Font Size
15px

Beberapa nit kemudian, di tempat Rid dan Elsie berada.

Aku kini sedang lihat 2 buah gelang yang sebelumnya lingkar di kedua tangan Elsie yang kini sudah tergeletak di permukaan salju. Setelah lihat 2 gelang itu, aku lalu ngambil kedua gelang itu dengan nggunakan tangan kananku. Setelah ngambil kedua gelang itu, aku lalu lihat Elsie yang saat ini sedang berada di depanku. Elsie saat ini sedang terduduk sambil nundukkan kepalanya. Ketika Elsie sedang nundukkan kepalanya, aku lihat tetesan air terjatuh di bawah kepalanya. Tetesan air itu adalah air mata yang berasal dari kedua mata Elsie, yang berarti saat ini Elsie sedang nangis sambil nundukkan kepalanya.

"Akhirnya!!!!, akhirnya aku bisa lepas dari gereja Sancta Lux!!," ucap Elsie dengan suara yang cukup keras.

Setelah ngatakan itu, Elsie kemudian ngangkat kepalanya dan lihat ke atas sambil tetap terduduk. ski Elsie sedang nangis, tetapi wajahnya terlihat bahagia. Elsie sepertinya senang karena aku sudah berhasil lepaskan 2 gelang yang sebelumnya lingkar di kedua tangannya. ski cara yang aku pakai untuk lepaskan kedua gelang itu adalah dengan motong kedua lengannya, tetapi karena aku bisa nyambungkan lengannya kembali, Elsie pun tidak keberatan. Kini dengan dilepasnya gelang itu dari kedua tangannya, Elsie pun kini sudah terbebas dari gereja Sancta Lux karena posisi dia tidak akan bisa terlacak lagi apabila dia larikan diri atau kabur dari gereja Sancta Lux.

lihat Elsie yang sedang nangis bahagia sambil lihat ke atas, aku hanya diam saja sambil terus lihat ke arahnya.

Lalu, sekitar 3 nit kemudian, Elsie yang sebelumnya terduduk kini sudah mulai berdiri kembali secara perlahan. Elsie kembali berdiri sambil mbasuh air mata yang mbasahi wajahnya. Setelah Elsie sudah berdiri dan juga sudah selesai mbasuh air mata yang mbasahi wajahnya, Elsie lalu lihat ke arahku. Setelah lihat ke arahku, Elsie tiba-tiba mulai berlutut sambil nghadap ke arahku.

"Rid Archie, aku benar-benar sangat berterima kasih karena kamu telah lepaskan gelang yang lingkar di kedua tanganku. Gelang yang mbuatku terikat dengan gereja Sancta Lux. Setelah gelang itu berhasil dilepas, aku pun kini sudah tidak terikat lagi dengan gereja Sancta Lux karena aku sudah bebas dari pengawasan reka. reka pun tidak akan bisa ngetahui posisi dan keberadaanku lagi,"

"Sekali lagi, aku ngucapkan terima kasih, Rid Archie. Aku berjanji kalau aku akan mbalas budi atas apa yang kamu lakukan ini. skipun aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan untuk mbalas kebaikanmu ini," ucap Elsie.

Aku pun terkejut setelah lihat Elsie yang ngatakan itu sambil berlutut nghadap ke arahku.

"Apa yang kamu lakukan, nona Elsie ? Aku paham kalau kamu ingin ngucapkan terima kasih kepadaku, tetapi kamu tidak perlu berlutut seperti itu," ucapku.

"Ini sebagai rasa terima kasih sekaligus rasa hormatku kepadamu, Rid Archie," ucap Elsie.

"Rasa hormat seperti itu seharusnya ditujukan kepada seorang pemimpin seperti pemimpin kerajaan atau negara, sentara aku bukanlah seorang pemimpin. Jadi tolong berhenti berlutut dan berdirilah kembali, nona Elsie. Aku rasa tidak nyaman lihatmu seperti itu," ucapku.

Elsie pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Elsie terdiam sambil masih berlutut nghadapku. Namun, tidak lama kemudian, Elsie secara perlahan mulai berdiri kembali.

"Baiklah, Rid Archie. Aku minta maaf karena telah mbuatmu tidak nyaman. Apa yang aku lakukan barusan hanya untuk nunjukkan rasa terima kasih dan rasa hormatku kepadamu. Kalau kamu bilang rasa hormat yang aku lakukan seharusnya ditujukan kepada seorang pemimpin seperti pemimpin kerajaan, maka yang kamu katakan mang benar karena rasa hormat yang aku tujukan kepadamu bernilai sama seperti rasa hormat terhadap suatu pemimpin," ucap Elsie.

"Kamu terlalu berlebihan, nona Elsie. Apa yang aku lakukan hanyalah lepaskan gelang yang mbuatmu terus terikat dengan gereja Sancta Lux. Tindakanku yang aku lakukan itu tidak harus ndapatkan rasa hormat yang setara dengan seorang pemimpin," ucapku.

"Tidak, ini tidaklah berlebihan. Karena kamu telah lepaskan gelang yang ngikatku dengan gereja Sancta Lux, aku pun kini bisa bebas kembali dari reka. Tindakan yang kamu lakukan tidak bisa dilakukan oleh semua orang bahkan bagi seorang pemimpin kerajaan. Kamu tahu sendiri kan ? Di benua ini tidak ada satupun orang atau pihak yang berani ncari masalah dengan gereja Sancta Lux, bahkan seorang pemimpin kerajaan pun tidak akan berani ncari masalah dengan reka. Jadi reka pun juga pastinya tidak akan berani ncari masalah seperti mbebaskan para Priest yang terpaksa bekerja untuk gereja Sancta Lux," ucap Elsie.

"Tetapi aku lakukan ini secara diam-diam tanpa diketahui oleh gereja Sancta Lux. Karena aku lakukan ini tanpa diketahui oleh reka, ini berarti aku tidak ncari masalah dengan reka. Orang lain pun juga bisa lakukan hal ini jika tidak diketahui oleh reka," ucapku.

"Kamu salah, Rid Archie. ski dilakukan secara diam-diam, tidak semua orang berani ncari masalah secara diam-diam dengan gereja Sancta Lux karena ada resiko diketahui oleh gereja Sancta Lux di kemudian hari. Di kemudian hari itu bisa saja beberapa hari, beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian," ucap Elsie.

"Ada resiko diketahui oleh gereja Sancta Lux di kemudian hari ? Itu berarti tindakanku yang lepaskan gelangmu ini ski tidak diketahui oleh gereja Sancta Lux saat ini, masih akan diketahui oleh reka di kemudian hari ?," tanyaku.

"Iya, itu benar. Tetapi setidaknya, masih lebih baik daripada diketahui secara langsung oleh reka karena kalau diketahui secara langsung, reka akan langsung bergerak saat itu juga sentara jika baru diketahui di kemudian hari, reka baru bergerak saat masalah ini diketahui. Jadi masih ada waktu untuk mpersiapkan diri,"

"Tetapi resiko untuk diketahui di kemudian hari itu hanyalah 50%, sisa 50% lagi kemungkinan tidak akan diketahui oleh reka sampai kapanpun. Karena itu, setelah aku sudah bebas dari reka, aku sebisa mungkin tidak akan pergi ke tempat atau wilayah suatu negara yang miliki gereja Sancta Lux. Aku tidak ingin reka tahu atau nyadari kalau aku pernah bekerja sebagai seorang Priest," ucap Elsie.

"Apa mungkin Priest dari gereja Sancta Lux lain akan tahu kalau kamu rupakan seorang mantan Priest ? Jika kamu tetap berada di kerajaan San Fulgen, wajar jika Priest gereja Sancta Lux di kerajaan ini ngenalimu karena kamu rupakan Priest gereja Sancta Lux di kerajaan ini, tepatnya di kota San Lucia. Tetapi jika kamu pergi ke kerajaan lain yang belum pernah kamu datangi dan di kerajaan itu miliki gereja Sancta Lux, aku pikir reka tidak akan ngenalimu. Jadi seharusnya aman jika kamu mau pergi atau datang ke kerajaan itu," ucapku.

"Seharusnya mang aman karena tidak semua Priest gereja Sancta Lux ngenali aku, mungkin hanya para Priest gereja Sancta Lux di kerajaan ini atau di Holy Kingdom. Tetapi aku tetap harus waspada, Rid Archie," ucap Elsie.

Setelah ngatakan itu, Elsie lalu lihat ke arah 2 buah gelang yang sebelumnya lingkar di kedua lengannya yang saat ini sedang aku pegang dengan nggunakan tangan kananku.

"Gelang itu, skipun gelang itu sudah tidak lingkar di kedua lenganku, gelang itu masih dapat nunjukan lokasi," ucap Elsie.

Setelah Elsie ngatakan itu, aku pun juga ikut lihat dan mperhatikan kedua gelang yang aku pegang. Aku terdiam selama beberapa saat sambil lihat ke arah kedua gelang itu. Tidak berselang lama, aku pun mulai berbicara kembali.

"Begitu ya. Gelang ini masih dapat nunjukkan lokasi skipun gelang ini sudah tidak dipasang ke penggunanya. Jika gelang ini tetap berada disini, High Priest yang mantau lokasi gelang ini mungkin akan bingung karena lokasi gelang ini tetap berada disini dan tidak berpindah. Ada kemungkinan pengguna dari gelang ini yaitu kamu sedang berada dalam masalah karena lokasi gelangnya tidak berpindah. Karena itu, High Priest mungkin akan rintah anak buahnya untuk datang kesini untuk riksa keadaanmu karena lokasi gelang yang kamu pakai tidak berpindah-pindah. Lalu begitu reka datang kesini, reka akhirnya nyadari kalau yang ada disini hanyalah kedua gelang ini saja, pengguna dari kedua gelang ini yaitu kamu tidak ada disini," ucapku.

"Iya. Begitu reka tahu kalau yang ada disini hanyalah kedua gelang yang sebelumnya aku pakai saja, reka pasti akan langsung laporkan kepada tuan High Priest. Tuan High Priest pasti akan nganggap kalau aku telah larikan diri karena hanya ada kedua gelang milikku saja sentara aku atau jasadku jika aku ninggal malah tidak ada. Kalau kedua gelang ini ditemukan bersamaan dengan jasadku, maka bisa disimpulkan kalau aku telah mati,"

"Jika tuan High Priest telah nganggap aku larikan diri, mungkin beliau akan laporkan tentang hal ini ke seluruh gereja Sancta Lux yang ada di benua ini. Mungkin beliau akan nyebarkan wajahku dalam bentuk poster ke seluruh gereja Sancta Lux yang ada di benua ini agar jika ada salah satu Priest yang lihat atau ngenali wajahku, reka bisa langsung nangkapku. Cara ini sangat mungkin dilakukan oleh tuan High Priest karena beliau tidak bisa ncariku secara langsung karena aku sudah tidak ngenakan kedua gelang itu,"

"Tetapi itu semua hanyalah pemikiranku saja karena hingga saat ini tidak ada kasus dimana ada seorang Priest yang larikan diri dengan gelang yang sudah terlepas dari kedua lengannya. Karena seperti yang kamu tahu untuk mbuka atau lepas gelang itu sangatlah sulit, para Priest juga tidak mungkin motong lengan reka sendiri untuk lepas gelang yang dikenakan reka. Mungkin hingga saat ini baru aku saja yang bisa larikan diri dengan gelang yang sudah terlepas dari tanganku," ucap Elsie.

"Hmm begitu ya. Sepertinya sulit juga untuk bisa bebas dari reka skipun gelang ini sudah dilepas dari kedua tanganmu. Bahkan kamu masih harus hati-hati agar tidak bertemu dengan Priest gereja Sancta Lux lainnya agar reka tidak ngenali dirimu," ucapku.

"Yah tetapi yang aku katakan tadi hanyalah kemungkinan saja kalau reka akan lakukan itu. ski begitu, tidak ada salahnya juga bagiku untuk terus berhati-hati dan waspada," ucap Elsie.

Setelah Elsie ngatakan itu, aku kembali lihat dan mperhatikan kedua gelang yang aku pegang.

"Aku akan coba naruh gelang ini di dekat jasad dari orang-orang yang sebelumnya ikut bersamamu untuk ngejarku. Jika aku naruh gelang ini disana, mungkin akan sedikit ngelabui kondisimu jika orang-orang dari gereja Sancta Lux datang untuk riksa gelang ini. reka mungkin akan berpikir kalau kamu juga ikut mati jika aku naruh gelang ini di dekat jasad orang-orang itu," ucapku.

"Sebelumnya, ketika aku belum sampai kesini, aku lihat dan mperhatikan beberapa orang yang telah tewas akibat diserang oleh ketiga naga es ciptaanmu. Jasad dari orang-orang itu dalam kondisi yang ngenaskan. Beberapa anggota tubuh reka ada yang sudah hilang atau hancur karena terkena serangan ketiga naga es itu. Jika kamu naruh kedua gelang yang sebelumnya aku kenakan itu di dekat jasad reka, mungkin orang-orang dari gereja Sancta Lux yang akan datang untuk riksa kondisi gelang yang sebelumnya aku kenakan akan berpikir kalau aku telah tewas dengan kondisi tubuh yang sudah hilang atau hancur. Kondisi jasad-jasad di sekitar ditemukannya gelang itu akan nguatkan tentang hal ini. Apa karena alasan ini lah kamu jadi berpikir untuk naruh kedua gelang itu disana, Rid Archie ?," tanya Elsie.

"Iya. Setelah sebelumnya aku ndengar kalau beberapa dari orang yang ikut bersamamu sebelumnya telah tewas akibat serangan ketiga Naga es yang aku ciptakan, aku jadi terpikirkan tentang ide ini. Aku pun juga sudah nduga kalau reka yang telah tewas itu pasti tewas dengan kondisi tubuh yang ngenaskan karena yang nyerang reka adalah naga, skipun hanya naga buatan dan bukan naga asli. Maka dari itu aku berpikir sepertinya ide yang bagus untuk naruh gelang ini di dekat jasad-jasad reka agar ketika gelang ini ditemukan oleh pihak gereja Sancta Lux, reka akan berpikir kalau kamu juga telah mati," ucapku.

"Kamu benar-benar cerdas sampai bisa mikirkan ide seperti itu, Rid Archie. Jika kamu mau naruh gelang itu disana, silahkan saja, Rid Archie," ucap Elsie.

"Baik, nona Elsie," ucapku.

"Sekali lagi aku berterima kasih kepadamu karena telah mbantuku, Rid Archie," ucap Elsie.

"Sama-sama, nona Elsie," ucapku.

"Aku benar-benar ngucapkan terima kasih karena kamu telah banyak mbantuku kali ini. Aku berjanji kalau aku pasti akan mbalas budi atas bantuanmu ini," ucap Elsie.

"Sudah cukup, nona Elsie. Kamu telah cukup banyak ngucapkan terima kasih kepadaku. Tolong jangan ucapkan terima kasih lagi," ucapku.

"Ah maaf, sepertinya kamu rasa tidak nyaman ya. Aku tidak bisa nahan diri karena akhirnya aku bisa terbebas dari gereja Sancta Lux setelah sekian lama aku terpaksa njadi Priest di gereja Sancta Lux. Jadi aku minta maaf apabila aku terus ngucapkan terima kasih kepadamu," ucap Elsie.

"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf, nona Elsie. Aku paham kalau kamu tidak bisa nahan diri untuk ngucapkan terima kasih karena mungkin apa yang sebelumnya aku lakukan telah mbuatmu terbebas dari gereja Sancta Lux. Kamu pun tidak akan terikat lagi dengan gereja itu. Aku pun senang karena apa yang aku lakukan telah mbantu seseorang untuk raih kebebasannya kembali. Hanya saja, aku juga rasa sedih," ucapku sambil nampilkan ekspresi yang sedikit sedih.

"rasa sedih karena apa, Rid Archie ?," tanya Elsie yang bingung.

"Aku rasa sedih setelah ngetahui kalau ada 3 orang Priest yang ikut denganmu untuk ngejarku sebelumnya. 3 orang Priest itu saat ini mungkin telah tewas karena serangan 3 Naga es yang aku buat. Sebelumnya kamu bilang kalau bukan hanya kamu saja yang direkrut secara paksa oleh gereja Sancta Lux, tetapi ada beberapa Priest juga yang direkrut secara paksa. Itulah yang mbuatku rasa sedih karena salah satu atau bahkan 3 orang Priest yang telah tewas akibat serangan naga es ciptaanku itu mungkin saja juga rupakan Priest yang direkrut secara paksa. Jika benar begitu, aku telah mbunuh orang yang sepenuhnya tidak bersalah karena jika reka adalah Priest yang direkrut secara paksa, reka terpaksa untuk ngerjakan tugas yang diberikan kepada reka dengan harapan kalau reka nyelesaikan tugas yang diberikan kepada reka, reka mungkin bisa keluar dari pekerjaan reka sebagai Priest suatu saat nanti. Sama seperti yang sebelumnya kamu harapkan ketika kamu baru njadi seorang Priest, nona Elsie," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku lalu noleh ke arah lain, tepatnya ke bagian selatan yaitu ke arah tempat dimana orang-orang yang ngejarku itu bertarung dengan 3 naga es ciptaanku. Lokasi tempatku berada saat ini dengan lokasi tempat orang-orang itu bertarung dengan 3 naga es ciptaanku berjarak cukup jauh. Bahkan aku tidak bisa lihat lokasi reka dari tempatku berada saat ini. Tetapi aku terus lihat ke arah tempat itu sambil terus gang kedua gelang yang sebelumnya dipakai Elsie.

Sentara itu, Elsie hanya terdiam setelah ndengar perkataanku. Namun tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Mungkin kamu telah mbunuh orang yang sepenuhnya tidak bersalah apabila mang salah satu atau 3 orang Priest yang terbunuh itu rupakan Priest yang direkrut paksa oleh gereja Sancta Lux. Tetapi jika benar begitu, aku yakin Priest yang terbunuh itu justru bersyukur. Karena dengan tewasnya reka, reka tidak perlu terpaksa lagi njalani pekerjaan sebagai Priest gereja Sancta Lux. Sama seperti yang aku inginkan dulu, aku milih untuk lebih baik mati dibunuh oleh orang lain daripada terus njadi Priest,"

"Jadi kamu tidak perlu rasa sedih, Rid Archie. reka yang telah kamu bunuh dengan naga es ciptaanmu kini telah bebas dan pergi ke tempat lain," ucap Elsie.

Setelah ndengar perkataan Elsie, aku pun terdiam sesaat. Setelah itu, aku mulai nghela nafasku dan kemudian noleh kembali ke arah Elsie.

"Kamu ada benarnya, nona Elsie. Lebih baik aku tidak perlu terlalu berpikir negatif tentang hal ini," ucapku.

"Baguslah kalau kamu ngerti, Rid Archie," ucap Elsie.

Setelah itu, aku ngangkat tangan kananku yang sedang gang dua buah gelang yang sebelumnya dikenakan oleh Elsie. Aku ngangkat tanganku untuk lihat gelang itu dari dekat sekaligus nunjukan gelang itu kepada Elsie.

"Kalau begitu, aku akan langsung pergi ke tempat orang-orang yang telah tewas karena serangan naga es ciptaanku untuk naruh kedua gelang ini. Bagaimana denganmu, nona Elsie ? Apa kamu akan langsung pergi ninggalkan kerajaan ini untuk pergi ke tempat tinggal orang tuamu ? Atau kamu akan pergi ke tempat lain terlebih dahulu ? Atau kamu malah akan kembali secara diam-diam ke gereja Sancta Lux terlebih dahulu untuk ngambil barang-barangmu yang tertinggal ?," tanyaku.

"Mana mungkin aku akan kembali ke gereja Sancta Lux secara diam-diam. Aku tidak miliki barang berharga disana jadi aku bisa segera langsung pergi dari tempat ini. Mungkin aku akan pergi ke tempat tinggal orang tuaku terlebih dahulu yang berada di utara kerajaan San Fulgen," ucap Elsie.

"Utara kerajaan San Fulgen, itu berarti kamu harus pergi lewati daerah lain untuk sampai ke tempat tinggal orang tuamu karena kamu tidak mungkin lewati pegunungan Orokho untuk pergi kesana," ucapku.

"Iya, jika aku lewati pegunungan Orokho, aku mungkin akan mati mbeku di tengah jalan. Aku mungkin akan lewati jalur laut dengan naiki kapal di pelabuhan San Quentine. Aku bisa saja pergi dengan lewati wilayah kerajaan Sedona yang berada di sebelah barat kerajaan San Fulgen, tetapi aku tidak mau ngambil resiko karena dari yang ku dengar di wilayah kerajaan Sedona tepatnya di sekitar wilayah perbatasan antara kerajaan Sedona dengan kerajaan San Fulgen rupakan tempat yang cukup liar. Demi-Human yang tinggal di tempat itu banyak lakukan aksi kejahatan salah satunya njadi bandit. Jika aku lewati tempat itu dan bertemu dengan reka, mungkin aku akan ditangkap oleh reka dan dijual sebagai budak. Jadi lebih baik aku lewati jalur aman yaitu jalur laut," ucap Elsie.

"Begitu ya. Namun ski kamu lewati jalur yang aman, kamu masih harus tetap hati-hati dan waspada, nona Elsie. Mungkin diperjalanan nanti kamu bisa saja bertemu dengan orang yang kamu kenal," ucapku.

"Tenang saja, Rid Archie. Aku akan selalu waspada. Aku juga akan waspada begitu sampai di kerajaan tempat tinggal orang tuaku. Terakhir kali aku datang ke tempat tinggal reka, di wilayah tempat tinggal reka belum ada gereja Sancta Lux. Saat ini mungkin saja sudah ada, jadi aku akan waspada begitu sampai disana," ucap Elsie.

"Begitu ya. Kalau begitu, sepertinya ini waktunya kita untuk berpisah, nona Elsie, karena setelah aku naruh gelang ini juga mau langsung kembali ke kediaman tuan Duke Louis," ucapku.

"Iya. Izinkan aku ngucapkan terima kasih untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi, Rid Archie. Terima kasih karena telah mbantu untuk mbebaskanku dari gereja Sancta Lux, Rid Archie," ucap Elsie sambil tersenyum.

"Iya, sama-sama, nona Elsie. Kalau begitu sampai jumpa lagi, nona Elsie. Hati-hati dalam perjalananmu," ucapku.

"Iya, sampai jumpa lagi, Rid Archie. Jika nanti kita bertemu lagi, aku berjanji kalau aku pasti akan mbalas budi," ucap Elsie.

Setelah Elsie ngatakan itu, aku hanya tersenyum tanpa ngatakan sepatah katapun. Lalu setelah itu, aku pun secara perlahan mulai mbalikkan badanku untuk segera pergi ke tempat orang-orang yang sebelumnya bertarung dengan naga es ciptaanku. Namun baru sebentar aku mbalikkan badan, tiba-tiba aku lihat ada sebuah cahaya terang yang muncul dari saku pakaian yang dikenakan oleh Elsie. Aku sedikit terkejut ketika lihat cahaya terang itu, begitupun dengan Elsie.

"Cahaya itu, sepertinya berasal dari kristal Komunikasi," pikirku.

Setelah mikirkan itu, aku berniat untuk ngatakan sesuatu kepada Elsie tetapi Elsie lebih dulu ngatakan sesuatu kepadaku.

"Rid Archie, sepertinya ada seseorang yang nghubungiku karena kristal komunikasi yang aku bawa sedang bercahaya. Aku dari awal mang mbawa kristal komunikasi agar aku bisa berkomunikasi dengan tuan High Priest ataupun dengan Priest gereja Sancta Lux lainnya," ucap Elsie.

"Itu berarti yang sedang nghubungimu saat ini mungkin adalah High Priest atau Priest yang lainnya," ucapku.

"Iya, sepertinya begitu. Apa yang harus aku lakukan ? Apa aku harus ngabaikannya saja ?," tanya Elsie.

Aku pun terdiam sebentar setelah Elsie nanyakan hal itu. Namun tidak lama kemudian, aku mulai berbicara kembali.

"Lebih baik kamu angkat saja, nona Elsie. Mungkin High Priest atau Priest yang lain yang ncoba untuk nghubungimu ingin mbagikan suatu informasi penting. Atau mungkin reka nanyakan kondisimu dan yang lainnya karena kamu dan yang lain yang ditugaskan untuk ngejar dan nangkapku belum mberikan kabar kepada reka. Aku sedikit penasaran dengan apa alasan reka nghubungimu jadi lebih baik kamu angkat saja, nona Elsie. Aku tidak akan ngatakan apapun ketika kamu berkomunikasi dengan reka, aku hanya akan ndengarkan percakapanmu dengan reka saja," ucapku.

"Baiklah, kalau begitu aku akan respon panggilannya," ucap Elsie.

Elsie lalu ngambil kristal komunikasi yang ada di saku pakaiannya dan mulai respon panggilan dari orang yang ncoba nghubunginya.

"Halo ?," ucap Elsie.

"Halo, Elsie. Lama sekali kamu ngangkat panggilanku," ucap orang yang manggil Elsie lewat kristal komunikasi itu.

Dari suara orang itu, orang itu rupakan seorang laki-laki. Orang itu terdengar sedang marah karena Elsie lama njawab panggilan itu.

"Edward ya, Ada apa ? Aku pikir yang manggilku adalah tuan High Priest," ucap Elsie.

Elsie manggil nama Edward yang kemungkinan adalah nama dari orang yang nghubungi Elsie. Elsie pun berbicara dengan orang itu secara santai yang berarti orang itu mungkin rupakan sesama Priest seperti Elsie dan bukan seorang High Priest.

"Kamu sekarang ada dimana ?," tanya orang itu.

Elsie terdiam sesaat namun tidak lama kemudian dia segera njawab pertanyaan orang itu.

"Aku saat ini sedang berada di sebelah Utara kota San Lucia, tempat yang jarang didatangi orang lain karena cukup berbahaya," ucap Elsie.

"Apa ? Kenapa kamu bisa ada disana sekarang ? Bukannya kamu ditugaskan di belakang kediaman tuan Duke San Lucia untuk ngawasi Rid Archie yang kemungkinan tinggal di kediaman itu ?," tanya orang itu.

"Justru aku berada disini karena sekarang aku sedang ngejar Rid Archie yang sebelumnya aku lihat dia pergi lewati gerbang belakang kediaman tuan Duke San Lucia. Aku saat ini sedang ngejarnya bersama dengan yang lainnya," ucap Elsie.

"Begitu ya, jadi Rid Archie mang benar tinggal di kediaman Duke San Lucia," ucap orang itu.

"Iya. Daripada itu, ada apa nghubungiku ?," tanya Elsie.

"Soal itu, aku nghubungimu karena aku pikir kamu masih berada di belakang kediaman tuan Duke San Lucia. Jika iya, aku nghubungimu untuk minta bantuan," ucap orang itu.

"minta bantuan untuk apa ?," tanya Elsie yang bingung.

Disaat Elsie terus berbicara dengan orang itu lewat kristal komunikasi, aku hanya diam saja sambil ndengarkan percakapan reka.

"Aku ingin minta bantuanmu dan orang-orang yang bersamamu untuk segera datang ke gerbang depan kediaman tuan Duke San Lucia karena saat ini tuan High Priest Julian dan para Priest lainnya sedang bertarung dengan putri Irene dan para prajurit Duke San Lucia yang lindungi dan njaga kediaman itu," ucap orang itu.

Aku yang sedang diam sambil ndengar perkataan orang itu pun langsung terkejut.

"Apa ?!," ucapku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Sword God Reborn cover
Similar genre

Sword God Reborn

InkQuillWrites ·Action

Reincarnationistiresome.Thistime,IwillsurelyattaintheUltimateoftheSwordandfindeternalrest.“SwordGodReborn”Throughcountlessreincarnations,Ilivedagai...

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.