"Apa yang terjadi ?! Lenganku.....," ucap Elsie.
Setelah lengan kanan Elsie terpotong oleh pedangku, darah langsung ngalir keluar dengan cukup deras dari bagian lengannya yang terpotong. Namun aku dengan cepat langsung ngarahkan tangan kiriku ke arah Elsie untuk nyembuhkan dan nghentikan darah yang ngalir keluar itu agar tidak terus keluar.
~Full Healing~
Setelah aku lancarkan sihirku ke arah Elsie, darah yang sebelumnya ngalir keluar pun kini telah berhenti. Akan tetapi, ski darah yang ngalir keluar itu telah berhenti, lengan Elsie masih dalam keadaan terpotong.
Sentara itu, Elsie yang sebelumnya terkejut karena lihat lengan kanannya yang terpotong sedang layang di udara, kini mulai noleh secara perlahan ke bagian lengan kanannya. Setelah lihat bagian lengan kanannya, Elsie terlihat sangat terkejut.
"AHHHHHHH," teriak Elsie yang terkejut.
Kemudian, Elsie lalu raba-raba bagian lengan kanannya yang terpotong itu dengan tangan kirinya.
"Lenganku, lenganku telah terpotong ?!?!," ucap Elsie yang masih terkejut.
Sentara itu, setelah nyembuhkan dan nghentikan darah yang keluar dari bagian lengan Elsie yang terpotong, aku lalu nurunkan tangan kiriku yang sebelumnya digunakan untuk lancarkan sihir penyembuhan kepada Elsie. Selain itu aku juga naruh pedangku kembali yang sebelumnya digunakan untuk motong lengan kanan Elsie.
Setelah itu, aku lalu lihat ke atas dan lihat potongan lengan kanan Elsie masih layang tepat di atasku. Setelah beberapa saat layang karena terlempar akibat aku potong, potongan lengan kanan Elsie secara perlahan mulai jatuh ke bawah tepat ke arahku. lihat potongan lengan kanan Elsie jatuh ke bawah, aku lalu langsung nangkap potongan lengan itu dengan nggunakan tangan kananku. Setelah nangkap potongan lengan itu, aku lalu lihat dan mperhatikan potongan lengan itu. Gelang pendeteksi yang terpasang di lengan Elsie masih lingkar di potongan lengan kanan Elsie.
Setelah lihat gelang itu masih lingkar di potongan lengan itu, aku lalu bersiap untuk ngeluarkan gelang itu. Ketika aku sedang bersiap untuk ngeluarkan gelang itu, aku tiba-tiba ndengar suara Elsie.
"Rid Archie!!!," ucap Elsie.
Aku ndengar Elsie manggil namaku. ndengar itu, aku lalu noleh ke arah Elsie. Ketika aku sudah noleh ke arah Elsie, aku lihat Elsie yang sedang berjalan perlahan ke arahku sambil lihatku dengan tatapan marah.
"Rid Archie! Beraninya kamu motong lengan kananku!!," ucap Elsie.
Elsie ngatakan itu sambil gang bagian lengan kanannya yang telah terpotong dengan lengan kirinya. Setelah itu, Elsie yang sudah berada dekat denganku lalu ncoba untuk mukulku dengan nggunakan tangan kirinya. Tetapi aku dapat dengan mudah nangkap pukulan itu dengan nggunakan tangan kiriku, sentara tangan kananku saat ini masih gang potongan lengan kanan Elsie.
"Tenanglah, nona Elsie," ucapku sambil nahan pukulan Elsie.
"Bagaimana aku bisa tenang setelah lihat kamu yang baru saja motong lengan kananku," ucap Elsie.
"Aku motong lengan kananmu bukan tanpa sebab. Seperti yang aku bilang sebelumnya, cara yang akan aku gunakan untuk lepaskan gelang yang ada di lenganmu adalah dengan motong lenganmu,"
"Lebih baik sekarang kamu tenang dulu, nona Elsie. Setelah aku lepas gelang ini, aku akan nyambungkan lenganmu kembali," ucapku.
Setelah ndengar perkataanku, Elsie terlihat terkejut.
"Apa yang baru saja kamu katakan ? nyambungkan lenganku ?," tanya Elsie.
"Iya. Sekarang pokoknya kamu diam dan tenang dulu, nona Elsie. Aku mau lepaskan gelang yang ada di lengan kananmu ini terlebih dahulu," ucapku.
Setelah ngatakan itu, aku lalu lepaskan lengan kiri Elsie yang sebelumnya aku tahan karena dia berusaha untuk mukulku. Kemudian, aku lalu nggunakan tangan kiriku untuk nyentuh dan ngambil gelang yang lingkar di potongan lengan kanan Elsie, sentara tangan kananku tetap gang potongan lengan kanan Elsie. Aku dapat lepaskan gelang itu dengan mudah dengan ngarahkan dan nggerakkan gelang itu ke bagian lengan yang telah terpotong.
Setelah aku berhasil lepaskan gelang itu, aku lalu njatuhkan gelang itu ke permukaan salju yang ada di bawahku. Elsie terlihat terkejut ketika lihatku sudah lepaskan gelang itu dan njatuhkan gelang itu ke permukaan salju. Elsie terkejut sambil lihat gelang yang sudah berada di atas permukaan salju yang ada di bawahku.
"Gelangnya.....," ucap Elsie.
Setelah njatuhkan gelang itu, aku lalu nghampiri Elsie sambil gang potongan lengan kanannya.
"Nona Elsie, aku akan nyambungkan lengan kananmu kembali. Pertama-tama, aku akan nempelkan potongan lengan kananmu ini ke bagian lenganmu yang terpotong terlebih dahulu. Saat aku sudah nempelkan potongan lengan kananmu ini, bisakah kamu nggunakan tangan kirimu untuk terus gang dan nempel potongan lengan kananmu agar tidak terjatuh saat aku ingin nyambungkannya ?," tanya.
Elsie yang sebelumnya sedang lihat gelang yang terjatuh itu, kini langsung noleh ke arahku. Tetapi Elsie hanya terdiam saja setelah ndengar perkataanku. Mungkin dia masih tidak percaya dengan ucapakanku yang sebelumnya yang bilang kalau aku bisa nyambungkan lengannya kembali. Namun tidak lama kemudian, dia pun mulai nanggapi perkataanku.
"Baiklah," ucap Elsie.
Setelah itu, aku lalu mulai nempelkan potongan lengan kanan Elsie ke bagian lengannya yang terpotong. Ketika potongan lengan kanan Elsie sudah nempel, Elsie lalu gang potongan lengannya itu dengan nggunakan tangan kirinya. Aku pun juga ikut gangi potongan lengan kanan itu dengan nggunakan tangan kiriku karena aku khawatir kalau Elsie tidak cukup kuat untuk terus gangi potongan lengan kanannya itu hanya dengan 1 tangan. Setelah potongan lengan kanan itu sudah dipegang dengan kuat agar tidak terjatuh, aku lalu ngarahkan tangan kananku ke bagian lengan yang terpotong yang saat ini sudah ditempel oleh potongan lengan kanan Elsie. Aku lalu lancarkan sihir penyembuhanku ke bagian lengan yang terpotong itu.
~Full Healing~
Aku lancarkan sihir penyembuhan ke bagian lengan yang terpotong itu selama beberapa detik. Beberapa detik kemudian, aku lalu nurunkan tangan kananku dan juga lepaskan tangan kiriku yang sebelumnya digunakan untuk gangi potongan lengan kanan Elsie.
"Sudah selesai, nona Elsie. Sekarang kamu bisa lepaskan tangan kirimu dari lengan kananmu. Lengan kananmu sudah tersambung sepenuhnya dan tidak akan terjatuh apabila kamu tidak ganginya lagi," ucapku.
Setelah ndengarkan perkataanku, Elsie terlihat terkejut.
"Benarkah ?," tanya Elsie.
"Iya," ucapku.
Elsie kemudian lihat ke arah lengan kanannya. Tangan kiri Elsie terlihat masih gangi lengan kanannya namun Elsie secara perlahan mulai lepaskan tangan kirinya itu dari lengan kanannya. Setelah Elsie sudah lepaskan tangan kirinya itu, Elsie sangat terkejut begitu ngetahui kalau lengan kanannya mang sudah tersambung lagi.
"Lengan kananku benar-benar sudah tersambung lagi ?!," ucap Elsie yang terkejut.
lihat Elsie yang terkejut, aku pun kembali berbicara kepadanya.
"Coba kamu gerakkan lengan kananmu, nona Elsie," ucapku.
Setelah ndengar perkataanku, Elsie pun langsung nggerakkan lengan kanannya itu. Elsie pun kembali terkejut saat nggerakkan lengan kanannya itu.
"Tidak hanya bisa disambungkan kembali, lengan kananku yang sebelumnya dipotong pun kini juga bisa digerakkan kembali. Aku tidak percaya ini, bagaimana bisa kamu nyambungkan lenganku yang sebelumnya kamu potong ?! Sihir penyembuhan biasa tidak mungkin dapat nyambungkan lengan yang terpotong dengan mudah," ucap Elsie.
"Yah anggap saja kalau kemampuan sihir penyembuhanku ini special, nona Elsie. Sebelumnya aku juga pernah nyambungkan lengan seseorang yang terpotong yaitu lengan komandan Oliver. Lengan beliau terpotong karena beliau bertarung lawan tuan Duke Remy di San Fulgen Akademiya. Aku berhasil nyambungkan lengan beliau setelah insiden penyerangan di San Fulgen Akademiya berakhir," ucapku.
"Lengan tuan komandan Oliver terputus ? Aku baru tahu soal ini," ucap nona Elsie yang terlihat sedikit terkejut.
"Wajar kalau kamu tidak tahu, nona Elsie. Saat itu, setelah penyerangan berakhir, mang ada beberapa wartawan dari Diganta yang datang ke San Fulgen Akademiya untuk ndapatkan berita tentang insiden penyerangan itu. reka berhasil ngambil beberapa fotoku yang sedang nyembuhkan orang-orang yang terluka di akademi, tetapi untungnya reka tidak ngambil foto ketika aku sedang nyambungkan lengan komandan Oliver. Jadi tidak ada banyak orang yang tahu tentang lengan komandan Oliver yang terputus. Selain itu, tidak banyak orang juga yang tahu kalau sihir penyembuhanku bisa digunakan untuk nyambungkan anggota tubuh selain kepala yang terpotong. Oleh karena itu, karena aku sudah nyambungkan lengan kananmu, tolong untuk tidak nyebarkan tentang aku yang bisa nyambungkan anggota tubuh yang telah terpotong," ucapku.
"Tenang saja, Rid Archie. Karena kamu telah nyambungkan lengan kananku kembali, aku tidak akan nyebarkan tentang informasi ini. Tetapi, aku masih belum terima karena kamu telah motong lengan kananku secara tiba-tiba," ucap Elsie dengan nada yang sedikit marah.
"Aku minta maaf soal itu, nona Elsie. Jika aku tidak motong lengan kananmu secara tiba-tiba, aku yakin kamu akan terus nolak rencanaku yang ingin motong lengan kananmu," ucapku.
"Yah, kamu benar. Soalnya mana ada orang yang setuju apabila lengannya akan dipotong. Kamu juga sebelumnya tidak bilang terlebih dahulu kalau kamu bisa nyambungkan lenganku kembali setelah dipotong. Jika kamu bilang terlebih dahulu, mungkin aku akan tenang," ucap Elsie.
"Padahal sebelumnya kamu bilang kalau kamu tidak masalah apabila kamu mati, tetapi kamu malah panik setelah aku bilang kalau aku mau motong lenganmu, nona Elsie," ucapku.
"Aku mang tidak masalah apabila aku mati, tetapi soal lengan yang dipotong itu beda cerita. Jika lenganku dipotong dan aku dibiarkan hidup, itu malah akan nambah penderitaanku,"
"Yah pokoknya aku mang masih tidak terima karena kamu motong lenganku secara tiba-tiba, tetapi karena itu aku juga ngucapkan terima kasih, Rid Archie. Karena kamu telah motong lenganku, gelang yang lingkar di lenganku itu pun jadi bisa dikeluarkan," ucap Elsie.
Nona Elsie ngatakan itu sambil lihat ke arah gelang yang lingkar di lengannya sebelumnya yang kini sudah tergeletak di atas permukaan salju. Elsie juga ngatakan itu dengan nada suara seperti mau nangis. Mungkin dia terharu karena akhirnya dia bisa lepas gelang yang selama ini ngikatnya untuk terus njadi seorang Priest.
"Masih terlalu cepat untuk ngucapkan terima kasih kepadaku, nona Elsie. Karena aku masih belum lepaskan gelang yang lingkar di lengan kirimu," ucapku.
"Ya, kamu ada benarnya," ucap Elsie.
"Oleh karena itu, aku akan motong lengan kirimu terlebih dahulu untuk lepaskan gelang itu, nona Elsie. Sekarang kamu sudah tidak keberatan apabila lenganmu aku potong kan ?," tanyaku.
"Setelah ngetahui kalau kamu bisa nyambungkan lenganku kembali setelah dipotong, mana mungkin aku keberatan. Aku siap apabila kamu mau motong lengan kiriku ini," ucap Elsie.
Kemudian, Elsie tiba-tiba ngangkat lengan kirinya ke samping.
"Silahkan potong lengan kiriku ini, Rid Archie," ucap Elsie.
"Baiklah, nona Elsie. Aku akan lakukan ini dengan cepat," ucapku.
Setelah itu, aku langsung ngambil pedangku yang ada di pinggangku dan langsung motong lengan kiri Elsie dengan cepat. Lengan kiri Elsie pun langsung terhempas layang ke atas setelah aku potong dengan nggunakan pedangku.
-
Sentara itu, di sebuah pemakaman yang miliki ukuran sangat luas.
Pemakaman yang miliki ukuran yang sangat luas itu rupakan pemakaman terbesar di kerajaan San Fulgen Akademiya. Pemakaman itu terletak di sebelah utara White Palace dan jaraknya pun tidak jauh.
Di pemakaman itu, terlihat Ratu Kayana sedang lihat banyak peti mati yang mulai dikuburkan di depannya. Ratu Kayana lihat peti-peti mati yang sedang dikuburkan itu dengan tatapan yang sedih. Di belakang Ratu Kayana, terlihat para komandan Prajurit seperti komandan Oliver, komandan Asier, komandan Allister, komandan Keira dan komandan Ivana, serta para Duke dan Duchess juga lihat ke arah peti-peti mati yang sedang dikuburkan yang berada di depan reka. Beberapa dari reka ada yang terus lihat ke arah peti-peti mati yang sedang dikuburkan itu, sentara sisanya hanya lihat sebentar dan kemudian milih untuk nunduk.
Sentara itu, cukup jauh di samping Ratu Kayana, terlihat High Priest Theodor sedang mbaca isi buku yang dibawanya dengan suara yang keras. High Priest Theodor mbacakan buku itu sambil nghadap ke arah peti-peti mati yang sedang dikubur itu. Sentara, para Priest gereja Sancta Lux yang ada di belakangnya terlihat sedang nyanyikan beberapa nyanyian untuk ngiringi acara pemakaman bangsawan-bangsawan yang telah tewas akibat penyerangan di kerajaan San Fulgen.
Namun, tidak semua Priest itu nyanyikan nyanyian itu. Ada 3 orang Priest yang terlihat hanya diam saja tanpa ngikuti nyanyian itu. Saat ini, 3 orang Priest itu belum diketahui wajahnya karena wajahnya masih tertutup oleh tudung kepala yang reka pakai. Namun beberapa saat kemudian, tudung kepala yang reka kenakan sedikit terbuka karena tertiup oleh angin dan nyebabkan wajah reka terlihat sekilas. 3 orang Priest yang tidak ikut nyanyi itu adalah Remia, Willa dan juga nona Laviena. Nona Laviena terlihat sedang tersenyum ketika wajahnya terlihat sekilas akibat tudung kepalanya yang sedikit terbuka.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)