"Aku bisa mbantu untuk lepaskan gelang yang lingkar di kedua lenganmu itu," ucapku.
Elsie terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataanku. Ketika Elsie terkejut, terlihat air mata masih keluar dari kedua matanya itu.
"K-kamu bisa mbantu untuk lepaskan gelang yang lingkar di kedua tanganku ?! Kamu sedang tidak bercanda kan, Rid Archie ?," tanya Elsie seakan tidak percaya.
"Aku tidak bercanda, nona Elsie. Aku serius bisa mbantu untuk lepaskan gelang itu," ucapku.
Elsie pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Elsie terdiam sambil ngusap air mata yang masih keluar dari kedua matanya. Setelah selesai ngusap air mata di kedua matanya, Elsie lalu kembali berbicara.
"ski begitu, aku tidak percaya kalau kamu bisa lepaskan gelang ini, Rid Archie. Aku sendiri saja tidak bisa lepaskan gelang ini,"
"ski gelang ini bisa aku pindahkan, gelang ini hanya berpindah di sekitar bagian lengan atasku karena ukuran gelang ini mang pas dan sesuai dengan ukuran lengan atasku. Tetapi ketika aku ingin mindahkan ke bagian lengan bawahku hingga ke jari-jariku untuk ngeluarkannya, gelang ini tersangkut di bagian sikuku karena ukuran sikuku sedikit lebih besar dari ukuran lengan kananku. Oleh karena itu, gelang ini tidak bisa aku keluarkan dengan sendirinya. Para Priest yang lain pun juga tidak bisa ngeluarkan gelang ini karena ukuran siku reka juga sedikit lebih besar dari lengan kanan atas reka. Gelang ini sepertinya mang didesain untuk nyesuaikan ukuran lengan kanan atas masing-masing penggunanya sehingga mbuat gelang ini tidak bisa dikeluarkan lewati jari-jari karena gelang ini akan tersangkut di bagian siku yang mana bagian siku berukuran sedikit lebih besar dari bagian lengan atas,"
"Selain itu, ski gelang ini terlihat cukup kecil dan ringan, gelang ini nyatanya sangat kuat. Gelang ini kelihatannya terbuat dari besi tetapi aslinya mungkin gelang ini tidak terbuat dari besi karena gelang ini sulit untuk dihancurkan ataupun dirusak, berbeda dengan besi pada umumnya. Satu-satunya cara untuk lepaskan gelang ini adalah dengan nggunakan kunci yang dimiliki oleh tuan High Priest, entah itu tuan High Priest Julian atau tuan High Priest Theodor. Nih coba kamu lihat, ada lubang seperti lubang kunci di gelang ini. Lubang kunci inilah yang digunakan untuk mbuka gelang ini dengan nggunakan kunci," ucap Elsie.
Elsie ngatakan itu sambil mperlihatkan bagian sisi gelang yang terdapat lubang kunci.
"Ya, aku lihatnya," ucapku.
"Satu-satunya cara untuk lepaskan gelang ini adalah dengan nggunakan kunci yang dimasukkan ke lubang ini. Tidak mungkin kamu bisa lepaskan gelang ini dengan nghancurkan, rusak atau motong gelang ini baik dengan kekuatan sihir ataupun dengan sihir. Gelang ini tidak akan rusak sedikitpun jika kamu nyerangnya, justru kamu malah akan lukai atau bahkan mbunuh orang yang makai gelang ini jika serangan yang kamu lancarkan salah sasaran dan tidak ngenai gelangnya," ucap Elsie.
"Hmmm begitu ya," ucapku.
"Baguslah kalau kamu ngerti, Rid Archie. Jadi sekarang lupakanlah soal kamu yang mau mbantuku lepaskan gelang ini karena lepaskan gelang ini sangatlah sulit," ucap Elsie.
"Tidak, aku tetap mau mbantumu untuk lepaskan gelang itu," ucapku.
Elsie terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Apa kamu tidak ndengar penjelasan yang baru saja aku katakan ?," tanya Elsie.
"Tentu aku ndengarnya, nona Elsie. ski begitu aku tetap akan mbantumu untuk lepaskan gelang yang ada di kedua lenganmu. mang kamu sebelumnya bilang kalau kamu tidak bisa lepaskan gelang itu sendiri, tetapi aku sendiri belum ncoba untuk lepaskan gelang itu. Siapa tau aku bisa lepaskan gelang itu," ucapku.
Elsie langsung terdiam setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, Elsie lalu nghela nafas dan mulai berbicara kembali.
"Ya sudahlah, terserah kamu saja. ski begitu, aku masih tidak yakin kalau kamu bisa lepaskan gelang ini," ucap Elsie.
"Itu hakmu apabila kamu tidak yakin kalau aku bisa lepaskan gelang itu. Yang terpenting aku akan tetap ncoba untuk lepaskan gelang itu," ucapku.
Setelah itu, aku berjalan ndekati Elsie. Lalu, ketika aku sudah berada dekat dengan Elsie, aku lalu ngarahkan tangan kananku ke arahnya.
"Aku minta maaf kalau tidak sopan, nona Elsie. Aku mau nyentuh gelang yang lingkar di lengan kananmu. Ketika aku nyentuh gelang itu, mungkin bagian lengan kananmu juga akan tersentuh," ucapku.
"Tidak apa-apa, silahkan saja," ucap Elsie.
Setelah ndapatkan izin Elsie, aku lalu nyentuh gelang yang lingkar di lengan kanannya dengan nggunakan tangan kananku. Ketika aku nyentuh gelang itu, gelang itu terasa keras seperti terbuat dari besi.
"Ketika aku lihat gelang ini, aku tahu kalau gelang ini mang terbuat dari bahan yang keras dan itu terbukti ketika aku nyentuhnya. Gelang ini terasa seperti terbuat dari besi, tetapi sepertinya ini bukan besi. Bahan apa sebenarnya yang digunakan untuk mbuat gelang ini," pikirku.
Aku mikirkan itu sambil terus nyentuh gelang yang lingkar di lengan kanan Elsie. Sentara itu, Elsie hanya terdiam saja sambil lihat ke arah gelang yang sedang aku sentuh. Beberapa saat kemudian, lihat aku yang terdiam cukup lama sambil nyentuh gelang yang lingkar di lengan kanannya, Elsie pun mulai berbicara.
"Bagaimana, Rid Archie ? Apa kamu bisa lepaskannya ? lihat kamu yang terdiam cukup lama, sepertinya kamu tidak bisa lepaskannya ya," ucap Elsie.
"Aku terdiam cukup lama karena sedang mikirkan bahan apa yang digunakan untuk mbuat gelang ini. Gelang ini terlihat dan terasa seperti besi, tetapi seperti yang kamu bilang tadi, gelang ini aslinya bukan terbuat dari besi. Yah apapun itu, aku akan mulai ncoba untuk lepaskan gelang ini. Aku akan ncoba untuk nghancurkan gelang ini dengan kekuatan fisikku," ucapku.
"Dengan kekuatan fisik ?," tanya Elsie.
Setelah itu, aku langsung ncengkeram gelang yang lingkar di lengan kanan Elsie. Aku ncengkeram gelang itu dengan hanya nggunakan 3 jariku yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Aku hanya nggunakan 3 jari karena ukuran jariku sama dengan ukuran gelang yang lingkar di lengan kanan Elsie. Jika aku ncengkeram dengan semua jari tangan kananku, jariku yang lain yaitu jari manis dan jari kelingking malah akan ncengkeram bagian lengan kanan Elsie karena apabila ukuran kedua jari itu digabung dengan ukuran 3 jari yang aku pakai untuk ngcengkeram akan lebihi ukuran dari gelang itu.
Setelah ncengkeram gelang itu, aku terus ncengkeram gelang itu dengan sangat kuat. Aku ngcengkeram gelang itu sambil ngalirkan Mana milikku ke tiga jari yang aku gunakan untuk ngcengkeram. Sentara itu, Elsie hanya diam saja sambil lihat ke arah gelang yang lingkar di lengan kanannya yang sedang dicengkeram. Wajah Elsie terlihat seperti terkejut atau takjub saat lihat ke arah gelang itu.
"ski aku tidak rasakannya langsung karena Rid Archie hanya ncengkeram gelang yang lingkar di lengan kananku, tetapi aku tahu dan bisa rasakan kalau cengkramannya itu sangat kuat. Jika cengkramannya itu ncengkram lenganku secara langsung, pasti tulang lenganku langsung patah atau bahkan hancur. Dengan kekuatan cengkramannya itu, mungkin dia mang bisa untuk rusak atau nghancurkan gelang itu," pikir Elsie.
Disaat Elsie terus terdiam sambil lihat ke arah gelang yang sedang aku cengkeram, aku terus ncengkeram gelang itu tanpa berhenti sedikitpun. Bahkan aku sedikit demi sedikit terus nambahkan Mana ke jari yang aku gunakan untuk ncengkeram.
1 nit, 3 nit hingga 5 nit berlalu, aku terus ncengkeram gelang itu tanpa henti. Tetapi sudah 5 nit aku ncengkeram gelang itu, tidak ada apapun yang terjadi kepada gelang itu. Gelang itu tidak ngalami kerusakan sedikitpun ski aku terus ncengkeram gelang itu selama 5 nit.
"Ternyata benar, gelang ini sangat sulit dihancurkan. Apa karena aku hanya ncengkeramnya dengan nggunakan 3 jari, jadi kekuatan cengkramanku berkurang atau mang bahan yang digunakan untuk mbuat gelang ini sangatlah kuat," pikirku.
ski tidak ada apapun yang terjadi kepada gelang itu setelah aku ncengkeramnya selama 5 nit, aku terus ncengkeram gelang itu tanpa henti. Lalu, 5 nit kemudian, tepat 10 nit aku ncengkeram gelang itu tanpa henti, aku mutuskan untuk nghentikan dan lepaskan cengkramanku dari gelang yang lingkar di lengan kanan Elsie. Elsie yang sejak tadi terdiam sambil lihat ke arah gelang yang aku cengkeram terlihat sedikit terkejut ketika lihatku yang nghentikan dan lepaskan cengkraman tanganku dari gelang itu.
"Ada apa, Rid Archie ? Kenapa kamu lepaskan cengkramanmu ?," tanya Elsie.
"Sudah 10 nit aku ncengkeram gelang itu tanpa henti, tetapi tidak ada apapun yang terjadi kepada gelang itu. Gelang itu tidak rusak sedikitpun skipun aku cengkeram. Sepertinya mang sulit untuk rusak dan nghancurkan gelang itu," ucapku.
"Begitu ya. Aku sebelumnya lihat kamu yang terus ncengkeram gelang itu. Ketika lihat cengkramanmu, aku yakin kalau cengkramanmu itu sangat kuat. Tetapi gelang yang lingkar di lenganku ini ternyata lebih kuat dari cengkeramanmu. Sesuai yang aku duga sebelumnya, lepaskan gelang ini sangatlah sulit, bahkan bagimu sekalipun, Rid Archie," ucap Elsie.
Elsie ngatakan itu dengan ekspresi wajah yang terlihat sedikit sedih. Bahkan nada bicaranya pun terdengar seperti kecewa. Sepertinya dia kecewa karena aku tidak bisa rusak dan nghancurkan gelang itu dengan cengkeramanku.
"ski begitu, aku berterima kasih karena kamu mau ncoba untuk nolongku dengan berusaha untuk lepaskan gelang ini. Sepertinya aku mang ditakdirkan untuk terus terikat dengan gereja Sancta Lux selama gelang ini masih terpasang di lenganku. Dengan sulitnya lepaskan gelang ini kecuali dengan nggunakan kunci yang dimiliki oleh tuan High Priest, sepertinya satu-satunya cara agar aku terlepas dari gereja Sancta Lux adalah dengan kematian," ucap Elsie.
Elsie ngatakan itu dengan raut wajah yang terlihat sedih. Setelah ngatakan itu, Elsie pun langsung nunduk dan terdiam. lihat Elsie yang nunduk dan terdiam, aku lalu mulai berbicara kembali.
"Tidak perlu kecewa begitu, nona Elsie. Aku sebelumnya mang bilang kalau sulit untuk rusak dan nghancurkan gelang yang lingkar di lenganmu, tetapi aku tidak bilang kalau sulit untuk lepaskan gelang itu," ucapku.
Elsie yang sebelumnya nunduk langsung ngangkat kepalanya kembali dan lihat ke arahku.
"Apa maksudmu ? Apa kamu ingin bilang kalau kamu masih bisa lepaskan gelang ini ?," tanya Elsie.
"Itu benar," ucapku.
"Jangan bercanda, Rid Archie. Kamu saja tidak bisa nghancurkan atau rusak gelang ini, bagaimana caramu untuk lepaskan gelang ini ? Satu-satunya cara yang tersisa adalah dengan nggunakan kunci yang dimiliki oleh tuan High Priest. Apa kamu ingin ngambil kunci itu dari tuan High Priest ?," tanya Elsie.
"mang aku tidak bisa lepaskan gelang itu dengan nghancurkan ataupun rusak gelang itu, tetapi masih ada cara lain untuk lepaskan gelang itu dan cara lain itu bukan dengan nggunakan kunci yang dimiliki oleh High Priest," ucapku.
Elsie terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.
"Kamu miliki cara lain untuk lepaskan gelang ini ?," tanya Elsie.
"Iya," ucapku.
"Dengan cara apa kamu bisa lepaskan gelang ini ?," tanya Elsie.
"Cara ini mungkin akan sangat kasar karena cara yang aku pakai ini adalah dengan motong lenganmu, nona Elsie," ucapku sambil gang pedang milikku.
Elsie terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataanku.
"motong lenganku ?! Kamu sedang tidak bercanda kan ?!," tanya Elsie.
"Tidak, nona Elsie. Aku serius," ucapku sambil terus gang pedang milikku.
Elsie terlihat sedikit panik setelah lihatku yang sedang gang pedang milikku.
"Tunggu sebentar, Rid Archie-," ucap Elsie sambil ngarahkan tangan kanannya ke arahku seakan nyuruhku untuk berhenti.
Tetapi tepat setelah Elsie ngarahkan tangan kanannya ke arahku, aku dengan cepat langsung nebas lengan kanan Elsie dengan pedang milikku. Lengan kanan Elsie pun langsung terpotong tepat di bagian yang dekat dengan bahunya. Potongan lengan kanan Elsie yang telah aku potong pun langsung terhempas layang ke udara.
Sentara itu, Elsie yang sebelumnya terlihat sedikit panik sebelum aku motong lengannya, kini terlihat semakin panik setelah lihat potongan lengannya sedang layang di udara.
"Apa yang terjadi ?! Lenganku.....," ucap Elsie.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)