Sore njelang malam hari, di tempat yang berada di sebelah utara kota San Lucia.
Saat ini, aku sedang berada di daerah utara dari tempat yang saat ini kujadikan sebagai tempat latihan rahasia. Daerah utara ini rupakan daerah yang berbahaya dari keseluruhan tempat ini karena di daerah ini terdapat hewan buas dan monster yang lebih berbahaya daripada di daerah lain dari tempat ini. Tetapi, ski aku sedang berada di daerah utara, aku masih berada di dekat daerah tengah dari tempat ini. Jadi, skipun di tempatku berada saat ini ada beberapa hewan buas dan monster yang berbahaya, jumlah reka hanya sedikit karena hewan buas dan monster berbahaya yang berada di daerah utara lebih sering berada di ujung utara dari daerah utara ini yaitu tempat yang langsung berbatasan dengan pegunungan Orokho.
"ski aku sudah latihan dari siang hari, tetapi aku hanya bisa sampai di titik ini saja. Aku berencana untuk pergi ke titik yang dekat dengan pegunungan Orokho, tetapi karena sudah mau malam hari, lebih baik aku lanjutkan besok saja," ucapku.
Setelah itu, aku lalu naruh pedangku di pinggangku. Setelah naruh pedangku, aku lalu lihat ke sekelilingku. Di sekelilingku saat ini ada beberapa mayat monster yang telah aku bunuh. Beberapa dari mayat monster itu berwujud seperti primata yang tubuhnya diselimuti oleh bulu yang berwarna putih. Di punggung primata itu ada beberapa bongkahan es yang berukuran kecil hingga sedang. Selain monster berwujud primata itu, ada juga monster yang berwujud seperti kadal berukuran besar yang seluruh tubuhnya berwarna putih seperti salju. Di punggung kadal itu juga terdapat beberapa bongkahan es, sama seperti monster berwujud primata itu.
Aku tahu nama monster-monster itu karena sebelumnya aku sudah diberitahu tentang monster-monster yang tinggal di tempat ini dan juga yang tinggal di pegunungan Orokho. Monster primata itu bernama Ice Yeti, sedangkan monster kadal itu bernama Ice Lizard. reka adalah monster yang berasal dari pegunungan Orokho. Tidak heran kalau reka ada disini karena saat ini aku sedang berada di daerah utara tempat latihan ini dimana monster-monster dari pegunungan Orokho sering turun hingga ke tempat ini. Tetapi karena tempatku berada saat ini tidak terlalu dekat dengan pegunungan Orokho, jumlah monster dari pegunungan Orokho yang nyerangku tidaklah banyak. Hanya beberapa dari reka saja yang nyerangku. Jika aku hitung, total dari Ice Yeti dan Ice Lizard yang ada di sekitarku itu berjumlah 17 ekor.
"Untuk saat ini, karena aku hanya bisa sampai di titik ini, aku hanya bisa mbunuh sedikit monster yang berasal dari pegunungan Orokho. Besok, aku harus pergi ke titik yang dekat dengan pegunungan Orokho agar aku bisa mbunuh lebih banyak monster yang berasal dari pegunungan itu untuk objek latihanku. Jujur saja, monster-monster dari pegunungan Orokho mang berbahaya sama seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Fisik reka lebih kuat dan gerakan reka pun lebih lincah daripada monster-monster yang telah aku kalahkan sebelum aku sampai di titik ini. Monster-monster itu cocok untuk dijadikan objek latihanku. Aku akan kembali besok untuk mburu reka lagi. Untuk sekarang, lebih baik aku kembali ke kediaman paman Louis," ucapku.
Setelah lihat para mayat monster yang ada di sekelilingku, aku pun langsung bergegas pergi untuk kembali ke kediaman Duke Louis. Saat ini, aku berada di daerah utara yang dekat dengan daerah tengah tempat ini. Untuk sampai ke kediaman Duke Louis, aku harus pergi ke hutan perbatasan yang ada di daerah selatan terlebih dahulu. Setelah lewati hutan perbatasan itu, barulah aku sampai di kota San Lucia tempat kediaman Duke Louis berada. Untuk sampai di hutan perbatasan itu, mungkin akan makan waktu paling cepat 10 nit dengan berlari karena tempat yang kujadikan sebagai tempat latihan ini sangatlah luas. 10 nit itupun jika aku berlari dengan lancar tanpa hambatan seperti misalnya ada hewan buas atau monster yang tiba-tiba nyerangku ketika aku sedang berlari.
Aku terus berlari nuju hutan perbatasan yang berada di daerah selatan. Sejauh ini, aku berlari dengan lancar tanpa ada hambatan apapun yang nghalangiku. Ketika aku sedang berlari, aku beberapa kali lewati mayat beberapa monster yang sebelumnya aku bunuh. Aku hanya mbiarkan para mayat monster yang sudah aku bunuh itu tanpa berniat untuk musnahkannya ataupun nyingkirkannya karena aku pikir mayat-mayat monster itu nantinya akan hilang dengan sendirinya akibat tertutup oleh salju yang turun di tempat itu ataupun hilang karena dimakan oleh monster atau hewan buas lainnya.
Lalu, sekitar 10 nit kemudian, aku pun kini telah sampai di hutan perbatasan. Ketika sudah sampai di hutan perbatasan, aku terus berlari nyusuri hutan itu. Lalu, sekitar 1 nit kemudian, aku pun kini telah keluar dari hutan perbatasan itu. Untungnya ketika aku keluar dari hutan perbatasan itu, tidak ada satupun orang yang berada di sekitar tempatku yang baru keluar dari hutan itu. Setelah aku sudah keluar dari hutan perbatasan, aku terus lanjutkan langkahku untuk nuju kediaman Duke Louis yang jaraknya tidak terlalu jauh dari hutan perbatasan, hanya sekitar kurang lebih 5-7 nit dengan berjalan kaki.
Lalu beberapa nit kemudian, setelah aku sudah hampir sampai di gerbang belakang kediaman Duke Louis, aku pun langsung berhenti dan dengan cepat sembunyi di samping bangunan yang ada di tempatku berada saat ini. Alasan aku berhenti dan sembunyi di samping bangunan itu adalah karena aku lihat beberapa orang ncurigakan yang berada di sekitar gerbang belakang kediaman Duke Louis. Ketika lihat beberapa orang itu, aku pun milih untuk tidak lanjutkan langkahku nuju gerbang kediaman Duke Louis dan milih untuk sembunyi untuk lihat dan mperhatikan reka terlebih dahulu.
"skipun reka tidak ngenakan jubah dan hanya ngenakan pakaian seperti pakaian orang biasa, tetapi aku tahu kalau reka adalah orang-orang ncurigakan. Beberapa dari reka mungkin terlihat sedang saling ngobrol dan sisanya sedang njalani aktivitas di sekitar gerbang belakang kediaman paman Louis, tetapi reka sesekali terlihat sedang lihat ke arah kediaman paman Louis. Tingkah dari reka itu lah yang mbuatku curiga. reka sesekali lihat ke kediaman paman Louis seperti sedang ngawasi atau nyelidiki sesuatu. Siapa sebenarnya reka ? Apa reka adalah orang-orang dari gereja Sancta Lux yang nyamar sebagai orang biasa ? Atau reka adalah suruhan dari orang-orang itu ? Atau reka bukan berasal dari gereja Sancta Lux, lainkan berasal dari bangsawan atau pihak lain ? Tetapi apapun itu, yang jelas reka sepertinya adalah orang-orang yang ngincarku karena reka ingin manfaatkan sihir penyembuhanku,"
"Aku ingin langsung laporkan tentang orang-orang ncurigakan yang berada sekitar gerbang belakang kediaman paman Louis kepada paman Louis ataupun bibi Arlet. Tetapi saat ini aku sedang tidak miliki kristal komunikasi karena kristal komunikasi milikku yang diberikan oleh nona Karina sebelumnya telah nghilang saat terjadinya insiden penyerangan di akademi. Sepertinya kristal komunikasi itu jatuh dari pakaianku tanpa aku sadari ketika aku sedang bertarung dengan orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang nyerang akademi. Oleh karena itu, aku tidak bisa laporkan tentang hal ini kepada paman Louis atau bibi Arlet dengan nggunakan kristal komunikasi. Aku harus laporkan hal ini secara langsung kepada reka berdua. Tetapi sebelum itu, aku harus pergi dulu ke dalam kediaman paman Louis dengan lewati gerbang belakang yang di sekitarnya ada beberapa orang ncurigakan,"
"Sekarang apa yang harus aku lakukan ? Apa aku pergi begitu saja dengan lewati orang-orang itu ? Saat ini aku sedang ngenakan jubah, jadi skipun aku pergi dengan lewati reka, seharusnya reka tidak ngenali siapa aku. Atau aku harus lakukan sesuatu kepada orang-orang itu terlebih dahulu sebelum masuk ke kediaman paman Louis ?," pikirku.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)