"Sudah cukup, Laviena," ucap suara wanita itu.
Nona Laviena yang ndengar suara itu pun langsung terkejut. Tidak hanya nona Laviena saja, semua orang yang ada di ruangan itu juga terkejut.
"Suara wanita?," pikir Ratu Kayana.
"Suara siapa itu?," pikir Duchess Arlet.
Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut setelah ndengar suara wanita yang tiba-tiba muncul itu. Selain itu, reka juga bingung karena reka tidak tahu suara siapa itu. Suara itu terdengar asing bagi reka. Selain itu reka saat ini juga sedang kesulitan bersuara atau berbicara karena reka sedang dalam pengaruh tekanan aura. Sentara wanita yang berbicara barusan terdengar berbicara dengan lancar tanpa kesulitan sedikitpun. reka pun bingung akan hal itu, apalagi yang reka tahu di ruangan ini yang bisa berbicara dengan lancar hanyalah nona Laviena. reka masih bingung dan bertanya-tanya tentang siapa wanita yang berbicara sebelumnya.
"Suara ini, entah kenapa aku seperti pernah ndengarnya," pikir High Priest Theodor.
Sentara itu, disaat semua orang terlihat bingung dan bertanya-tanya tentang pemilik suara itu, nona Laviena terlihat tahu siapa pemilik suara itu. Itu karena wajah nona Laviena terlihat hanya terkejut dan tidak bingung sama sekali. Tidak seperti reka yang terlihat bingung karena tidak tahu siapa pemilik suara itu. Tidak hanya nona Laviena saja, Remia, Willa dan Alexis juga terlihat tahu siapa pemilik suara itu.
"Suara ini.....," pikir Remia.
"Jangan-jangan....," pikir Alexis.
Bahkan nona Violetta juga terlihat tahu siapa pemilik suara itu. Wajah nona Violetta terlihat terkejut sekaligus takut setelah ndengar suara wanita itu.
Setelah itu, nona Laviena lalu noleh dan lihat ke arah saku pakaian yang dikenakannya. Setelah lihat ke arah saku pakaiannya itu, nona Laviena lalu mulai berbicara.
"Nona Maiden...," ucap nona Laviena.
Semua orang yang ada di ruangan itu sontak terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena.
"Nona Maiden? Maksudnya nona Holy Maiden yang rupakan pemimpin dari Holy Kingdom?," pikir Ratu Kayana.
"Yang benar saja?! pemilik suara ini adalah nona Holy Maiden?!," pikir Duke Louis.
Semua orang yang ada di ruangan itu tidak nyangka kalau pemilik suara itu adalah nona Maiden. skipun reka terkejut, reka pun juga bingung karena reka hanya ndengar suaranya saja tanpa ngetahui dimana nona Maiden berada.
"Jika benar pemilik suara ini adalah nona Holy Maiden, kenapa hanya ada suaranya saja? Dimana dia berada?," pikir Duchess Arlet.
Sentara disaat reka masih terkejut, wanita yang sebelumnya bersuara yang disebut nona Laviena sebagai nona Maiden kembali berbicara.
"Berhenti main-main dan mbuang waktu, Laviena. Jika kamu sudah nyelesaikan tugas yang aku berikan, segera lah untuk kembali ke Holy Kingdom," ucap nona Maiden.
Nona Laviena yang ndengar itu langsung nanggapi perkataan nona Maiden.
"Tetapi, nona, saat ini saya nemukan seseorang yang sangat berbakat di kerajaan ini. Orang ini miliki kemampuan bertarung yang cukup hebat. Selain itu, orang ini juga miliki kemampuan sihir penyembuhan yang lebih hebat dari kebanyakan Priest gereja Sancta Lux,"
"Orang ini harus kita rekrut ke Holy Kingdom, nona. Sangat amat disayangkan kalau kita ngabaikan orang ini begitu saja," ucap nona Laviena.
"Aku tahu, aku sudah ndengar seluruh percakapan kalian semua tadi. Aku tahu kalau dia mungkin adalah orang berbakat, tetapi kelihatannya untuk rekrutnya sangat mbutuhkan banyak waktu. Pihak kerajaan itu sepertinya tidak akan mberikan orang itu begitu saja skipun jika aku mintanya sendiri," ucap nona Maiden.
Ratu Kayana dan yang lainnya pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Maiden.
"Selain itu, orang itu sendiri pun nolak untuk bergabung dengan Holy Kingdom. Aku tidak keberatan apabila kamu mbuang-buang waktu ketika situasi saat ini sedang aman. Tetapi saat ini situasinya berbeda, Laviena. Seharusnya kamu tahu kalau saat ini Holy Kingdom masih miliki masalah yaitu masalah penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang belum kita ketahui. Kamu tidak boleh mbuang-buang waktu di kerajaan itu disaat kerajaan kita sendiri masih miliki masalah," ucap nona Maiden.
Nona Laviena pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Maiden.
"Apalagi setelah ndengar percakapan kalian, penyerangan yang dilakukan di daerah perbatasan Holy Kingdom dan sekitarnya kemungkinan juga libatkan ras Iblis karena ada beberapa orang yang telah berubah njadi iblis yang ikut dalam penyerangan itu,"
"Situasi di benua Utara ini sedang tidak baik-baik saja. Ras Iblis yang ada di benua Selatan kemungkinan besar akan ndeklarasikan ~Great Holy War~ lagi. reka pun ngincar kerajaan atau negara di benua Utara ini secara diam-diam untuk dijadikan sekutu saat terjadinya perang besar itu nanti,"
"Lalu penyerangan yang terjadi di perbatasan Holy Kingdom dan di sekitarnya. skipun ada kemungkinan kalau ras Iblis terlibat dalam penyerangan itu karena adanya orang-orang yang berubah njadi iblis yang ikut dalam penyerangan, tetapi ada juga orang-orang biasa dari berbagai ras yang ikut dalam penyerangan. Jadi kemungkinan lain yang lakukan penyerangan itu adalah sebuah kelompok atau organisasi yang ingin mberontak di benua Utara ini. reka mungkin lakukan penyerangan di perbatasan Holy Kingdom tetapi mungkin tujuan utama reka bukan untuk nyerang Holy Kingdom, lainkan untuk nyerang ras Malaikat. reka tidak bisa lakukan itu tanpa nyerang atau nghancurkan Holy Kingdom terlebih dahulu,"
"Lalu ada juga Undine yang juga ikut lakukan penyerangan di perbatasan Holy Kingdom. ski saat ini kita belum tahu motif dia lakukan penyerangan karena dia lakukan penyerangan secara sendiri. Tetapi ada kemungkinan kalau dia satu kelompok dengan orang-orang yang lakukan penyerangan itu. Hanya saja dia ditugaskan untuk lakukan penyerangan secara sendiri. ski Terra saat ini dapat mukul mundur Undine, tetapi bukan tidak mungkin kalau dia nanti akan kembali lagi,"
"Dan masih banyak lagi masalah-masalah lain yang terjadi di benua Utara ini. Karena itu, ini bukan saatnya untuk mbuang waktu. Apakah kamu paham, Laviena?," tanya nona Maiden.
Nona Laviena pun langsung njawab pertanyaan nona Maiden.
"Saya paham, nona," ucap nona Laviena.
"Aku tidak masalah apabila orang itu ingin bergabung dengan sendirinya, tetapi aku nolak untuk mbuang-buang waktu agar dapat rekrut dia. Jadi lebih baik kamu tidak mbuang-buang waktu untuk rekrutnya entah dengan cara ngancam orang-orang di kerajaan itu atau dengan lakukan pertarungan dengan orang itu. Apa kamu ngerti, Laviena?," tanya nona Maiden.
"Saya ngerti, nona," ucap nona Laviena.
"Baguslah jika kamu ngerti. Sekarang lebih baik kamu lepaskan orang-orang yang sedang kamu tahan dengan nggunakan sihirmu. Lalu, hentikanlah tekanan aura yang saat ini sedang kamu keluarkan. Aku tahu kalau saat ini kamu sedang ngeluarkan tekanan aura skipun aku tidak rasakannya secara langsung," ucap nona Maiden.
"Baik, nona," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena pun lepaskan Duke Louis, Duchess Arlet, komandan Asier dan Ratu Kayana yang terikat oleh tali buatan dia. Nona Laviena pun juga lepaskan komandan Oliver dan yang lainnya yang terkurung dalam gelembung besar buatannya dengan nghilangkan gelembung besar itu. Tekanan aura yang dikeluarkan oleh nona Laviena pun juga telah hilang. reka yang sebelumnya terkena efek tekanan aura pun sudah bisa bernafas dengan normal kembali. Hanya saja, ada beberapa orang yang berada di ruangan itu yang sudah tumbang tak sadarkan diri karena terkena efek dari tekanan aura yang dikeluarkan oleh nona Laviena. Orang-orang itu adalah Duchess Ecrin, Duchess Hazel dan beberapa Priest yang datang bersama High Priest Theodor. Sentara beberapa dari reka yang masih sadarkan diri terlihat sudah lemas karena terkena efek tekanan aura. Lalu sisanya masih terlihat lumayan baik-baik saja.
Duke Louis, Duchess Arlet, komandan Asier dan Ratu Kayana rupakan bagian dari orang yang terlihat lumayan baik-baik saja setelah terkena efek tekanan aura yang dikeluarkan nona Laviena. reka juga sudah terlepas dari tali-tali yang diciptakan oleh nona Laviena. Namun, skipun reka sudah terlepas dari tali itu, reka hanya diam saja di tempat reka berada saat ini. Padahal sebelum reka diikat oleh tali yang diciptakan oleh nona Laviena, reka hendak lakukan penyerangan baik terhadap High Priest Theodor ataupun ke nona Laviena sendiri.
Sama seperti komandan Oliver dan yang lainnya.
Setelah gelembung besar yang ngurung reka telah nghilang, reka tidak lagi lakukan penyerangan seperti sebelumnya. reka saat ini hanya diam sambil lihat ke arah nona Laviena yang sedang berbicara dengan nona Maiden.
Sentara itu, setelah nona Laviena sudah lepaskan sihirnya dan nghilangkan tekanan aura yang dia keluarkan, nona Laviena lalu laporkannya kepada nona Maiden.
"Saya sudah njalankan perintah anda, nona," ucap nona Laviena.
"Baguslah. Karena tugas yang aku berikan kepadamu sudah selesai, sekarang kamu dan yang lain segera lah kembali ke Holy Kingdom dan jangan mbuang-buang waktu lagi," ucap nona Maiden.
"Baik, nona," ucap nona Laviena.
"Baiklah, setelah kamu sampai aku akan nung-," ucap nona Maiden.
Nona Maiden berniat ngatakan sesuatu kepada nona Laviena, tetapi perkataannya itu langsung dipotong oleh seseorang.
"Tunggu sebentar, nona Maiden," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor lah yang telah motong perkataan nona Laviena. Nona Maiden yang perkataannya telah terpotong pun lalu berbicara dengan High Priest Theodor.
"Siapa kamu?," tanya nona Maiden.
"Maaf karena telah motong perkataan anda, nona Maiden. Nama saya adalah Theodor Wrangel, saya rupakan High Priest gereja Sancta Lux ibukota San Estella yang rupakan ibukota kerajaan San Fulgen. Saya juga rupakan High Priest Utama gereja Sancta Lux di kerajaan ini," ucap High Priest Theodor.
"Begitu, aku sudah tahu tentangmu setelah ndengar percakapan yang terjadi di antara kalian. Ada perlu apa kamu setelah tiba-tiba motong perkataanku?," tanya nona Maiden.
"Sekali lagi saya minta maaf, nona Maiden. Saya hanya ingin bertanya, apakah anda benar-benar ingin ngabaikan orang yang sangat berbakat seperti Rid Archie?," tanya High Priest Theodor.
"Aku tidak ngabaikannya, jika orang yang bernama Rid Archie itu ingin bergabung dengan sendirinya ke Holy Kingdom, aku akan nerimanya. Tetapi aku tidak mau mbuang-buang waktu untuk rekrutnya karena Holy Kingdom masih punya beberapa masalah sendiri. Karena itu aku minta kepada Laviena untuk segera kembali dan tidak mbuang-buang waktu karena aku akan mberinya tugas yang lain setelah dia kembali," ucap nona Maiden.
ndengar itu, High Priest Theodor kembali berbicara dengan nona Maiden.
"Dengan tidak rekrutnya itu sama saja ngabaikannya, nona Maiden. Lagipula rekrut Rid Archid bukanlah sesuatu yang mbuang-buang waktu. Jika anda rintahkan nona Laviena untuk segera rekrut Rid Archie dengan cara apapun, nona Laviena pasti bisa rekrut Rid Archie dengan secepatnya. Saya pun juga akan mbantu nona Laviena agar bisa rekrut Rid Archie dengan cepat dan saya pastikan kalau kami tidak akan mbuang-buang waktu," ucap High Priest Theodor.
Nona Maiden pun langsung nanggapi perkataan High Priest Theodor.
"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? Laviena harus segera kembali ke Holy Kingdom setelah dia nyelesaikan tugas yang aku berikan. skipun Laviena mungkin bisa rekrut orang bernama Rid Archie itu, tetapi lihat ada banyaknya orang di kerajaan itu yang nentang untuk rekrut Rid Archie, prosesnya akan tetap tidak sebentar. Secepat-cepatnya Laviena bisa rekrut orang itu, mungkin makan waktu 1 hari. Itu sangat mbuang waktu bagiku. Aku sudah bilang sebelumnya untuk tidak mbuang-buang waktu," ucap nona Laviena.
"1 hari itu bukanlah waktu yang lama, nona Maiden. Itu sudah cukup cepat untuk rekrut Rid Archie dengan banyaknya orang di kerajaan ini yang nentangnya. Pokoknya anda harus tetap rekrut Rid Archie. Anda tidak boleh ngabaikannya, nona Maiden. Anda tidak perlu khawatir, saya akan mban-," ucap High Priest Theodor.
Tetapi sebelum High Priest Theodor nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba nona Maiden ngatakan sesuatu.
"Laviena," ucap nona Maiden.
Setelah nona Maiden ngatakan itu, nona Laviena kemudian ngarahkan tangan kanannya ke arah High Priest Theodor lalu nunjuknya dengan jari telunjuknya. Setelah itu, dari jari telunjuk nona Laviena, tiba-tiba muncul sebuah gelembung berukuran kecil. Gelembung berukuran kecil yang keluar dari jari telunjuk nona Laviena kemudian secara tiba-tiba lesat dengan cepat ke arah kepala High Priest Theodor. Gelembung yang lesat itu pun ngenai kepala High Priest Theodor. Kepala High Priest Theodor tiba-tiba langsung hancur setelah terkena gelembung yang lesat dengan cepat itu.
"Orang sepertimu tidak berhak untuk ngatur dan rintah, nona Maiden," ucap nona Laviena setelah nyerang High Priest Theodor dengan gelembung kecil di jari telunjuknya.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)