Font Size
15px

Setelah Nexus nembak nona Leirion sehingga mbuat pipi kanannya terluka, nona Leirion terus natap ke arah Nexus yang masih ngarahkan senapannya ke arah nona Leirion.

"Tambahan kekuatan dari percobaan yang dilakukan pada jasadku? Hmmm begitu ya, hal ini njadi masuk akal. Aku pernah ndengar ada serangan yang dilakukan oleh iblis di beberapa kerajaan atau wilayah tertentu yang ada di benua utara. Anehnya, dari ras iblis sendiri tidak ada yang diperintahkan untuk nyerang kerajaan atau wilayah tertentu yang ada di benua utara itu. Jadi iblis-iblis itu rupakan milik organisasi kalian. Kalian telah nciptakan iblis milik kalian sendiri dengan nggunakan jasad dari ras iblis," ucap nona Leirion.

"Itu benar. Daripada itu, kelihatannya kamu tahu beberapa informasi yang ada di benua utara, bahkan kamu tahu tentang organisasiku padahal kamu dan ras iblis lainnya tinggal di benua ini yaitu benua selatan. Sepertinya ras iblis sendiri juga sudah lakukan pergerakan secara diam-diam di benua utara," ucap Nexus.

Nona Leirion hanya terdiam setelah ndengarkan perkataan Nexus. ski nona Leirion hanya terdiam, Nexus terus lanjutkan perkataannya.

"Ini informasi yang narik. Aku sebelumnya mang nduga kalau kalian nantinya akan ndeklarasikan ’Great Holy War’ lagi, namun aku tidak nyangka kalau kalian sudah lakukan pergerakan di benua utara. Tetapi apapun itu, organisasi kami tidak peduli dengan pergerakan yang dilakukan oleh ras iblis. Organisasi kami akan tetap pada tujuan utama kami yaitu nghabisi ras Malaikat. Karena kalian, ras Iblis tidak mau bekerja sama, setidaknya jangan ngacaukan rencana kami," ucap Nexus.

Nona Leirion terlihat hanya diam saja setelah ndengar perkataan Nexus. Saat nona Leirion sedang terdiam, terlihat luka yang ada di pipi kanannya tiba-tiba mulai sembuh dengan sendirinya. Nexus pun natap tajam ke arah nona Leirion ketika luka yang ada di pipi kanan nona Leirion tiba-tiba mulai sembuh.

"Lukanya di pipi kanannya tiba-tiba sembuh? Apa dia nggunakan sihir penyembuhan? Tetapi aku tidak lihatnya nggunakan sihir. Dia pun juga tidak nggumamkan sesuatu namun tiba-tiba luka di pipi kanannya itu sembuh dengan sendirinya," pikir Nexus.

Sentara itu, para iblis yang sebelumnya terkejut dengan ledakan cahaya yang tiba-tiba muncul di laut Sangu Mare, kini noleh dan lihat kembali arah Nexus. reka semua kini sedang bersiap untuk nyerang Nexus dengan nggunakan sihir dan senjata reka masing-masing.

"Kami sempat terkejut dengan ledakan bercahaya yang tiba-tiba muncul tadi, tetapi kami tidak lupa kalau sebelumnya kamu telah nembak Yang Mulia Ratu. Kamu pun berkata kalau kamu akan mbunuh Yang Mulia Ratu. ndengarmu ngatakan hal itu, apa kamu pikir kami akan diam saja?,"

"Manusia sepertimu mana mungkin bisa mbunuh Yang Mulia Ratu,"

"Jika kamu ingin mbunuh Yang Mulia Ratu, kamu harus nghabisi kami semua terlebih dahulu. Tetapi kamu pastinya juga tidak mungkin bisa nghabisi kami semua. Jumlah kami ada banyak, sedangkan kamu hanya seorang diri,"

"Lebih baik kamu nyerah saja, manusia," ucap para iblis itu.

Para Iblis itu lalu mulai bergerak untuk ndekat dan nyerang Nexus. lihat para iblis itu yang sudah mulai bergerak, Nexus lalu ngambil satu senapan kecil miliknya lagi yang ada di pinggangnya dengan tangan kirinya. Setelah itu, Nexus dengan cepat langsung nembaki para iblis itu dengan senapan yang baru diambilnya.

Peluru yang ditembakkan oleh senapan milik Nexus pun lesat ke arah salah satu iblis yang bergerak ke arahnya. Namun sebelum peluru itu ngenai salah satu iblis itu, peluru itu tiba-tiba ledak saat sedang lesat. Ledakan pada peluru itu hanyalah ledakan kecil, bukan ledakan besar. Lalu setelah peluru itu ledak, dari ledakan itu tiba-tiba muncul banyak cahaya laser berwarna putih keemasan. Cahaya-cahaya laser itu lalu lesat ke para iblis yang sedang bergerak untuk nyerang Nexus. Cahaya laser itu lesat dengan sangat cepat sampai mbuat para iblis itu tidak sempat untuk bertahan atau nghindari dari cahaya laser itu. reka pun terkena serangan cahaya laser itu dengan telak. Bagian tubuh reka seperti kepala, dada, perut dan yang lainnya yang terkena cahaya laser itu langsung berlubang hingga tembus ke belakang. Para iblis yang terkena cahaya laser itu pun tumbang dan tergeletak di tanah. Darah pun mulai keluar dari lubang yang ada pada tubuh reka. Tidak lama kemudian, darah reka pun mulai mbanjiri tanah tempat reka tergeletak.

Sentara itu, setelah cahaya-cahaya laser itu ngenai tubuh para iblis itu, ada sebuah cahaya laser yang sedang lesat dengan cepat ke arah nona Leirion. Cahaya laser itu lesat tepat ke arah kepala nona Leirion. Tetapi sebelum cahaya laser itu ngenai kepala nona Leirion, nona Leirion telah lebih dulu miringkan kepalanya untuk nghindari cahaya laser itu. Cahaya laser itu pun hanya lewati bagian samping kepala nona Leirion tanpa sedikitpun lukainya. Kali ini, nona Leirion berhasil nghindari serangan itu dengan sempurna.

Setelah nghindari cahaya laser itu, nona Leirion lalu lihat ke arah para iblis yang tergeletak di depannya. Para iblis itu adalah para iblis yang sebelumnya ingin nyerang Nexus. Tetapi sekarang reka semua tergeletak dengan keadaan bersimbah darah. Tidak tahu bagaimana keadaan reka semua. Tetapi lihat reka yang sudah bersimbah darah dan tidak bergerak lagi, bisa dipastikan kalau reka semua sudah tewas.

ski begitu, tidak semua dari iblis yang bersama nona Leirion sebelumnya telah tewas. reka yang tewas adalah reka yang bergerak ke depan untuk nyerang Nexus. Sentara reka yang tidak tewas adalah reka yang masih berada di belakang nona Leirion. reka yang berada di belakang nona Leirion awalnya juga ingin nyerang Nexus, tetapi karena reka yang berada di depan sudah tumbang lebih dulu karena serangan Nexus. reka pun milih untuk berhenti nyerang Nexus. reka yang ada di belakang kini sedang terkejut lihat rekan dan teman reka yang sudah tumbang akibat serangan Nexus.

"Apa-apaan ini? reka semua tumbang hanya dengan 1 serangan saja!?!?. Selain itu, ledakan yang terjadi di laut Sangu Mare sebelumnya dan cahaya laser barusan miliki warna yang sama yaitu warna putih keemasan. Hanya ada 1 sihir yang miliki warna seperti itu. Tetapi bagaimana bisa manusia sepertinya nggunakan sihir itu?!," pikir Agaris yang terkejut.

Agaris saat ini juga sedang berada di belakang nona Leirion bersama dengan beberapa iblis yang tersisa.

Sentara itu, setelah lihat ke arah para iblis yang tergeletak di hadapannya, nona Leirion lalu kembali lihat dan natap ke arah Nexus. Nexus terlihat sedang nodongkan kedua senapannya ke arah nona Leirion. Nona Leirion lalu lihat kedua senapan Nexus dengan teliti. Tidak lama kemudian, nona Leirion pun mulai berbicara.

"Kedua senapan yang kamu gunakan tidak terlihat seperti senjata sihir. Jadi alasan kamu bisa nggunakan sihir itu yaitu sihir cahaya bukan berasal dari senjatamu, lainkan kamu sendiri yang mang bisa nggunakan sihir cahaya,"

"Aku sedikit terkejut begitu lihatmu yang rupakan seorang manusia bisa nggunakan sihir cahaya. Normalnya, sihir cahaya hanya bisa digunakan oleh para Malaikat. Ras selain ras Malaikat tidak bisa nggunakan sihir cahaya. Tetapi ada cara lain bagi ras selain ras Malaikat untuk bisa nggunakan sihir cahaya. Pertama adalah dengan nggunakan senjata sihir yang ngandung sihir cahaya dan kedua adalah dengan ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat,"

"Karena sihir cahayamu bukan berasal dari senjatamu, itu berarti kamu sepertinya adalah orang yang ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat. Tetapi ini aneh, aku dengar orang-orang yang ndapatkan ~Blessing~ adalah orang-orang yang dekat atau miliki hubungan dengan para Malaikat. Contohnya orang-orang yang miliki jabatan penting di Holy Kingdom seperti komandan Holy Knights atau Holy Priest,"

"Apa itu berarti kamu rupakan salah satu dari orang yang miliki jabatan penting itu? Tidak, karena kamu saat ini rupakan komandan pertama Engill Forstorelse yang ingin musnahkan para Malaikat, mungkin akan lebih tepat jika disebut sebagai ’mantan’ orang yang miliki jabatan penting itu," ucap nona Leirion.

Nexus pun tersenyum setelah ndengar perkataan nona Leirion.

"Kamu tidak perlu tahu apa identitasku sebenarnya, nona Iblis. Lagipula kamu sendiri juga tidak mberitahuku identitasmu yang sebenarnya. Namun setidaknya aku sedikit tahu tentang kamu setelah ndengar para iblis tadi manggilmu dengan sebutan ’Yang Mulia Ratu’. Itu berarti kamu rupakan seorang Ratu dari salah satu kerajaan yang sepertinya ada di benua selatan ini. Aku pernah dengar kalau semua kerajaan atau negara yang ada di benua selatan ini dipimpin oleh seorang iblis tingkat tinggi, skipun kerajaan atau negara itu rupakan kerajaan atau negara yang mayoritas penduduknya bukanlah ras Iblis. Ini semua njadi masuk akal," ucap Nexus.

Nona Leirion hanya terdiam setelah ndengar perkataan Nexus. ski nona Leirion hanya terdiam, Nexus kembali lanjutkan perkataannya.

"Seorang iblis tingkat tinggi sekaligus seorang Ratu, jika aku ngalahkan dan mbunuhmu, apa itu berarti aku akan ndapatkan kerajaanmu juga?," tanya Nexus.

Setelah itu, Nexus nembakkan kedua senapan yang ada di kedua tangannya secara bersamaan.

~Light Magic : Giant Light Cannon~

Sebuah cahaya berbentuk bola yang berukuran sangat besar pun langsung tercipta setelah Nexus nembakkan kedua senapannya secara bersamaan. Cahaya berbentuk bola itu langsung lesat dengan cepat ke arah nona Leirion. Nona Leirion terlihat hanya biasa saja ketika lihat cahaya berbentuk bola itu sedang lesat ke arahnya, sentara para iblis yang ada di belakang nona Leirion terlihat panik.

"Itu berbahaya, Yang Mulia Ratu!!,"

"nghindarlah, Yang Mulia Ratu!!,"

"Yang Mulia Ratu!!," ucap para iblis itu.

Para iblis itu panik karena reka khawatir terhadap nona Leirion yang ada di depan reka. ski para iblis itu sedang panik, nona Leirion masih bersikap biasa aja. Lalu, ketika cahaya berbentuk bola yang lesat itu sudah berada dekat dengan nona Leirion, nona Leirion lalu ngangkat tangan kanannya secara perlahan lalu ngarahkannya ke arah cahaya berbentuk bola itu.

Nona Leirion berniat untuk lakukan sesuatu terhadap cahaya berbentuk bola yang sedang lesat ke arahnya itu. Namun sebelum nona Leirion mau lakukan sesuatu, seseorang yang berada di belakang nona Leirion tiba-tiba lesat lewati nona Leirion. Setelah itu, dia pun langsung motong cahaya berbentuk bola itu dengan nggunakan pedang miliknya.

~Demonic Sword Art: Hundred Slashes of Darkness~

Orang itu nebas cahaya berbentuk bola itu dengan banyak tebasan dalam waktu singkat. Cahaya berbentuk bola itu pun langsung terbelah njadi pecahan-pecahan kecil. Setelah itu, pecahan-pecahan kecil dari cahaya berbentuk bola itu pun secara perlahan mulai nghilang. Cahaya berbentuk bola itu pun berhasil diatasi oleh orang itu. Nexus terlihat sedikit terkejut ketika lihat cahaya berbentuk bola yang ditembakkannya telah nghilang setelah sebelumnya dipotong-potong oleh orang itu.

"nebas sihirku dengan banyak tebasan dalam waktu yang singkat, teknik pedang yang luar biasa," pikir Nexus.

Sentara itu, setelah cahaya berbentuk bola itu telah nghilang, nona Leirion yang sebelumnya berniat lakukan sesuatu terhadap cahaya berbentuk bola itu, kemudian natap ke orang yang ada di hadapannya. Orang itu terlihat sedang gang pedang yang telah diselimuti oleh sihir kegelapan yang sangat pekat. Selain itu, seluruh tubuh orang itu saat ini juga sedang diselimuti oleh sihir kegelapan. Sihir kegelapan yang nyelimuti tubuh orang itu bahkan mbuat orang itu terlihat seperti ngenakan sebuah full armor yang nutupi seluruh tubuhnya.

"Agaris...," ucap nona Leirion sambil natap orang itu.

Orang yang ada dihadapan nona Leirion ternyata adalah Agaris. Agaris sebelumnya hanya berpenampilan biasa, bahkan pedangnya pun belum diselimuti oleh sihir kegelapan. Tetapi kini, baik seluruh tubuhnya maupun pedangnya itu telah diselimuti oleh sihir kegelapan.

"Maafkan saya, Yang Mulia Ratu. Sebelumnya saya sudah mbuat manusia itu nyerang anda seenaknya, padahal sudah njadi tugas saya untuk lindungi anda. Jadi kali ini saya harus njalankan tugas saya untuk lindungi anda," ucap Agaris.

Nona Leirion terdiam setelah ndengar perkataan Agris. ski nona Leirion hanya terdiam, Agaris terus lanjutkan perkataannya.

"Yang Mulia Ratu, saya miliki permintaan," ucap Agaris.

Nona Leirion yang sebelumnya terdiam, kini mulai nanggapi perkataan Agaris.

"Permintaan apa?," tanya nona Leirion.

"Izinkan saya lawan manusia itu, Yang Mulia Ratu. Saya harus mberinya pelajaran karena manusia itu sempat nyerang anda sebelumnya. Selain itu, manusia itu juga telah mbunuh para anak buah saya. Saya harus mbalas kematian reka," ucap Agaris.

Nona Leirion pun terdiam sejenak setelah ndengarkan perkataan Agaris. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara.

"Baiklah, aku izinkan," ucap nona Leirion.

"Terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucap Agaris.

Setelah itu, Agaris terlihat sedang bersiap untuk lakukan serangan. Agaris pun juga sedang lihat dan natap ke arah Nexus.

"Hei, manusia. Aku akan mbuatmu ’mbayar harga’ karena telah nyerang Yang Mulia Ratu dan mbunuh para anak buahku," ucap Agaris.

Kemudian, Agaris pun lesat dengan sangat cepat ke arah Nexus. Nexus pun terkejut ketika lihat Agaris yang lesat dengan sangat cepat ke arahnya.

"Cepatnya!," pikir Nexus.

Tidak lama kemudian, Agaris pun kini sudah berada di hadapan Nexus. Setelah itu, Agaris pun langsung nyerang Nexus dengan pedangnya.

"Matilah kau, manusia," ucap Nexus.

Kemudian, sebuah ledakan besar yang berasal dari sihir kegelapan pun langsung tercipta setelah Agaris nyerang Nexus dengan pedangnya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 475 : Identitas Sebenarnya on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.