Font Size
15px

Kembali ke salah satu ruangan yang ada di kediaman Duke Louis.

Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat sangat terkejut setelah aku mberitahu reka tentang impianku.

"rubah dunia ini njadi tempat dimana semua ras bisa hidup berdampingan?!," ucap Duke Louis yang terkejut.

"Apa kamu serius ngatakan itu, Rid?! Untuk mbuat beberapa ras lain hidup berdampingan mungkin bisa dilakukan, tetapi tidak mungkin itu bisa dilakukan kepada ras iblis dan ras malaikat. reka sudah bermusuhan sejak dulu, bahkan ’Great Holy War’ yang terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu rupakan hasil permusuhan dari kedua ras itu. Hanya karena permusuhan dari kedua ras itu, seluruh ras yang ada di dunia ini pun juga terlibat dalam perang itu,"

"Mungkin sekarang situasi dari dunia ini sedang damai karena kedua ras itu sedang lakukan gencatan senjata. Tetapi bukankah kamu ndengar langsung dari komandan pasukan iblis yang mbunuh tuan Remy kalau ras iblis sedang bersiap untuk ndeklarasikan ’Great Holy War’ lagi? Itu berarti skipun reka saat ini sedang lakukan gencatan senjata, reka terus bermusuhan. Permusuhan yang terjadi di antara reka tidak akan pernah hilang. Mustahil bagimu untuk bisa nyatukan kedua ras itu, Rid," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, Rid. Maaf apabila aku berkata sepert ini, tetapi aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Arlet. Impianmu itu sulit untuk dilakukan," ucap Duke Louis.

Aku tahu kalau impianku itu sulit dilakukan, bahkan mungkin mustahil. Tetapi setelah ndengar perkataan Duke Louis dan Duchess Arlet, aku lalu mberikan reka penjelasan.

"Aku tahu, paman Louis, bibi Arlet. Semua orang yang telah ngetahui impianku juga berkata kalau impianku itu mustahil. Bahkan ada beberapa dari reka yang nertawaiku setelah ndengarkan impianku, di antaranya Leandra dan Lily. Tetapi ski orang-orang berkata kalau impianku itu mustahil, aku akan tetap wujudkan impianku. Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang impianku itu," ucapku.

"Tunggu sebentar. Kamu bilang kalau Leandra dan Lily termasuk dari orang-orang yang nertawakan impianmu? Apa itu berarti reka berdua juga telah ngetahui impianmu?," tanya Duchess Arlet.

"Iya, aku telah mberitahu reka berdua tentang impianku. Tidak hanya reka berdua saja yang telah ngetahui tentang impianku, Irene juga telah ngetahuinya," ucapku.

"Irene juga telah ngetahuinya?," ucap Duchess Arlet yang terlihat sedikit terkejut.

"Apa tanggapan Irene setelah nngetahui impianmu?," tanya Duke Louis.

"Irene terlihat biasa saja setelah ngetahui tentang impianku. Dia tidak ngatakan kalau impianku adalah hal yang mustahil ataupun nertawakan impianku. Dia justru marah kepada Leandra dan Lily setelah reka berdua nertawakan impianku," ucapku.

"Begitu ya. Jadi Irene hanya bersikap saja setelah ngetahui tentang impianmu," ucap Duke Louis.

"Iya, paman Louis," ucapku.

Setelah itu, Duchess Arlet pun kembali berbicara.

"Jika mang itu adalah impianmu, itu berarti kamu nantinya akan pergi ngelilingi dunia ini. Kamu bahkan mungkin akan pergi ke benua selatan tempat ras iblis tinggal," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, bibi Arlet. Untuk wujudkan impianku, aku harus pergi ngelilingi dunia ini. Tidak mungkin aku hanya netap di kerajaan ini saja," ucapku.

"Tetapi saat ini kamu rupakan pacar Irene. Jika kamu pergi ngelilingi dunia untuk wujudkan impianmu, bagaimana dengan Irene? Apa kamu akan mbawa Irene untuk ikut bersamamu? Jika iya, mungkin aku akan sedikit tidak setuju. Aku tidak bisa mbiarkan Irene pergi untuk wujudkan impianmu yang mustahil itu," ucap Duchess Arlet.

"Arlet?!," ucap Duke Louis.

Duke Louis terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Duchess Arlet. Sepertinya beliau tidak nyangka kalau Duchess Arlet akan ngatakan hal itu.

"Maafkan aku jika aku berkata seperti ini, Rid. Tetapi aku masih tetaplah ibunya Irene. Aku tidak bisa mbiarkan Irene pergi untuk nemanimu wujudkan impianmu. Selain mustahil, untuk wujudkan impianmu juga pastinya akan lalui banyak jalan yang berbahaya. Kamu pasti nanti akan berkonflik dan berseteru dengan ras atau kerajaan lain. Dan karena impianmu adalah untuk nyatukan seluruh dunia ini, kamu pastinya akan bertemu dengan ras Malaikat dan ras Iblis. Kamu mungkin akan berseteru atau berkonflik dengan kedua ras itu. Aku tidak bisa mbiarkan Irene ikut terlibat dalam hal itu," ucap Duchess Arlet.

"Aku paham, bibi Arlet. Aku juga tidak akan maksa untuk mbawa Irene untuk ikut dalam perjalananku untuk wujudkan impianku. Aku sadar kalau perjalanan untuk wujudkan impianku itu rupakan perjalanan yang berbahaya. Aku mungkin tidak akan bisa lindungi orang yang lain yang ikut dalam perjalananku,"

"Aku juga tidak ingin terburu-buru untuk wujudkan impianku itu. Aku masih perlu waktu untuk bersiap. Salah satu persiapan yang aku butuhkan adalah dengan njadi lebih kuat. Aku sadar kalau aku yang sekarang belum bisa ngalahkan orang-orang kuat yang ada di dunia ini, contohnya seperti komandan pasukan iblis yang mbunuh tuan Duke Remy,"

"Saat itu, aku pernah lawannya sebentar dan aku dikalahkan olehnya dengan telak. Untuk wujudkan impianku, tentunya aku pasti akan bertemu dan berhadapan dengan orang-orang kuat sepertinya. Aku harus bertambah kuat sampai aku setidaknya bisa seimbang ketika berhadapan dengan orang-orang seperti reka. Akan lebih baik lagi kalau aku bisa njadi lebih kuat dari reka dan bahkan njadi orang terkuat di dunia ini. Dengan begitu, aku akan lebih mudah untuk wujudkan impianku," ucapku.

Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat sedikit terkejut dengan apa yang aku katakan.

"njadi orang terkuat di dunia ini?," tanya Duke Louis.

"Kamu serius ngatakan itu, Rid?," tanya Duchess Arlet.

"Aku serius. Jika aku bisa njadi orang terkuat di dunia ini, orang-orang di dunia ini tentu akan ngikuti apa yang aku katakan. Bukankah cara kerja dunia ini mang seperti itu? Orang yang lemah akan ngikuti perintah dari orang yang lebih kuat. Itu juga berlaku bagi kedua ras terkuat di dunia ini yaitu ras Malaikat dan ras Iblis. Pemimpin masing-masing ras, tentu saja rupakan orang terkuat dari ras reka masing-masing. Karena reka rupakan orang terkuat di ras reka, makanya semua orang yang ada di ras reka tunduk pada reka. Itu juga berlaku terhadap ras lain di dunia ini bahkan berlaku juga untuk kerajaan-kerajaan di dunia ini,"

"Karena itu, jika aku bisa njadi orang terkuat di dunia ini, njadi orang terkuat yang lebihi pemimpin ras Malaikat dan pemimpin ras Iblis yang rupakan kedua ras terkuat di dunia ini, maka semua orang di dunia ini pastinya akan ngikuti dan nuruti apa yang akan aku katakan. Jika aku minta reka untuk berdamai, reka pastinya akan nurutinya," ucapku.

Duke Louis dan Duchess Arlet pun kembali terkejut dengan apa yang aku katakan.

"Aku sudah terkejut ketika kamu bilang kalau kamu ingin mbuat dunia ini njadi satu, tetapi kali ini kamu kembali mbuatku terkejut dengan berkata kalau kamu ingin njadi orang terkuat di dunia ini. Itu hal yang mustahil, Rid!," ucap Duke Louis.

"Itu benar, mustahil kamu bisa njadi orang terkuat di dunia ini. Aku tahu kalau kamu itu kuat, tetapi kamu ini hanyalah seorang manusia. Tidak mungkin kamu bisa njadi lebih kuat dari pemimpin ras Iblis dan pemimpin ras Malaikat yang rupakan kedua ras terkuat di dunia ini!," ucap Duchess Arlet.

"Jika aku hanya berbicara saja tanpa lakukan apa-apa, mungkin mang itu hal yang mustahil. Tetapi jika aku terus berlatih, hal itu bukanlah hal yang mustahil. Untuk itu, mulai sekarang aku akan berlatih lebih keras sebagai persiapan untuk wujudkan impianku itu,"

"Selain itu, aku tidak peduli perkataan orang lain. Jika orang lain bilang kalau impianku itu adalah hal yang mustahil, aku akan tetap wujudkan impianku itu," ucapku.

Duke Louis dan Duchess Arlet pun terdiam setelah ndengar perkataanku. lihat reka yang terdiam, aku lalu mulai berbicara kembali. Kali ini aku berbicara untuk minta maaf kepada reka.

"Mungkin apa yang aku katakan barusan sedikit tidak sopan. Oleh karena itu, aku minta maaf, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.

Duke Louis dan Duchess Arlet yang awalnya terdiam pun mulai berbicara kembali setelah ndengar aku yang tiba-tiba minta maaf kepada reka.

"Aku juga minta maaf karena telah ngatakan kalau impianmu itu adalah hal yang mustahil. Aku secara tidak sengaja langsung ngatakan hal itu setelah ndengar impianmu," ucap Duke Louis.

"Aku juga sama, aku minta maaf, Rid," ucap Duchess Arlet.

"Tidak apa-apa, paman Louis, bibi Arlet. Kalian tidak perlu minta maaf, lagipula aku sudah sering ndengar tanggapan orang lain tentang impianku itu. Semuanya bilang kalau impianku itu mang adalah hal yang mustahil," ucapku.

Duke Louis dan Duchess Arlet pun kembali terdiam setelah ndengar perkataanku. ski reka terdiam, aku terus lanjutkan perkataanku.

"Itu saja yang ingin aku bicarakan, bibi Arlet. Aku hanya ingin mbicarakan tentang cara ngendalikan tekanan aura. Karena pembicaraan tentang itu sudah selesai maka sudah tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan dengan bibi Arlet maupun paman Louis. Apa bibi Arlet dan paman Louis masih ada yang ingin dibicarakan denganku?," tanyaku.

Duke Louis dan Duchess Arlet kemudian saling bertatapan. Setelah itu, Duke Louis dan Duchess Arlet pun mulai berbicara.

"Tidak ada, Rid," ucap Duke Louis.

"Aku juga tidak ada yang ingin dibicarakan lagi denganmu, Rid," ucap Duchess Arlet.

"Jika tidak ada lagi yang ingin paman Louis dan bibi Arlet bicarakan denganku, kalau begitu aku izin pamit dulu. Aku ingin kembali ke ruanganku," ucapku.

"Baiklah, silahkan, Rid," ucap Duke Louis.

"Aku permisi dulu, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.

Setelah itu, aku pun bangun dari tempat dudukku dan langsung bergegas pergi ke pintu keluar ruangan tempat kami berada. Setelah aku sudah sampai di pintu keluar itu, aku lalu mbuka pintu itu untuk bisa keluar. Saat aku sudah mbuka pintu itu, tiba-tiba Duke Louis ngatakan sesuatu kepadaku.

"Terima kasih karena telah luangkan waktumu untuk datang kesini, Rid," ucap Duke Louis.

Aku lalu noleh ke arah Duke Louis dan langsung nanggapi perkataannya.

"Sama-sama, paman," ucapku.

Setelah itu, aku lalu pergi keluar dari ruangan itu sekaligus nutup pintu keluar ruangan itu dari luar.

-

Kembali ke tempat nona Leirion berada.

Nona Leirion terlihat bingung dengan perkataan Nexus sebelumnya.

"Bekerja sama untuk musnahkan ras Malaikat katamu?," tanya nona Leirion.

"Iya," ucap Nexus.

"skipun kamu dari benua utara, tetapi organisasi kamu miliki tujuan untuk musnahkan ras Malaikat yang rupakan ras terkuat di benua utara?," tanya nona Leirion.

Nona Leirion terdiam sesaat sambil mikirkan sesuatu setelah nanyakan hal itu. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Begitu ya. Organisasi di benua utara yang ingin musnahkan ras Malaikat, jadi kamu rupakan anggota dari Engill Forstorelse," ucap nona Leirion.

Nexus terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan nona Leirion.

"Aku terkejut kamu tahu tentang organisasi kami, nona Iblis," ucap Nexus.

"Aku hanya tahu sedikit informasi tentang organisasi kalian. Aku dengar organisasi kalian sedang rencanakan untuk rebut kerajaan atau negara yang ada di benua Utara untuk njadi sekutu kalian untuk lawan ras Malaikat," ucap nona Leirion.

"Iya, itu benar. Sesuai yang kamu katakan sebelumnya, aku adalah anggota dari Engill Forstorelse. Lebih tepatnya, aku rupakan komandan pertama dari organisasi itu. Namaku adalah Nexus, Nexus Ethelbert," ucap Nexus.

"Begitu ya, jadi kamu adalah komandan pertama dari Engill Forstorelse," ucap nona Leirion.

"Bagaimana denganmu, nona iblis? Siapa namamu dan juga siapa kamu sebenarnya?," tanya Nexus.

Nona Leirion pun terdiam setelah ndengar pertanyaan Nexus. ski nona Leirion terdiam, Nexus terus lanjutkan perkataannya.

"Aku tahu kalau kamu rupakan salah satu iblis tingkat tinggi, tetapi aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya," ucap Nexus.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, lagipula saat ini kita sedang tidak dalam sesi perkenalan," ucap nona Leirion sambil natap tajam ke arah Nexus.

Nexus terlihat biasa saja ski ditatap oleh nona Leirion.

"Baiklah kalau begitu. Jadi bagaimana dengan penawaran yang aku berikan barusan? Aku ingin organisasiku dan kamu-, tidak, maksudnya organisasiku dan seluruh ras iblis bekerja sama untuk musnahkan ras Malaikat. Karena kamu rupakan iblis tingkat tinggi, kamu pastinya miliki hubungan dekat dengan Raja Iblis yang rupakan pemimpin dari ras Iblis sekaligus pemimpin di benua selatan ini. Tolong beritahukan kepada Raja Iblis tentang penawaranku ini," ucap Nexus.

Setelah ndengar Nexus berbicara, nona Leirion langsung nanggapi perkataan Nexus.

"Aku tidak akan mberitahukan penawaranmu itu kepada Yang Mulia Raja Iblis," ucap nona Leirion.

Nexus terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan nona Leirion.

"Kenapa?," tanya Nexus.

"Tujuan ras Iblis dan organisasimu mungkin sama yaitu untuk ngalahkan dan musnahkan ras Malaikat. Tetapi setelah ras Malaikat musnah, apa yang akan dilakukan oleh organisasi kalian? Untuk ras Iblis, setelah ras Malaikat musnah, tentu saja ras Iblis akan njadi pemimpin bagi seluruh dunia ini. Seluruh dunia ini akan njadi milik ras Iblis. Tetapi bagaimana dengan kalian? Apa kalian setuju untuk berada dibawah kepemimpinan ras iblis setelah musnahnya ras Malaikat?," tanya nona Leirion.

Nexus terdiam setelah ndengar perkataan nona Leirion. ski Nexus terdiam, nona Leirion terus lanjutkan perkataannya.

"Lalu, ski aku mberitahukan penawaranmu ini kepada Yang Mulia Raja Iblis, aku yakin beliau akan nolaknya. Ras iblis bukanlah ras yang lemah sampai harus bekerja sama dengan ras atau organisasi lain. Lagipula prinsip ras iblis bukanlah bekerja sama secara setara dengan ras atau organisasi lain lainkan mbuat ras atau organisasi lain itu njadi bagian dari ras iblis. Jika organisasimu ingin bekerja sama dengan ras iblis, organisasimu harus njadi bagian dari ras iblis dan organisasimu harus mau tunduk dan matuhi perintah dari ras iblis," ucap nona Leirion.

Nexus yang awalnya terdiam, kali ini langsung nanggapi perkataan nona Leirion.

"Begitu ya. Sayang sekali, sepertinya pemimpin kami tidak mau dipimpin oleh orang lain. Jadi beliau tidak mau tunduk atau matuhi perintah siapapun termasuk Raja Iblis," ucap Nexus.

"Itu berarti kesepakatannya batal. Organisasimu dan ras Iblis tidak akan bekerja sama," ucap nona Leirion.

Nexus pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Leirion. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Yah, apa boleh buat jika penawaran kerja samanya tidak berhasil. Sayang sekali, aku tidak bisa minta ras iblis untuk mbantu dalam nghabisi ras Malaikat. Kalau begitu, lebih baik aku mbunuhmu saja," ucap Nexus.

Setelah itu, Nexus secara tiba-tiba langsung ngambil sebuah senapan pendek di pinggangnya. Kemudian, dia dengan cepat langsung nembakkan senapannya itu ke arah nona Leirion. Peluru dari senapan Nexus pun lesat dengan cepat ke arah nona Leirion, tepatnya ke kepalanya. Tetapi ski peluru itu lesat dengan cepat, peluru itu dapat dengan mudah dihindari oleh nona Leirion dengan nggerakkan kepalanya ke samping. Peluru itu pun lalu lesat cepat ke arah laut Sangu Mare yang ada di cukup jauh di belakang nona Leirion. Tidak lama kemudian, peluru itu pun ngenai air yang ada di laut Sangu Mare. Setelah itu tiba-tiba muncul ledakan cahaya yang sangat besar setelah peluru itu ngenai air. Semua iblis yang ada di dekat nona Leirion pun langsung noleh ke laut Sangu Mare untuk lihat ledakan bercahaya yang tiba-tiba muncul.

"Ledakan apa itu?," ucap salah satu iblis.

Tidak hanya para iblis itu saja, nona Leirion juga noleh sebentar ke arah laut yang ada di belakangnya untuk lihat ledakan bercahaya itu. Setelah itu, dia lihat kembali ke arah Nexus.

Ketika nona Leirion lihat ke arah Nexus, terlihat sebuah darah segar ngalir dari pipi kanannya. Terlihat ada sebuah luka pada pipi kanannya itu yang nyebabkan darah ngalir keluar. Luka di pipi kanannya itu diakibatkan oleh peluru yang ditembakkan oleh Nexus. ski sebelumnya nona Leirion berhasil nghindari peluru itu, tetapi dia tidak nghindarinya dengan sempurna yang nyebabkan peluru itu ngenai atau nyerempet pipi kanannya dan nimbulkan luka.

ski pipi kanannya sedang terluka, nona Leirion terlihat hanya diam saja sambil terus natap ke arah Nexus yang baru saja nembakinya. Kini Nexus masih ngarahkan senapannya itu ke arah nona Leirion.

"Dengan mbunuhmu yang rupakan iblis tingkat tinggi, organisasi kami akan ndapatkan tambahan kekuatan dari percobaan yang akan kami lakukan pada jasadmu nanti," ucap Nexus.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 474 : Impian Yang Mustahil on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.