"Aku selama ini tidak tulus ngabdi njadi Priest gereja Sancta Lux karena aku dipaksa untuk njadi Priest," ucap Elsie.
Akhirnya Elsie dengan jujur ngakui kalau dia tidak tulus ngabdi njadi Priest gereja Sancta Lux. Tetapi perkataan Elsie itu mbuat aku sedikit terkejut karena dia berkata kalau dia terpaksa njadi Priest gereja Sancta Lux.
"Kamu dipaksa njadi Priest gereja Sancta Lux ?," tanyaku.
"Iya," ucap Elsie.
"Apa alasannya ? Apa kamu dipaksa oleh anggota keluargamu atau orang-orang terdekatmu untuk lamar dan ngabdi sebagai seorang Priest gereja Sancta Lux ?," tanyaku.
"Tidak. Aku tidak dipaksa untuk lamar njadi Priest gereja Sancta Lux oleh keluargaku atau orang-orang yang dekat denganku, lainkan pihak gereja Sancta Lux sendiri yang maksaku untuk njadi seorang Priest," ucap Elsie.
"Kamu dipaksa oleh pihak gereja Sancta Lux sendiri ? Jangan bilang kalau kamu....," ucapku.
Belum sempat aku nyelesaikan perkataanku, Elsie langsung motong perkataanku.
"Iya, seperti yang kamu mau kamu katakan, aku rupakan orang-orang yang direkrut paksa oleh gereja Sancta Lux. Bisa dibilang, aku itu sama sepertimu, Rid Archie," ucap Elsie.
Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan Elsie. Disaat aku terdiam, Elsie pun lanjutkan perkataannya.
"ski aku bilang kalau kita itu sama, tetapi kita juga miliki perbedaan. Ketika kamu sedang direkrut oleh gereja Sancta Lux, ada banyak yang lindungimu seperti tuan Duke dan nona Duchess San Lucia. reka berdua nyembunyikanmu di kediaman reka dan reka pun tidak mberitahukan tentang keberadaanmu kepada tuan High Priest Julian ketika beliau datang ke kediaman reka. Tidak hanya tuan Duke dan nona Duchess San Lucia saja, aku yakin Yang Mulia Ratu pun akan lindungimu dari gereja Sancta Lux yang ncoba rekrutmu baik secara halus maupun paksa. Karena kamu sudah nyelamatkan kerajaan ini dengan ngalahkan tuan Duke Remy, sudah pasti kalau Yang Mulia Ratu akan nyelamatkanmu. Sedangkan aku, begitu gereja Sancta Lux ncoba rekrutku secara paksa, hanya ada sedikit orang yang ncoba lindungiku yaitu rekan-rekanku," ucap Elsie.
"Rekan-rekanmu ? Kalau boleh tahu, sebelum kamu direkrut paksa oleh gereja Sancta Lux untuk njadi Priest, kamu bekerja sebagai apa ?," tanyaku.
"Dulu aku bekerja sebagai petualang bersama rekan-rekan yang aku sebutkan tadi. Kami biasanya ngerjakan tugas yang diberikan oleh serikat petualang seperti mbasmi monster, lakukan ekspedisi, ngantar surat ke tempat tertentu dan lain-lain. Kami juga terkadang lakukan perjalanan ke kerajaan atau negara lain," ucap Elsie.
Aku pun terdiam sambil ndengarkan perkataan Elsie.
"Petualang ya, kalau begitu dia sama seperti kakek dulu. Kakek bilang kalau beliau dulunya adalah petualang," pikirku.
Sentara itu, Elsie kembali lanjutkan perkataannya.
"Umumnya kami lakukan perjalanan ke kerajaan atau negara lain yang mayoritas penduduknya adalah ras Manusia karena jika kami pergi ke kerajaan itu, kami mungkin tidak akan didiskriminasi karena aku dan semua rekan-rekan petualangku adalah manusia. Kamu tahu sendiri kan, di dunia ini masih ada diskriminasi antar ras, salah satu contohnya adalah kerajaan ini. Sebelum dihapusnya sistem perbudakan di kerajaan ini, para bangsawan di kerajaan ini banyak yang miliki budak dan reka pun sering ndiskriminasi dan nyiksa budak yang reka punya," ucap Elsie.
"Iya, aku tahu soal itu. Aku juga dulu pernah lihat ada beberapa budak yang didiskriminasi ataupun disiksa. Tetapi karena sekarang sistem perbudakan di kerajaan ini sudah dihapus, para budak itu pun telah dibebaskan. Para mantan budak itu yang bukan berasal dari ras manusia kini sudah tidak didiskriminasi lagi dan bagi orang-orang di kerajaan ini yang ingin mpekerjakan reka harus mberi upah kepada reka," ucapku.
"Iya, semua ini berkat dirimu, Rid Archie. Karena kamu telah ngungkap kejahatan yang dilakukan oleh tuan Duke Jas dan tuan Duke Darwin sebelumnya, Yang Mulia Ratu jadi mutuskan untuk nghapus sistem perbudakan. Kalau tidak salah, dulu yang ndukung sistem perbudakan ini adalah reka berdua dan juga tuan Duke Remy yang mana baru-baru ini terkuak kalau beliau rupakan dalang dari semua kejadian yang terjadi di kerajaan ini. Tidak ngherankan kalau reka bertiga nyetujui sistem ini, ternyata sejak dulu reka sudah bekerja sama. Namun begitu tuan Duke Darwin dan tuan Duke Jas tewas, Yang Mulia Ratu mutuskan untuk nghapus sistem perbudakan tersebut," ucap Elsie.
"Aku tidak ada hubungannya dengan dihapusnya sistem perbudakan di kerajaan ini. Sistem perbudakan di kerajaan ini bisa dihapus itu semua berkat Yang Mulia Ratu," ucapku.
"mang sistem perbudakan ini dihapus oleh Yang Mulia Ratu, tetapi Yang Mulia Ratu bisa nghapus sistem perbudakan itu berkatmu yang nguak rencana kejahatan tuan Duke Darwin dan tuan Duke Jas. Jadi ini semua berkatmu," ucap Elsie.
Aku pun hanya diam saja ndengar perkataan Elsie. Disaat aku terdiam, Elsie pun lanjutkan perkataannya.
"Yah lupakan soal sistem perbudakan yang telah dihapus di kerajaan ini. Biarkan aku kembali lanjutkan soal aku yang njadi petualang dulu,"
"Kami umumnya mang hanya pergi ke kerajaan atau negara lain yang mayoritas dihuni oleh manusia tetapi kami juga pernah pergi ke kerajaan tempat ras lain tinggal, salah satunya adalah kerajaan Dwarf. Kerajaan Dwarf skipun dihuni oleh mayoritas Dwarf, tetapi reka tidak ada diskriminasi terhadap ras lain. Kecuali ras Iblis yang tinggal di benua berbeda, ras-ras lain yang datang ke kerajaan Dwarf akan diperlakukan dengan baik asalkan reka ngikuti peraturan yang ada di kerajaan itu. Karena itu, kami sebagai petualang milih datang ke kerajaan itu," ucap Elsie.
"Kerajaan Dwarf, aku dengar kerajaan itu rupakan kerajaan paling maju di benua Utara saat ini," ucapku.
"Iya, kerajaan reka rupakan kerajaan paling maju dan modern di benua Utara saat ini. Letak kerajaan reka berada cukup jauh di sebelah timur dari Holy Kingdom. Kerajaan reka miliki pelabuhan, jadi orang-orang kerajaan San Fulgen yang ingin pergi ke kerajaan Dwarf disarankan pergi lewati jalur laut dengan naiki kapal dari pelabuhan San Quentine karena jarak tempuhnya sedikit lebih singkat daripada lewati jalur darat," ucap Elsie.
"Hmm begitu ya," ucapku.
"Selain kerajaan Dwarf, kami juga pernah pergi ke Holy Kingdom, Svetais. Holy Kingdom juga rupakan salah satu kerajaan di benua Utara yang tidak ada diskriminasi antar ras. Itu dibuktikan dengan adanya berbagai macam ras yang njadi Holy Knights yang rupakan prajurit yang njaga Holy Kingdom. Selain Holy Knights, para Priest gereja Sancta Lux yang mana gereja Sancta Lux berpusat di Holy Kingdom juga terdiri dari berbagai macam ras, tentu saja selain ras Iblis," ucap Elsie.
"Hmmmm Holy Kingdom ya, kerajaan tempat pusatnya agama dan gereja Sancta Lux. Kamu sebelumnya bilang kalau kamu dipaksa oleh pihak gereja Sancta Lux untuk njadi seorang Priest, apa kamu didatangi oleh pihak gereja Sancta Lux dan dipaksa oleh reka ketika kamu sedang berada di Holy Kingdom ?," tanyaku.
"Iya, sesuai perkataanmu. Aku didatangi oleh pihak gereja Sancta Lux ketika aku dan rekan-rekanku sedang berada di Holy Kingdom. Bisa dibilang, kedatanganku ke Holy Kingdom rupakan akhir dari perjalananku sebagai petualang. Andai saja aku dan rekan-rekanku dulu tidak datang ke Holy Kingdom, mungkin aku tidak akan dipaksa njadi seorang Priest seperti ini," ucap Elsie.
Elsie ngatakan itu sambil nunjukan wajah bersedih.
"Apa yang mbuatmu didatangi oleh pihak gereja Sancta Lux ? Apa kamu lakukan sesuatu yang narik perhatian reka sehingga reka ndatangimu ?," tanyaku.
"Waktu itu ketika aku sudah berada di dalam wilayah Holy Kingdom, aku kebetulan lihat ada seseorang yang terluka. Karena aku kebetulan bisa nggunakan sihir penyembuhan, aku pun berinisiatif langsung nyembuhkan orang itu. Setelah aku nyembuhkan orang itu, tiba-tiba pihak gereja Sancta Lux langsung ndatangiku dan mbawaku secara paksa ke gereja reka," ucap Elsie.
"Selain ~Stealth Magic~, kamu juga bisa nggunakan sihir penyembuhan ? Tidak ngherankan kalau kamu bisa njadi seorang Priest," ucapku.
"Iya, tetapi sihir penyembuhanku tidak miliki pemulihan sekuat dan secepat sihir penyembuhanmu, Rid Archie," ucap Elsie.
"Sihir penyembuhanku tidak sekuat dan secepat yang kamu kira. Daripada itu, apa yang terjadi setelah kamu dibawa paksa oleh pihak gereja Sancta Lux ?," tanyaku.
"Rekan-rekan petualangku yang kebetulan mang sedang bersamaku ketika aku nyembuhkan orang itu langsung berusaha untuk nghentikan orang-orang gereja Sancta Lux yang ncoba mbawaku secara paksa. Tetapi beberapa Holy Knights tiba-tiba datang dan langsung nyerang rekan-rekanku. Aku pun sangat terkejut dan bertanya-tanya kepada reka kenapa reka tiba-tiba nyerang rekan-rekanku. reka njawab kalau rekan-rekanku berusaha ngganggu orang-orang dari gereja Sancta Lux yang ncoba mbawaku secara paksa," ucap Elsie.
"Holy Knights...," pikirku.
"Setelah ndengar perkataan Holy Knights itu, aku jadi paham akan sesuatu. Karena Holy Kingdom rupakan pusat dari agama dan gereja Sancta Lux, segala sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang dari gereja Sancta Lux di Holy Kingdom tidak boleh diganggu oleh siapapun. Mau itu reka sedang nculik orang, mbunuh orang atau lain-lain, orang-orang tidak boleh ngganggu reka. Jika ada orang yang ngganggu reka, Holy Knights akan langsung datang untuk nghukum reka,"
"Setelah mahami itu, aku hanya bisa pasrah saja ketika dibawa paksa oleh reka karena aku tahu tidak akan ada yang bisa nyelamatkanku," ucap Elsie.
"Bagaimana nasib rekan-rekanmu yang sebelumnya diserang oleh Holy Knights ?," tanyaku.
"Ketika aku sudah berada di gereja pusat agama Sancta Lux yaitu gereja Angelica Castitat, aku ndapatkan kabar kalau rekan-rekanku dibawa oleh beberapa Holy Knights yang nyerang reka ke penjara di Holy Kingdom. reka ditahan di penjara itu dengan alasan telah ngganggu orang-orang gereja Sancta Lux yang telah lakukan sesuatu. Itu kali terakhir aku ngetahui kabar tentang reka. Sudah 5 tahun berlalu sejak aku dipaksa njadi seorang Priest. Aku tidak tahu bagaimana keadaan reka sekarang. Terlebih beberapa bulan setelah aku dipaksa njadi seorang Priest, aku tiba-tiba dipindahkan ke kerajaan ini. Jadi aku tidak tahu tentang kabar reka disana," ucap Elsie.
"Begitu ya. Bagaimana dengan keluargamu ? Apa keluargamu tahu kalau kamu dijadikan Priest secara paksa oleh gereja Sancta Lux ?," tanyaku.
"Aku tidak tahu, tetapi aku yakin reka tidak tahu kalau aku dijadikan Priest secara paksa karena tidak ada yang ngabari reka. Keluargaku tinggal di sebuah kerajaan yang berada cukup jauh di utara kerajaan San Fulgen. Kerajaan itu hanyalah kerajaan kecil dan tidak seluas kerajaan San Fulgen. Sebelum njadi petualang, aku nghabiskan waktuku disana,"
"Ketika aku sudah njadi petualang, sesekali aku njenguk keluargaku disana agar reka tidak khawatir. Namun ketika aku sudah njadi Priest, aku tidak bisa njenguk reka karena aku tidak diperbolehkan pergi tanpa persetujuan tuan High Priest yang njadi atasanku. Aku sudah berkali-kali minta izin kepada tuan High Priest untuk ngizinkanku pergi njenguk keluargaku, tetapi beliau tetap tidak ngizinkannya. Sudah sangat lama aku tidak njenguk keluargaku, reka pasti khawatir kepadaku karena aku tidak njenguk dan mberi kabar kepada reka," ucap Elsie dengan raut wajah yang terlihat sedih.
Aku terdiam sejenak setelah ndengar perkataan Elsie. Aku terdiam sambil mperhatikan raut wajah Elsie. Ketika raut wajahnya sudah tidak nampilkan ekspresi bersedih, aku lalu ngatakan sesuatu kepadanya.
"Jadi kamu berasal dari kerajaan kecil yang terletak cukup jauh di sebelah utara kerajaan San Fulgen. Aku pikir kamu berasal dari kerajaan ini karena kamu manggil nama para Duke dan Ratu kerajaan ini dengan hormat," ucapku.
"Aku selalu diajarkan untuk manggil seseorang yang miliki pangkat atau kedudukan tinggi dengan hormat. Jadi skipun aku tidak berasal dari kerajaan ini, aku tetap harus manggil para Duke serta Ratu kerajaan ini dengan hormat. Tidak hanya reka saja, aku juga manggil atasanku yaitu tuan High Priest dengan hormat," ucap Elsie.
"Hmmm begitu ya," ucapku.
Setelah itu, aku pun kembali terdiam. Kali ini aku terdiam sambil mikirkan tentang masa lalu yang Elsie ceritakan sebelumnya. Ketika mikirkan tentang itu, aku rasakan ada sesuatu yang aneh. Aku pun kembali ngatakan sesuatu kepada Elsie untuk mbahas apa yang baru saja aku pikirkan.
"Sebelumnya, kamu bilang kalau kamu nyembuhkan seseorang yang terluka di wilayah Holy Kingdom, lalu setelah itu tiba-tiba datang orang-orang dari gereja Sancta Lux dan kemudian mbawamu secara paksa. Tidakkah kamu berpikir kalau itu rupakan jebakan atau strategi gereja Sancta Lux untuk ncari orang-orang yang miliki sihir penyembuhan lalu mbawa reka secara paksa untuk dijadikan sebagai Priest ? Holy Kingdom rupakan pusat dari agama Sancta Lux, yang berarti seharusnya ada banyak Priest dari gereja Sancta Lux yang ada disana. Kenapa bisa ada orang yang terluka disana ? Padahal orang itu bisa langsung pergi ke gereja Sancta Lux untuk minta disembuhkan atau pihak gereja Sancta Lux sendiri yang akan nghampiri orang itu. Selain itu, datangnya orang-orang gereja Sancta Lux secara tiba-tiba setelah kamu nyembuhkan orang yang terluka itu seperti ngibaratkan kalau kamu sedang dipancing oleh reka dengan nggunakan umpan. Ketika kamu sudah ngambil umpan itu, reka pun langsung ngambil hasil pancingannya," ucapku.
"Seperti perkataanmu, tidak lama setelah aku dipaksa njadi seorang Priest gereja Sancta Lux, aku nyadari kalau aku telah terkena jebakan reka. Apa yang kamu katakan barusan tepat seperti apa yang aku pikirkan dulu,"
"Setelah mikirkan hal itu, aku sangat nyesal karena bisa dengan mudahnya terkena jebakan reka. Aku terus-nerus mikirkan tentang hal itu dan juga terus-nerus nyesalinya hingga saat ini. Andai saja aku tidak terkena jebakan reka, sekarang aku mungkin masih berpetualang bersama dengan rekan-rekanku,"
"Tetapi nyatanya aku sekarang malah njadi seorang Priest. Aku dipaksa nekuni pekerjaan yang mana aku tidak nyukainya. Terlebih lagi, aku tidak bisa larikan diri dari pekerjaan ini. Aku mungkin harus njalani pekerjaan ini seumur hidupku," ucap Elsie dengan raut wajah yang terlihat kecewa.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)