Font Size
15px

"Orang sepertimu tidak berhak untuk ngatur dan rintah nona Maiden," ucap nona Laviena.

Tubuh High Priest Theodor yang kepalanya hancur setelah ditembakkan sebuah gelembung oleh nona Laviena pun langsung tumbang dan tergeletak di lantai. Darah pun ngalir deras dari leher High Priest Theodor setelah kepalanya hancur. Ratu Kayana, Duke Louis, Duchess Arlet dan yang lainnya pun sontak terkejut setelah lihat hal itu.

"Nona Komandan itu mbunuh High Priest Theodor?!," ucap Ratu Kayana.

"Apa yang sebenarnya terjadi?!," tanya Duke Louis.

Beberapa Priest yang masih tersadar setelah terkena efek tekanan aura pun juga terlihat sangat terkejut setelah lihat High Priest Theodor tiba-tiba sudah terbunuh.

"Tuan High Priest!!!," ucap beberapa Priest itu.

Sentara Remia, Willa dan Alexis, skipun reka sempat terkejut, tetapi reka tidak ngatakan sepatah katapun.

Lalu, setelah nona Laviena mbunuh High Priest Theodor, nona Laviena lalu laporkannya kembali kepada nona Maiden.

"Saya sudah mbungkamnya, nona," ucap nona Laviena.

"Bagus. Sejak tadi dia berisik sekali mintaku untuk rekrut orang bernama Rid Archie itu. Sepertinya dia ingin sekali Rid Archie untuk bergabung dengan Holy Kingdom, entah apa alasannya. Jika dia ingin sekali Rid Archie bergabung dengan Holy Kingdom, seharusnya dia sendiri yang berusaha untuk rekrut Rid Archie, jangan malah terus maksaku untuk rekrutnya," ucap nona Maiden.

"Perkataan anda benar, nona," ucap nona Laviena.

"Ya sudahlah, lupakan saja tentang dia, lagipula dia sudah mati. Sekarang aku akan segera ngakhiri komunikasi ini,"

"Tetapi sebelum itu....., nona Ratu dan orang-orang penting dari kerajaan San Fulgen, aku ingin nyampaikan permintaan maaf atas keributan yang disebabkan para anak buahku," ucap nona Maiden.

Ratu Kayana dan yang lainnya pun terkejut setelah dengar permintaan maaf dari nona Maiden. Tidak hanya Ratu Kayana dan yang lainnya saja, nona Laviena, Remia, Willa dan Alexis bahkan juga terkejut.

"Anda tidak perlu minta maaf, nona. Jika ada orang yang perlu minta maaf, seharusnya orang itu adalah saya karena saya yang nyebabkan keributan di ruangan ini," ucap nona Laviena.

"Itu benar, nona Holy Maiden. Anda tidak perlu minta maaf, justru saya yang seharusnya minta maaf karena saya juga nyebabkan keributan di ruangan ini. Saya bahkan sempat nyerang nona Komandan yang rupakan wakil yang anda kirim ke kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.

"Anda tidak perlu minta maaf soal itu, nona Ratu. Saya yang seharusnya minta maaf," ucap nona Laviena.

"Sudahlah, tidak perlu berdebat untuk nentukan siapa yang seharusnya minta maaf,"

"Nona Ratu, jika kamu minta maaf kepadaku, maka aku akan nerima permintaan maafmu. Tetapi kamu juga harus nerima permintaan maafku karena aku juga minta maaf kepadamu," ucap nona Maiden.

Ratu Kayana pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Maiden. Tidak lama kemudian, Ratu Kayana pun mulai berbicara kembali.

"Baiklah, nona Holy Maiden. Saya akan nerimanya," ucap Ratu Kayana.

"Baguslah kalau begitu. Setelah nyampaikan permintaan maaf, selanjutkan aku ingin nyapa seseorang terlebih dahulu sebelum aku ngakhiri komunikasi ini,"

"Aku tahu kalau kamu ada di ruangan yang sama dengan Laviena. Lama tidak berjumpa, Violetta," ucap nona Maiden.

Nona Violetta pun sontak terkejut setelah namanya tiba-tiba disebut oleh nona Maiden. Selain terkejut, nona Violetta juga terlihat sedikit ketakutan. ski begitu, dia tetap nanggapi sapaan nona Maiden.

"L-lama tidak berjumpa juga, nona Maiden," ucap nona Violetta.

"Bagaimana kabarmu, Violetta?," tanya nona Maiden.

"S-saya baik-baik saja, nona Maiden. B-bagaimana dengan kabar nona Maiden sendiri?," tanya nona Violetta.

"Kabarku juga baik," ucap nona Maiden.

"S-syukurlah kalau begitu," ucap nona Violetta.

"Apa kamu senang bisa kembali lagi ke kerajaan tempatmu berasal dan bekerja disana?," tanya nona Maiden.

"Y-ya, saya senang, nona Maiden," ucap nona Laviena.

"Baguslah kalau begitu. Ya sudah, cuma itu saja yang ingin aku katakan kepadamu," ucap nona Maiden.

"B-baik, nona Maiden," ucap nona Laviena.

Nona Maiden pun berhenti berbicara dengan nona Violetta. Ketika nona Maiden sedang berbicara dengan nona Violetta sebelumnya, Ratu Kayana nyadari adanya keanehan pada nona Violetta saat berbicara dengan nona Maiden.

"Kenapa Violetta berbicara dengan gugup kepada nona Holy Maiden? Apa itu karena nona Holy Maiden rupakan pimpinannya dulu? Tetapi Violetta juga terlihat sedikit ketakutan saat berbicara dengan nona Holy Maiden. Apa ada sesuatu yang terjadi antara Violetta dan nona Holy Maiden?," pikir Ratu Kayana.

Keanehan yang terjadi pada nona Violetta tidak hanya dirasakan oleh Ratu Kayana saja, beberapa orang yang ada di ruangan itu juga nyadari keanehan itu.

Lalu, setelah nona Maiden berbicara dengan nona Violetta, nona Maiden kembali ngatakan sesuatu.

"Sekarang aku ingin ngatakan sesuatu kepada orang berbakat yang dikatakan oleh Laviena, yaitu Rid Archie," ucap nona Maiden.

Ratu Kayana dan yang lainnya pun sontak terkejut begitu ndengar kalau nona Maiden ingin ngatakan sesuatu kepada Rid.

"Nona Holy Maiden ingin berbicara dengan Rid?!," pikir nona Karina.

"Apa yang ingin beliau bicarakan?!," pikir Duchess Arlet.

Ketika Ratu Kayana dan yang lainnya sedang mikirkan apa yang ingin dibicarakan oleh nona Maiden kepada Rid Archie, nona Maiden pun lanjutkan perkataannya.

"Rid Archie, skipun kamu hanya diam saja sejak pertama kali aku berbicara, tetapi aku tahu kalau kamu sejak tadi terus ndengarkan pembicaraan yang terjadi disini,"

"Aku dengar kalau sebelumnya kamu telah mbunuh salah satu High Priest dari gereja Sancta Lux yang aku pimpin," ucap nona Maiden.

Ratu Kayana dan yang lainnya pun kembali terkejut setelah ndengar perkataan nona Maiden.

"Jadi hal itu yang ingin dibicarakan oleh nona Holy Maiden, apa itu berarti nona Holy Maiden akan mberikan hukuman kepada Rid?," pikir Ratu Kayana.

Sentara itu, nona Maiden terus lanjutkan perkataannya.

"Normalnya aku akan langsung nargetkan orang yang lakukan pembunuhan kepada salah satu High Priest dan mberikan hukuman kepada orang tersebut. Aku pun juga tidak akan segan-segan untuk ngutus Holy Knights atau bahkan salah satu komandan Holy Knights untuk ngejar dan nangkap orang yang lakukan pembunuhan tersebut apabila orang tersebut sulit untuk dikejar. Setelah ditangkap, aku bisa langsung rintahkan para bawahanku yang nangkap orang tersebut untuk mberikan hukuman secara langsung,"

"Tetapi saat ini, situasi di Holy Kingdom sedang tidak aman. Aku tidak bisa begitu saja ngutus Holy Knights atau salah satu dari komandan Holy Knights untuk ngejarmu yang telah lakukan pembunuhan terhadap High Priest. skipun saat ini Laviena dan 2 orang Holy Knights yang bersamanya sedang berada di kerajaan tempatmu berada, namun aku lebih mprioritaskan Laviena untuk segera kembali setelah nyelesaikan tugas yang aku berikan daripada ngejarmu. Karena saat ini ada hal yang lebih penting untuk dia lakukan daripada ngejarmu,"

"Jadi kali ini, aku akan ngabaikan perbuatanmu, Rid Archie. Lagipula aku ndengar kalau kamu mbunuh High Priest itu bukan tanpa alasan. Alasannya karena High Priest itu ncoba untuk mbunuh orang yang berharga bagimu. Jadi aku akan ngabaikan perbuatanmu kali ini,"

"Bersyukurlah atas situasi yang terjadi saat ini, Rid Archie. Jika bukan karena situasi ndesak yang terjadi saat ini, aku tidak segan-segan untuk mberikan hukuman kepadamu karena telah mbunuh seorang High Priest skipun alasan kamu mbunuhnya karena High Priest itu berusaha untuk mbunuh orang yang berharga bagimu," ucap nona Maiden.

Setelah nona Maiden selesai berbicara, Rid hanya terdiam dan tidak nanggapi perkataan nona Maiden. ski Rid hanya terdiam, nona Maiden terus lanjutkan perkataannya.

"Itu saja yang ingin aku katakan kepadamu, Rid Archie,"

"Lalu, Laviena, setelah ini kamu lekaslah kembali ke Holy Kingdom bersama dengan yang lainnya. Jangan berpikir untuk ngejar Rid Archie atau nunggu Rid Archie datang ke tempatmu berada saat ini," ucap nona Maiden.

Nona Laviena pun langsung nanggapi perkataan nona Maiden.

"Baik, nona," ucap nona Laviena.

"Lalu, Alexis, aku tahu kalau kamu saat ini sedang berada di ruangan yang sama dengan Laviena. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap nona Maiden.

Alexis pun langsung nanggapinya.

"Ada apa, nona Maiden?," tanya Alexis.

"Kamu sebagai salah satu Holy Priest, beritahukan pesanku ini kepada para Priest di kerajaan San Fulgen, baik para High Priest ataupun para Priest biasa. Aku tidak mpermasalahkan reka yang ingin rekrut orang berbakat di kerajaan itu seperti Rid Archie. Tetapi jangan minta bantuan kepada Holy Kingdom karena Holy Kingdom sendiri saat ini sedang mpunyai banyak masalah yang harus diselesaikan. Holy Kingdom untuk saat ini juga tidak akan bergerak apabila ada yang ngganggu atau nggagalkan rencana reka yang ingin rekrut orang berbakat. Beritahukan ini kepada reka, Alexis," ucap nona Maiden.

"Baik, nona Maiden," ucap Alexis.

"Lalu, sebagai Holy Priest kamu juga harus nunjuk 2 High Priest baru untuk nggantikan 2 High Priest yang telah terbunuh oleh Rid Archie dan juga oleh Laviena. Kamu koordinasikan penunjukan High Priest baru dengan para Priest yang ada di kerajaan itu. Jika penunjukan High Priest baru makan waktu yang lama, kamu harus tinggal di kerajaan itu sendiri karena Laviena, Willa dan Remia harus segera kembali ke Holy Kingdom,"

"Tetapi kamu tidak perlu khawatir, aku akan segera ngutus beberapa Holy Priest ke kerajaan San Fulgen untuk nemanimu sekaligus njemputmu untuk kembali ke Holy Kingdom apabila tugas yang aku berikan sudah selesai," ucap nona Maiden.

"Baik, nona Maiden," ucap Alexis.

"Selain itu berikan bantuan juga kepada kerajaan San Fulgen berupa potion buatanmu untuk nyembuhkan orang-orang yang masih terluka akibat penyerangan yang terjadi di kerajaan itu. Berikanlah secara gratis sebagai bentuk terima kasih karena reka juga telah mberikan informasi yang berharga tentang penyerangan yang terjadi di kerajaan reka," ucap nona Laviena.

"Baik, nona Maiden," ucap Alexis.

Ratu Kayana yang ndengar kalau nona Maiden ingin mberikan potion secara gratis pun langsung ngucapkan terima kasih kepada nona Maiden.

"Terima kasih atas bantuan yang anda berikan, nona Holy Maiden," ucap Ratu Kayana.

"Sama-sama, nona Ratu. Lagipula ini juga sebagai bentuk terima kasihku atas informasi yang kalian berikan,"

"Kebetulan sekali. Karena saat ini kita berdua sedang berbicara, aku ada satu hal terakhir yang ingin aku bicarakan denganmu, nona Ratu," ucap nona Maiden.

Ratu Kayana sedikit terkejut setelah ndengar kalau nona Maiden ingin mbicarakan sesuatu dengannya. ski sedikit terkejut,bRatu Kayana pun langsung nanggapi perkataan nona Maiden.

"Apa yang ingin anda bicarakan dengan saya, nona Holy Maiden?," tanya Ratu Kayana.

"Aku dengar kalau ada suatu kejadian atau insiden yang terjadi di kerajaan San Fulgen, kejadian atau insiden itu akan diberitakan lalui surat kabar yang diedarkan ke seluruh kerajaan San Fulgen," ucap nona Maiden.

"Itu benar, nona Holy Maiden. Suatu kejadian atau insiden yang terjadi di kerajaan ini selalu diberitakan lalui surat kabar, jadi seluruh orang di kerajaan ini tahu tentang kejadian atau insiden itu," ucap Ratu Kayana.

"Hmmmm, nurutmu, apakah kejadian tewasnya High Priest oleh Rid Archie dan Laviena bisa diberitakan oleh surat kabar di kerajaan San Fulgen?," tanya nona Maiden.

"Jika ada bukti kuat tentang tewasnya High Priest itu seperti foto jasad High Priest itu, bisa saja kejadian itu diberitakan, nona Holy Maiden," ucap Ratu Kayana.

"Begitu ya. Kalau begitu aku mintamu untuk nutupi kejadian itu agar tidak diberitakan di kerajaan San Fulgen,"

"Aku tidak mpermasalahkan apabila kerajaan San Fulgen mberitakan tentang Laviena yang telah mbunuh High Priest. Itu karena baik Laviena dan High Priest gereja Sancta Lux rupakan bagian dari Holy Kingdom dan juga bawahanku langsung. Orang-orang yang mbaca berita itu mungkin hanya akan beropini kalau terjadi perseteruan antara Holy Knights dan gereja Sancta Lux atau High Priest itu dibunuh oleh Laviena yang rupakan salah satu komandan Holy Knights karena telah langgar peraturan. Jadi aku tidak terlalu mpermasalahkannya,"

"Tetapi jika kerajaan San Fulgen mberitakan Rid Archie yang telah mbunuh High Priest, opini orang-orang yang telah ngetahui berita tersebut akan sangat liar. Rid Archie yang bukan bagian dari Holy Kingdom telah seenaknya mbunuh High Priest gereja Sancta Lux, apalagi Holy Kingdom juga tidak bergerak karena pembunuhan tersebut. reka akan ngira kalau pembunuhan terhadap High Priest dapat dimaklumi oleh Holy Kingdom. Karena itu, reka bisa saja berbuat seenaknya kepada gereja Sancta Lux karena Holy Kingdom tidak akan bergerak skipun reka lakukan itu. Aku tidak mau hal itu terjadi karena itu aku mintamu untuk nutupi kejadian itu agar tidak diberitakan,"

"Aku mintamu untuk nutupi kejadian pembunuhan High Priest yang dilakukan oleh Rid Archie dan juga Laviena. skipun aku tidak mpermasalahkan apabila kejadian tentang Laviena diberitakan tetapi lebih baik ditutupi juga bersamaan dengan kejadian Rid Archie. Namun aku juga tidak mpermasalahkan apabila kamu mau mberitakannya. Asalkan kamu hanya mberitakan Laviena yang hanya mbunuh seorang High Priest dan nutupi kejadian Rid Archie atau kamu mberitakan tewasnya kedua High Priest itu tetapi beritanya diganti njadi Laviena yang telah mbunuh 2 High Priest itu. Jika Laviena yang telah mbunuh High Priest itu, opini orang-orang pun tidak akan njadi liar,"

"Kamu diskusikan saja dengan Laviena nanti bagaimana baiknya," ucap nona Maiden.

"Baik, nona Holy Maiden," ucap Ratu Kayana.

"Ya sudah, itu saja yang ingin aku katakan. Aku akan segera ngakhiri komunikasi ini,"

"Laviena, setelah kamu ndiskusikan tentang apa yang barusan aku katakan dengan nona Ratu, kamu harus segera kembali ke Holy Kingdom bersama dengan Remia dan Willa. Setelah kamu sampai di Holy Kingdom, segera temui aku di gereja Angelica Castitat," ucap nona Maiden.

"Baik, nona," ucap nona Laviena.

"Aku tunggu," ucap nona Maiden.

Setelah nona Maiden ngatakan itu, suara nona Maiden pun tidak lagi terdengar di ruangan itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 467 : Pesan Holy Maiden on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.