, pergilah ke jalan atau tempat-tempat yang njadi akses nuju ke Holy Kingdom. Awasi jalan dan tempat-tempat itu, apabila kalian nemukan orang yang berasal dari ras Siren, segera beritahu aku,"
"Satu hal penting, ski aku minta kalian untuk pergi ke jalan atau tempat-tempat itu, kalian jangan pergi ke jalan atau tempat yang berada dekat dengan Holy Kingdom karena disana ada Terra dan para Spirits bawahannya yang sedang berjaga. Jika kalian ditemukan oleh Terra, kalian akan langsung dimusnahkan olehnya,"
"Itu saja, sekarang cepat pergi," ucap Undine.
Setelah Undine ngatakan itu, wujud-wujud berbentuk air itu pun langsung pergi ninggalkan Undine. Undine pun turut lihat ke arah reka yang telah pergi nyebar ke tempat-tempat yang diperintahkan Undine.
"Aku juga harus pergi untuk ncari keberadaan Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu," ucap Undine.
Setelah Undine ngatakan itu, seluruh tubuh Undine tiba-tiba berubah njadi air yang kini sedang nggenangi tanah yang ada di bawahnya. Air yang nggenang itu pun resap ke dalam tanah yang ada di bawah. Air itu secara perlahan terus resap ke dalam tanah sampai akhirnya air yang nggenang itu sudah hilang sepenuhnya. Undine pun telah pergi dari tempat itu.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)