Nexus pun terkejut ketika lihat seluruh lengan tangannya telah ngering dan hanya tersisa tulang dan kulit saja. Pengeringan yang terjadi itu mulai njalar hingga ke bahu dan badannya. Tetapi sebelum itu terjadi, Nexus dengan cepat langsung nembak tangkai bunga yang nusuk pergelangan tangan kanannya hingga terpotong njadi 2. Setelah tangkai bunga itu terpotong njadi 2, pengeringan yang terjadi itu pun mulai berhenti. Itu dikarenakan tangkai bunga itu tidak lagi tersambung dengan nona Leirion karena sudah terpotong. ski begitu, bagian tangkai bunga yang telah terpotong itu masih nusuk pergelangan tangan kanan Nexus. Sentara untuk bagian tangkai bunga yang lain, nona Leirion terlihat kembali masukkan bagian tangkai bunga yang telah terpotong itu ke dalam telapak tangan kanannya.
Setelah itu, Nexus lalu ncabut potongan tangkai bunga yang masih nusuk pergelangan tangan kanannya itu dengan tangan kirinya. Setelah tangkai bunga itu telah dicabut, Nexus ncoba untuk nggerakkan lengan kanannya yang telah ngering itu, tetapi tidak bisa. Lengan kanannya benar-benar tidak bisa digerakkan.
"Lengan kananku tidak bisa digerakkan. ski lengan kananku masih nyatu dengan badanku, tetapi jika kondisinya seperti ini, ini sama saja aku sudah kehilangan lengan kananku," pikir Nexus.
Setelah ncoba beberapa kali untuk nggerakkan lengan kanannya, Nexus pun milih untuk berhenti. Dia kemudian naruh senapan kecil yang dipegangnya dengan tangan kirinya ke pinggangnya. Setelah itu, dia ngambil pedang miliknya yang terlepas dari tangan kanannya. Pedang miliknya itu terlepas tepat setelah tangan kanannya itu ngering.
Setelah ngambil pedang miliknya dan gangnya dengan tangan kirinya, Nexus lalu lihat ke arah nona Leirion. Terlihat nona Leirion sudah selesai masukkan kembali tangkai bunga yang sebelumnya keluar dari telapak tangan kanannya itu. Nona Leirion kini sedang terdiam sambil lihat ke arah Nexus.
"Kenapa nona iblis itu masih hidup? Lalu kenapa tubuhnya yang sebelumnya berhasil aku kalahkan berubah njadi kelopak-kelopak bunga? Hal itu mirip dengan yang biasanya para Roh Elental lakukan apabila tubuh reka hancur atau terpotong. reka akan langsung berubah njadi elen dan kemudian mbentuk tubuh reka kembali,"
"Hal itu mang mirip dengan yang dilakukan oleh Roh Elental, tetapi nona iblis itu bukanlah Roh Elental. Aku sangat yakin dengan hal itu karena aku tidak lihat dan rasakan adanya ’Spirit Core’ yang biasanya dimiliki oleh para Roh pada tubuh nona iblis itu. Lagipula para Roh tidak mungkin mihak ras Iblis. Satu-satunya tempat para Roh tinggal adalah di ’Geestenland’ yang berada di tengah hutan ’Himnaskogur’. Hutan itu berada di benua utara, bukan di benua selatan yang dipimpin oleh ras iblis. Jadi tidak mungkin ada Roh yang mihak ras iblis dan jelas kalau nona iblis itu bukanlah seorang roh,"
"Jadi sebenarnya kenapa tubuhnya bisa berubah njadi kelopak-kelopak bunga lalu tiba-tiba dia muncul di tempat lain? Apa tubuhnya yang aku kalahkan sebelumnya adalah sebuah klon? Atau itu adalah sebuah ilusi?," pikir Nexus.
Nexus terus mikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh nona Leirion sebelumnya. Ketika Nexus sedang mikirkan itu, tangkai-tangkai bunga yang ada di sekitarnya kembali bergerak ke arahnya untuk nyerangnya. Nexus yang lihat dan nyadari hal itu pun langsung berhenti berpikir dan bersiap untuk nyerang.
"Tidak ada gunanya mikirkan itu. Sekarang yang terpenting bagaimana aku bisa bertahan dalam situasi ini dengan kondisiku yang sekarang," ucap Nexus.
Nexus lalu bersiap lancarkan sebuah serangan tebasan dengan nggunakan pedang miliknya.
~Light Magic : Full Moonlight Slash~
Nexus lancarkan sebuah tebasan dengan mutar dan mbentuk lingkaran penuh. Tangkai-tangkai bunga yang nyerang Nexus dari segala arah pun langsung terpotong oleh tebasan itu. Setelah tangkai-tangkai bunga itu terpotong, tidak lama kemudian tangkai-tangkai bunga itu mulai pulih kembali.
Disaat yang sama ketika tangkai-tangkai bunga itu mulai pulih, nona Leirion tiba-tiba kembali nghampiri Nexus dan nyerangnya dengan nggunakan serangan tusukan seperti yang sebelumnya dia lakukan. Kali ini, nona Leirion kembali ngincar kepala Nexus untuk diserang. Nexus nyadari hal itu dan dia pun langsung nghindari serangan tusukan itu. Namun lagi-lagi dia tidak berhasil nghindari serangan itu dengan sempurna karena serangan itu berhasil ngenai pipi kanannya lagi. Pipi kanannya pun kembali terluka cukup parah setelah terkena serangan itu.
Namun ski pipi kanannya itu kembali terluka, Nexus terlihat tidak panik sama sekali karena mang dia ngincar mon ini. Dia ngincar mon ini karena satu-satunya mon dimana dia bisa nyerang nona Leirion adalah setelah nona Leirion nyerangnya secara langsung. Lalu, setelah Nexus nghindari serangan tusukan nona Leirion, Nexus lalu lancarkan sebuah serangan tusukan dengan nggunakan pedangnya.
~Light Magic : Sanctus Gladius - Foratura~
Awalnya pedang Nexus tidak bisa nusuk nona Leirion secara langsung karena jarak antara nona Leirion dengan Nexus masih sedikit jauh skipun reka berada cukup dekat. Namun, pedang Nexus yang masih diselimuti oleh sihir cahaya secara tiba-tiba bertambah lebih panjang dari yang sebelumnya. Karena pedang itu njadi lebih panjang, pedang itu pun langsung bisa ngenai dan nusuk tubuh nona Leirion. Nona Leirion tertusuk tepat di dada kirinya oleh pedang itu. Wajah nona Leirion terlihat terkejut ketika pedang itu berhasil nusuknya, sentara wajah Nexus terlihat biasa saja. Dia tidak terlihat puas atau senang karena dia tahu nona Leirion yang saat ini berhasil ditusuk olehnya bisa saja njebaknya seperti sebelumnya.
Dan benar saja, tidak lama setelah Nexus nusuk nona Leirion, tubuh nona Leirion yang telah tertusuk itu tiba-tiba kembali berubah njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam.
"Lagi-lagi nona iblis itu berubah njadi kelopak-kelopak bunga," ucap Nexus.
Nexus kali ini terlihat tidak terkejut sama sekali karena dia mang sudah bisa nebak kalau nona Leirion mungkin akan lakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan sebelumnya, yaitu rubah tubuhnya njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam setelah terkena serangan. Kelopak-kelopak bunga yang berasal dari tubuh nona Leirion itu lalu mulai beterbangan ke salah satu tempat yang ada di hutan itu.
Setelah kelopak-kelopak bunga itu pergi beterbangan, Nexus kembali waspada dengan sekitarnya. Karena jika ngingat dari kejadian sebelumnya, setelah tubuh nona Leirion berubah njadi kelopak-kelopak bunga, akan ada serangan lagi yang dilancarkan oleh tubuh nona Leirion yang lain. Dan benar saja, tidak lama kemudian, sebuah tangkai bunga berwarna hitam lesat dengan sangat cepat ke arah Nexus. Nexus yang lihat dan nyadari itu pun langsung bersiap untuk ngatasi tangkai bunga itu. Kali ini Nexus tidak berniat untuk nghindari serangan tangkai bunga itu, lainkan berniat untuk nghadapi tangkai bunga itu secara langsung dengan nyerangnya.
Ketika tangkai bunga itu sudah berada dalam jarak yang dekat dengannya, Nexus langsung lancarkan serangan tebasan ke tangkai bunga itu.
~Great Light Slash~
Nexus lancarkan tebasan cahaya secara horizontal dengan nggunakan pedang miliknya yang masih berukuran panjang seperti sebelumnya. Karena ukuran pedangnya itu, tebasan yang dikeluarkan oleh pedang itu pun juga njadi lebih besar. Tebasan itu pun langsung motong tangkai bunga yang lesat dengan cepat ke arahnya.
ski tebasan cahaya itu berhasil motong tangkai bunga itu, tebasan itu tidak berhenti sampai disitu saja. Tebasan itu terus lesat ke depan, ke arah munculnya tangkai bunga yang lesat dengan cepat itu. Sama sepertinya sebelumnya, tangkai bunga yang lesat dengan cepat itu muncul dari dalam telapak tangan kanan nona Leirion. Saat ini nona Leirion berada cukup jauh di depan Nexus. Dan sekarang tebasan yang dilancarkan oleh Nexus itu sedang lesat ke arah nona Leirion dengan cepat.
Nona Leirion tidak sempat untuk bereaksi terhadap tebasan cahaya itu. Dia pun terkena tebasan itu dengan telak. Ini pertama kalinya Nexus berhasil nyerang nona Leirion tanpa nyerangnya dari jarak dekat.
Lalu, tebasan itu pun motong tubuh nona Leirion njadi 2. Tidak hanya nona Leirion saja, objek-objek yang ada di samping nona Leirion seperti pepohonan dan tankai-tangkai bunga yang muncul pun juga terpotong njadi 2.
Setelah motong tubuh nona Leirion, tebasan cahaya itu terus lesat dan motong objek apapun yang berada di jalur lintasannya. Tidak lama kemudian, tebasan cahaya itu pun mulai ngecil dan secara perlahan mulai nghilang.
Sentara itu, tubuh nona Leirion yang sudah terpotong njadi 2 pun jatuh dan tergeletak di tanah. Nexus terus lihat ke arah tubuh nona Leirion yang sudah tergeletak itu. Tidak lama kemudian, tubuh nona Leirion itu pun kembali berubah njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam.
"Lagi-lagi sama seperti sebelumnya. Sebenarnya apa itu? Apakah itu sebuah klon atau aku sedang berada dalam sebuah ilusi?," pikir Nexus ketika lihat tubuh nona Leirion kembali njadi kelopak-kelopak bunga.
Setelah tubuh nona Leirion kembali njadi kelopak-kelopak bunga, kelopak-kelopak bunga itu pun lalu beterbangan ke suatu tempat yang ada di hutan itu.
Setelah itu, Nexus kembali waspada karena dia tahu setelah ini akan ada serangan lagi dari nona Leirion. Dan benar saja, tidak lama kemudian, tangkai-tangkai bunga yang muncul di seluruh hutan itu kembali bergerak ke arah Nexus untuk nyerangnya. Nexus yang lihat hal itu pun langsung nyerang tangkai-tangkai bunga itu dengan nggunakan pedang miliknya. Ketika Nexus sedang nyerang tangkai-tangkai bunga itu, nona Leirion kembali nyerang Nexus dari jarak dekat. Nexus berhasil nghindari serangan nona Leirion itu skipun lagi-lagi dia tidak berhasil nghindari serangan itu dengan sempurna karena serangan itu tetap berhasil lukainya. Lalu setelah Nexus nghindari serangan itu, Nexus kembali nyerang nona Leirion. Nona Leirion pun terkena serangan yang dilancarkan oleh Nexus. Namun tidak lama setelah terkena serangan oleh Nexus, tubuh nona Leirion kembali berubah njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam. Kelopak-kelopak bunga itu pun juga kembali beterbangan ke suatu tempat yang ada di hutan itu.
Kejadian-kejadian yang dialami oleh Nexus itu terus berulang. Mulai dari tangkai-tangkai bunga yang nyerangnya, nona Leirion yang ikut nyerang baik dari jarak dekat ataupun jarak jauh, lalu Nexus yang berhasil nghindari atau nahan serangan yang dilancarkan oleh nona Leirion, kemudian nyerang balik nona Leirion dan diakhiri dengan tubuh nona Leirion yang berubah njadi kelopak-kelopak bunga. Nexus terus ngalami hal itu hingga mbuatnya sangat kelelahan saat ini.
"Haaaahhh...Haaahhhhh...ini benar-benar tidak ada habisnya. Nona Iblis itu sepertinya sedang mpermainkanku saat ini," ucap Nexus dengan napas yang terengah-engah karena kelelahan.
-
Sentara itu, di suatu tempat yang ada di hutan tempat Nexus dan nona Leirion berada.
Nona Leirion terlihat sedang berada di tempat itu. Nona Leirion sedang berdiri sambil ngarahkan tangan kanannya ke depan. Di sekitar tangan kanannya yang sedang di arahkan ke depan itu, ada banyak kelopak bunga berwarna hitam yang beterbangan. Tidai hanya di sekitar tangan kanannya saja, tetapi di sekitar tempatnya berada saat ini juga terdapat banyak kelopak-kelopak bunga. Seiring waktu, kelopak-kelopak bunga itu mulai bertambah banyak karena ada beberapa-beberapa kelopak bunga lagi yang berdatangan. Kelopak-kelopak bunga yang baru berdatangan itu berasal dari ’tubuh-tubuh’ nona Leirion yang berhasil diserang oleh Nexus. Kelopak-kelopak bunga yang berasal dari tubuh-tubuh itu kini sedang berkumpul di tempat nona Leirion berada saat ini.
Kelopak-kelopak bunga itu awalnya hanya beterbangan saja di sekitar nona Leirion, tetapi ketika kelopak-kelopak bunga itu sudah bertambah banyak, kelopak-kelopak bunga itu secara perlahan mulai ndekat ke tangan kanan nona Leirion yang sedang di arahkan ke depan. Kelopak-kelopak bunga itu lalu mulai nyatu untuk mbentuk sesuatu.
~Dark Flower Creation Magic : Dark Flower Petal Sword - Negrum Lilium~
Kelopak-kelopak bunga yang beterbangan itu pun saling nyatu di tangan kanan nona Leirion. Kelopak-kelopak bunga itu terus nyatu hingga mbentuk sebuah pedang berwarna hitam pekat. ski sudah terbentuk njadi sebuah pedang berwarna hitam pekat, tetapi pembentukan yang dilakukan oleh kelopak-kelopak bunga itu masih belum selesai karena kelopak-kelopak itu masih nyatu ke pedang itu. Tidak lama kemudian, pembentukan itu pun selesai tepat setelah kelopak bunga terakhir yang beterbangan di tempat itu telah nyatu ke pedang itu. Pedang yang terbentuk dari kelopak-kelopak bunga itu pun berhasil dibuat. Pedang itu awalnya hanya berwarna hitam pekat tetapi sekarang pedang itu miliki corak bergambar bunga dengan warna rah yang samar-samar nghiasi bilah dan gagang pedang itu.
Karena pedang itu terbentuk tepat di tangan kanan nona Leirion, pedang itu pun kini sudah dipegang oleh nona Leirion dengan nggunakan tangan kanannya. Setelah itu, nona Leirion natap tajam ke arah depannya sambil gang pedang itu.
"Sudah waktunya untuk ngakhiri permainan ini," ucap nona Leirion.
Setelah itu, nona Leirion langsung lesat dengan cepat ke depan.
-
Kembali ke tempat Nexus berada.
Nexus baru saja ngalahkan tubuh nona Leirion yang lain di tempatnya berada saat ini. Setelah dikalahkan, tubuh nona Leirion itu lagi-lagi berubah njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam. Nexus tidak ngatakan apa-apa setelah lihat tubuh nona Leirion yang berubah njadi kelopak-kelopak, mungkin karena dia sudah sering ngalami ini sebelumnya. Dia hanya lihat ke arah tubuh nona Leirion dengan nafas yang terengah-engah karena dia sudah sangat kelelahan.
*Haaaahh *Haaaahhhh
Setelah tubuh nona Leirion sudah berubah njadi kelopak-kelopak bunga seluruhnya, Nexus yang kelelahan pun bersiap untuk lawan tangkai-tangkai bunga yang kembali bergerak untuk nyerangnya. Lalu, ketika Nexus sedang bersiap, tiba-tiba dia rasakan ada sesuatu yang lesat dengan cepat dari arah kanannya. Nexus pun langsung noleh ke arah kanannya dan kemudian dia lihat nona Leirion yang sedang lesat dengan cepat sambil gang sebuah pedang di tangan kanannya. Nexus pun terkejut ketika lihat nona Leirion yang sedang gang pedang itu.
"Apa?! Sebuah pedang?!,"
"Aku rasakan adanya bahaya yang sangat besar dari pedang itu. Aku harus lakukan sesuatu," pikir Nexus.
Setelah itu, Nexus langsung gang pedang miliknya itu dan nempatkannya di depannya. Nexus lakukan itu karena dia ingin nahan serangan yang dilakukan oleh nona Leirion dengan pedangnya itu. Dia tahu kalau dia tidak akan sempat untuk nghindar, jadi dia milih untuk nahan serangan yang dilakukan oleh nona Leirion nanti dengan pedangnya. Dia juga ningkatkan kekuatan sihir cahaya yang nyelimuti pedangnya itu agar bisa nahan serangan nona Leirion.
Lalu, tepat setelah Nexus sudah bertahan dengan nggunakan pedangnya, nona Leirion pun kini sudah berada di hadapan Nexus. Setelah itu, dia bersiap untuk nyerang Nexus dengan nggunakan pedangnya.
"Maafkan aku, tuan muda. Izinkan aku untuk minjam teknik berpedang milikmu," ucap nona Leirion.
Setelah itu, sebuah sihir kegelapan yang sangat pekat tiba-tiba nyelimuti pedang yang dipegang oleh nona Leirion. Kemudian, nona Leirion pun lancarkan sebuah serangan tebasan ke arah Nexus.
~Secret Demonic Sword Art : Hel Snijder~
Nona Leirion pun nebas Nexus mulai dari sisi kanan tubuhnya hingga ke sisi kiri tubuhnya. Tepat setelah nona Leirion selesai lakukan serangan tebasan, objek yang berada di sebelah kanan Nexus hingga ke sebelah kirinya seperti pepohonan ataupun tangkai-tangkai bunga yang muncul di seluruh hutan itu tiba-tiba terbelah njadi 2 secara bersamaan. Objek yang terbelah njadi 2 itu tidak hanya objek yang berada di dekat Nexus saja, tetapi semua objek yang berada dalam radius 100 hingga 200 ter dari sebelah kanan Nexus hingga ke sebelah kirinya juga ikut terbelah njadi 2.
Disaat yang bersamaan dengan terbelahnya objek-objek yang berada di sebelah kanan hingga sebelah kiri Nexus, pedang Nexus yang sudah diselimuti oleh sihir cahaya pun ikut terbelah njadi 2. Tubuhnya yang tidak terlindungi oleh pedangnya itu karena pedangnya sudah terbelah njadi 2 pun terkena serangan tebasan yang dilancarkan oleh nona Leirion dengan telak. Bagian bawah dadanya ngalami luka robek yang sangat parah setelah terkena serangan tebasan nona Leirion. Bahkan saking parahnya, luka robek yang dialaminya itu sudah mperlihatkan bagian dalam dari bagian bawah dadanya itu. Tidak hanya bagian bawah dadanya saja yang ngalami luka robek yang cukup parah itu, lengan kirinya pun juga ngalami luka robek yang cukup parah hingga hampir putus karena ikut terkena serangan tebasan yang dilakukan oleh nona Leirion. Nexus pun juga ngalami muntah darah setelah terkena serangan tebasan itu.
"Apa-apaan serangan tebasannya itu?! Aku tidak bisa nahannya sama sekali?!," pikir Nexus dengan ekspresi yang terkejut.
Lalu setelah terkena serangan tebasan itu dengan telak, Nexus pun langsung terhempas beberapa ter ke belakang. Dia berhenti terhempas setelah nabrak dan nghantam pepohonan yang sudah tumbang karena terkena efek serangan tebasan yang dilancarkan oleh nona Leirion.
Nexus pun lalu duduk bersandar di pepohonan yang dihantamnya itu. Dia terlihat masih tersadar skipun sudah terkena serangan nona Leirion. Tetapi dia sudah tidak bisa bergerak lagi. Wajahnya pun terlihat sangat lemas.
"Aku tidak bisa nggerakkan tubuhku sama sekali. Apakah ini akhir dari hidupku?," pikir Nexus.
Setelah Nexus mikirkan itu, terdengar langkah kaki yang sedang ndekat ke arah Nexus. Nexus yang ndengar suara langkah kaki itu pun langsung nggerakkan kedua matanya untuk lihat siapa pemilik langkah kaki itu. Nexus sama sekali tidak bisa nggerakkan kepalanya jadi dia hanya bisa nggerakkan kedua matanya untuk lihat siapa pemilik langkah kaki itu. Setelah nggerakkan kedua matanya ke arah suara langkah kaki itu berasal, Nexus lihat nona Leirion yang sedang berjalan perlahan ke arahnya. Nona Leirion terlihat masih gang pedang miliknya itu. Tetapi tidak lama kemudian, pedang miliknya itu tiba-tiba berubah kembali njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam. Kelopak-kelopak bunga itu pun beterbangan di tempat reka berada. Kini nona Leirion ndekati Nexus tanpa gang pedang atau senjata sama sekali.
Nona Leirion terus berjalan ndekati Nexus. Lalu ketika nona Leirion sudah berada dekat dengan Nexus, nona Leirion pun berhenti berjalan. Nona Leirion lalu ngatakan sesuatu kepada Nexus sambil lihat ke arahnya.
"Apa cuma segini saja kekuatan komandan pertama dari organisasi yang ingin musnahkan ras malaikat? Padahal teknik tebasan yang aku gunakan tadi tidaklah sempurna, tetapi kamu tetap terluka parah seperti ini. Jika tebasan yang aku gunakan itu sempurna sama seperti yang digunakan oleh tuan muda, kamu saat ini mungkin sudah mati dengan kondisi tubuh yang terbelah njadi 2," ucap nona Leirion.
Nexus hanya terdiam saja sambil lihat ke arah nona Leirion. Dia hanya terdiam karena dia sudah tidak bisa berbicara sama sekali.
"Organisasi kalian tidak akan pernah bisa musnahkan ras malaikat. Kalian mungkin bisa lawan dan mbunuh malaikat-malaikat yang setara dengan iblis tingkat rendah dan nengah. Kalian juga mungkin bisa lawan dan mbunuh beberapa malaikat yang setara dengan iblis tingkat tinggi. Tetapi kalian tidak akan bisa lawan kekuatan tempur utama reka yaitu para ’Archangel Commanders’. Para ’Archangel Commanders’ miliki kekuatan yang setara dengan kami, para ’Demon Sovereign Commanders’,"
"Bahkan aku yang rupakan komandan terlemah dari 8 ’Demon Sovereign Commanders’ yang ada pun kamu sebagai komandan pertama organisasi itu tidak bisa lawan apalagi mbunuhku. Apalagi jika kalian nanti berhadapan dengan para ’Archangel Commanders’, kalian pasti akan langsung dibasmi oleh reka semua,"
"Aku pikir kalian sangat kuat sampai kalian dengan percaya dirinya bilang ingin mbasmi semua ras malaikat, tetapi ternyata kekuatan kalian hanya segini saja," lanjut nona Leirion.
Nexus tetap terdiam setelah ndengarkan perkataan nona Leirion. ski Nexus hanya terdiam, nona Leirion terus lanjutkan perkataannya.
"Ya sudah lah. Sekarang saatnya ngakhiri ini," ucap nona Leirion.
Setelah nona Leirion ngatakan itu, tangkai-tangkai bunga yang muncul di seluruh hutan itu kembali bergerak dengan liuk-liuk. Bahkan tangkai-tangkai bunga yang sebelumnya terpotong setelah terkena tebasan yang dilancarkan oleh nona Leirion pun kini sudah pulih kembali. ski tangkai-tangkai bunga itu sudah bergerak kembali, Nexus tetap hanya diam dan tidak bergerak sama sekali. Dirinya benar-benar sudah tidak bisa bergerak. Jika tangkai-tangkai bunga itu nyerangnya, dia pun hanya bisa pasrah nerima serangan tangkai-tangkai bunga itu karena dia sudah tidak bisa bergerak lagi.
"Biasanya aku mbunuh orang-orang dengan nggunakan tangkai-tangkai bunga ini. Tangkai-tangkai bunga ini akan nusuk orang-orang yang ingin aku bunuh dan kemudian tangkai-tangkai bunga ini akan nghisap darah dan daging dari orang yang ditusuknya hingga orang itu ngering dan hanya tersisa tulang dan kulit saja,"
"Tetapi kali ini aku akan mbunuhmu dengan cara yang lain. Aku akan mbunuhmu dengan lenyapkan seluruh tubuhmu tanpa bersisa sedikitpun," ucap nona Leirion.
~Dark Flower Magic : Sunflowers of Underworld~
Setelah nona Leirion ngaktifkan sihirnya itu, tiba-tiba tanah yang ada di seluruh hutan itu dan di sekitarnya bergetar dengan sangat hebat. Getaran itu pun dirasakan oleh para iblis bawahan nona Leirion yang saat ini berada cukup jauh dari hutan tempat nona Leirion dan Nexus berada. reka semua saat ini sedang terkejut karena getaran itu.
"Getaran apa ini?," tanya salah satu iblis itu.
Sentara Agaris yang saat ini sedang dirawat oleh beberapa iblis itu terlihat lebih terkejut daripada para iblis yang lainnya.
"Getaran ini, jangan-jangan Yang Mulia Ratu akan nggunakan sihir itu?," tanya Agaris yang terkejut.
Sentara itu, di tempat nona Leirion dan Nexus berada. Nexus pun juga terkejut ketika rasakan getaran yang hebat itu. Itu terlihat dari ekspresinya sendiri dan sorot matanya.
"Getaran apa ini?," tanya Nexus.
Tidak lama setelah getaran itu tiba-tiba muncul, bunga matahari berwarna hitam dan berukuran raksasan tiba-tiba muncul di luar hutan tempat Nexus dan nona Leirion berada. Tidak hanya satu bunga matahari saja, lainkan belasan bunga matahari raksasa yang muncul di luar hutan itu. Belasan bunga matahari raksasa itu muncul dengan ngelilingi bagian luar dari hutan itu. Saat ini, seluruh hutan itu sudah dikelilingi oleh bunga matahari raksasa itu. Semua bunga matahari yang muncul itu terlihat nghadap ke arah hutan yang ada di tengahnya.
Para iblis bawahan nona Leirion terlihat terkejut dengan kemunculan bunga matahari raksasa itu.
"Apa-apaan bunga matahari raksasa itu?,"
"Apa itu salah satu sihir milik Yang Mulia Ratu?," tanya para iblis itu.
Sentara Agaris yang ngetahui tentang bunga matahari raksasa itu langsung mberi perintah kepada para iblis itu.
"Kalian semua, cepat pergi njauh dari tempat ini!!," ucap Agaris.
Sentara itu, Nexus yang masih bersandar di pohon yang dihantamnya sebelumnya terlihat juga terkejut dengan kemunculan bunga-bunga matahari raksasa itu.
"Bunga matahari raksasa? Apa yang mau dilakukan nona iblis itu?," pikir Nexus.
Setelah itu, pada mahkota bunga di bunga matahari tersebut tiba-tiba berkumpul sihir kegelapan yang sangat pekat. Sihir kegelapan yang berkumpul itu awalnya hanya sedikit dan berukuran kecil, namun secara perlahan sihir itu bertambah banyak dan ukurannya pun bertambah besar.
Nexus yang lihat itu pun kembali terkejut. Dia sepertinya tahu apa yang akan dilakukan oleh bunga matahari raksasa itu.
"Sihir kegelapan? Jangan bilang kalau bunga-bunga raksasa itu.....," pikir Nexus.
Setelah sihir yang berkumpul di mahkota bunga itu sudah bertambah besar, nona Leirion yang saat ini masih berada di depan Nexus kemudian langsung lompat dengan tinggi di udara. Dia kemudian terbang layang ke bunga matahari raksasa yang ada di depan penglihatan Nexus. Setelah itu, dia kemudian berpijak di atas bunga matahari raksasa itu.
Setelah berpijak di atas bunga matahari raksasa itu, nona Leirion lalu ngatakan sesuatu.
"Lenyaplah," ucap nona Leirion.
Tepat setelah nona Leirion ngatakan itu, sihir kegelapan yang berkumpul di mahkota bunga-bunga matahari raksasa itu pun langsung ditembakkan ke depan. Semua bunga-bunga matahari raksasa itu telah nghadap ke arah hutan, jadi ketika sihir kegelapan itu ditembakkan, tembakkannya jelas ngarah ke hutan yang ada di hadapan reka.
Sihir kegelapan yang ditembakkan oleh bunga-bunga matahari raksasa itu pun langsung lesat ke arah hutan itu. Nexus yang masih terkejut terlihat hanya pasrah saja ketika sihir-sihir kegelapan itu sudah mau ndekat ke hutan tempat dia berada saat ini.
"Sepertinya ini mang akhir bagiku. Maafkan aku karena tidak bisa nemani anda untuk ncapai tujuan anda, tuan Raven," pikir Nexus.
Tepat setelah Nexus mikirkan itu, sihir-sihir kegelapan yang ditembakkan itu pun mulai ngenai hutan itu satu persatu. Setelah sihir-sihir kegelapan yang ditembakkan itu ngenai hutan itu, ledakan sihir kegelapan yang sangat besar pun langsung muncul. Ledakan sihir kegelapan yang sangat besar itu pun langsung nyelimuti seluruh hutan itu dan sekitarnya.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)