Sentara itu, setelah beberapa saat berlari di dalam hutan perbatasan, aku pun kini sudah keluar dari hutan pebatasan dan kini aku sudah berada di daerah bagian tengah dari keseluruhan wilayah yang dicap sebagai daerah yang cukup berbahaya yang berada di bagian utara kota San Lucia. Daerah yang cukup berbahaya ini sekarang telah njadi tempat latihan rahasiaku. skipun saat ini aku sudah berada di daerah bagian tengah, aku tetap terus berlari nuju daerah bagian utara yang berada cukup jauh di depanku. Selain karena daerah bagian utara rupakan tempat yang njadi tujuan utamaku untuk berlatih karena di daerah itu ada cukup banyak monster dan hewan buas yang lebih berbahaya dari daerah lainnya, aku mutuskan untuk terus berlari nuju daerah itu agar aku bisa segera nghindari kejaran orang-orang gereja Sancta Lux yang sedang ngejarku. Saat ini, aku belum rasakan kehadiran reka yang sedang ngejarku. Terakhir kali aku rasakan kehadiran reka adalah ketika aku masih berada di dalam hutan perbatasan. Aku rasakan reka sedang berhenti di depan hutan perbatasan dan setelah itu aku tidak rasakan pergerakan reka lagi. Mungkin reka mutuskan untuk berhenti ngejarku ketika reka lihatku masuk ke dalam hutan perbatasan yang rupakan pintu masuk nuju daerah yang cukup berbahaya di bagian utara kota San Lucia. Tetapi ada kemungkinan juga kalau reka berhenti sejenak terlebih dahulu untuk ngatur rencana dan setelah itu reka mulai ngejarku lagi ke dalam hutan perbatasan dan juga ke daerah ini. Maka dari itu, aku mutuskan untuk terus berlari nuju ke daerah bagian utara karena daerah itu rupakan daerah yang lebih berbahaya daripada daerah lainnya. reka mungkin tidak akan ngejarku hingga ke daerah itu.
Ketika aku sedang berlari, aku teringat dengan apa yang dikatakan oleh Duke Louis semalam.
"Semalam, setelah aku selesai makan malam bersama dengan Irene, paman Louis dan bibi Arlet ngajakku berbicara kembali karena ada sesuatu yang lupa reka bicarakan. Kemarin siang, ketika aku sedang berlatih di tempat ini, paman Louis bilang kalau High Priest gereja Sancta Lux kota San Lucia yang bernama High Priest Julian datang ke kediaman paman Louis. High Priest itu datang ke kediaman paman Louis karena dia ndapatkan informasi tentang aku yang ada di kediaman Duke Louis. Jadi begitu ngetahui kalau aku sedang berada di kediaman paman Louis, High Priest itu pun datang ke kediaman paman Louis untuk nemuiku dan kemungkinan untuk rekrutku njadi bagian dari gereja Sancta Lux,"
"Setelah ndengar perkataan High Priest itu, paman Louis langsung mbantah perkataan High Priest itu tentang aku yang ada di kediaman paman Louis. Bahkan paman Louis ngizinkan High Priest itu untuk masuki kediaman paman Louis dan riksanya secara langsung tentang apakah aku ada di kediaman paman Louis atau tidak. Untungnya saat itu aku juga sedang latihan di tempat ini jadi paman Louis dengan berani ngizinkan High Priest itu untuk riksa kediamannya sendiri. Namun anehnya, High Priest itu nyetujui bantahan paman Louis begitu saja tentang aku yang ada di kediamannya. Bahkan High Priest itu nyetujui tanpa riksa kediaman paman Louis terlebih dahulu. Tentu saja itu adalah hal aneh dan hal aneh itu pun baru terkuak sekarang,"
"Saat ini, aku sedang dikejar oleh orang-orang yang berasal dari gereja Sancta Lux. Orang-orang itu sebelumnya sedang ngintai atau matai-matai di sekitar gerbang belakang kediaman paman Louis. Jika High Priest itu percaya tentang bantahan paman Louis, seharusnya kemarin dan juga saat ini, orang-orang itu tidak matai-matai di sekitar gerbang belakang kediaman paman Louis. lihat reka matai-matai tempat itu, itu berarti High Priest itu sebenarnya tidak percaya dengan bantahan paman Louis. Alasan dia bilang kalau dia nyetujui bantahan itu sepertinya untuk mbuat paman Louis ataupun bibi Arlet lengah. Mungkin High Priest itu berpikir kalau dia nyetujui bantahan paman Louis, paman Louis pasti akan nganggap kalau dia tidak akan datang lagi. Hal itu lah yang dimaksud dengan mbuat paman Louis lengah,"
"Jika paman Louis lengah dan nganggap kalau High Priest itu tidak akan datang lagi, maka suatu saat nanti, High Priest itu bisa saja akan datang kembali secara tiba-tiba. Apalagi, High Priest itu bisa saja datang kembali ketika aku sedang berada di kediaman itu. Ketika High Priest itu datang kembali dan tiba-tiba ingin riksa kediaman paman Louis lalu disaat yang sama aku juga sedang berada di dalam kediaman itu. Maka kemungkinan keberadaanku di kediaman itu akan diketahui oleh reka sangatlah besar. Aku bisa saja bersembunyi di suatu tempat di kediaman itu, tetapi itu sangatlah beresiko. Aku juga bisa saja langsung pergi dari kediaman paman Louis begitu aku tahu kalau High Priest itu berniat untuk riksa kediaman paman Louis. Tetapi begitu aku kabur dari kediaman paman Louis, ada kemungkinan kalau orang-orang dari gereja Sancta Lux sudah bersiaga dan berjaga di sekitar kediaman paman Louis. skipun aku pergi dari kediaman paman Louis dengan ngenakan jubah, begitu reka lihat aku yang sedang ngenakan jubah tiba-tiba pergi dari kediaman paman Louis yang mana disaat bersamaan High Priest itu juga datang ke kediaman paman Louis, maka orang-orang gereja Sancta Lux itu pastinya akan langsung nyimpulkan kalau orang yang pergi ninggalkan kediaman paman Louis itu adalah aku. Tidak mungkin orang lain akan pergi dari kediaman paman Louis ketika High Priest itu datang ke kediaman paman Louis, jadi reka pastinya akan nganggap kalau orang yang pergi dari kediaman paman Louis ketika High Priest itu datang adalah aku. Jika reka tahu kalau orang yang pergi itu adalah aku, maka reka jadi mpunyai bukti kalau selama ini aku mang berada di dalam kediaman paman Louis. Setelah itu, reka pastinya akan terus ndatangi kediaman paman Louis untuk ncari dan ndapatkanku,"
"Ini benar-benar repotkan. Aku tidak boleh mbiarkan reka tahu kalau selama ini aku mang berada di kediaman paman Louis. Jika reka tahu, orang-orang dari gereja Sancta Lux, khususnya High Priest itu pastinya akan terus ndatangi kediaman paman Louis. Aku tidak ingin mbuat paman Louis dan bibi Arlet kerepotan dengan terus datangnya orang-orang dari gereja Sancta Lux itu,’" pikirku.
Setelah aku mikirkan itu, aku tetap terus berlari untuk nuju daerah utara. Lalu, tidak lama setelah aku mikirkan itu, tiba-tiba aku rasakan kalau orang-orang yang sebelumnya ngejarku mulai bergerak kembali.
"Sepertinya reka berniat untuk ngejarku sampai dapat, tidak perduli kemanapun aku pergi," pikirku.
Tidak lama kemudian, orang-orang yang ngejarku pun mulai keluar dari hutan perbatasan. Saat ini reka semua sudah berada di daerah yang sama denganku, yaitu daerah tengah. Tetapi aku sudah berada jauh di depan reka karena ketika reka sebelumnya sedang berhenti bergerak, aku tidak berhenti sama sekali dan milih untuk terus berlari. Saat ini, aku terus berlari sambil sesekali noleh ke belakang untuk lihat orang-orang yang ngejarku itu. Ketika aku sedang noleh ke belakang, aku lihat wanita biarawati itu masih terus berlari untuk ngejarku. Wanita biarawati itu berada di posisi paling depan di antara banyaknya orang yang ngejarku. Wajar kalau biarawati itu ada di posisi paling depan karena kecepatan lari biarawati itu lebih cepat daripada yang lainnya.
"Sepertinya perkataan bibi Arlet sebelumnya tentang wanita biarawati itu yang sebenarnya rupakan pembunuh dari pihak gereja Sancta Lux adalah benar ski wanita itu nyangkalnya. skipun wanita itu adalah seorang Priest, wanita itu miliki kecepatan lari yang lebih cepat daripada yang lainnya. Kecepatan larinya itu seharusnya tidak terlalu dibutuhkan oleh seorang Priest karena seorang Priest hanya bertugas untuk nyembuhkan orang-orang yang mbutuhkan pertolongan. Dengan kecepatannya itu dan juga dengan ~Stealth Magic~ nya yang sebelumnya terungkap, tidak ngherankan apabila dia mpunyai tugas lain selain nyembuhkan orang-orang sebagai Priest,"
"Tetapi, skipun wanita biarawati itu miliki kecepatan lari yang lebih cepat daripada orang lain, wanita biarawati itu tetap tidak akan bisa ngejarku," pikirku.
Setelah mikirkan itu, aku noleh kembali ke depan dan terus berlari untuk nuju daerah utara.
Sentara itu, Elsie yang saat ini sedang berlari untuk ngejar Rid terlihat sedikit terkejut ketika lihat Rid yang berada cukup jauh di depannya.
"Padahal aku sudah ningkatkan kecepatanku, tetapi kenapa aku tetap tidak bisa ngejar orang itu ? Orang itu miliki kecepatan yang lebih cepat dariku, siapa sebenarnya orang itu ? Apa orang itu mang rupakan Rid Archie ?,"
"Aku tidak tahu siapa sebenarnya orang itu. Untuk ngetahui siapa orang itu, kami harus ngejar orang itu lalu nangkapnya. Tetapi, lihat kecepatan orang itu, sepertinya sulit untuk ngejarnya dengan kecepatan kami. Kalau begitu, untuk nangkapnya, sepertinya kami harus nggunakan cara lain," pikir Elsie.
Setelah mikirkan itu, Elsie lalu noleh ke belakang untuk lihat orang-orang yang juga ikut ngejar Rid Archie. Setelah noleh ke belakang, Elsie tiba-tiba ngatakan sesuatu dengan suara yang keras agar terdengar oleh orang-orang itu karena jarak antara Elsie dan orang-orang itu saat ini cukup jauh.
"Kalian semua, gunakan sihir kalian untuk nyerang orang itu!!!. Saat ini, mustahil bagi kita untuk ngejarnya karena orang itu sangat cepat, bahkan aku sendiri tidak bisa ngejarnya. Maka dari itu, kita harus nyerangnya untuk nghentikannya. Aku tidak peduli kalian mau nggunakan sihir apa, yang terpenting serang orang itu dengan semua sihir yang kalian miliki!!," ucap Elsie.
"Baik, nona," ucap orang-orang itu.
Setelah itu, orang-orang itu pun bersiap nyerang Rid dengan nggunakan sihir reka masing-masing. Tidak hanya orang-orang saja, Elsie pun juga terlihat sedang bersiap untuk nyerang Rid. Tidak lama kemudian, serangan sihir pun dilancarkan oleh reka. Serangan sihir itu ada yang berbentuk seperti bola sihir, senjata yang terbuat dari sihir, sebuah tebasan yang terbuat dari sihir dan lainnya. Serangan sihir itu berasal dari berbagai macam sihir elen, tetapi sihir elen pada serangan sihir itu hanyalah sihir elen dasar seperti listrik, api, air, tanah dan angin. Elsie sendiri terlihat nggunakan sihir angin untuk nyerang Rid.
Sentara itu, ketika aku berlari, aku rasakan adanya banyak sihir yang sedang ngarah kepadaku. Aku pun langsung noleh ke belakang untuk mastikannya dan benar saja, di belakangku terlihat ada banyak macam serangan sihir yang sedang ngarah kepadaku. Serangan-serangan sihir dilesatkan oleh orang-orang yang ngejarku di belakang.
"Sepertinya reka tahu kalau reka tidak akan bisa ngejarku hanya dengan ngandalkan kecepatan reka, karena itu reka milih untuk nyerangku dengan sihir dengan tujuan untuk nghentikanku. Tetapi, serangan sihir yang dilesatkan oleh reka itu tidak cukup untuk nghentikanku," pikirku.
Setelah itu, serangan-serangan sihir itu pun mulai ndekat ke arahku dan hampir ngenai tubuhku. Tetapi sebelum serangan itu ngenaiku, aku dengan cepat langsung nghindari serangan itu. Aku terus nghindari serangan-serangan itu sambil tetap terus berlari untuk nuju ke daerah utara. Tetapi, ski aku sudah nghindari serangan-serangan itu, serangan-serangan itu masih tidak berhenti karena orang-orang yang ngejarku itu masih terus lesatkan serangan sihir ke arahku. Serangan-serangan itu mang tidak berhasil ngenaiku karena aku berhasil nghindari tiap serangan itu, tetapi serangan-serangan itu mbuat tanah dan tempat yang ku lewati itu njadi rusak karena terkena serangan itu.
"Saat ini, aku hanya bisa nghindari serangan-serangan itu dan serangan-serangan itu pun dapat dengan mudah aku hindari. Tetapi karena serangan-serangan itu berhasil aku hindari, serangan-serangan itu malah ngenai tanah dan tempat yang aku lewati. Akibatnya, tanah dan tempat yang aku lewati njadi rusak. Jika ini terus dibiarkan, tanah dan tempat yang kulewati di daerah ini akan semakin rusak dan hancur. Sepertinya, aku harus nghentikan reka agar reka berhenti lesatkan serangan sihir itu,"
"Aku mang tidak diperbolehkan untuk lawan reka secara langsung karena ada kemungkinan identitasku akan diketahui. Jika identitasku diketahui dan aku terbukti lawan pihak gereja Sancta Lux, maka masalahnya akan semakin besar. Tetapi, jika aku lawan reka secara tidak langsung, seharusnya itu tidak akan njadi masalah," pikirku.
Setelah itu, ketika aku masih sedang berlari, aku pun mulai nggumamkan sesuatu.
~Ice Magic - Ice Creation Magic : Great Ice Dragons~
Sentara itu, ketika Elsie dan orang-orang yang ada di belakangnya terus lesatkan serangan sihir kearah Rid sambil berlari, dari bawah tanah tempat reka berlari tiba-tiba muncul 3 ekor Naga berukuran besar yang terbuat dari es. Elsie dan orang-orang itu langsung nghindar dari tempat kemunculan 3 Naga es itu. Tetapi ada beberapa orang yang terkena efek dari kemunculan 3 Naga es itu. Beberapa orang itu ada yang terhempas karena terkena tubuh Naga es itu dan ada juga yang saat ini telah dimakan oleh Naga es itu karena Naga es itu muncul dari bawah tanah sambil mbuka mulutnya dan makan orang-orang yang ada di permukaan tanah di atas reka.
Orang-orang itu terlihat terkejut dengan kemunculan reka 3 ekor Naga es yang berukuran besar itu. Tidak hanya orang-orang itu saja, Elsie juga terkejut ketika lihat 3 Naga es itu.
"N-naga es ?! Kenapa di tempat ini ada Naga es ?! Bukankah rumor tentang adanya Naga es hanya ada di pegunungan Orokho ?!,"
"Tubuh Naga es itu sangat besar sekali. Selain itu, Naga es itu juga ada 3 ?!,"
"Apa yang harus kita lakukan, nona Elsie ?! Apa kita harus mundur atau kita harus lawan Naga es itu ?!," ucap orang-orang itu.
Elsie terlihat hanya diam saja skipun salah satu dari orang itu nanyakan tentang apa yang harus dilakukan. Elsie terdiam dengan wajah terkejutnya sambil lihat 3 ekor Naga es itu.
Sentara itu, setelah aku mbuat 3 ekor Naga es itu dengan sihirku, aku tetap terus berlari tanpa nghentikan langkahku sedikitpun. Ketika aku sedang berlari, aku sesekali lihat ke belakang untuk lihat reka yang saat ini sedang dihadang oleh 3 ekor Naga es ciptaanku.
"Dengan bantuan kalian bertiga, seharusnya tidak akan ada masalah untuk lawan orang-orang dari gereja Sancta Lux. Tidak hanya lawan reka saja, mbunuh rekapun juga tidak akan ada masalah apabila aku nggunakan kalian bertiga. Jadi, kalian bertiga, tolong bantu aku untuk nyerang orang-orang itu, aku tidak peduli dan tidak mpermasalahkan apabila orang-orang itu mati setelah diserang oleh kalian," ucapku.
Setelah aku ngatakan itu, 3 ekor Naga es ciptaanku pun mulai nyerang wanita biarawati itu dan orang-orang yang ngejarku. Disaat 3 ekor Naga es itu terus nyerang reka, aku terus lanjutkan perjalananku nuju daerah utara untuk berlatih secara rahasia.
-
Sentara itu, disaat yang sama, di gerbang ibukota San Estella yang nghubungkan ibukota San Estella dengan wilayah San Quentine.
Terlihat sebuah kereta kuda sedang berhenti di dalam wilayah ibukota San Estella yang tidak jauh dari gerbang itu. Setelah itu, 4 orang yang ngenakan jubah terlihat keluar dari kereta kuda itu. 4 orang itu adalah nona Laviena, Remia, Willa dan Alexis.
"Jadi ini ibukota kerajaan ini. skipun tidak sebesar dan seindah ibukota Holy Kingdom, ibukota kerajaan ini cukup bagus juga," ucap Willa sambil lihat dan mperhatikan sekitarnya.
"Kamu boleh saja lihat dan mperhatikan sekitae kita, tetapi jangan sampai kamu nghentikan langkahmu, Willa," ucap Remia.
"Tenang saja, aku tidak akan nghentikan langkahku," ucap Willa.
Saat ini, reka berempat sedang nyusuri jalan ibukota San Estella setelah turun dari kereta kuda sebelumnya. Beberapa saat kemudian, ketika reka berempat sedang berjalan, tidak jauh di depan reka terlihat ada seorang pria yang ngenakan pakaian seperti pendeta. Lalu di belakang pria itu, terlihat ada beberapa pria dan juga wanita yang ngenakan pakaian seperti biarawan dan biarawati. Beberapa pria dan wanita itu rupakan para Priest gereja Sancta Lux ibukota San Estella. Sentara pria yang berpakaian seperti pendeta yang berada di depan reka adalah High Priest Gereja Sancta Lux ibukota San Estella, namanya adalah Theodor Wrangel.
Ketika nona Laviena dan yang lainnya lihat High Priest Theodor dan para Priest yang ada di belakangnya, nona Laviena dan yang lainnya pun langsung berjalan nghampiri reka. Setelah nona Laviena sudah berada di hadapan High Priest Theodor, nona Laviena lalu mulai berbicara kepadanya.
"Jadi kamu ya yang semalam nghubungi kami ketika kami sedang berada di cabang gereja Sancta Lux yang ada di kerajaan ini," ucap nona Laviena.
"Itu benar, nona. Perkenalkan nama saya adalah Theodor Wrangel. Saya adalah High Priest gereja Sancta Lux ibukota kerajaan San Fulgen yang rupakan gereja utama di kerajaan ini. Saya datang kesini untuk nyambut kedatangan kalian, nona komandan Holy Knights, nona Holy Knights dan juga tuan Holy Priest,"
"Saya akan ngantarkan kalian nuju ke gereja kami. Setelah itu, seperti yang saya katakan semalam, ada sesuatu yang ingin saya katakan dan ingin saya minta kepada kalian," ucap High Priest Theodor.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)