’Demon Sovereign Commanders’?!," ucap Nexus yang terkejut setelah ndengar perkataan nona Leirion.
Setelah itu, tangkai-tangkai bunga berwarna hitam yang ada di sekeliling Nexus pun langsung liuk-liuk dan bergerak dengan cepat ke arah Nexus untuk nyerangnya. Nexus yang lihat itu pun bersiap untuk nghadapi serbuan tangkai-tangkai bunga itu. Nexus mulai nghindari serangan beberapa tangkai bunga yang sudah berada di dekatnya. Nexus nghindari tangkai-tangkai bunga itu sambil nebas tangkai-tangkai bunga yang sudah dihindarinya. Tangkai-tangkai bunga itu pun dapat dengan mudah dipotong oleh pedang Nexus yang sudah dilapisi oleh sihir cahaya.
Ketika Nexus sedang nghindari tangkai-tangkai bunga itu sambil nebasnya, dari depannya muncul tangkai-tangkai bunga dalam jumlah banyak yang sedang bergerak ke arahnya. lihat itu, Nexus langsung ngarahkan senapan kecil yang ada di tangan kirinya ke arah tangkai-tangkai bunga yang ada di depannya. Nexus pun nembakkan sebuah peluru dari senapannya itu ke arah tangkai-tangkai bunga itu. Peluru yang ditembakkan oleh Nexus lalu ngenai salah satu dari tangkai-tangkai bunga itu. Setelah itu, peluru yang ngenai salah satu dari tangkai-tangkai bunga itu pun langsung ngeluarkan ledakan cahaya yang cukup besar. Tangkai-tangkai bunga yang berada di dekat tangkai bunga yang terkena peluru itu pun ikut terkena ledakan cahaya itu. Tangkai-tangkai bunga yang terkena ledakan itu pun langsung hancur.
Tetapi ski tangkai-tangkai bunga dalam jumlah yang banyak itu telah hancur akibat ledakan cahaya, serangan dari tangkai-tangkai bunga itu tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah itu, dari arah belakang Nexus, juga muncul tangkai-tangkai bunga dalam jumlah banyak yang sedang bergerak ke arahnya. Nexus nyadari hal itu, dia pun langsung berbalik dan kemudian dia lancarkan sebuah tebasan ke arah tangkai-tangkai bunga itu.
~Great Light Slash~
Nexus lancarkan sebuah tebasan cahaya berukuran besar ke arah tangkai-tangkai bunga itu. Tebasan cahaya itu lesat dengan sangat cepat ke arah tangkai-tangkai bunga itu. Tebasan itu pun dapat dengan mudah motong tangkai-tangkai bunga itu. Tebasan itu tidak hanya motong tangkai-tangkai bunga yang berada di dekat Nexus saja, tetapi terus motong tangkai bunga yang berada di jalur lintasannya. Tidak hanya tangkai-tangkai bunga saja yang dipotong oleh tebasan itu, pepohonan, bebatuan atau objek lainnya yang berada di jalur lintasan tebasan itu juga ikut terpotong. Tebasan cahaya itu terus lesat hingga ke luar hutan tempat Nexus dan nona Leirion berada. Setelah tebasan cahaya itu telah berada di luar hutan, tebasan cahaya itu pun mulai ngecil lalu secara perlahan mulai nghilang.
Pandangan di hadapan Nexus pun njadi jelas karena baik itu tangkai-tangkai bunga, pepohonan atau objek lainnya yang ada di hadapannya itu telah terpotong oleh tebasan cahaya yang dia lancarkan. Dia pun bahkan bisa lihat sampai ke bagian luar hutan yang berada sangat jauh di depannya. Namun, baru beberapa detik dia bisa lihat hingga ke luar hutan, pandangannya ke luar hutan pun kini kembali tertutup karena tangkai-tangkai bunga berwarna hitam yang sebelumnya telah terpotong oleh tebasan cahaya yang dilancarkan Nexus kini mulai pulih dan tumbuh kembali. Tangkai-tangkai bunga itu numbuhkan batangnya kembali dari bagian yang telah terpotong. Tangkai-tangkai bunga yang telah tumbuh kembali itu pun lalu liuk-liuk dan bergerak kembali ke arah Nexus untuk nyerangnya. Nexus pun bersiap kembali untuk nghadapi tangkai-tangkai bunga itu.
Nexus lalu kembali nyerang tangkai-tangkai bunga itu. Tidak hanya tangkai-tangkai bunga yang telah tumbuh kembali yang ada di depannya itu, lainkan tangkai-tangkai bunga dari segala arah yang terus berusaha untuk nyerangnya. Nexus nembaki tangkai-tangkai bunga itu dengan senapan kecilnya hingga berlubang dan hancur. Nexus pun juga motong tangkai-tangkai bunga itu dengan pedang miliknya. Tetapi berapa kali pun Nexus nghancurkan atau motong tangkai-tangkai bunga itu, tangkai-tangkai bunga itu akan langsung pulih dan tumbuh kembali beberapa saat kemudian.
"Entah sudah berapa kali aku nghancurkan atau motong tangkai-tangkai bunga ini, tetapi tangkai-tangkai bunga ini akan langsung tumbuh kembali. Jika terus begini, ini tidak akan ada habisnya. Satu-satunya cara untuk nghentikan ini adalah dengan ngalahkan nona iblis itu," pikir Nexus.
Setelah Nexus mikirkan itu, tiba-tiba Nexus rasakan ada seseorang yang sedang lesat dengan cepat di belakangnya. Nexus pun dengan cepat langsung berbalik. Ketika Nexus sudah berbalik, Nexus lihat nona Leirion yang kini sudah berada di hadapannya. Nona Leirion yang sudah berada di hadapan Nexus sedang bersiap untuk nusuk Nexus dengan tangan kanannya yang sudah dialiri oleh sihir kegelapan. Nexus yang lihat nona Leirion sedang bersiap untuk nyerangnya pun dengan cepat langsung nggunakan pedangnya untuk bertahan. Lalu, serangan tusukan yang dilancarkan oleh nona Leirion pun ngenai bagian samping pedang Nexus yang digunakan untuk bertahan. Setelah itu, Nexus pun langsung terpental sangat jauh ke belakangnya setelah nahan serangan tusukan yang dilakukan oleh nona Leirion. Beberapa objek yang berada di jalur lintasan Nexus yang terpental seperti pepohonan atau bahkan tangkai-tangkai bunga pun langsung hancur setelah dihantam oleh tubuh Nexus yang terpental. Nexus terpental hingga ke bagian pinggiran hutan yang dekat dengan area luar hutan. Nexus pun berhenti terpental setelah dia nghantam pohon berukuran cukup besar yang ada di area itu. Nexus lalu duduk bersandar di pohon yang dihantamnya itu. Wajahnya terlihat sangat terkejut.
"Apa-apaan kekuatannya itu? ski aku berhasil nahan serangannya itu, aku tetap terpental hingga sejauh ini," pikir Nexus.
Nexus terkejut karena dia tidak nyangka kalau akan terpental hingga sejauh ini. Lalu, skipun Nexus terlihat masih terkejut, tangkai-tangkai bunga yang ada di sekitarnya tidak mbiarkan dia untuk diam dan terkejut. Tangkai-tangkai bunga itu pun kembali nyerang Nexus yang sedang duduk bersandar. Nexus yang lihat tangkai-tangkai bunga itu kembali nyerangnya pun langsung bangun dan nyerang tangkai-tangkai bunga itu.
"Sial, tangkai-tangkai bunga ini lagi," ucap Nexus.
Nexus terus nyerang tangkai-tangkai bunga itu dengan senapan kecil dan pedang miliknya. Lalu, ketika Nexus sedang fokus nyerang tangkai-tangkai bunga itu, nona Leirion tiba-tiba sudah berada di dekat Nexus sambil bersiap untuk nyerang Nexus dengan serangan tusukan yang sama seperti sebelumnya. Nexus pun terkejut ketika dia ngetahui kalau nona Leirion sudah berada di dekatnya.
"Apa?! Kenapa dia sudah ada disini?!," pikir Nexus.
Setelah itu, nona Leirion pun nyerang Nexus dengan serangan tusukan nggunakan tangan kanannya. Serangan itu diarahkan tepat ke kepala Nexus. Nexus yang lihat itu pun langsung nghindar dengan bergerak ke samping. Dia pun berhasil nghindarinya tetapi dia tidak berhasil untuk nghindari serangan tusukan itu dengan sempurna karena serangan tusukan itu berhasil ngenai pipi kanan Nexus skipun serangan itu gagal ngenai kepala Nexus dengan telak. Pipi kanan Nexus pun langsung ngeluarkan darah yang cukup banyak setelah terkena serangan itu. Serangan yang dilancarkan oleh nona Leirion ternyata ngenai pipi kanan Nexus dengan cukup telak sehingga lukanya pun cukup dalam dah ngakibatkan keluarnya darah dalam jumlah yang cukup banyak. Bahkan serangan itu tidak hanya lukai pipi kanannya saja, telinga kanannya pun juga terluka hingga robek karena ikut terkena serangan tusukan yang dilancarkan oleh nona Leirion.
Setelah itu, Nexus pun langsung njaga jarak dengan nona Leirion. Setelah njaga jarak, Nexus lalu gang pipi kanan dan telinga kanannya untuk riksanya. Nexus pun lalu lihat ke tangannya setelah gang pipi kanan dan telinga kanannya. Alangkah terkejutnya dia setelah lihat tangan kanannya sudah dilumuri oleh darah yang keluar dari pipi kanan dan telinga kanannya itu.
"Apa-apaan serangan tusukannya itu? Padahal dia hanya nusuk dengan nggunakan tangan, tetapi serangan tusukannya itu lebih tajam dari sebuah pedang. Selain itu.....," pikir Nexus.
Setelah lihat ke tangannya, Nexus lalu lihat ke pohon berukuran besar yang berada di hadapan nona Leirion. Pohon itu rupakan pohon tempat Nexus bersandar sebelumnya. Nexus kembali terkejut ketika lihat ke arah pohon itu karena di pohon itu terlihat ada sebuah lubang yang cukup besar. Lubang itu diakibatkan oleh serangan tusukan yang dilancarkan oleh nona Leirion. ski serangan tusukan yang dilancarkan oleh nona Leirion tidak ngenai pohon itu secara langsung, tetapi dampak serangan tusukan itu sangat kuat hingga bisa lubangi pohon itu tanpa nyentuhnya.
"...Bagaimana bisa dia lubangi pohon besar itu tanpa nyentuhnya?!," pikir Nexus.
Setelah lihat ke arah pohon itu, Nexus lalu lihat kembali ke arah nona Leirion yang masih terdiam setelah sebelumnya nyerang Nexus.
"Serangan tusukan yang miliki ketajaman lebihi pedang sekaligus miliki power yang sangat kuat. Kecepatannya yang luar biasa. Lalu juga kemampuan sihir yang bisa nciptakan tangkai-tangkai bunga ini hingga nuhi seluruh hutan ini. Jadi ini kemampuan dari salah satu komandan pasukan iblis, ’Demon Sovereign Commanders’?,"
"ski kemampuan-kemampuan yang dia tunjukkan itu sudah luar biasa, tetapi aku yakin kemampuannya itu bukan hanya itu saja. Sial, aku tidak nyangka kalau ternyata dia adalah seorang monster," pikir Nexus.
Sentara itu, nona Leirion yang sebelumnya terdiam setelah nyerang Nexus, kini mulai noleh kembali ke arah Nexus. Setelah noleh ke arah Nexus, nona Leirion lalu ngatakan sesuatu.
"Kamu mungkin berhasil nghindari seranganku skipun seranganku itu tetap sedikit ngenaimu. ski begitu, ini bukan saatnya bagimu untuk lengah," ucap nona Leirion.
Setelah nona Leirion ngatakan itu, tangkai-tangkai bunga yang berada di sekeliling Nexus kembali bergerak ke arah Nexus untuk nyerang. skipun Nexus sebelumnya sempat diam karena mikirkan tentang nona Leirion, tetapi dia nyadari kalau tangkai-tangkai bunga yang ada di sekelilingnya sedang bergerak ke arahnya. Dia pun langsung bersiap untuk lawan tangkai-tangkai bunga itu skipun dia dalam keadaan yang terluka. Nexus lalu bersiap untuk lakukan sebuah tebasan ke arah tangkai-tangkai bunga itu. Sebelum lakukan tebasan, pedang yang dipegang Nexus tiba-tiba bertambah panjang. Entah mang pedangnya yang mang bertambah panjang atau sihir cahaya miliknya yang mbuat pedang itu njadi panjang karena sebelum dan sesudah pedang itu njadi panjang, pedang itu masih diselimuti oleh sihir cahaya yang mbuat bentuk asli dari pedang itu tidak terlihat. Setelah pedang miliknya itu njadi panjang, Nexus pun lalu lancarkan sebuah tebasan.
~Light Magic : Full Moonlight Slash~
Nexus lancarkan tebasan dengan berputar 360 derajat. Tangkai-tangkai bunga yang ada di sekeliling Nexus baik itu yang di depan, kanan, belakang, dan kirinya pun terkena tebasan dan terbelah njadi dua. Jangkauan tebasan yang dilancarkan oleh Nexus pun cukup jauh karena tangkai-tangkai bunga yang berada beberapa ter di belakang tangkai-tangkai bunga yang pertama kali terkena tebasan itu juga ikut terkena tebasan itu dan terbelah njadi dua. Tangkai-tangkai bunga yang berada di dekat Nexus pun kini berhasil dikalahkan.
Namun, tidak lama kemudian, tangkai-tangkai bunga yang sebelumnya berhasil ditebas oleh Nexus lagi-lagi mulai pulih dan tumbuh kembali.
"Sial, ini benar-benar tidak ada habisnya," pikir Nexus.
Setelah itu, Nexus bersiap untuk nyerang tangkai-tangkai bunga itu kembali. Namun ketika Nexus sedang bersiap untuk nyerang tangkai-tangkai bunga itu, nona Leirion tiba-tiba sudah berada di dekat Nexus.
"Jangan lupa kalau yang ikut nyerangmu bukan hanya tangkai-tangkai bunga itu saja," ucap nona Leirion.
Nexus pun terkejut kembali setelah ndengar suara nona Leirion yang sudah berada di dekatnya. Setelah itu, nona Leirion kembali lancarkan serangan tusukan dengan nggunakan tangan kanannya. Kali ini serangan tusukan itu diarahkan ke perut Nexus. Nexus yang lihat itu pun berusaha untuk nghindari serangan itu dengan bergerak ke samping. Nexus pun berhasil nghindari serangan itu, tetapi lagi-lagi dia tidak bisa nghindari serangan itu dengan sempurna karena serangan itu berhasil ngenai pinggang bagian kirinya. Pinggang bagian kirinya pun terluka cukup parah setelah terkena serangan tusukan nona Leirion. Darah pun ngalir keluar dari pinggang kiri Nexus yang terluka itu.
"Serangannya benar-benar cepat. Aku selalu tidak bisa nghindari serangan itu dengan sempurna," pikir Nexus.
Setelah itu, Nexus pun berusaha untuk njaga jarak dengan nona Leirion. Tetapi nona Leirion yang masih berada di dekat Nexus tidak mbiarkan Nexus untuk njaga jarak begitu saja. Ketika Nexus bersiap untuk pergi, nona Leirion tiba-tiba langsung nendang perut Nexus. Nexus pun langsung terpental setelah ditendang oleh nona Leirion. Nexus terpental hingga nghantam sebuah batu yang cukup besar yang berada di jalur lintasannya yang sedang terpental.
*BRUKKK
Terdengar suara benturan yang cukup keras setelah Nexus nghantam batu itu. Batu itu terlihat ngalami keretakan yang cukup banyak setelah dihantam oleh Nexus. Sentara Nexus terlihat sedang duduk bersandar di batu yang baru saja dihantamnya itu. Ketika Nexus sedang duduk bersandar, darah terlihat mulai ngalir keluar dari mulutnya itu. Selain itu, Nexus juga terlihat sudah terengah-engah.
"Haaaah....Haaaah.....Haaaahh, aku benar-benar dibuat babak belur oleh nona iblis itu. Aku harus segera minum potion yang dibuat oleh lgus untuk mulihkan luka-lukaku, sama seperti yang aku gunakan ketika lawan iblis yang sebelumnya," ucap Nexus.
Setelah itu, Nexus mulai ngambil sesuatu dari saku pakaiannya. Tetapi ketika Nexus sedang ngambil sesuatu itu, tangkai-tangkai bunga yang berada di dekatnya langsung bergerak ke arahnya untuk nyerangnya.
"Tangkai-tangkai bunga ini benar-benar ngganggu. reka sama sekali tidak mberikan waktu bagiku untuk beristirahat," pikir Nexus.
Nexus pun tidak jadi ngambil sesuatu dari pakaiannya itu karena tangkai-tangkai bunga itu sedang bergerak ke arahnya. Dia milih untuk kembali nyerang tangkai-tangkai bunga yang bergerak ke arahnya. Tidak lama kemudian, tangkai-tangkai bunga itu pun berhasil diatasi oleh Nexus. Tetapi setelah itu, tangkai-tangkai bunga itu lagi-lagi mulai pulih dan tumbuh kembali.
"Tangkai-tangkai bunga ini benar-benar repotkan. Sepertinya aku harus ngalahkan nona iblis itu untuk nghentikan tangkai-tangkai bunga ini. Tetapi bagaimana caraku ngalahkannya?," pikir Nexus.
Nexus pun terdiam untuk mikirkan sesuatu sambil terus nyerang tangkai-tangkai bunga yang bergerak ke arahnya. Tidak lama kemudian, dia tiba-tiba ndapatkan ide untuk ngalahkan nona Leirion.
"Ketika aku sedang fokus nyerang tangkai-tangkai bunga ini, nona iblis itu selalu tiba-tiba nyerangku. Saat ini dia mang belum nyerang, tetapi aku yakin tidak lama lagi dia akan kembali nyerangku. Aku akan ngalahkannya di saat dia kembali nyerangku," pikir Nexus.
Setelah mikirkan itu, Nexus terus nyerang tangkai-tangkai bunga yang bergerak ke arahnya. Lalu beberapa saat kemudian, sesuai dengan pemikiran Nexus, nona Leirion tiba-tiba sudah ada di dekat Nexus untuk nyerang Nexus kembali dengan serangan tusukan dari tangan kanannya. Nexus pun nyadari kalau nona Leirion sudah berada di dekatnya.
"Ini dia," pikir Nexus.
Setelah itu, Nexus ngarahkan serangan tusukannya tepat ke kepala Nexus. Nexus yang nyadari itu pun langsung nghindar dengan miringkan kepalanya. ski berhasil nghindari serangan itu, namun Nexus lagi-lagi tidak bisa nghindari serangan itu dengan sempurna karena serangan itu berhasil lukai pipi kiri dan telinga kirinya dengan cukup parah. Darah pun langsung ngalir keluar dari pipi dan telinga kirinya itu. ski begitu, Nexus tidak terlihat panik karena semua ini sudah sesuai dengan pemikirannya.
"Lagi-lagi aku tidak berhasil nghindari serangannya dengan sempurna. Tetapi itu tidak penting, yang penting aku ndapatkan kesempatan ini," pikir Nexus.
Setelah itu, Nexus yang baru saja nghindari serangan tusukan nona Leirion, tiba-tiba langsung nancapkan pedang miliknya ke tanah yang ada di bawahnya.
"Kamu lengah, nona iblis. Dengan ini, aku akan benar-benar ngalahkanmu," ucap Nexus.
~Light Magic : Holy Sword Punishnt - Thorn of Holy Sword~
Setelah Nexus nancapkan pedang miliknya ke tanah, pedang bercahaya dalam jumlah banyak tiba-tiba muncul dari bawah tanah di sekitar Nexus berada. Pedang-pedang itu langsung nusuk apapun yang berada di sekitar Nexus seperti pepohonan, tangkai-tangkai bunga yang terus nyerangnya, dan tentu saja nona Leirion yang saat ini masih berada di dekat Nexus. Nona Leirion tertusuk oleh pedang-pedang bercahaya yang muncul dari bawah tanah itu hampir di seluruh bagian tubuhnya. Bahkan kepalanya pun juga tertusuk oleh sebuah pedang bercahaya yang muncul dari tanah itu. Wajah nona Leirion terlihat terkejut. Nona Leirion kini sudah tidak bergerak lagi setelah pedang-pedang bercahaya itu nusuk tubuhnya.
Lalu, tidak lama setelah Nexus nggunakan sihirnya itu, Nexus lalu ncabut pedangnya kembali dari tanah. Setelah itu, Nexus lalu noleh ke arah nona Leirion yang masih tidak bergerak dengan pedang-pedang bercahaya yang masih nusuk tubuhnya. Nexus pun lalu langsung nebas leher nona Leirion dengan pedang miliknya dan mbuat kepala nona Leirion langsung terpisah dari tubuhnya. Kepala nona Leirion pun layang di udara dan tidak lama kemudian langsung terjatuh tepat di sebelah tubuhnya.
Tepat setelah Nexus motong kepala nona Leirion, tangkai-tangkai bunga yang ada di seluruh hutan itu pun langsung berhenti bergerak. Tangkai-tangkai bunga itu hanya diam di tempat reka muncul dan tidak bergerak kembali ke arah Nexus. Dengan diamnya tangkai-tangkai bunga itu, Nexus yakini kalau dia sudah benar-benar ngalahkan nona Leirion dan dia pun kini sudah bisa bersantai. Nexus yang lihat dan nyadari hal itu pun langsung duduk di tanah yang ada di bawahnya. Nexus kini sedang duduk sambil lihat ke arah tubuh nona Leirion yang masih berdiri tegak sambil ditusuk oleh pedang-pedang bercahaya yang muncul dari bawah tanah.
"Aku akui kalau kamu sangat kuat, tidak ngherankan karena kamu rupakan salah satu komandan pasukan iblis. Tetapi kelengahanmu mbawa petaka bagi dirimu. Kamu yang sangat kuat pun berhasil aku bunuh karena kamu lengah. Aku tidak nyangka kalau orang kuat sepertimu bisa lengah,"
"Aku akan mbawa tubuhmu untuk diserahkan kepada tuan Raven. Darah dan tubuh dari salah satu komandan iblis pasti akan ningkatkan kekuatan organisasi kami njadi sangat pesat. Tetapi untuk sekarang aku akan beristirahat dulu, aku sangat lelah setelah nghadapimu barusan. Aku juga harus nyembuhkan lukaku terlebih dahulu. Luka yang aku terima karena seranganmu itu benar-benar cukup parah," ucap Nexus.
Setelah itu, Nexus mulai ngambil sesuatu lagi dari saku pakaiannya. Ketika dia sedang ngambil sesuatu itu, beberapa kelopak bunga berwarna hitam tiba-tiba beterbangan di sekitar Nexus. Beberapa kelopak bunga itu pun narik perhatian Nexus yang sedang ngambil sesuatu dari saku pakaiannya.
"Kelopak bunga berwarna hitam?," tanya Nexus.
Awalnya kelopak-kelopak bunga yang beterbangan itu berjumlah sedikit. Namun lama-kelamaan jumlah kelopak-kelopak bunga itu bertambah banyak. Nexus pun terkejut lihat kelopak bunga itu yang bertambah banyak. Karena kelopak-kelopak bunga itu, Nexus pun gagal ngambil sesuatu dari saku pakaiannya itu karena dia terkejut ketika lihat kelopak bunga yang beterbangan itu.
"Apa-apaan ini?! Darimana kelopak bunga ini berasal?," tanya Nexus.
Saat Nexus terkejut lihat kelopak-kelopak bunga berwarna hitam sedang beterbangan di sekitarnya, tanpa sengaja dia lihat ke arah tubuh nona Leirion. Dia pun sangat terkejut ketika lihat ke arah tubuh nona Leirion. Itu karena tubuh nona Leirion dan juga kepalanya yang sudah terpisah dari tubuhnya tiba-tiba berubah secara perlahan njadi kelopak bunga berwarna hitam.
"Apa-apaan itu? Tubuhnya berubah njadi kelopak bunga?," tanya Nexus yang terkejut.
Kelopak-kelopak bunga itu pun lalu beterbangan bersama dengan kelopak-kelopak bunga yang lain yang sudah beterbangan di sekitar Nexus. Nexus pun masih terkejut ketika lihat tubuh nona Leirion tiba-tiba berubah njadi kelopak bunga. Lalu, ketika Nexus masih terkejut karena hal itu, tangkai-tangkai bunga di seluruh hutan itu yang sebelumnya diam, kini mulai bergerak lagi. reka pun langsung bergerak ke arah Nexus untuk nyerangnya.
Nexus pun kembali terkejut ketika lihat tangkai-tangkai bunga itu mulai bergerak kembali. Tetapi dia tidak punya waktu untuk terkejut begitu lama karena dia harus nghadapi tangkai-tangkai bunga itu lagi. Nexus pun kembali nyerang tangkai-tangkai bunga itu dengan senapan kecil dan pedang miliknya.
"Apa-apaan ini?! Kenapa tangkai-tangkai bunga itu bergerak kembali?!," tanya Nexus sambil terus nyerang tangkai-tangkai bunga itu.
Tetapi entah sudah berapa banyak Nexus nyerang tangkai-tangkai bunga itu, tangkai-tangkai bunga itu kembali pulih dan nyerangnya lagi.
"Jika tangkai-tangkai bunga ini bergerak kembali, apa itu berarti-," ucap Nexus.
Ketika Nexus sedang ngatakan itu, sebuah tangkai bunga tiba-tiba lesat dengan sangat cepat ke arahnya yang mbuat Nexus nghentikan perkataannya itu. Tangkai bunga itu lesat tepat ke arah dada Nexus, tetapi Nexus langsung berusaha nghindari tangkai bunga itu dengan bergerak ke samping. Nexus pun berhasil nghindari tangkai bunga itu dan mbuat tangkai bunga itu tidak ngenai dadanya. Tetapi, Nexus tidak berhasil nghindari serangan tangkai bunga itu dengan sempurna sehingga tangkai bunga itu berhasil nusuk pergelangan tangan kanannya. Nexus pun terkejut ketika tangkai bunga itu berhasil nusuk pergelangan tangan kanannya.
"Sial," ucap Nexus.
Setelah Nexus tertusuk oleh tangkai bunga itu, tiba-tiba terdengar suara dari nona Leirion.
"Kamu bilang kalau aku telah lengah, tetapi lihat sekarang siapa yang telah lengah," ucap nona Leirion.
Nexus yang ndengar suara nona Leirion pun langsung noleh dan lihat ke arah asal tersebut. Suara tersebut berasal dari sisi kanannya dan ketika Nexus sudah noleh ke sisi kanannya, dia lihat nona Leirion yang berada cukup jauh di depannya sambil ngarahkan tangan kanannya ke arah Nexus. Dari telapak tangan kanan nona Leirion, terlihat ada sebuah tangkai bunga yang keluar. Tangkai bunga yang keluar dari telapak tangan nona Leirion itu adalah tangkai bunga yang telah nusuk pergelangan tangan kanan Nexus.
Nexus pun terlihat terkejut ketika lihat nona Leirion yang berada cukup jauh di depannya. Dia terkejut karena dia tidak nyangka kalau nona Leirion masih hidup. Bahkan nona Leirion yang ada di depannya itu terlihat masih baik-baik saja.
Lalu ketika Nexus terkejut saat lihat nona Leirion, pergelangan tangan Nexus yang telah ditusuk oleh tangkai bunga yang berasal dari telapak tangan nona Leirion tiba-tiba mulai ngering. Tidak hanya pergelangan tangannya saja tetapi mulai dari jari tangan hingga lengan atasnya itu mulai ngering dan hanya tersisa tulang dan kulit saja.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)