Font Size
15px

"Apa ?!," ucapku yang terkejut.

Tidak hanya aku saja yang terkejut, Elsie pun juga terlihat terkejut ketika ndengar perkataan orang itu.

"Apa yang baru saja kamu katakan ? Tuan High Priest Julian dan para Priest yang lainnya saat ini sedang bertarung di gerbang depan kediaman tuan Duke San Lucia ? Kenapa reka bisa sampai bertarung ? Apa yang terjadi ?," tanya Elsie.

"Awalnya tuan High Priest Julian berniat untuk ndatangi kediaman tuan Duke San Lucia dengan niatan untuk nculik putri Irene sebagai umpan agar Rid Archie datang nghampiri beliau. Niat itu muncul setelah beliau ngetahui kalau tuan Duke dan nona Duchess San Lucia sedang pergi dari kediaman reka untuk nuju ke istana Yang Mulia Ratu untuk nghadiri acara pemakaman para bangsawan yang telah tewas. Lalu, setelah tuan High Priest Julian sampai di depan gerbang kediaman tuan Duke San Lucia, putri Irene dan prajurit Duke San Lucia langsung nyambutnya. lihat putri Irene yang sudah ada di depannya, tuan High Priest Julian berniat untuk nyerang sekaligus nangkap putri Irene. Namun putri Irene lawan dengan nyerang balik tuan High Priest Julian. Begitulah awal mulai dari pertarungan yang terjadi di tempat itu," ucap orang yang nghubungi Elsie lewat kristal komunikasi.

Setelah ndengar perkataan orang itu, aku pun terkejut begitu ndengar kalau High Priest yang bernama High Priest Julian berniat untuk nculik Irene sebagai umpan agar aku muncul dan nghampirinya. Tidak hanya aku saja yang terkejut, Elsie pun juga terkejut setelah ndengar perkataan orang itu.

"Tuan High Priest Julian berniat untuk nculik putri Irene ?! Kamu sedang tidak bercanda kan ? Kenapa aku sama sekali tidak tahu tentang hal ini ?," tanya Elsie.

"Wajar kalau kamu tidak tahu karena tuan High Priest Julian baru mbuat rencana ini setelah ngutusmu dan yang lainnya untuk pergi ke gerbang belakang kediaman tuan Duke San Lucia," ucap orang itu.

"ski begitu, bisa-bisanya tuan High Priest Julian tidak mberitahuku tentang hal ini. Beliau padahal bisa mberitahuku lewat kristal komunikasi," ucap Elsie.

"Aku tidak tahu apa alasan tuan High Priest Julian tidak nghubungimu. Daripada itu, bagaimana denganmu dan yang lainnya ? Apa kamu sudah selesai ngejar dan nangkap Rid Archie ?," tanya orang itu.

Setelah ndengar pertanyaan orang itu, Elsie terdiam sesaat. Lalu dia pun lihat ke arahku. Aku pun hanya diam saja sambil lihat ke arahnya yang sedang lihatku. Setelah lihat ke arahku, Elsie pun mulai njawab pertanyaan orang itu.

"Belum, sulit bagi kami untuk ngejar dan nangkap Rid Archie karena pergerakan dia sangat cepat dan lincah," ucap Elsie.

"Begitu ya. Ya sudah lebih baik kamu dan orang-orang yang bersamamu berhenti saja untuk ngejarnya, lagipula tempat persembunyian Rid Archie sudah diketahui yaitu di kediaman tuan Duke San Lucia. Dia pasti nantinya akan kembali ke kediaman itu. Sekarang lebih baik kamu dan orang-orang yang bersamamu datang ke gerbang depan kediaman tuan Duke San Lucia untuk mbantu kami," ucap orang itu.

"Kami ? Apa kamu juga ikut pergi ke kediaman tuan Duke San Lucia bersama tuan High Priest Julian ?," tanya Elsie.

"Iya, aku juga ikut tetapi saat ini aku tidak ikut bertarung bersama tuan High Priest Julian dan para Priest lainnya. Saat ini aku sedang berada di samping bangunan yang berada cukup jauh di depan kediaman tuan Duke San Lucia. Aku berada disini hanya untuk nghubungimu dan minta bantuan. Setelah nghubungimu, aku akan kembali bertarung bersama tuan High Priest Julian," ucap orang itu.

"Begitu ya. Kalau begitu, aku akan segera pergi kesana untuk mbantu," ucap Elsie.

"Baiklah. Lekaslah pergi kesini dan jangan lama-lama, Elsie. Karena saat ini tuan High Priest dan para Priest lainnya sedang kesulitan untuk lawan putri Irene dan para prajurit Duke San Lucia. Terutama untuk putri Irene, dia sangatlah kuat. Tuan High Priest Julian saja sampai kerepotan untuk lawannya,"

"Mungkin tuan High Priest Julian sedang nahan kekuatannya karena tujuan beliau adalah hanya untuk nculik putri Irene. Makanya beliau kerepotan untuk bertarung dengan putri Irene karena beliau tidak nggunakan kekuatan penuh. Jika beliau nggunakan kekuatan penuh, mungkin putri Irene bisa dalam bahaya,"

"Tetapi karena sekarang sudah terungkap kalau Rid Archie mang tinggal di kediaman tuan Duke San Lucia, seharusnya tuan High Priest Julian tidak perlu lagi untuk nculik putri Irene. Aku akan langsung pergi mberitahu tuan High Priest Julian tentang informasi ini. Jika tuan High Priest Julian tahu, beliau pastinya tidak akan nahan diri lagi untuk lawan putri Irene karena beliau tidak perlu lagi nculiknya. Mungkin beliau akan berusaha untuk mbunuh putri Irene karena sebelumnya putri Irene sempat nyerang dan lukai beliau. Tidak hanya putri Irene saja, beliau pasti akan mbunuh para prajurit Duke San Lucia dan orang-orang yang bersama putri Irene yang ikut dalam nyerang tuan High Priest dan para Priest yang datang ke kediaman tuan Duke San Lucia. reka yang lawan dan nentang gereja Sancta Lux mang harus diberi hukuman berat dan kematian adalah hukuman yang tepat bagi reka," ucap orang itu.

Setelah ndengar perkataan orang dibalik kristal komunikasi itu, aku dengan cepat langsung berbalik dan berlari untuk kembali ke kediaman Duke Louis.

Sentara itu, Elsie yang lihat Rid tiba-tiba berbalik dan langsung berlari pun terkejut.

"Tunggu. Mau kemana kamu, Rid Archie ?," tanya Elsie.

Orang yang sedang berkomunikasi dengan Elsie lewat kristal komunikasi terdengar bingung karena dia baru saja ndengar Elsie nyebut nama Rid Archie.

"Apa yang baru saja kamu katakan, Elsie ? Rid Archie ? Apa Rid Archie ada di dekatmu ?," tanya orang itu.

Elsie tidak nanggapi perkataan orang itu dan milih untuk langsung ngejar Rid yang terus berlari.

"Tunggu, Rid Archie!," ucap Elsie.

Sentara itu, orang yang sedang berkomunikasi dengan Elsie terdengar sedikit kesal karena Elsie tidak njawab pertanyaannya sebelumnya.

"Woi, Elsie. Kenapa kamu tidak njawab pertanyaanku ? Jawab pertanyaanku, apa Rid Archie sedang berada di dekatmu ?," tanya orang itu.

Setelah ndengar pertanyaan orang itu, Elsie yang mungkin sudah bosan berkomunikasi dengan orang itu milih untuk lempar kristal komunikasi itu sejauh-jauhnya. Setelah lempar kristal komunikasi itu, Elsie lalu ningkatkan kecepatan larinya untuk ngejar Rid yang terus berlari tanpa henti.

~Accelerate~

~Speed Boost 3x~

Elsie pun sudah ningkatkan kecepatannya untuk ngejar Rid. Awalnya Rid tetap tidak terkejar oleh Elsie skipun Elsie sudah ningkatkan kecepatannya. Namun secara perlahan, Elsie mulai motong jaraknya dengan Rid sampai akhirnya dia bisa nyusul Rid. Kini Elsie sedang berlari di belakang Rid.

"Haaaahhh, haaaaahhhh, haaaaahhhh. Akhirnya aku bisa ngejarmu juga, Rid Archie," ucap Elsie yang terlihat sedikit kelelahan.

Sentara itu, aku yang sedang berlari langsung noleh ke belakang setelah ndengar perkataan Elsie.

"Nona Elsie...," ucapku.

"Akhirnya aku bisa ngejarmu juga, Rid Archie. Sebelumnya aku tidak bisa ngejarmu, tetapi kini aku pun bisa ngejarmu. Mungkin karena kecepatanmu saat ini tidak secepat sebelumnya," ucap Elsie.

"Kenapa kamu malah berlari ngejarku, nona Elsie ? Kenapa kamu tidak langsung saja pergi dari tempat ini untuk nuju tempat tinggal orang tuamu ? Lagipula sekarang ini kamu sudah bebas dari gereja Sancta Lux," ucapku.

"Alasan aku ngejarmu karena aku penasaran kenapa kamu tiba-tiba pergi berlari. Kamu mau kemana, Rid Archie ?," tanya Elsie.

"Apa kamu tidak ndengar apa yang dikatakan oleh orang yang nghubungimu tadi, nona Elsie ? Orang yang nghubungimu yang mana rupakan orang-orang gereja Sancta Lux awalnya datang ke kediaman tuan Duke Louis untuk nculik Irene sebagai umpan untuk mancingku. Tetapi karena sekarang orang yang nghubungimu sudah tahu kalau aku mang tinggal di kediaman tuan Duke Louis, maka reka sudah tidak perlu lagi untuk nculik Irene. Oleh karena itu reka berniat untuk mbunuh Irene yang nurut orang itu telah nyerang dan lukai High Priest yang datang ke kediaman tuan Duke Louis. Tidak hanya Irene saja, reka juga berniat mbunuh para prajurit Duke San Lucia dan orang-orang yang bersama Irene. Apa nurutmu aku akan diam saja setelah ndengar itu ? Aku akan kembali ke kediaman tuan Duke Louis untuk lindungi Irene dan yang lainnya, yang berarti aku akan lawan High Priest dan para Priest gereja Sancta Lux yang datang ke kediaman tuan Duke Louis," ucapku.

"lawan reka ? Kamu tidak bercanda kan, Rid Archie ?," tanya Elsie.

"Tidak, aku sedang tidak bercanda, nona Elsie. Aku serius soal lawan reka, lagipula sebelumnya aku juga pernah lawan orang-orang dari gereja Sancta Lux," ucapku.

"Kamu mang sebelumnya berani lawanku dan juga orang-orang dari gereja Sancta Lux yang ngejarmu hingga ke tempat ini. Tetapi tempat ini adalah tempat yang jarang atau bahkan tidak pernah didatangi orang, jadi kalaupun kamu lawan dan mbunuh orang-orang dari gereja Sancta Lux di tempat ini, tidak akan ada yang tahu kalau kamu rupakan pelakunya,"

"Tetapi jika kamu lawan reka di tempat yang ramai seperti di depan kediaman tuan Duke San Lucia, akan ada banyak orang yang lihatmu dan reka pun jelas akan tahu kalau kamu rupakan pelakunya," ucap Elsie.

"mangnya kenapa ? Aku tidak peduli jika orang-orang lihatku yang sedang lawan High Priest dan para Priest dari gereja Sancta Lux," ucapku.

"Apa kamu tidak tahu akan resiko apabila kamu lawan gereja Sancta Lux ? Jika kamu nyerang Priest gereja Sancta Lux, gereja Sancta Lux akan mberikan hukuman yang berat kepadamu. Sama seperti yang dikatakan oleh orang yang nghubungiku tadi, hukuman berat yang dimaksud adalah kematian. Setelah kamu secara terang-terangan berani lawan gereja Sancta Lux, gereja Sancta Lux akan terus mburumu sebelum reka dapat mbunuhmu. Jika gereja Sancta Lux tidak bisa mburumu sendiri, reka akan manggil bantuan untuk mburumu yaitu para Holy Knights dari Holy Kingdom Svetais. reka akan datang ke kerajaan ini untuk mburumu yang telah lawan gereja Sancta Lux,"

"Ketika kamu sudah diburu oleh para Holy Knights, tuan Duke San Lucia ataupun Yang Mulia Ratu kerajaan ini mungkin tidak akan bisa lindungimu. lindungimu yang telah jadi burunon gereja Sancta Lux akan nimbulkan konflik antara kerajaan ini dengan Holy Kingdom yang rupakan pusat agama dan gereja Sancta Lux. Jika kerajaan ini tetap bersikeras untuk lindungimu yang telah lawan gereja Sancta Lux, itu akan dianggap sebagai deklarasi perang dari kerajaan ini terhadap Holy Kingdom,"

"Jika kamu bersikeras untuk kesana dan lawan tuan High Priest dan para Priest itu, gereja Sancta Lux dan para Holy Knights akan datang untuk mburumu. Resiko terburuknya, kerajaan ini akan diserang habis-habisan oleh Holy Kingdom. Aku yakin pihak kerajaan ini pun juga tidak mau berurusan dengan Holy Kingdom. Tidak hanya kerajaan ini saja, kerajaan-kerajaan yang lain pun juga tidak mau berurusan dengan Holy Kingdom. Jadi lebih baik kamu berhenti saja, Rid Archie!. Jangan lawan gereja Sancta Lux yang akan mbuatmu berurusan dengan Holy Kingdom! ," ucap Elsie.

Setelah ndengar perkataan Elsie, aku tanpa ragu-ragu langsung respon perkataannya itu.

"Aku tahu resiko apabila aku nyerang gereja Sancta Lux karena sebelumnya nona Duchess Arlet sudah mberitahu resiko itu. Tetapi apa nurutmu aku akan diam saja setelah ndengar kalau pacarku dan orang-orang yang bersamanya ingin dibunuh oleh High Priest dan para Priest gereja Sancta Lux ?," tanyaku.

Setelah nanyakan itu, aku langsung teringat dengan orang-orang dari desa Aston yang kini sudah tidak ada.

"Aku sudah cukup kehilangan orang-orang yang berharga bagiku, aku tidak akan mbiarkan diriku kehilangan lebih banyak orang lagi!," ucapku.

Setelah ngatakan hal itu, aku yang sebelumnya terus berlari pun langsung berhenti.

Sentara itu, Elsie yang berada di belakang Rid juga ikut berhenti setelah lihat Rid yang berhenti berlari.

"Rid Archie.....," ucap Elsie setelah ndengar perkataan Rid barusan.

Setelah ngatakan itu, Elsie tiba-tiba rasakan sesuatu yang aneh. Udara yang ada di tempat itu tiba-tiba terasa berat. Elsie pun juga tiba-tiba langsung gangi lehernya.

"Apa ini ? Kenapa udara di tempat ini tiba-tiba terasa berat ? Udara di tempat ini seperti nekanku sehingga mbuatku sulit untuk bernafas," pikir Elsie.

Sentara itu, setelah berhenti berlari, aku lanjutkan perkataanku tanpa noleh ke arah Elsie yang ada di belakangku.

"Aku tidak peduli mau itu gereja Sancta Lux, pemimpin kerajaan ini atau kerajaan lain. Bahkan jika itu para iblis, para Malaikat ataupun seluruh dunia ini. Jika reka berniat lakukan sesuatu kepada orang-orang yang berharga bagiku, maka aku akan lawan reka apapun resikonya," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku tidak ndengar respon dari Elsie. Tetapi aku masih rasakan kalau Elsie masih berada di belakangku. Setelah ngatakan itu, aku lalu naruh dua buah gelang yang sebelumnya dikenakan oleh Elsie yang sedang aku pegang saat ini ke permukaan salju yang ada di bawahku.

"Awalnya aku sendiri yang berniat untuk naruh dua buah gelang milikmu ini ke tempat tewasnya orang-orang yang ngejarku sebelumnya. Tetapi saat ini fokusku hanya untuk segera sampai ke kediaman tuan Duke Louis. Jadi jika aku terus mbawa dua gelang ini, mungkin aku akan lupa untuk naruhnya di tempat itu karena aku sedang fokus akan hal lain. Oleh karena itu, dua buah gelang ini kamu saja yang mbawa dan naruhnya, nona Elsie,"

"Itu saja yang ingin aku katakan karena aku harus segera pergi. Setelah aku pergi, lebih baik kamu bergegas untuk naruh dua gelang itu dan lekas pergi dari kerajaan ini, nona Elsie. Jangan ncoba untuk ngikutiku ke kediaman tuan Duke Louis," ucapku.

Setelah ngatakan itu, lagi-lagi Elsie tidak respon perkataanku. Tetapi aku tidak peduli mau dia respon atau tidak.

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai jumpa, nona Elsie," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku langsung lompat dengan tinggi ke udara. Setelah itu, aku pun langsung terbang lesat nuju kediaman Duke Louis.

Sentara itu, Elsie yang berada di belakang Rid terlihat terkejut setelah lihat Rid langsung terbang lesat njauh darinya.

"Apa ? Rid bisa terbang ? Apa dia nggunakan sihir untuk terbang ?," pikir Elsie.

Elsie mikirkan itu sambil terus gangi lehernya karena dia masih kesulitan untuk bernafas.

"Daripada itu, karena kesulitan untuk bernafas, aku jadi tidak bisa untuk berbicara. Aku pun jadi tidak bisa untuk nghentikannya. Apa-apaan yang dia bilang barusan tadi ? Dia bilang dia akan lawan siapapun yang lakukan sesuatu kepada orang-orang yang berharga baginya, bahkan jika yang lakukan itu adalah para Iblis dan para Malaikat. Apa dia serius ngatakan itu ?," pikir Elsie.

-

Sentara itu, di gerbang depan kediaman Duke San Lucia.

Terlihat para prajurit Duke San Lucia masih bertarung dengan beberapa Priest gereja Sancta Lux dan juga para golem lumpur buatan High Priest Julian. Di antara reka yang sedang bertarung itu, ada beberapa prajurit Duke San Lucia dan Priest gereja Sancta Lux terlihat telah terbaring dengan tubuh yang terluka. Selain reka yang terluka, ada juga beberapa golem lumpur yang telah hancur dan juga telah mbeku. Golem-golem lumpur yang telah hancur dan yang telah mbeku itu sudah tidak dapat bergerak lagi untuk nyerang para prajurit Duke San Lucia.

Sentara itu, di antara para prajurit Duke San Lucia yang sedang bertarung, ada Leandra yang terus nyerang para Priest dan Golem lumpur itu dengan sihir miliknya. Selain itu, ada Lily yang terus nyerang golem-golem lumpur itu dengan serangan tangan dan kakinya dan mbuat sebagian tubuh golem itu rusak dan hancur setelah terkena serangannya. Ada juga Nadine yang terus nembaki para Priest dan golem-golem lumpur itu dengan nggunakan senapan panjangnya dari belakang para prajurit Duke San Lucia yang sedang bertarung.

Di situasi itu, Leandra, Lily, Nadine dan para prajurit Duke San Lucia terlihat unggul karena reka berhasil ngalahkan beberapa Priest dan golem-golem lumpur dalam jumlah banyak. Tetapi skipun golem-golem lumpur yang dikalahkan sudah banyak, golem-golem lumpur yang baru tiba-tiba muncul dari bawah jalan tempat reka bertarung dan langsung nyerang reka lagi. Sehingga mbuat pertarungan itu sampai sekarang belum selesai.

Sentara itu, Irene saat ini juga sedang nyerang beberapa Priest dan golem-golem lumpur yang berada di dekatnya. Irene terlihat terpisah cukup jauh dari Leandra, Lily, Nadine dan para prajurit Duke San Lucia lainnya karena Irene saat ini berada cukup jauh di depan. Tepatnya, Irene saat ini sedang berada di dekat High Priest Julian karena setelah High Priest Julian ngeluarkan golem-golem lumpur untuk nyerang Irene dan yang lainnya, High Priest Julian langsung mundur jauh ke belakang njauhi gerbang depan Duke San Lucia.

Ketika nyerang Priest dan golem-golem lumpur yang ada di dekatnya, Irene terlihat dibantu oleh rapier-rapier es yang layang di sekitar tubuhnya.

"Setiap golem-golem lumpur ini dikalahkan baik dengan dihancurkan ataupun dibekukan, golem-golem lumpur yang baru akan langsung muncul. Ini tidak ada habisnya. Sepertinya satu-satunya cara untuk nghentikan golem-golem lumpur ini agar tidak muncul lagi adalah dengan ngalahkan High Priest itu," pikir Irene sambil terus nyerang Priest dan golem-golem lumpur yang ada di dekatnya.

Setelah mikirkan itu, Irene lalu lihat ke arah High Priest Julian yang sedang berdiri sambil gang sebuah tongkat yang terlihat seperti tongkat sihir.

"Awalnya High Priest itu tidak gang tongkat sihir itu, namun beberapa saat yang lalu salah seorang Priest datang dan mberikan tongkat sihir itu. Sepertinya tongkat sihir itu rupakan senjata utama milik High Priest itu. Sepertinya tongkat sihir itulah yang mbuat High Priest itu bisa mbuat dan munculkan golem-golem lumpur secara terus nerus tanpa henti. Aku harus segera ngalahkan High Priest itu agar pertempuran ini segera berakhir," pikir Irene.

Setelah mikirkan itu, Irene yang awalnya fokus nyerang Priest dan golem-golem lumpur yang berada di dekatnya, kini milih untuk ngabaikan reka dan langsung lesat dengan cepat ke arah High Priest Julian. ski begitu, Irene tidak bisa lesat dengan mulus karena ada beberapa golem lumpur yang ncoba nghentikannya. Tetapi Irene dapat ngalahkan golem-golem lumpur yang ncoba untuk nghentikannya itu dengan mudah. Lalu ketika jarak Irene dengan High Priest Julian sudah cukup dekat, Irene pun bersiap untuk lancarkan serangan ke High Priest Julian. Tetapi High Priest Julian tiba-tiba nghentakkan tongkat sihirnya ke permukaan jalan tempatnya berpijak.

"Aku sudah tahu kalau kamu akan datang untuk nyerangku, putri Irene. Tetapi jangan kamu pikir kalau kamu dapat nyerangku dengan mudah karena tidak semua Priest itu lemah. Mungkin nurutmu Priest itu hanya bisa nggunakan sihir penyembuhan saja tetapi coba kamu lihat para Priest yang nyerang para prajuritmu itu, reka juga bisa nggunakan sihir lain, termasuk aku,"

"Aku rupakan High Priest gereja Sancta Lux kota San Lucia. Aku juga rupakan pemimpin dari para Priest gereja Sancta Lux kota San Lucia. Selain itu, aku juga rupakan Priest terkuat di antara para Priest gereja Sancta Lux kota San Lucia. Jadi jangan rehkan aku, putri Irene," ucap High Priest Julian.

~Mud Magic : Giant Mud Golem~

Setelah High Priest Julian nghentakkan tongkat sihirnya itu, tiba-tiba muncul getaran yang cukup hebat di sekitar tempat itu. Para prajurit Duke San Lucia dan para Priest yang sebelumnya sedang saling bertarung terlihat terkejut begitu reka nyadari kalau tiba-tiba di sekitar tempat itu muncul getaran.

"Getaran apa ini ?,"

"Apa ini ? Sebuah gempa bumi ?," ucap orang-orang yang terkejut itu.

Sentara itu, Irene yang sebelumnya sedang lesat untuk nyerang High Priest Julian kini sedang terdiam sambil rasakan getaran yang terjadi. Tidak lama kemudian, dari bawah tempat High Priest Julian berpijak, tiba-tiba keluar sesuatu yang cukup besar. Sesuatu yang besar itu muncul secara perlahan-lahan. Para prajurit Duke San Lucia dan para Priest pun nyadari ada yang muncul dari bawah tempat High Priest Julian.

Sesuatu yang besar itu terus muncul secara perlahan dari bawah sampai akhirnya sesuatu itu pun kini telah muncul sepenuhnya. Sesuatu itu adalah golem lumpur yang sama dengan yang nyerang Irene dan para prajurit Duke San Lucia, tetapi golem lumpur yang muncul dari bawah High Priest Julian ini sangatlah besar. Kira-kira ukuran golem itu hampir sama dengan ukuran bangunan 7-8 lantai. Para prajurit Duke San Lucia dan bahkan para Priest pun terkejut ketika lihat golem raksasa itu.

"Apa-apaan itu ?,"

"Sebuah golem raksasa ?!," ucap orang-orang yang terkejut itu.

Tidak hanya reka saja, Leandra, Lily, dan Nadine pun juga terlihat terkejut. Orang-orang di sekitar tempat pertempuran itu pun juga terkejut ketika lihat golem raksasa itu. Sentara itu, Irene yang berada cukup dekat dari golem raksasa itu terlihat tidak terkejut sedikitpun. Saat ini Irene sedang lihat ke atas, tepatnya ke arah kepala golem raksasa itu. Di atas golem raksasa itu, terlihat High Priest Julian sedang berdiri sambil gangi tongkat sihirnya.

"Putri Irene, kamu sebelumnya telah berani nyerang dan lukaiku. Kamu pun juga telah berani nyerang para Priest yang datang bersamaku. Tidak hanya kamu saja, orang-orang yang ikut bersamamu yang rupakan orang-orang dari kediaman tuan Duke San Lucia juga telah berani nyerang para Priest yang datang bersamaku,"

"Aku dan para Priest yang kalian serang itu rupakan Priest dari gereja Sancta Lux. Dengan kalian yang berani nyerang kami, itu sama saja kalian berani untuk lawan gereja Sancta Lux. Kalian akan diberi hukuman karena telah berani lawan gereja Sancta Lux,"

"Aku sebelumnya rintahkan para Priest yang bersamaku untuk mberi hukuman kepada kalian. Tetapi sepertinya reka tidak cukup kuat untuk mberikan hukuman kepada kalian. Oleh karena itu, aku sendiri lah yang akan mberikan hukuman kepada kalian," ucap High Priest Julian dari atas kepala golem raksasa miliknya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 446 : High Priest Julian on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.