Peace Hunter Chapter 465 : Gertakan Palsu

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

Kembali ke salah satu ruangan di White Palace, tempat Ratu Kayana dan yang lainnya berada.

High Priest Theodor terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataan Rid sebelumnya.

"A-apa yang baru saja kau katakan?," tanya High Priest Theodor yang terkejut.

Ratu Kayana, Duke Louis, Duchess Arlet dan yang lainnya pun juga terkejut setelah ndengar perkataan Rid.

"Apa kamu serius ngatakan itu, Rid?," tanya Ratu Kayana yang terkejut.

Bahkan Remia, Willa, Alexis dan para Priest yang datang bersama High Priest Theodor juga terkejut setelah ndengar perkataan Rid

"Apa-apaan dia itu? Dia berani berkata seperti itu kepada nona?," tanya Remia yang terkejut.

Lalu, High Priest Theodor yang masih terkejut setelah ndengar perkataan Rid mulai kembali berbicara.

"Jangan bercanda kau, Rid Archie!. Beraninya kau berkata seperti itu kepada nona Laviena. Kau bilang kau tidak takut kepada beliau dan akan nyingkirkan beliau apabila beliau nghalangimu?!?!. Jangan bercanda!!!, beliau itu rupakan salah satu dari komandan Holy Knights!!," ucap High Priest Theodor.

Setelah ndengar perkataan High Priest Theodor, Rid pun langsung nanggapi perkataannya itu.

"Saya tidak bercanda. Saya serius dengan apa yang saya katakan sebelumnya," ucap Rid.

"Beraninya kau!!!-," ucap High Priest Theodor.

High Priest Theodor berniat untuk ngatakan sesuatu kepada Rid, tetapi dia langsung berhenti berbicara setelah dia ndengar suara wanita yang tertawa.

"Pfffttt,"

Awalnya suara wanita yang tertawa itu sangat pelan seperti seseorang yang masih berusaha untuk nahan tawanya. Namun tidak lama setelah itu, suara wanita itu pun terdengar jelas.

"Ahahahahaha,"

High Priest Theodor yang terkejut dengan suara tertawa itu pun langsung noleh ke orang yang tertawa itu. Orang-orang lainnya yang ada di ruangan itu pun juga langsung noleh ke orang yang tertawa itu. Setelah noleh ke arah orang itu, reka pun tidak nyangka. Itu karena orang yang tertawa itu rupakan orang terkuat di ruangan itu yaitu nona Laviena.

"Nona?!," ucap Remia.

"Nona Laviena tertawa?!," ucap High Priest Theodor.

Setelah High Priest Theodor nanyakan itu, nona Laviena masih tetap tertawa.

"Hahahahaha,"

Tetapi tidak lama kemudian suara tawanya pun ngecil sampai akhirnya nona Laviena pun berhenti tertawa.

"Ahaha, maaf. Jarang sekali aku tertawa begitu keras seperti tadi. Tetapi yang barusan itu benar-benar lucu, aku tidak bisa nahannya," ucap nona Laviena.

Orang-orang yang ada di ruangan itu masih terus lihat ke arah nona Laviena skipun nona Laviena sudah tidak tertawa lagi. reka masih tidak nyangka setelah lihat nona Laviena yang tertawa dengan keras.

Sentara itu, tidak lama setelah nona Laviena selesai berbicara, High Priest Theodor kembali berbicara dengan nggunakan kristal komunikasinya.

"Kau barusan dengar itu kan, Rid Archie? Nona Laviena saja tertawa setelah ndengar perkataanmu. Perkataanmu yang bilang kalau kau tidak takut kepada beliau dan akan nghentikan beliau dianggap lucu oleh beliau. Itu berarti perkataanmu itu tidak dianggap serius oleh beliau. Perkataanmu hanya dianggap sebagai sebuah gertakan palsu untuk nakuti-nakuti saja. Kamu pastinya tidak akan benar-benar lakukan itu," ucap High Priest Theodor.

Setelah High Priest Theodor selesai berbicara, nona Laviena tiba-tiba berbicara kembali.

"Tidak, aku tertawa bukan karena hal itu," ucap nona Laviena.

High Priest Theodor terlihat bingung setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Apa maksud anda, nona?," tanya High Priest Theodor.

"Aku tertawa bukan karena nganggap perkataannya itu sebuah gertakan palsu, tetapi aku tertawa karena ternyata dia benar-benar tidak takut denganku dan berani untuk nyingkirkanku apabila aku nghalanginya," ucap nona Laviena.

High Priest Theodor pun terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Rid Archie benar-benar tidak takut kepada anda?! Anda sedang tidak bercanda kan?," tanya High Priest Theodor.

Tidak hanya High Priest Theodor saja yang terkejut, orang-orang lainnya yang ada di ruangan itu pun juga terkejut.

"Aku tidak bercanda. Aku bisa ngetahui keseriusan seseorang dari ucapannya. Ketika dia ngatakan itu, dia benar-benar serius kalau dia tidak takut denganku. Aku pun juga tidak rasakan ketakutan sedikitpun ketika dia ngatakan itu,"

"Jadi yang dia katakan bukanlah sebuah gertakan palsu, lainkan gertakan serius. Jika kamu lakukan sesuatu kepada reka yang saat ini tidak bisa bergerak karena sihirku, Rid Archie benar-benar akan datang kesini dan mbunuhmu, Theodor. Dia tidak takut skipun disini ada aku, dia bahkan tidak segan-segan untuk nyingkirkanku apabila berusaha nghalanginya," ucap nona Laviena.

High Priest Theodor terlihat sedikit ketakutan setelah ndengar perkataan nona Laviena tentang Rid yang benar-benar akan datang kesana.

"Itu benar-benar lucu sekali. Aku tidak nyangka kalau kali ini ada orang yang benar-benar nggertak dengan serius skipun ada aku. Biasanya reka hanya nggertak palsu ketika ada aku, aslinya reka tidak berani lakukan hal yang reka jadikan bahan gertakan,"

"Kamu benar-benar orang yang narik, Rid Archie," ucap nona Laviena.

Setelah ngatakan itu, nona Laviena lalu berjalan ndekat ke arah High Priest Theodor.

"Ketika ngetahui kalau kamu dapat lawan orang yang njadi dalang utama dalam insiden penyerangan di kerajaan ini disaat nona Ratu yang rupakan penyihir terkuat di kerajaan ini tidak mampu lakukannya, aku njadi tertarik denganmu. Aku pun ingin rekrutmu untuk njadi Holy Knights,"

"Tetapi sekarang ketika aku ndengar suaramu secara langsung. Apalagi setelah ndengar perkataanmu sebelumnya, aku jadi semakin tertarik denganmu. Aku pun juga jadi semakin ingin rekrutmu untuk njadi Holy Knights. skipun aku belum pernah bertemu langsung denganmu, tetapi hanya dari perkataanmu yang sebelumnya saja, aku yakin kalau kamu itu benar-benar kuat. Kamu berani nggertakku dengan serius, padahal sangat jarang orang yang berani lakukan itu setelah reka ngetahui posisiku," ucap nona Laviena sambil berjalan ke arah High Priest Theodor.

Setelah itu, nona Laviena kini sudah berada di hadapan High Priest Theodor. Nona Laviena lalu langsung ngambil kristal komunikasi yang dipegang oleh High Priest Theodor. High Priest Theodor yang lihat kristal komunikasi yang dipegangnya telah diambil oleh nona Laviena pun berusaha untuk nghentikan nona Laviena.

"Tunggu, non-," ucap High Priest Theodor.

Tetapi sebelum High Priest Theodor nyelesaikan perkataannya untuk nghentikan nona Laviena, High Priest Theodor tiba-tiba gangi lehernya. High Priest Theodor lakukan itu karena dia tiba-tiba ngalami kesulitan bernafas.

"Ada apa ini? Kenapa aku sulit untuk bernafas?," pikir High Priest Theodor.

Kesulitan bernafas yang dialami oleh High Priest Theodor tidak hanya dialami oleh dia saja, tetapi juga dialami oleh orang-orang lainnya di ruangan itu.

"Tekanan udara di ruangan ini tiba-tiba njadi berat. Aku pun sulit untuk bernafas," pikir Ratu Kayana.

"Tekanan udara yang berat ini....Tidak salah lagi, ini adalah tekanan aura," pikir Duchess Arlet.

"Siapa yang ngeluarkan tekanan aura ini, apa Yang Mulia Ratu yang ngeluarkan tekanan aura ini?," pikir Duke Louis.

"lihat kakak yang sepertinya juga ngalami kesulitan bernafas, sepertinya bukan dia yang ngeluarkan tekanan aura ini. Lagipula, tekanan aura ini mang bukan seperti yang biasanya kakak keluarkan. Ini karena tekanan aura ini terasa lebih kuat dari yang biasanya dikeluarkan oleh kakak," pikir nona Karina.

Remia dan Willa terlihat juga ngalami kesulitan bernafas karena reka saat ini sedang gangi leher reka. Sambil gangi leher reka, reka saat ini sedang lihat ke arah nona Laviena.

"Nona....," pikir Remia.

Sentara itu, nona Laviena yang sedang gang kristal komunikasi yang sebelumnya dipegang oleh High Priest Theodor, kini mulai berbicara.

"Hei, Rid Archie. Sebelumnya kamu bilang kalau kamu tidak akan bergabung dengan gereja Sancta Lux ataupun dengan Holy Knights. Kamu nolak untuk njadi bagian dari Holy Knights dimana aku rupakan salah satu komandannya,"

"Aku tidak terima penolakanmu itu. Karena itu, bagaimana kalau kita berdua saling bertarung?," tanya nona Laviena.

Semua orang yang ada di ruangan itu pun sontak terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena. reka semua terkejut tetapi reka tidak dapat berbicara karena saat ini reka sedang kesulitan untuk bernafas yang sekaligus mbuat reka jadi kesulitan untuk berbicara.

"Salah satu komandan Holy Knights nantang Rid untuk bertarung?," pikir Duchess Arlet.

Disaat semua orang masih terkejut, nona Laviena pun lanjutkan perkataannya.

"Jika kamu nang lawanku, maka aku akan lepaskan orang-orang yang saat ini tidak bisa bergerak karena sihirku. Aku pun berjanji untuk tidak rekrutmu lagi. Tetapi jika aku yang nang, maka kamu harus bergabung dengan Holy Knights dan njadi bawahanku," ucap nona Laviena.

Orang-orang yang ada di ruangan itu pun kembali terkejut.

"Tidak mungkin Rid akan nerimanya. Kalau pun dia nerimanya, mustahil Rid bisa nang lawan salah satu komandan Holy Knights," pikir nona Karina.

Nona Laviena pun lanjutkan perkataannya.

"Sebelum kita bertarung, kamu harus datang kesini terlebih dahulu. Ketika kamu sedang dalam perjalanan kesini, aku tidak akan lakukan apapun terhadap orang-orang yang terpengaruh oleh sihirku. Aku juga tidak akan mbiarkan orang lain khususnya Theodor lakukan apapun terhadap orang-orang itu," ucap nona Laviena.

High Priest Theodor langsung natap nona Laviena dengan tajam setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Sial, aku kesulitan untuk berbicara. Aku jadi tidak bisa mbantah perkataan nona," pikir High Priest Theodor.

Nona Laviena pun kembali lanjutkan perkataannya.

"Bagaimana, Rid Archie? Kamu mau nerima tawaranku?," tanya nona Laviena.

Kristal komunikasi yang dipegang oleh nona Laviena pun terdiam. Kristal komunikasi itu tidak bersuara sama sekali. Namun tidak lama kemudian, kristal komunikasi itu pun mulai bersuara kembali. Rid kembali berbicara lewat kristal komunikasi itu.

"Baiklah," ucap Rid.

Semua orang yang ada di ruangan itu pun kembali terkejut setelah ndengar jawaban Rid.

"Aku tidak nyangka kalau Rid akan nerimanya," pikir Ratu Kayana.

"Aku tahu Rid mang kuat, tetapi tidak mungkin dia bisa ngalahkan salah satu dari komandan Holy Knights," pikir Duchess Arlet.

"Mustahil Rid bisa nangkan pertarungan ini. Nona Laviena itu sangat kuat, Rid yang sekarang tidak mungkin bisa ngalahkannya," pikir nona Violetta.

Sentara itu, nona Laviena terlihat tersenyum setelah ndengar jawaban Rid.

"Baguslah jika kamu mau, Rid Archie. Kalau begitu segera lah pergi kesini, aku akan nunggum-," ucap nona Laviena.

Namun sebelum nona Laviena nyelesaikan perkataannya, perkataannya tiba-tiba terpotong oleh suara seseorang yang sedang nghela nafas.

"*Haaaaaaaah,"

Suara seseorang yang sedang nghela nafas itu terdengar seperti suara seorang wanita. Nona Laviena terlihat terkejut setelah ndengar suara helaan nafas itu.

Setelah munculnya suara helaan nafas itu, kini muncul suara seorang wanita yang berbicara.

"Sudah cukup, Laviena," ucap suara wanita itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 465 : Gertakan Palsu on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.