Tebasan air berukuran besar yang nghancurkan tubuh Undine itu terus lesat lintasi sungai yang berada di belakang Undine. Tebasan air itu terus lesat sampai akhirnya tebasan itu nghantam tebing yang berada di jalur lintasannya itu.
*BUMMMM
Suara dentuman pun terdengar setelah tebasan air itu nghantam tebing itu. Setelah tebasan air itu nghantam tebing itu, bagian tebing yang dihantam oleh tebasan itu pun langsung hancur. Bongkahan-bongkahan batu pun langsung berjatuhan ke sungai yang ada di bawahnya.
Sentara itu, bagian tubuh Undine yang hanya tersisa kepala saja masih ngambang di sungai tempat dia sebelumnya berpijak. Tidak lama kemudian, air sungai yang ada di sekitar kepala Undine mulai bergerak dan nyatu dengan kepala Undine. Air sungai yang nyatu itu lalu mbentuk kembali tubuh Undine mulai dari leher, badan, tangan lalu kaki. Tubuh Undine pun kini telah dibentuk kembali seperti sebelumnya.
"Aku tidak nyangka kalau ’tanganku’ yang aku gunakan untuk nangkap para Holy Knights itu, bisa dikendalikan semaunya olehmu. Kamu narik dan ncengkeram ’tanganku’ hingga jatuh. Kamu bahkan ngubah ’tanganku’ njadi sebuah tebasan air yang digunakan untuk nyerangku barusan. Manipulasi air, jadi ini ya kekuatan khusus yang dimiliki oleh ras Siren," ucap Undine.
"Itu benar. Kami ras Siren bisa manipulasi dan ngendalikan air semau kami. Kami rupakan ras yang tinggal di dalam air, jadi kemampuan dan pengetahuan kami tentang air lebih baik dari ras manapun,"
"Saat ini, bisa dibilang kalau kamu sedang tidak beruntung, Undine. Kamu yang rupakan ~Water Spirits~ malah berhadapan denganku yang rupakan ras Siren. Semua seranganmu yang berasal dari air itu akan aku kendalikan dan kemudian aku akan mbalikkan semua serangan itu kepadamu," ucap nona Laviena.
Setelah ngatakan itu, nona Laviena lepas jubah komandan Holy Knights yang dia kenakan.
"Sebenarnya orang yang ditugaskan untuk ngalahkan dan nangkapmu bukanlah aku. Tetapi karena kamu muncul sendiri dihadapanku, maka sepertinya aku lah yang harus njalankan tugas ini. Apalagi kamu sudah banyak lakukan penyerangan di wilayah perbatasan Holy Kingdom, mana mungkin aku akan mbiarkanmu begitu saja," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena tiba-tiba nggumamkan sesuatu.
~Light Magic : Sacred Rope of Restraint~
Kemudian, tali bercahaya dalam jumlah yang banyak tiba-tiba muncul dari bawah air tempat Undine berada. Tali-tali itu langsung lilit dan ngikat seluruh anggota tubuh Undine dengan cepat. Saking cepatnya, Undine sampai tidak bisa bereaksi terhadap tali-tali itu.
"Seluruh anggota tubuhku tiba-tiba sudah terikat seperti ini. Aku sama sekali tidak bisa bereaksi. Selain itu, tali-tali ini.....," pikir Undine sambil mperhatikan tali-tali yang ngikatnya.
"....Sihir cahaya ya. Tidak ngherankan kalau kamu bisa nggunakan sihir ini karena kamu sendiri rupakan seorang komandan Holy Knights. Tetapi, apa kamu pikir kamu bisa nghentikanku hanya dengan tali yang terbuat dari sihir cahaya?," tanya Undine.
Setelah itu, tubuh Undine tiba-tiba berubah njadi air. Air itu kemudian nyatu ke sungai yang ada di bawahnya. Setelah Undine berubah njadi air, tali-tali yang sebelumnya ngikat tubuh Undine pun kini njadi longgar. Tali-tali itu tidak lagi ngikat apapun. Nona Laviena terlihat hanya biasa saja ketika lihat Undine yang berubah njadi air dan terlepas dari ikatan talinya.
Lalu setelah itu, dari bawah sungai tempat nona Laviena berpijak tiba-tiba muncul sebuah tangan yang sedang gang pedang. Baik tangan dan pedang itu terlihat terbuat dari air. Pedang itu kini sedang di arahkan ke perut nona Laviena untuk nusuk nona Laviena.
Namun sebelum pedang itu berhasil nusuk perut nona Laviena, nona Laviena telah lebih dulu gang dan ncengkeram pedang itu. Setelah ncengkeram pedang itu, nona Laviena lalu narik pedang serta tangan itu keluar dari dalam sungai. Setelah berhasil narik pedang serta tangan itu, nona Laviena lalu lempar pedang serta tangan itu ke arah tebing yang ada di sampingnya. Nona Laviena lempar pedang serta tangan itu dengan sangat kencang hingga pedang serta tangan itu langsung hancur ketika nghantam dinding tebing. Pedang dan tangan yang hancur itu lalu berubah njadi air dan kemudian jatuh ke sungai yang ada di bawahnya.
Setelah nona Laviena lempar pedang serta tangan itu, tiba-tiba terdengar suara Undine.
"Sayang sekali, yang barusan kamu lempar bukanlah tubuh asliku. Tubuh asliku sekarang telah nyatu dengan sungai tempatmu berpijak. Jika kamu ingin ngalahkanku dan nangkapku, setidaknya temukan tubuh asliku terlebih dahulu," ucap Undine.
Setelah Undine ngatakan itu, sebuah tangan yang sedang gang pedang kembali muncul dari bawah sungai tempat nona Laviena berpijak. Pedang itu kini kembali ngincar perut nona Laviena untuk nusuknya. Tetapi nona Laviena kembali dengan sigap langsung nangkap pedang itu dengan tangannya. Nona Laviena kemudian kembali bersiap untuk lempar pedang serta tangan itu kembali. Tetapi sebelum dia lakukan itu, tangan yang sedang gang pedang kembali muncul dari bawah sungai tempat dia berpijak. Tangan yang sedang gang pedang itu lagi-lagi kembali ngincar perutnya. Tetapi, lagi-lagi nona Laviena kembali nangkap pedang itu dengan tangannya yang satunya. Jadi saat ini, masing-masing dari kedua tangan nona Laviena sedang gang tangan yang sedang gang pedang itu.
Lalu ketika nona Laviena baru saja nangkap tangan itu, muncul tangan yang sedang gang pedang lainnya dari bawah sungai tempatnya berpijak. Kali ini, nona Laviena milih untuk nghindar dengan bergerak ke bagian sungai yang lain karena dia sudah tidak bisa lagi nangkap tangan dan pedang itu gara-gara kedua tangannya yang sudah penuh. Namun ketika nona Laviena sudah berpijak ke bagian sungai yang lain, tangan yang gang sebuah pedang kembali muncul untuk nyerang nona Laviena. Nona Laviena pun nghindar kembali namun tangan yang gang sebuah pedang itu kembali muncul di tempat berpijaknya nona Laviena.
Karena tangan-tangan yang gang pedang itu kembali muncul di setiap tempat yang dia pijaki, nona Laviena kemudian milih untuk lompat dengan tinggi ke udara. Setelah nona Laviena sudah lompat, nona Laviena lalu ncengkeram kedua tangan yang sedang gang pedang yang sedang dipegang oleh kedua tangannya. Kedua tangan yang sedang gang pedang itu kemudian berubah njadi aliran air biasa. Setelah itu, nona Laviena nggabungkan aliran air yang ada di tangan kirinya ke tangan kanannya.
"Sudah cukup, Undine. Aku disini bukan untuk bermain petak umpet denganmu," ucap nona Laviena.
~Water Manipulation - Water Bomb~
Aliran air yang ada di tangan kanan nona Laviena tiba-tiba berubah bentuk njadi sebuah bola berukuran cukup besar yang terbuat dari air. Setelah itu, nona Laviena lalu lemparkan bola itu dengan cepat ke sungai yang ada di bawahnya.
*DUARRRRR
Ledakan besar pun terjadi setelah bola yang dilempar oleh nona Laviena itu nyentuh permukaan sungai yang ada di bawah. Ledakan besar itu mbuat tangan-tangan yang gang pedang yang muncul di sungai itu njadi hancur. Ledakan itu juga mbuat air yang ada di sungai itu bergejolak dengan hebat. Ledakan itu tidak hanya berdampak pada sungai itu saja, lainkan juga berdampak pada 2 tebing yang ada di samping sungai itu. 2 tebing itu sempat berguncang dengan hebat. Bahkan bagian sisi tebing yang berada dekat dengan terjadinya ledakan itu ngalami keretakan yang cukup parah. Ledakan itu pun juga ngakibatkan debu asap yang cukup tebal.
Lalu, setelah ledakan itu terjadi, suasana di sungai itu ndadak njadi sunyi. Tangan yang gang sebuah pedang atau objek apapun yang terbuat dari air ndadak tidak muncul lagi. nyadari hal itu, nona Laviena langsung turun kembali ke sungai yang ada di bawahnya. Tetapi kali ini nona Laviena tidak turun ke sungai untuk berpijak ke permukaan sungai, lainkan untuk masuk atau nyelam ke dalam sungai. Ketika nona Laviena sudah berada di dalam sungai itu, nona Laviena lalu lihat dan mperhatikan ke sekelilingnya.
Baru beberapa saat nona Laviena sedang lihat ke sekelilingnya, di hadapannya tiba-tiba muncul sebuah pedang yang terbuat dari air. Pedang itu langsung lesat untuk nyerang nona Laviena. Nona Laviena yang lihat dan nyadari hal itu langsung nangkap pedang itu dengan nggunakan tangannya sebelum pedang itu berhasil nyerangnya. Lalu, setelah nona Laviena berhasil nangkap pedang itu, muncul pedang lain dari arah belakangnya. Pedang yang muncul itu tidak hanya satu, lainkan ada 5 buah pedang. 5 buah pedang itu lalu lesat ke arah nona Laviena untuk nyerangnya. Nona Laviena yang nyadari hal itu langsung ngubah pedang yang sebelumnya ditangkapnya itu njadi sebuah bola seperti sebelumnya. Nona Laviena lalu lempar bola itu ke 5 buah pedang itu.
*DUARRR
Ledakan pun terjadi dan 5 buah pedang itu langsung hancur.
Tetapi setelah itu, pedang-pedang yang lain kembali muncul. Namun, tdak hanya pedang-pedang yang terbuat dari air saja yang muncul, beragam senjata tajam seperti anak panah, tombak dan yang lainnya juga muncul. Beragam senjata tajam itu kini sudah ngepung nona Laviena dari segala arah. Nona Laviena yang nyadari kalau dia sudah dikepung oleh banyak senjata tajam itu terlihat hanya bersikap biasa saja.
Kemudian, beragam senjata tajam yang ngepung nona Laviena dari segala arah mulai lesat ke arah nona Laviena. Nona Laviena hanya diam saja ketika beragam senjata tajam itu mulai lesat. Beragam senjata tajam itu pun kini sudah berada dekat dengan nona Laviena untuk nyerang nona Laviena. Tetapi sebelum beragam senjata tajam itu nyerang nona Laviena, nona Laviena tiba-tiba nggumamkan sesuatu.
~Light Water Magic : Purifying Holy Water~
Setelah itu, seluruh air di bagian sungai tempat nona Laviena berada tiba-tiba berubah warna njadi putih keemasan. Selain berubah warna, air pada bagian sungai itu pun juga njadi bercahaya. Lalu ketika air di bagian sungai itu telah berubah warna, beragam senjata tajam yang terbuat dari air biasa tiba-tiba langsung hancur dan lenyap.
Setelah beragam senjata tajam itu hancur, nona Laviena lalu kembali lihat dan mperhatikan sekelilingnya. Di salah satu bagian dari sungai yang telah berubah warna njadi putih bercahaya itu, nona Laviena lihat sebuah gumpalan air yang berwarna seperti air biasa. Gumpalan air itu lalu mbentuk sebuah wujud wanita. Wujud wanita yang baru dibentuk dari gumpalan air itu rupakan wujud dari Undine.
"Sial, air di sekitar bagian sungai ini telah dicampur dengan sihir yang dimiliki oleh ’ras pemalas’ itu. Aku jadi tidak bisa ngendalikan air di sekitar sini," ucap Undine yang baru saja kembali ke wujud wanitanya.
Sentara itu, ketika nona Laviena sudah lihat dan nemukan Undine, nona Laviena langsung lesat dengan sangat cepat ke arah Undine. ski berada di dalam air, nona Laviena dapat bergerak dan lesat dengan cepat karena dia rupakan ras Siren yang hidup di dalam air. Lalu beberapa detik kemudian, nona Laviena pun kini sudah berada di dekat Undine.
"Ketemu kau, Undine," ucap nona Laviena.
Nona Laviena kemudian langsung ncekik leher Undine dan kemudian mbawanya ke permukaan sungai. Tidak lama kemudian, nona Laviena pun berhasil keluar dari dalam sungai itu. Dia kemudian berpijak di permukaan sungai yang airnya telah berubah warna sambil terus ncekik leher Undine. Ketika nona Laviena sudah berada di permukaan sungai, terlihat kalau bagian sungai yang airnya telah berubah njadi warna putih dan bercahaya ternyata cukup luas. Mungkin luas bagian sungai yang airnya telah berubah warna njadi putih bercahaya itu sekitar 100 ter.
Lalu setelah itu, tali-tali bercahaya tiba-tiba muncul dari bawah sungai yang airnya telah berubah warna. Tali-tali bercahaya itu kemudian langsung lilit dan ngikat seluruh anggota tubuh Undine seperti tangan, kaki, dan badan. ski anggota tubuh Undine sudah terikat oleh tali-tali bercahaya itu, nona Laviena sama sekali tidak berhenti untuk ncekik leher Undine dengan nggunakan tangan kanannya.
"Akhirnya tertangkap juga kau, Undine. Aku nduga kalau kamu yang rupakan ~Water Spirits~ biasa, tidak bisa beradaptasi dengan air atau ngendalikan air yang telah dicampur dengan sihir cahaya. Dan ternyata dugaanku itu benar, ketika aku sudah rubah air di sekitar bagian sungai ini njadi air yang dicampur dengan sihir cahaya, kekuatanmu tidak berpengaruh di air ini dan wujudmu yang sebelumnya bercampur dengan air sungai ini jadi dapat ditemukan,"
"Sayang sekali, Undine. Kamu milih lawan yang salah. Tidak hanya bisa makai sihir cahaya dan ncampurkannya ke air, aku juga bisa manipulasi semua air. Kemampuan dan kekuatan airmu itu sama sekali tidak berguna dihadapanku,"
"Aku penasaran kenapa nona Maiden tidak rintahkanku untuk lawan dan nangkapmu, beliau malah rintahkan nona Terra untuk lakukan tugas itu. Padahal jika aku yang ditugaskan untuk lakukan itu, aku yakin kalau aku bisa ngerjakannya dengan mudah. Ini adalah buktinya,"
"Sekarang aku akan mbawamu ke Holy Kingdom dan nyerahkanmu kepada nona Maiden. Aku akan terus ncekikmu karena aku tidak akan mbiarkanmu untuk berubah wujud njadi air. Aku akan mpertahankan wujud manusianya itu dengan kemampuan manipulasi airku," ucap nona Laviena.
Setelah nona Laviena ngatakan hal itu, Undine terlihat hanya diam saja. Dia terdiam sambil ndongakkan kepalanya ke atas karena lehernya masih dicekik oleh nona Laviena. Lalu setelah beberapa saat terdiam, Undine pun mulai berbicara.
"Hei, nona komandan. Apa kamu tidak khawatir dengan para bawahan Holy Knightsmu barusan yang telah larikan diri ke atas tebing?," tanya Undine.
Nona Laviena terlihat bingung setelah ndengar perkataan Undine.
"Apa maksudmu? reka telah berhasil sampai ke atas tebing itu dengan selamat. Sebelumnya mang tangan besar ciptaanmu itu hendak nghadang reka yang ingin larikan diri, tetapi tangan besar itu berhasil aku atasi. Jadi kenapa aku harus khawatir dengan reka yang berhasil larikan diri dengan selamat?," tanya nona Laviena.
"reka mang berhasil berhasil sampai di atas tebing dengan selamat. Tetapi sepertinya kamu tidak tahu kalau ada yang sedang nunggu reka di atas sana," ucap Undine.
Nona Laviena kembali bingung setelah ndengar perkataan Undine.
"Apa maksudmu?," tanya nona Laviena.
"Bukan aku saja yang ncoba nghadang reka untuk larikan diri. Saat ini, semua bawahanmu itu yang ingin larikan diri sedang dihadang oleh ’reka’ di atas sana," ucap Undine.
Nona Laviena pun langsung terkejut setelah ndengar perkataan Undine.
"Apa?!," ucap nona Laviena.
Tepat setelah nona Laviena ngatakan itu, tiba-tiba terdengar suara rentetan ledakan yang terjadi di atas tebing tempat para Holy Knights yang sebelumnya larikan diri.
*DUAR *DUAR *DUAR *DUAR
Nona Laviena yang ndengar ledakan itu dengan sigap langsung noleh ke belakang dan lihat ke atas karena posisi terdengarnya ledakan itu berada di puncak tebing yang ada di belakangnya. Ketika nona Laviena sudah lihat ke puncak tebing itu, suara rentetan ledakan masih terdengar. Nona Laviena tidak bisa lihat ledakan apa itu tetapi nona Laviena bisa lihat ada banyaknya debu asap yang saat ini nuhi tempat terjadinya ledakan itu. Nona Laviena juga lihat ada banyak cipratan air yang terjatuh dari puncak tebing tempat terjadinya ledakan itu.
Lalu, sekitar 30 detik setelah suara rentetan ledakan itu dimulai, suara rentetan ledakan itu pun berhenti. Setelah itu, ada banyak objek berukuran cukup besar yang terjatuh dari atas tebing ke sungai tempat nona Laviena dan Undine berada. Nona Laviena lihat dan mperhatikan objek yang jatuh itu dengan lebih teliti. Setelah lihat dan mperhatikan objek itu dengan teliti, nona Laviena pun langsung terkejut. Itu karena objek yang jatuh itu rupakan para Holy Knights yang sebelumnya dia perintahkan untuk larikan diri lewat puncak tebing. Tidak hanya para Holy Knights itu saja, beberapa warga sipil penumpang kapal yang dibawa oleh para Holy Knights itu juga termasuk dalam objek yang jatuh itu.
"reka semua?! Kenapa?!," ucap nona Laviena ketika lihat reka yang sedang jatuh itu.
Setelah itu, nona Laviena langsung bersiap untuk pergi ke bagian sungai tempat jatuhnya para Holy Knights dan warga sipil itu untuk nyelamatkan reka. Tetapi ketika nona Laviena mau pergi ke bagian sungai itu, tiba-tiba ekspresi nona Laviena berubah njadi seperti kaget atau terkejut. Tidak lama setelah itu, dari mulutnya tiba-tiba ngeluarkan darah yang cukup banyak.
Nona Laviena yang sedang kaget dan terkejut itu kemudian noleh kembali ke arah Undine setelah sebelumnya dia terus noleh ke belakang tempat terjadinya ledakan itu. Setelah dia noleh ke arah Undine, dia lihat kalau tangan kanan Undine yang sebelumnya masih diikat oleh tali bercahaya ciptaannya itu kini sudah terlepas dari ikatan tali itu. Tangan kanan Undine kini sudah berubah njadi sebuah trisula yang terbuat dari air. Trisula air itu kini sedang nusuk bagian tengah dada nona Laviena secara vertikal.
"Kamu lengah, nona komandan," ucap Undine.
"B-bagaimana bisa?," tanya nona Laviena yang masih terkejut ketika lihat Undine sudah nusuk tubuhnya.
Setelah ndengar pertanyaan nona Laviena itu, Undine pun langsung tersenyum.
"Lucu sekali ketika ndengarmu yang sebelumnya bilang kalau kamu bisa manipulasi tubuhku. Tubuhku ini mang terbuat dari air, tetapi hanya karena tubuhku terbuat dari air, apa kamu pikir kamu bisa manipulasi dan ngendalikan tubuhku? Hanya karena sebelumnya kamu berhasil manipulasi dan ngendalikan tanganku yang telah njauh dari tubuh utamaku, lalu kamu berpikir kalau kamu bisa ngendalikan tubuhku? Aku ini rupakan Divine Water Elental Spirits, jangan samakan air pada tubuhku ini dengan air yang biasanya kamu kendalikan," ucap Undine.
Sentara itu, ketika para Holy Knights dan warga sipil itu sedang terjatuh ke sungai yang ada di bawahnya, pada bagian sungai tempat jatuhnya reka tiba-tiba muncul seekor Naga berukuran besar yang terbuat dari air. Naga air itu kini sedang mbuka mulutnya dan bersiap untuk makan reka yang sedang jatuh itu.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)