Font Size
15px

"Terlebih lagi, aku tidak bisa larikan diri dari pekerjaan ini. Aku mungkin harus njalani pekerjaan ini seumur hidupku," ucap Elsie dengan raut wajah yang terlihat kecewa.

Aku terdiam sejenak setelah ndengar perkataan Elsie. Tidak lama kemudian, aku pun mulai berbicara kembali.

"Kenapa kamu bilang kalau kamu tidak bisa larikan diri ? Apa kamu dipasang sebuah alat yang mirip dengan kalung para budak ? Aku pernah dengar kalau kalung yang dipakai oleh para budak dipasang sebuah pelacak, jadi jika ada budak yang larikan diri, posisi reka bisa langsung diketahui. lepaskan kalung budak dengan sendiri pun cukup sulit karena kalung budak terbuat dari bahan yang keras sehingga tidak mudah untuk dirusak ataupun dihancurkan. Jadi cara lepas kalung budak yang mudah hanya dengan mbukanya dengan sebuah kunci untuk mbuka kalung tersebut,"

"Atau kamu dipasang sebuah sihir atau alat sihir yang mana sihir yang dipasang itu akan aktif apabila kamu larikan diri dari gereja Sancta Lux ? Aku sering mbaca buku-buku tentang sihir jadi aku tahu kalau ada sihir seperti itu," ucapku.

"Perkataanmu tepat, Rid Archie. Aku mang tidak dipasangi sebuah sihir atau alat sihir, tetapi aku dipasangi sebuah gelang seperti ini," ucap Elsie.

Setelah itu, Elsie kemudian nggulung lengan pakaiannya yang panjang. Elsie nggulung lengan kanannya terlebih dahulu. Elsie terus nggulung lengan pakaiannya hingga ncapai lengan atas. Setelah Elsie nggulung lengan pakaiannya hingga ncapai lengan atas, terlihat sebuah gelang yang lingkar di lengan kanan bagian atasnya. Ukuran diater gelang itu sangat pas nyesuaikan ukuran lengan kanan Elsie. Selain itu, ukuran gelang itu juga cukup lebar, mungkin sekitar 5 sentiter.

Setelah Elsie nggulung pakaian pada lengan kanannya dan mperlihatkan gelang yang lingkar di lengan kanannya, Elsie lalu nggulung pakaian pada lengan bagian kirinya hingga ncapai lengan atas. Ketika Elsie sudah nggulung pakaiannya hingga ke lengan kiri bagian atas, terlihat sebuah gelang yang sama dengan yang lingkar di lengan kanannya. Ukuran lengan itu pun juga sama, baik lebarnya maupun diaternya.

Setelah selesai nggulung pakaian pada kedua lengannya dan mperlihatkan dua buah gelang yang lingkari masing-masing lengan atasnya, Elsie lalu lihat dan mperhatikan gelang yang lingkari lengan kanannya sambil nyentuhnya.

"Gelang ini miliki fungsi yang sama dengan kalung yang biasanya digunakan oleh para budak. Gelang ini dipasang kepadaku sebelum aku resmi njadi seorang Priest. Tidak hanya aku saja yang dipasangi gelang ini, para Priest yang lain pun juga dipasangi gelang ini. Gelang ini akan mberitahu dimana lokasiku dan para Priest lainnya berada kepada pimpinanku yaitu tuan High Priest Julian yang rupakan High Priest gereja Sancta Lux di kota ini. Tidak hanya tuan High Priest Julian saja, tuan High Priest Theodor yang rupakan High Priest gereja Sancta Lux ibukota San Estella sekaligus pemimpin bagi para Priest gereja Sancta Lux yang bertugas di kerajaan ini juga akan tahu dimana lokasiku berada. Tuan High Priest Theodor sebagai pemimpin Priest di kerajaan ini mpunyai salah satu tugas yaitu mantau para Priest di kerajaan ini. Jadi beliau berhak tahu lokasi-lokasi para Priest berada karena ditakutkan akan ada Priest yang kabur dari tugasnya dan larikan diri dari gereja Sancta Lux,"

"Jika aku larikan diri dari gereja Sancta Lux, baik tuan High Priest Julian maupun tuan High Priest Theodor pasti akan langsung tahu dimana aku berada. reka berdua akan langsung rintahkan para Priest yang lain atau orang-orang suruhan reka untuk ngejarku. Tidak peduli aku larikan diri kemana, selama lokasiku diketahui, reka akan tetap ngejarku. Jika aku larikan diri ke kerajaan lain yang juga terdapat gereja Sancta Lux di kerajaan itu, tuan High Priest Julian atau tuan High Priest Theodor akan berkoordinasi dengan High Priest yang ada di kerajaan tempat aku larikan diri untuk nangkapku,"

"Intinya, tidak ada tempat untukku larikan diri setelah aku ngenakan gelang ini. Mungkin ada satu tempat dimana aku bisa larikan diri dari kejaran reka, yaitu benua Selatan tempat para ras Iblis tinggal. Jika aku larikan diri kesana, aku mungkin tidak akan dikejar oleh orang-orang gereja Sancta Lux," ucap Elsie sambil nyentuh gelang yang lingkar di lengan kanannya.

Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan Elsie. Aku terdiam sambil lihat Elsie yang terus ngelus dan mperhatikan gelang yang lingkar di kedua lengannya. Setelah terdiam sejenak, aku lalu nanyakan sesuatu kepada Elsie.

"Apa kamu sudah ngkonfirmasinya kalau gelang itu mang dapat mberitahu lokasimu ? Atau itu hanyalah sebuah ancaman atau gertakan dari High Priest yang njadi pemimpinmu saja ? Mungkin aslinya gelang itu tidak dapat lacak lokasimu," ucapku.

"Tidak, ini bukan sebuah gertakan. Dulu, sekitar 1 tahun yang lalu, di gereja Sancta Lux kota San Lucia tempatku bekerja sebagai Priest, datang seorang Priest baru. Priest itu sama sepertiku, dia juga rupakan orang yang dipaksa njadi Priest oleh gereja Sancta Lux. Dia tidak berasal dari kerajaan ini, namun aku lupa dia berasal dari kerajaan mana. Belum ada satu minggu dia di gereja Sancta Lux kota San Lucia, dia tiba-tiba nghilang tanpa kabar. ngetahui kalau Priest yang baru datang itu telah nghilang, aku dan para Priest yang lain pun berusaha ncarinya di sekitar kota San Lucia. Tetapi baru sebentar kami ncarinya, tuan High Priest Julian tiba-tiba manggil kami dengan nggunakan kristal Komunikasi. Beliau manggil kami untuk segera berkumpul di gereja. Setelah panggilan itu, kami pun langsung bergegas nuju ke gereja,"

"Setelah kami sampai di gereja dan berkumpul dengan tuan High Priest Julian, tuan High Priest Julian tiba-tiba nyebutkan beberapa nama Priest yang ada di gereja tersebut. Beberapa nama Priest yang disebut oleh tuan High Priest Julian adalah nama-nama Priest yang miliki sihir penyerangan, sihir pengejaran dan sihir pengintaian. Aku rupakan salah satu Priest yang namanya disebut oleh beliau. Setelah beliau selesai nyebutkan nama-nama Priest itu, beliau lalu rintahkan Priest yang nama-namanya disebut itu untuk segera pergi ke perbatasan antara wilayah San Lucia dengan wilayah San Angela. Alasan beliau rintahkan kami untuk pergi ke tempat itu adalah karena Priest yang baru datang itu sedang berada di tempat itu. Jadi kami diperintahkan untuk datang ke tempat itu dan nangkapnya,"

"Kemudian, kami yang nama-namanya disebut oleh tuan High Priest Julian pun langsung bergegas pergi ke tempat itu. Sekitar 1 jam kemudian, kami pun telah tiba di tempat yang ditunjuk oleh tuan High Priest Julian. Ketika kamu telah tiba di tempat itu, sesuai perkataan beliau, tidak jauh dari tempat itu terlihat Priest yang baru datang itu sedang berlari nuju ke arah wilayah San Angela. Kami yang lihat Priest itu sedang berlari pun langsung ngejarnya. Priest itu yang lihat kami sedang ngejarnya pun langsung panik dan mpercepat langkahnya. Namun karena beberapa dari kami yang diutus miliki sihir pengejaran seperti sihir untuk mpercepat gerakan, kami pun dapat dengan mudah nangkapnya. Setelah kami berhasil nangkapnya, kami lalu mbawa Priest itu kembali ke gereja untuk diserahkan ke tuan High Priest Julian,"

"Karena kejadian itu lah aku jadi tahu kalau gelang yang lingkar di kedua tanganku ini mang bisa lacak dan mberitahu lokasiku dan lokasi para Priest lainnya," ucap Elsie.

"Hmmm begitu ya. Jadi gelang itu mang bisa lacak dan mberitahu lokasimu, aku pikir itu hanya gertakan dari High Priest yang njadi pemimpinmu agar kamu tidak larikan diri,"

"Daripada itu, apa yang terjadi dengan Priest yang larikan diri itu setelah kamu serahkan kepada High Priest ?," tanyaku.

"Setelah aku serahkan Priest itu kepada tuan High Priest Julian, tuan High Priest mbawa Priest tersebut keluar bersama dengan beberapa Priest. Beberapa Priest yang ikut bersama dengan tuan High Priest Julian adalah para Priest yang biasanya bekerja di belakang layar. Aku sebelumnya sudah mberitahu saat kita berada di lorong yang terletak di samping gereja Sancta Lux kota San Lucia,"

"Saat itu kamu sedang bersama dengan putri Irene, nona Duchess dan 2 orang yang kamu sembuhkan di lorong itu. Di lorong itu, aku mberitahu kalau gereja Sancta Lux miliki 2 sisi yang berbeda, yaitu sisi baik ketika berada di depan umum dan sisi buruk ketika berada di belakang layar. Di depan umum orang-orang dari gereja Sancta Lux akan berperilaku baik dan ramah, sentara di belakang layar, reka bisa berbuat kriminal seperti ncuri, nculik ataupun mbunuh seseorang. Beberapa Priest yang ikut bersama dengan tuan High Priest Julian yang sedang mbawa Priest yang larikan diri itu adalah para Priest yang biasanya bekerja di belakang layar," ucap Elsie.

"Aku ngingat soal itu. Kalau tidak salah, kamu pernah dituduh sebagai bagian dari orang-orang gereja Sancta Lux yang bekerja di belakang layar itu oleh nona Duchess," ucapku.

"Waktu itu aku sudah ngatakannya kepada kalian kalau aku bukan bagian dari orang-orang gereja Sancta Lux yang bekerja di belakang layar. Aku minta maaf karena aku sudah berbohong. Sebenarnya, aku juga rupakan bagian dari orang-orang itu karena aku bisa nggunakan ~Stealth Magic~,"

"Tetapi soal aku yang belum pernah mbunuh orang lain, aku ngatakan hal itu dengan jujur. skipun aku bagian dari orang-orang itu, aku sama sekali belum pernah mbunuh orang lain," ucap Elsie.

Elsie ngatakan hal itu dengan wajah serius. Dari wajahnya itu, aku bisa tahu kalau Elsie tidak berbohong bahkan tanpa harus mbaca pikirannya.

"Aku percaya kalau kamu belum pernah mbunuh orang lain," ucapku.

Setelah ndengar perkataanku, wajah Elsie terlihat lega.

"Terima kasih, Rid Archie," ucap Elsie.

"Ngomong-ngomong, nona Priest-," ucapku.

Tetapi belum sempat aku nyelesaikan perkataanku, Elsie langsung motongnya.

"Tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu. Panggil saja aku dengan namaku. Namaku adalah Elsie, Elsie Lupinus," ucap Elsie.

"Baiklah. Ngomong-ngomong, nona Elsie, jawabanmu tentang pertanyaanku yang nanyakan tentang apa yang terjadi pada Priest yang larikan diri itu belum selesai," ucapku.

"Ah kamu benar juga, aku tadi malah njelaskan tentang hal lain. Tentang apa yang terjadi kepada Priest itu, aku tidak ngetahuinya. Setelah tuan High Priest Julian mbawa Priest itu pergi keluar bersama dengan beberapa Priest, para Priest yang masih berada di gereja Sancta Lux tetap bekerja seperti biasanya. Lalu sekitar 3-4 jam kemudian, tuan High Priest Julian kembali ke gereja bersama beberapa Priest yang ikut bersamanya. Tetapi Priest yang larikan diri itu yang dibawa oleh tuan High Priest Julian sebelumnya tidak ikut kembali. Jadi aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Aku bersama dengan para Priest lainnya tidak berani nanyakan tentang Priest itu kepada tuan High Priest Julian. Apa yang terjadi dengan Priest itu sampai sekarang masih misteri," ucap Elsie.

"Hmm begitu ya," ucapku.

Kemudian aku pun terdiam sambil mikirkan sesuatu, sentara Elsie hanya diam saja lihatku yang sedang terdiam. Setelah beberapa saat terdiam, aku pun mulai berbicara kembali.

"Ada kemungkinan kalau Priest yang larikan itu dihukum oleh High Priest itu. Priest itu mungkin dihukum dengan dibunuh oleh beberapa Priest yang kamu bilang kalau beberapa Priest itu adalah Priest yang biasanya bekerja di belakang layar. Jika tidak untuk dibunuh, untuk apa High Priest mbawa beberapa Priest yang biasanya bekerja di belakang layar itu," ucapku.

"Aku juga berpikir seperti itu. Tetapi aku juga berpikir kalau Priest yang larikan diri itu mungkin saja dipindahkan ke gereja Sancta Lux cabang lain. Intinya tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi dengan dia, aku hanya bisa nebak-nebak," ucap Elsie.

"Kita hanya bisa nebak-nebak nasib Priest itu ya," ucapku.

"Iya. Andai nasib Priest itu bisa diketahui, kalau misalkan dia dibunuh oleh para Priest yang bekerja di belakang layar itu karena telah berusaha larikan diri dari gereja Sancta Lux, mungkin aku akan milih untuk larikan diri juga. Aku tidak peduli apabila aku tertangkap, yang terpenting aku sudah tahu kalau aku tertangkap, aku pasti akan mati. Dengan begitu aku tidak perlu lagi terpaksa njalani pekerjaan ini,"

"Tetapi karena nasib Priest itu tidak diketahui, apabila aku larikan diri dan tertangkap, ada kemungkinan kalau aku bukannya langsung dibunuh, lainkan dipindahkan ke gereja Sancta Lux cabang lain atau bahkan dijual sebagai budak. Jika begitu, itu hanya akan nambah penderitaanku. Maka dari itu aku milih untuk tidak larikan diri," ucap Elsie.

"Jadi kamu tidak masalah apabila kamu langsung dibunuh dan mati daripada terus njadi seorang Priest ?," tanyaku.

"Iya, aku tidak masalah dengan itu. Aku tidak mau terus njalani pekerjaan yang terpaksa ini. Saat ini aku mang belum pernah mbunuh orang, tetapi suatu saat nanti jika aku tetap njadi seorang Priest, pasti akan tiba saatnya bagiku untuk mbunuh seseorang apabila diperintah oleh tuan High Priest," ucap Elsie.

"Apa kamu takut untuk mbunuh seseorang ?," tanyaku.

"Ini bukan soal mbunuh seseorang, Rid Archie, tetapi ini soal orang yang akan aku bunuh. Pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang gereja Sancta Lux yang bekerja di belakang layar biasanya ngincar orang-orang yang ngganggu bagi gereja Sancta Lux. Entah itu ngganggu dari tindakan, reputasi atau potensi orang itu ke depannya, orang-orang yang ngganggu itu pasti akan disingkirkan oleh gereja Sancta Lux. Untuk orang-orang yang ngganggu lewat tindakan, reka mungkin adalah orang yang bersalah karena ngganggu gereja Sancta Lux secara langsung. Tetapi untuk orang yang ngganggu lewat reputasi atau potensi, reka itu ngganggu secara tidak langsung, yang intinya reka mungkin adalah orang-orang yang tidak bersalah. mbunuh orang-orang yang tidak bersalah bukanlah sesuatu yang benar, aku tidak mau lakukan hal itu," ucap Elsie.

"Begitu ya, kamu bukan takut untuk mbunuh seseorang, lainkan kamu takut untuk mbunuh orang-orang yang tidak bersalah," ucapku.

"Iya, maka dari itu aku lebih baik mati saja daripada harus terus terpaksa njadi Priest. Aku mungkin akan njadi Priest seumur hidupku. Tetapi skipun aku ingin mati, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku takut untuk mbunuh diriku sendiri, tetapi aku tidak masalah apabila dibunuh orang lain" ucap Elsie.

"Jadi karena itu kamu tadi ngatakan kepadaku untuk langsung mbunuhmu saja karena kamu bilang kamu tidak akan njawab pertanyaanku. Yah pada akhirnya kamu tetap njawab pertanyaan-pertanyaanku," ucapku.

"Iya, itu benar. Saat itu, aku berpikir kalau kamu bisa langsung mbunuhku, kamu juga tidak kelihatan takut ketika berhadapan denganku skipun kamu tahu kalau aku sebenarnya rupakan Priest gereja Sancta Lux," ucap Elsie.

"Untuk apa aku takut ? Saat ini, kita berada di tempat yang jauh dari kota San Lucia. Jadi di tempat ini tidak ada orang lain selain kita. Jika aku ingin nyerangmu dan mbunuhmu, tidak akan ada orang yang tahu kalau aku pelakunya. Hal itu pun juga berlaku kepada orang-orang yang bersamamu sebelumnya, karena kita berada di tempat yang jauh dari orang-orang, aku jadi berani nyerang reka," ucapku.

"Begitu ya, penjelasanmu masuk akal," ucap Elsie.

"Ngomong-ngomong, soal orang-orang yang bersamamu tadi untuk ngejarku, bagaimana kondisi reka ? Sebelum datang kesini, kamu pastinya sudah lihat kondisi reka yang diserang oleh 3 Naga es ciptaanku," ucapku.

"Soal orang-orang itu...beberapa dari reka telah tewas akibat serangan naga es ciptaanku, sentara beberapa sisanya masih ncoba lawan Naga itu. Aku tidak lihat pertarungan reka sampai akhir karena aku langsung bergegas pergi untuk ngejarmu," ucap Elsie

"Begitu ya, jadi beberapa dari reka telah tewas. Yah mang aku sendiri yang rintahkan 3 Naga es ciptaanku untuk nyerang reka bahkan bila perlu sampai mbunuh reka. Soal orang-orang itu lagi, apakah reka semua atau beberapa di antara reka adalah Priest gereja Sancta Lux ?," tanyaku.

"Ada 3 orang di antara reka yang rupakan Priest gereja Sancta Lux, sentara sisanya adalah orang-orang dari luar gereja yang dipanggil oleh tuan High Priest Julian. Bisa dibilang, reka adalah orang-orang bayaran," ucap Elsie.

"Begitu ya, jadi 3 di antara reka rupakan Priest gereja Sancta Lux. Jika ketiganya tewas akibat serangan Naga yang kubuat, itu berarti aku telah mbunuh ketiga Priest itu. Jika hal ini sampai diketahui, pasti akan timbul masalah yang sangat repotkan," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku pun terdiam. Aku terdiam sambil lihat ke arah Elsie. Elsie terlihat bingung ketika lihatku yang sedang terdiam sambil lihat ke arahnya. Tetapi tidak lama kemudian, Elsie sepertinya sadar kenapa aku lihat ke arahnya.

"Kamu tenang saja, Rid Archie. Aku tidak akan mberitahukan hal ini kepada siapapun. Jika kamu tidak mpercayaiku, kamu bisa langsung mbunuhku saat ini agar aku tidak bisa mberitahu siapapun," ucap Elsie.

Setelah ndengar perkataan Elsie, aku lalu nghembuskan nafasku secara perlahan. Setelah itu, aku mulai berbicara kembali.

"Apa kamu ingin sekali mati, nona Elsie ?," tanyaku.

Tanpa ragu-ragu, Elsie langsung njawab pertanyaanku.

"Iya, aku lebih baik mati daripada terus terpaksa njadi seorang Priest," ucap Elsie.

"skipun kamu terpaksa njadi Priest, kamu tetap njalankan tugasmu dengan baik, kan ? Kamu bahkan selalu nuruti perintah atasanmu yang rupakan High Priest,"

"Soal aku yang tinggal di kediaman tuan Duke Louis, kamu yang mberitahukan hal itu kepada High Priest itu kan ? Kamu sebelumnya lihat aku yang sedang bersama Irene dan nona Duchess Arlet. Kemudian, kamu berspekulasi kalau aku mungkin tinggal di kediaman tuan Duke Louis. Setelah itu, kamu mberitahukan spekulasimu itu kepada High Priest yang njadi atasanmu. Karena itu, High Priest itu jadi tahu dimana aku tinggal sekarang dan dia pun sampai datang sendiri untuk riksanya skipun dihalau oleh tuan Duke Louis dan nona Duchess Arlet," ucapku.

Elsie terdiam sejenak setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.

"Itu benar, Rid Archie. Aku sendiri yang mberitahukan tentang hal itu kepada tuan High Priest Julian," ucap Elsie.

"Lalu, kamu dan orang-orang yang bersamamu sebelumnya ngejarku untuk rekrutku itu karena diperintah oleh High Priest itu kan ?," tanyaku.

"Itu benar, Rid Archie," ucap Elsie.

"Itu mbuktikan kalau skipun kamu terpaksa dan tidak tulus njadi seorang Priest, kamu tetap ngerjakan tugasmu dengan baik," ucapku.

"Aku lakukan itu untuk ningkatkan kinerjaku sebagai seorang Priest. Jika aku terus lakukan tugasku dengan baik, kinerjaku di mata tuan High Priest mungkin akan njadi bagus. Jika kinerjaku bagus, mungkin aku bisa ndapatkan semacam hadiah atau reward seperti diperbolehkan untuk ninggalkan pekerjaan Priest tanpa hukuman atau diperbolehkan untuk ngunjungi orang tuaku yang sudah lama tidak aku kunjungi senjak aku dipaksa njadi seorang Priest. Saat pertama kali aku njadi seorang Priest, aku ndengar tentang hadiah atau reward itu, maka dari itu aku terus lakukan tugasku dengan baik skipun dengan terpaksa," ucap Elsie.

"Lalu setelah terus lakukan tugasmu dengan baik, apa kamu sudah ndapatkan hadiah atau reward itu ?," tanyaku.

"Tidak. ski aku sudah lakukan banyak tugas dengan baik, aku belum ndapatkan hadiah atau reward satupun. Karena itu, jika ada kesempatan untuk mati, aku lebih baik mati daripada terus bekerja sebagai Priest dengan paksa. Apalagi ke depannya, aku mungkin akan ndapatkan tugas untuk mbunuh orang-orang yang tidak bersalah. Sudah pasti aku tidak akan bisa ngerjakan tugas itu," ucap Elsie.

"Jadi kamu lebih milih untuk mati ?," tanyaku.

"Iya," ucap Elsie tanpa ragu-ragu.

"Lalu bagaimana soal ngunjungi orang tuamu yang sudah lama tidak kamu kunjungi ? Bukankah kamu sangat ingin ngunjungi reka ? Jika misalkan kamu mati sekarang, apa kamu tidak nyesal karena mati sebelum ngunjungi reka ?," tanyaku.

Elsie pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Ketika Elsie sedang terdiam, aku lihat air mata mulai ngalir keluar dari kedua matanya. Tak lama setelah air matanya ngalir keluar, Elsie pun mulai berbicara.

"Aku benar-benar bingung, aku tidak tahu apa yang aku inginkan. Di satu sisi aku ingin mati karena aku sudah tidak mau lagi bekerja sebagai Priest secara paksa, dan di sisi lainnya aku juga ingin ngunjungi orang tuaku. Aku sudah lama tidak ngunjungi reka. Tetapi aku tidak ndapatkan izin untuk pergi njenguk reka. Aku bisa aja pergi ngunjungi reka secara diam-diam, tetapi dengan adanya gelang yang lingkar di kedua lenganku, tuan High Priest pastinya akan tahu kalau aku pergi secara diam-diam. Pergi secara diam-diam tanpa izin dari beliau sama saja larikan diri dari gereja Sancta Lux. larikan diri akan ndapatkan hukuman dari tuan High Priest. Tetapi aku tidak tahu hukuman apa yang akan aku terima apabila aku pergi secara diam-diam, maka dari itu aku tidak lakukannya,"

"Aku benar-benar bingung, Rid Archie!!," ucap Elsie dengan nada suara yang sedikit keras.

Aku terdiam sejenak setelah ndengar perkataan Elsie. Tidak lama kemudian, aku mulai berbicara kembali.

"Jika kamu ingin ngunjungi orang tuamu, kamu tinggal pergi saja. Aku bisa mbantumu agar kamu bisa ngunjungi orang tuamu. Selain itu, aku juga bisa mbantumu agar kamu bisa keluar dan larikan dari gereja Sancta Lux tanpa lokasimu diketahui," ucapku.

"Apa yang baru saja kamu katakan ? Kamu bisa mbantuku agar aku keluar dan larikan diri dari gereja Sancta Lux tanpa lokasiku diketahui ? Jika mang begitu, jangan bilang kalau kamu-," ucap Elsie.

Tetapi belum sempat Elsie nyelesaikan perkataannya, aku langsung motong perkataannya itu.

"Itu benar, aku bisa mbantu untuk lepaskan gelang yang lingkar di kedua lenganmu itu," ucapku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.