Font Size
15px

Beberapa nit kemudian.

Nona Laviena, Willa, Remia dan Alexis yang sebelumnya disambut oleh High Priest Theodore dan para Priest gereja Sancta Lux di jalanan ibukota San Estella, kini telah berada di dalam gereja Sancta Lux ibukota San Estella. reka kini sedang berada di salah satu ruangan yang terlihat seperti ruangan kerja yang ada di gereja itu. Tetapi tidak semua orang ada di dalam ruangan itu, hanya nona Laviena, Remia, Willa, Alexis, High Priest Theodore dan 2 orang Priest saja yang ada di ruangan itu. Sentara para Priest yang lainnya berada di luar ruangan itu untuk lanjutkan pekerjaan reka sebagai Priest di gereja itu.

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami ? Kamu sebelumnya ngajak kami bicara lewat kristal komunikasi ketika kami berada di cabang gereja Sancta Lux yang berada di dekat pelabuhan kerajaan ini. Tetapi karena saat itu kami mau beristirahat, kami jadi tidak bisa nanggapi perkataanmu. Kami minta maaf soal itu," ucap nona Laviena.

"Tidak, anda tidak perlu minta maaf, nona. Lagipula skipun kalian tidak bersedia untuk ndengarkan perkataan saya semalam, kalian masih bersedia untuk datang ke gereja ini dan ndengarkan perkataan saya sekarang. Jadi anda tidak perlu minta maaf. Justru saya yang berterima kasih karena kalian yang berasal dari Holy Kingdom bersedia untuk ndengarkan perkataan saya yang hanya rupakan salah satu Priest yang ngabdi di gereja Sancta Lux yang berada di luar Holy Kingdom," ucap High Priest Theodor.

"Kamu mang rupakan salah satu Priest yang ngabdi di luar Holy Kingdom. Tetapi kamu rupakan seorang High Priest, jadi jabatanmu lebih tinggi dari seorang Priest biasa. Maka dari itu kami bersedia untuk ndengarkan perkataanmu. Sekarang, lebih baik kamu segera katakan apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan dengan kami," ucap nona Laviena.

"Baik, nona. Pertama-tama, saat kalian datang ke kerajaan ini, apa kalian sudah mbaca surat kabar terbitan terbaru yang ada di kerajaan ini ?," tanya High Priest Theodor.

"Sudah, kami sudah mbaca surat kabar terbitan terbaru yang ada di kerajaan ini. Kami bahkan juga masih mbawa surat kabar itu. mangnya ada apa kamu nanyakan soal itu ?," tanya nona Laviena.

"Jika kalian sudah mbacanya, maka itu berarti kalian sudah ngetahui tentang Rid Archie yang diberitakan di surat kabar itu. Tuan Alexis, bagaimana nurutmu soal Rid Archie yang diberitakan di surat kabar itu ?," tanya High Priest Theodor kepada Alexis.

"Dari surat kabar yang kubaca, Rid Archie miliki kemampuan bertarung yang sangat hebat. Hal itu dibuktikan dengan dia yang berhasil ngalahkan dalang utama yang rencanakan penyerangan di kerajaan ini. Selain itu, dia juga miliki kemampuan sihir penyembuhan yang hebat. Dia bisa nggunakan sihir penyembuhan skala area dan sihir penyembuhannya pun bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh sihir kegelapan," ucap Alexis.

"Benar, sihir penyembuhannya itu sangatlah hebat. Setelah ngetahui kalau Rid Archie miliki kemampuan sihir penyembuhan yang hebat, sebagai Holy Priest yang berasal dari Holy Kingdom, apa yang akan anda lakukan kepada Rid Archie ?," tanya High Priest Theodor.

"Hmmm jadi begitu ya. Sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan kami itu adalah tentang Rid Archie. Dan sesuatu yang ingin kamu minta kepada kami adalah untuk mbantu dalam rekrut Rid Archie untuk njadi bagian dari gereja Sancta Lux. Maka dari itu kamu nanyakan tentang Rid Archie kepadaku dan juga nanyakan pendapatku tentangnya" ucap Alexis.

"Itu benar. Sesuai yang diharapkan dari Holy Priest, anda langsung tahu apa yang ingin saya katakan dan saya minta. Sesuai perkataan anda tadi, saya ingin minta bantuan kalian dalam rekrut Rid Archie untuk njadi bagian dari gereja Sancta Lux," ucap High Priest Theodor.

"Jadi sesuatu yang ingin kamu minta kepada kami adalah untuk mbantu dalam rekrut Rid Archie ya," ucap nona Laviena.

"Itu benar, nona," ucap High Priest Theodor.

Setelah itu, nona Laviena tiba-tiba langsung terdiam. Tetapi tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.

"Hmmm boleh saja, tetapi itu jika Alexis setuju untuk mbantumu. Bagaimana, Alexis ? Apa kamu mau mbantu dia dalam rekrut Rid Archie ?," tanya nona Laviena.

"Tanpa diminta oleh kamu pun, aku dari awal mang berniat untuk rekrut Rid Archie setelah ngetahui tentang kemampuan sihir penyembuhan miliknya dari surat kabar yang aku baca. Justru aku awalnya ingin minta bantuan kalian untuk mbantuku dalam rekrut Rid Archie, tetapi siapa sangka kalau kalian duluan yang minta bantuan kepada kami untuk rekrut Rid Archie," ucap Alexis.

"Jadi bagaimana, tuan ?," tanya High Priest Theodor.

"Karena tujuan kita sama yaitu untuk rekrut Rid Archie, maka aku akan mbantumu," ucap Alexis.

Setelah ndengar perkataan Alexis, High Priest Theodor terlihat senang.

"Terima kasih, tuan Alexis," ucap High Priest Theodor.

"Karena Alexis setuju untuk mbantumu, maka aku juga akan mbantu. Remia dan Willa pun juga akan ikut mbantu," ucap nona Laviena.

"Terima kasih, nona Laviena, nona Remia dan nona Willa," ucap High Priest Theodor.

"Tetapi, ski kami mutuskan untuk mbantumu, aku ingin kamu ngingat tentang hal ini. mbantumu ini hanyalah tugas sampingan untuk kami karena kedatangan kami ke kerajaan ini adalah untuk ngerjakan tugas utama yang diberikan oleh nona Maiden. Dan tugas utama itu berbeda dengan tugas sampingan untuk mbantumu. Jadi, apabila kami sedang fokus dalam ngerjakan tugas utama kami, ada kemungkinan kalau kamu tidak bisa ngerjakan tugas sampingan untuk mbantumu," ucap nona Laviena.

"Baik, nona. Saya akan ngingat tentang hal itu. Saya juga tidak mpermasalahkan apabila kalian sedang fokus untuk ngerjakan tugas utama terlebih dahulu karena tugas itu rupakan tugas yang diberikan oleh nona Maiden yang agung. Tugas dari nona Maiden yang agung tentu lebih penting dibandingkan tugas sampingan untuk mbantu saya, saya nyadari akan hal itu," ucap High Priest Theodor.

"Baguslah kalau kamu ngerti," ucap nona Laviena.

Setelah nona Laviena berhenti berbicara, Alexis tiba-tiba mulai berbicara kembali.

"Ngomong-ngomong, ada hal yang mbuatku penasaran. Kenapa kamu dan pihak gereja Sancta Lux yang ada di kerajaan ini mbutuhkan bantuan kami untuk rekrut orang yang bernama Rid Archie itu ? Aku sebelumnya berniat untuk minta bantuan kepada kalian itu adalah hal yang wajar karena aku berasal dari luar kerajaan ini. Aku juga tidak tahu secara rinci tentang kerajaan ini seperti lokasi-lokasi di kerajaan ini dan lainnya. Maka dari itu, untuk rekrut orang bernama Rid Archie itu, aku mbutuhkan bantuan kalian. Tetapi, kalian yang tahu tentang kerajaan ini karena kalian sudah cukup lama berada di kerajaan ini ngapa malah mbutuhkan bantuan kami untuk rekrut Rid Archie ? Selain itu, kalian sebagai pihak dari gereja Sancta Lux seharusnya miliki keistiwaan. Keistiwaan kalian itu adalah kalian bebas bergerak di dalam kerajaan ini tanpa dihentikan atau diatur oleh kerajaan ini. Seharusnya kalian bisa terus bergerak dan lakukan sesuatu untuk rekrut orang bernama Rid Archie itu tanpa dihalangi oleh pihak kerajaan ini. Selain itu, daripada minta bantuan kepada kami, kalian bisa minta bantuan kepada pihak kerajaan ini untuk rekrut Rid Archie dengan nggunakan keistiwaan kalian," ucap Alexis.

"Anda ada benarnya, tuan Alexis. Dengan keistiwaan kami sebagai pihak gereja Sancta Lux, seharusnya kami dapat dengan mudah lakukan sesuatu untuk rekrut Rid Archie. Tetapi kami tidak bisa langsung rekrut Rid Archie karena saat ini kami tidak ngetahui keberadaannya," ucap High Priest Theodor.

"Kalian tidak ngetahui keberadaan Rid Archie ?," tanya Alexis.

"Iya. Sebelum penyerangan di kerajaan ini terjadi, Rid Archie rupakan salah satu murid akademi yang ada di kerajaan ini. Tetapi setelah penyerangan di kerajaan ini terjadi, akademi di kerajaan ini yang juga ngalami kerusakan akibat insiden penyerangan itu, mulai liburkan dan mulangkan murid-murid reka untuk sentara. Rid Archie seharusnya pulang ke kampung halamannya yang bernama desa Aston, tetapi karena desa itu telah hancur akibat penyerangan yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, saya jadi tidak ngetahui kemana Rid Archie pergi setelah dipulangkan sentara oleh akademi,"

"Rekan saya yaitu seorang High Priest salah satu cabang gereja Sancta Lux yang ada di kerajaan ini ncurigai kalau Rid Archie saat ini tinggal di kediaman salah satu Duke yang ada di kerajaan ini. Tetapi belum ada bukti yang pasti kalau Rid Archie benar-benar tinggal di kediaman itu. Ketika rekan saya itu datang ke kediaman Duke itu, Duke itu bilang kalau Rid Archie tidak tinggal di kediamannya. ski Duke itu bilang kalau Rid Archie tidak tinggal di kediamannya, rekan saya ncurigai kalau Duke itu telah berbohong. Saat ini, rekan saya sedang nugaskan para bawahannya untuk mata-matai kediaman Duke itu,"

"Sepertinya alasan keberadaan Rid Archie tidak diketahui hingga saat ini adalah karena ada pihak yang nyembunyikan keberadaan Rid Archie. Setelah kemampuan sihir penyembuhan Rid Archie diketahui, tentu akan ada banyak orang yang ingin ndapatkannya. Maka dari itu, wajar kalau ada pihak yang ingin nyembunyikan keberadaan Rid Archie. Pihak yang nyembunyikan keberadaan Rid Archie kemungkinan adalah Duke yang kediamannya dicurigai sebagai tempat Rid Archie berada saat ini. Bukan hanya Duke itu saja, pihak kerajaan ini kemungkinan juga terlibat dalam nyembunyikan keberadaan Rid Archie. Karena Rid Archie saat ini dijuluki sebagai pahlawan di kerajaan ini, wajar bagi pihak kerajaan ini untuk nyembunyikan keberadaan Rid Archie agar pihak lain tidak bisa nyentuhnya,"

"Selagi kami belum ngetahui dengan pasti dimana Rid Archie berada, kami tidak bisa lakukan sesuatu untuk rekrut Rid Archie. Kami mungkin bisa terus bergerak untuk ncari Rid Archie tanpa dihalangi oleh pihak kerajaan ini, tetapi itu hanya akan mbuang-buang waktu saja karena ncarinya pastinya akan sulit, apalagi jika pihak kerajaan ini mang benar telah nyembunyikan keberadaannya. ski kami terus ncoba bertanya tentang keberadaan Rid Archie kepada Duke itu, Duke lainnya ataupun kerajaan ini, reka pasti akan tetap bilang kalau reka tidak ngetahuinya. reka sepertinya tidak akan mau jujur skipun yang bertanya adalah kami yang rupakan pihak gereja Sancta Lux. Maka dari itu, saya mutuskan untuk minta bantuan kalian," ucap High Priest Theodor.

"Hmmmm begitu ya. Keberadaan orang yang bernama Rid Archie itu saat ini tidak diketahui dan ada kemungkinan kalau pihak kerajaan ini telah nyembunyikan keberadaannya. Jadi, apa yang harus kami lakukan untuk mbantumu ?," tanya Alexis.

"Saya minta tolong kepada kalian untuk nemui dan nanyakan kepada Duke itu-, tidak, saya minta tolong kepada kalian untuk nemui dan nanyakan kepada Ratu yang mimpin kerajaan ini tentang keberadaan Rid Archie. Saya dengar kalau Ratu kerajaan ini cukup dekat dengan Rid Archie, seharusnya beliau tahu dimana Rid Archie berada,"

"Sebelumnya, saya sendiri berniat untuk nemui dan nanyakan tentang Rid Archie kepada beliau, tetapi para prajurit yang ada di istana kediaman beliau tidak mperkenankan saya untuk nemui beliau. Para prajurit itu bilang kalau beliau sedang sibuk. Yah, itu wajar karena kerajaan yang dipimpin oleh beliau baru saja diserang, beliau pastinya sedang sibuk untuk ngurus kerajaan ini setelah terjadinya penyerangan. Tetapi, ada kemungkinan juga kalau beliau sebenarnya mang tidak ingin saya nemuinya karena beliau sudah tahu alasan saya nemuinya adalah untuk bertanya tentang keberadaan Rid Archie. Sepertinya beliau tidak takut ataupun tidak segan kepada saya skipun saya adalah seorang High Priest gereja utama Sancta Lux di kerajaan ini,"

"Tetapi jika kalian yang rupakan perwakilan langsung dari Holy Kingdom minta untuk nemui beliau, pasti beliau akan nerima kalian karena jika beliau nolak kalian, pastinya itu bisa mbuat hubungan antara kerajaan ini dengan Holy Kingdom terganggu. Jika kalian nanyakan tentang keberadaan Rid Archie kepada beliau, beliau pastinya tidak akan bisa berbohong kepada kalian. Beliau pasti akan langsung mberitahu tentang keberadaan Rid Archie. Saya hanya minta kalian untuk nanyakan keberadaan Rid Archie saja kepada kalian. Setelah keberadaan Rid Archie diketahui, kami sebagai pihak gereja Sancta Lux di kerajaan ini akan langsung bergerak sendiri untuk ndapatkannya," ucap High Priest Theodor.

"Hmmm, jadi kami hanya perlu mbantumu dengan nanyakan tentang keberadaan Rid Archie kepada Ratu yang mimpin kerajaan ini," ucap Alexis.

"Itu benar, tuan. Hanya itu saja bantuan kalian yang saya perlukan. Setelah itu, saya dan para bawahan saya bisa lakukannya sendiri," ucap High Priest Theodor.

Setelah itu, Alexis pun terdiam. Tetapi tidak lama kemudian, Alexis mulai berbicara kembali.

"Bagaimana nurut anda ? Apa anda tidak keberatan dengan tugas ini ?," tanya Alexis kepada nona Laviena.

"Tidak sama sekali. Lagipula tugas ini adalah tugas yang mudah. Terlebih lagi, kita mang harus nemui pemimpin kerajaan ini untuk ncari informasi yang njadi tugas utama kita. Jadi, ketika kita sudah bertemu dengan pemimpin ini, kita bisa sekalian nanyakan tentang keberadaan Rid Archie. 2 tugas pun dapat langsung diselesaikan saat itu juga," ucap nona Laviena.

"Baiklah. Kami akan mbantumu untuk nanyakan tentang keberadaan Rid Archie kepada pemimpin kerajaan ini," ucap Alexis.

"Terima kasih, tuan dan nona sekalian," ucap High Priest Theodor.

"Sama-sama," ucap Alexis.

"Kalau begitu, izinkan saya ngakhiri pembicaraan ini karena sudah tidak ada lagi hal yang ingin saya bicarakan dengan kalian," ucap High Priest Theodor.

"Jadi pembicaraan ini telah selesai ya. Baiklah kalau begitu," ucap nona Laviena.

"Iya, nona. Kalian pastinya masih lelah karena baru saja njalani perjalanan dari wilayah San Quentine untuk sampai di ibukota ini. Kalian bisa istirahat disini terlebih dahulu sebelum nanti nemui Ratu yang mimpin kerajaan ini. Jika ada yang ingin kalian minta, tidak perlu sungkan untuk ngatakannya, para bawahan saya akan layani permintaan kalian," ucap High Priest Theodor.

"Baiklah," ucap nona Laviena.

"Kalau begitu, saya izin untuk pergi dulu, nona dan tuan sekalian. Saya harus bersiap-siap untuk nghadiri acara pemakaman para bangsawan yang telah tewas akibat penyerangan yang terjadi di kerajaan ini," ucap High Priest Theodor.

"Kamu ingin nghadiri acara pemakaman ? Dimana acara pemakaman itu dilaksanakan ?," tanya nona Laviena.

"Acara pemakaman itu digelar di pemakaman yang terletak tidak jauh dari istana kediaman Ratu di kerajaan ini. Tetapi sebelum acara pemakaman itu digelar, saya harus datang ke istana kediaman Ratu terlebih dahulu," ucap High Priest Theodor.

"Istana kediaman Ratu ? Bukankah itu berarti kamu miliki kesempatan untuk bertemu dengan Ratu itu nanti di kediamannya ?," tanya nona Laviena.

"Itu benar, nona. Tetapi saya tidak yakin kalau saya akan miliki kesempatan untuk bertemu dengannya karena di kediaman beliau nantinya juga akan dihadiri oleh orang-orang penting lainnya seperti para Duke. Kalaupun saya miliki kesempatan untuk bertemu dengannya, beliau pasti akan nghindari begitu saya nanyakan tentang keberadaan Rid Archie," ucap High Priest Theodor.

Setelah High Priest Theodor ngatakan itu, nona Laviena tiba-tiba terdiam seperti sedang mikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian, nona Laviena mulai berbicara kembali.

"Kalau begitu, biarkan kami berempat ikut denganmu ke acara pemakaman itu," ucap nona Laviena.

High Priest Theodor terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan nona Laviena.

"Kalian ingin ikut dengan saya ke acara pemakaman itu ?," tanya High Priest Theodor.

"Iya. Aku awalnya hanya ingin ncari informasi tentang penyerangan di kerajaan ini dari Ratu yang pemimpin kerajaan ini, tetapi setelah ngetahui kalau pemimpin-pemimpin lainnya seperti para Duke akan hadir di istana kediaman Ratu yang mimpin kerajaan ini, aku jadi ingin nemui reka dan juga ndapatkan informasi dari reka. Dari yang aku dengar, para Duke itu tinggal di kediaman yang berada di masing-masing wilayah di kerajaan ini. Pastinya akan makan waktu apabila ndatangi kediaman reka masing-masing satu persatu. Jadi ketika ngetahui kalau reka akan berkumpul di istana kediaman Ratu kerajaan ini, maka ini waktu yang tepat untuk nemui reka sekaligus,"

"Tetapi kamu tenang saja, aku tidak berniat untuk ngacaukan acara pemakaman itu. Acara pemakaman itu bisa kacau apabila aku yang rupakan salah satu komandan Holy Knights tiba-tiba datang nemui reka sebelum acara pemakaman itu digelar. Aku tidak akan ngacaukan acara itu karena aku akan nemui reka setelah acara pemakaman itu digelar. Aku akan nemui para pemimpin kerajaan ini satu persatu setelah acara pemakaman itu selesai," ucap nona Laviena.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.